Bukan Salah Takdir Kita Harus Berpisah.

Bukan Salah Takdir Kita Harus Berpisah.
kecelakaan lukis


__ADS_3


setelah menempuh perjalanan yang lumayan jauh dan makan waktu, renita merasa lapar dan merindukan makanan favorit nya yaitu seblak seafood. ketika dia sudah memasuki daerah nya, dan melewati pom bensin dia teringat akan seblak dina, ia pun meminta lukis untuk mampir dulu sebentar dia seblak dina.


" sayang, berhenti dulu di pinggir dong. " pinta renita


seketika dia berhenti di pinggir jalan, dan bertanya kenapa minta berhenti mendadak. " ada apa sayang.? kamu lapar atau pegal.? atau ada yang sakit.? " tanya khawatir lukis


" aku kangen makan seblak dina, boleh nggak kita mampir dulu buat makan seblak please.! " mohon renita


" ya udah, tunjukkin jalan di mana iya sayang. " senang renita karena permintaannya di turuti


setelah menempuh jarak tidak jauh dan tidak terlalu dekat dengan jalan raya. akhirnya mereka sampai juga di tempat jualan itu. dengan segera renita memesan seblak karena sudah di ujung lidah nya. renita memesan seblak seafood dengan pedesnya sedang . karena dia tau lukis tidak suka pedas apa lagi gampang sakit perut. setelah memesan nya, mereka ngobrol sambil menunggu pesanan datang. setelah datang pesanan nya mereka menyantapnya, berbeda dengan lukis yang memang susah makan pedas.


" sayang ini pedes banget. " jawab lukis kepedasan


" iya pedes. padahal aku pesan nya sedeng lho. bentar aku beli roti aja atau mau kwetiau saja mau.? " tawar renita


" iya, kwetiau saja aku mah , no pedas ya sayang ori aja bilang nya. " pinta lukis


segera renita pesen kwetiau goreng dan beli roti serta progma. takut nya lukis sakit perut, setelah pesan makanan yang baru renita ngasih lukis minum air mineral dan menyuruh dia minum obat dulu. setelah itu suapi lukis makan roti, sejenak renita melupakan seblak yang sudah di ujung lidah tadi karena dia khawatir lukis sakit perut gara - gara dia.


" makan dulu roti biar kamu gak sakit perut. " perintah renita dan lukis menerima suapan renita dengan senang hati. siapa coba yang gak senang di perhatiin begitu.


" kamu gak makan seblak nya sayang.? " tanya lukis agak gak enak karena renita slalu perhatian sama dirinya

__ADS_1


" nanti nunggu kamu selesai makan roti. makan aja dulu kamu., aku nggak mau ya kamu sakit. " ucap renita


" iya sayang, makasih sudah perhatian. "


" sama - sama sayang. nah kwetiau goreng nya sudah datang. makan lah sayang. "


mereka akhir nya makan dengan santai sambil mengobrol sana sini. setelah selesai makan, lukis membayar makanan tadi dan melanjutkan perjalanan tadi.


tak jauh dari jualan seblak tadi rumah renita ke tempat jualan seblak hanya membutuh kan waktu 5 menit saja. setelah itu lukis biasa menurun kan renita di pinggir jalan sesuai perintah renita. kenapa.? karena dia tidak mau hubungannya di ketahui oleh keluarganya nunggu waktu yang pas. suatu saat dia akan ngomong langsung sama ibu nya dan merencanakan tunangan itu.


" ya udah aku pulang dulu, besok aku jemput kamu untuk sekolah bareng aku. "


" iya, makasih ya lukis. istirahat pasti kamu cape dan hati - hati ya. " sambil tersenyum


" iya aku duluan ya. " tak lupa mengeluh kepala renita dengan sayang nya


" assalamu'alaikum, lho ibu udah pulang.? " jawab renita tak percaya


" wassalamu'alaikum, iya udah. baru aja ini duduk, bukan nya kamu sekolah di bandung kenapa kamu pulang.? " agak sesak sih, bukan nya di tanyai kabar ini malah nanya sekolah. emang di mana- mana ibu pasti pingin liat anak nya sukses. tapi tidak langsung di tuding juga kali.


" aku tidak jadi sekolah di bandung, karena biayanya yang mahal. jadi aku putus kan untuk kembali saja pulang ke sini, lagian ibu juga sudah pulang. otomatis biaya nya dari mana.? " sindir renita yang tidak terima akan keputusan orang tuanya. bertahun - tahun di LA pulang hanya untuk menikah. renita juga pingin di sayang - sayang dulu di manja - manja dulu, tapi ibunya lebih memilih cepat - cepat menikah. ada rasa tak terima di hatinya, tapi mau gimana lagi dia tidak ingin melihat ibunya sedih karena sudah di buta kan cinta sama berondong. umur nya berbeda 9 tahun lebih mudah dari ibunya, sedangkan ibu renita usianya sudah kepala 4. kadang kecewa sama keputusan ibunya yang memilih bercerai dari bapa nya hanya alasan tak memberi dia nafkah, dan di sangka selingkuh. jelas - jelas di sini menurut renita yang selingkuh itu ibunya. walau tidak menunjukkan secara langsung tapi setelah selesai bercerai 6 bulan yang lalu muncul lah laki-laki itu. kecewa dan hancur pasti lah siapa yang tidak mau keluarga nya pecah balau. mungkin sudah jalan takdir hidup renita seperti itu. dia hanya bisa ikhlas dan sabar saja.


" iya ya, ya sudah jika itu sudah jadi keputusan kamu mau gimana lagi. kamu pulang sama siapa.? tanya rani ibu renita


" sama lukis, oh iya bu. tadi lukis ngomong sama aku. katanya dia pingin tunangan sama renita, tapi nikah nya nanti setelah lulus sekolah. karena aku tidak di biarkan untuk jauh - jauh dari dia bahkan tidak di biarkan kerja. " jawab renita jujur

__ADS_1


" kamu bilang sama dia, biaya kamu sekolah tidak lah murah. sebagai gantinya, kamu harus balas budi dulu karena ibu sudah menyekolahkan kamu butuh biaya banyak bahkan sampai rela pergi ke LA jadi kamu setelah lulus harus kerja dulu maksimal 2 tahun. " lalu beranjak dari duduk nya meninggalkan renita sendiri


sesaat renita terdiam akan ucapan ibunya tadi. setelah paham apa yang di maksud ibunya renita sadar bahwa ibunya meminta di kembalikan uang yang sudah dia keluarkan. renita juga sadar anak harus patuh dan balas budi akan yang sudah di perjuangkan ibunya. tetapi, tidak harus ngomong secara langsung begitu. renita juga paham dan mengerti tanpa di beritahu juga akan anak itu harus berbakti sama orang tuanya. seketika renita tanpa sadar mengeluarkan air mata dan segera menghapus nya. lalu pergi ke kamarnya dan mengirim pesan pada lukis untuk meminta ketemuan jam 4 sore nanti.


####


berbeda dengan lukis yang sudah sampai rumah yang di sambut oleh ibunya dengan sayang. seketika mengajak ibunya untuk berbicara serius di ruang tamu bersama babak nya karena sebelum sampai ke rumah lukis mengirim pesan agar bapak nya ada di rumah.


" assalamu'alaikum mamah.? " sahut lukis


" Wassalamu'alaikum sayang, kamu udah pulang. mana renita tidak di bawa ke rumah.? " tanya mamah lukis karena lukis selalu cerita sama ibunya


" nggak mah, sudah di antar ke rumah kasian takut kecapean biarin dia istirahat dulu. kapan kapan aku ajak kemari biar bisa ngobrol sama mamah. " sambil berjalan dan duduk di ruang tamu tak lupa dia salam sama bapak nya


" gimana perjalanan nya cape.? " canda bapak lukis


" ya cape lah, tapi seru juga bisa berduan naik motor sama renita. "


" enak kan sambil pelukan " celetuk bapak nya " katanya ada yang mau kamu omongin sama kami. " penasaran


" begini, mamah bapak lukis mau minta izin untuk tunangan secepatnya sama renita. lukis tau dia berasal dari keluarga sederhana. dan kita pun sama tapi lebih baik dari nya. lukis juga tidak mau kehilangan dia lagi atau pun jauh darinya. bapa sama mamah tau kan gimana terpuruknya lukis sampai bisa buka usaha saat dia menjauh dari lukis karena salah paham sama lukis, jadi lukis mohon izinkan lukis tunangan sama renita. nikah nya nanti kalau kita sudah lulus. " pinta lukis penuh harap


" lukis, bapa tau kamu sangat mencintai renita dan sayang banget sama dia. tapi menikah itu bukan untuk main - main dan bukan hanya 1 atau 2 tahun tapi seumur hidup mu kamu serahkan kepada renita sebagai suami dan ayah kelak kalau kamu memiliki anak. memang kamu punya usaha sendiri dan kamu juga masih muda, hidup mu masih panjang. kamu bisa memilih wanita lain saat kamu dewasa nanti. memang kami belum ketemu langsung sama dia, tapi kami tau kamu tidak mungkin terus - terusan terpuruk saat kamu jauh dari renita. kamu juga harus legowo kalau renita bukan jodoh kamu bila saat nya tiba. bapa bukan mendoakan kamu agar tidak bersama renita hanya menyadarkan kamu saja kalau jodoh rezeki dan maut allah SWT lah yang menentukan. kita sebagai manusia hanya mematuhi dan menunggu saja. " bijak ayah lukis


" kalau menurut mamah kamu lebih baik fokus dulu sama sekolah mu, setelah lulus sekolah nanti baru kamu tunangan sama renita baru setelah selesai kuliah kamu boleh menikah. perlu memikirkan banyak hal saat kamu sudah berkeluarga sayang, pasti ada saja hubungan dalam rumah tangga. takut nya kamu tidak bisa melewatinya dengan bijak nak. pasti keluarga renita juga tidak mengizinkan nya sayang apalagi kamu dan dia anak satu - satu nya. kami bicara begini karena kita sudah makan asam garam dalam hubungan dan itu tidak mudah. " ucap mamah lukis lembut takutnya tersinggung.

__ADS_1


" berarti mamah dan bapa tidak merestui hubungan kami. " sambil berdiri dan meninggalkan keduanya lukis pergi masuk ke kamar dan beberapa saat lukis keluar dari kamar nya dan pergi menggunakan sepeda motor nya dengan kencang tidak begitu jauh dari rumah lukis terdengar suara tabrakan. seketika jantung mereka dag dig dug ser, takut itu anak nya. segera mereka berlari keluar dan betapa kaget nya saat sampai di kejadian dengan napas masih hah heh hoh tak percaya itu anaknya. seketika mamah lukis lemas dan tertunduk lemas, segera warga membawanya ke rumah sakit.


__ADS_2