Bukan Salah Takdir Kita Harus Berpisah.

Bukan Salah Takdir Kita Harus Berpisah.
Terima kasih untuk semuanya


__ADS_3

Tak terasa kini pekerjaan lukis selesai juga tak lupa makanan yang di siapkan oleh renita habis tak tersisa. kini lukis mendekati renita yang sedang tertidur dan memandangi wajahnya. Begitu cantik dan damai saat melihat dia tidur dengan nyenyak nya, lukis mengelus pipi renita dengan lembut dan sekilas mencium pipi nya lalu membangunkan renita dari mimpi indahnya.


" sayang, bangun aku udah selesai. " sambil tetap mengelus pipinya


" mmmm,, udah selesai ya.? " tanya renita balik


" iya, sekarang mau ke mana.? kerjaan aku udah beres. " ajak lukis barang kali pingin jalan - jalan sebentar


" aku tidak mau ke mana-mana kita pulang aja ya.? " ajak renita


" nggak mau jalan - jalan dulu gitu.? " tawar lukis barang kali dia tidak enak untuk mengatakannya


" nggak, kita pulang aja. pasti kamu lelah dan butuh istirahat. " sambil duduk dan memeluk lukis dari samping


" baiklah ayo kita pulang. " pasrah karena dirinya pun sangat lelah


akhirnya lukis dan renita meninggalkan ruangan kerja itu dan segera berlalu menuju rumah renita. tak lupa renita mampir sebentar pada penjual ketoprak takut di rumah tidak ada makanan dan belum tentu ibunya masak. agar lukis bisa makan terlebih dahulu supaya tidak sakit lagi kasian kan.


......🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸......


Berbeda dengan ke dua orang tua renita yang tadi ditinggal pergi oleh renita dan lukis. bapa renita terus memeluk tubuh ibunya renita walau sedang memasak pun tetap saja mengganggu seperti sedang di mabuk asmara serta kembali muda. maklum lah sudah dua tahun pisang ambon tidak bertemu kue apem ya begitu.


" mas lepas, aku lagi masak. " kata rani yang kesel akan sikap amir terhadap nya


" sebentar saja, ngapain kamu pake masak segala. mending kita beli aja keluar yuk. " ajak amir pada rani


" tapi aku sudah lapar mas, kamu buat aku lemas dan kelaparan tau. " cemberut rani karena janji nya 1 kali tapi ini berkali - kali


" maklum sayang kita kan baru ketemu lagi . jadi aku sangat merindukan dirimu. " bisik amir pada telinga rani yang begitu merangsang

__ADS_1


" ini juga sudah selesai mas, kamu duduk dulu aku tuangkan dulu ke dalam piring. " pinta rani


" iya, nanti setelah ini kita main lagi kan.? agar adik renita segera tumbuh " goda amir sambil mengelus perut rani yang masih rata itu.



seperti ini lah kira - kira nya, suasana antara orang tua renita . begitu mesra kita pun kalah thor. hiks hiks hiks 😎


" mas ini sudah mau malam apa kamu tidak mau pulang.? " tanya rani tidak enak sama tetangga


" kamu ngusir aku.? " amir malah balik nanya


" bukan ngusir mas, tapi nggak enak sama tetangga apa jadi nya mas, kan taunya mereka kita sudah bercerai mas. " kata rani sambil melihat ke arah lain. padahal dirinya sudah melakukan yang lebih di luar batas tapi kenapa masih memikirkan omongan tetangga minggu depan juga mereka akan menikah


" kamu lucu sayang, ngapain kamu mikirin tetangga coba. orang kita saja sudah melakukan nya beberapa kali. " gemas amir sambil mencium bibir rani


" ya aku tau mas, kan kamu yang mulai duluan. coba kalau kamu nggak maksa aku. aku juga nggak mau. " kesel sama amir


" nggak. " sambil memalingkan muka nya ke kanan karena malu


" ya udah mas pulang. tapi besok kita akan nikah sirih dulu. karena menurut mas masih lama sekali kalau harus menunggu 1 minggu. mas pingin ada yang ngurusin mas dan itu kamu, karena rasanya tidak enak hidup sendiri. " lemas sambil memikirkan hidupnya yang hanya melakukan apa - apa sendiri tanpa istri sungguh ribet.


" apa tidak terlalu capat mas.? " karena belum ada persiapan apa pun


" nggak lah, tidak perlu mikir apa pun. yang penting kamu dulu bagaimana kalau kamu hamil duluan. " tanya amir


" mas kita sudah tua. nggak mungkin aku hamil lagi. seharusnya kita menunggu kehadiran cucu saja. " lesu tapi dalam hatinya berharap rani bisa hamil lagi.


" kamu masih datang bulan. dalam artian kamu masih bisa hamil sayang, walau sudah tua tapi kita belum tua tua amat sayang. " kata amir menyakinkan rani

__ADS_1


" iya mas, sebaiknya kamu pulang mas. " pinta rani


" iya aku pulang. hati - hati di rumah ya. ini mana renita kok belum pulang - pulang juga. " kata amir melirik jam tangan nya.


" mungkin masih sama lukis. udah biarin aja lah mas. udah gede ini. " seru rani


" iya. assalamu'alaikum mas pulang ya. " pasrah amir


" waalaikumsalam, hati - hati mas. " kata rani


setelah kepergian amir, rani membersihkan tempat meja yang sempat berantakan bekas kopi rokok dan makanan . tak lupa dia juga mengganti sprei yang telah dipakai dirinya bersama amir dari pagi sampai sore, ia melihat ada sedikit bercak darah walau hanya setetes karena sudah lama pula dia tidak merasakan nikmatnya dunia lagi setelah bercerai bahkan kerja di sana. wajar kalau sempit kembali.


Selesai membersihkan makanan tadi serta kamar nya yang berantakan rani mandi lagi karena bau keringat hasil bekerja membersihkan rumah. selesai mandi rani tidur karena kelelahan tak lupa sebelum tidur dia mengunci pintu terlebih dahulu mengingat sudah jam 8 malam. toh biar di kunci renita bisa masuk karena renita bawa kunci 1 jadi kalau mamah renita lagi pergi dia tidak menunggu di luar.


Tak berselang lama saat rani sudah terlelap , mobil lukis sudah sampai di halaman rumah renita. segera mereka turun dari mobil nya dan masuk ke dalam rumah nya. tetangga juga sudah tau kalau renita dan lukis sudah tunangan. jadi tak heran kalau lukis ke rumah renita malam - malam tapi renita masih bisa jaga diri dan tau batasan nya. lukis pun tak mau menanggung atau membuat renita susah nantinya. toh waktu nya juga tidak lama lagi dia dan renita akan menikah setelah selesai sekolah. orang tua mereka juga tidak khawatir karena lukis sudah memiliki usaha sendiri dan sebentar lagi dirinya akan membeli rumah setelah dia lulus dan menikah.


" tunggu di sini, makan dulu aku ambilin piring dan minum nya ya. " pinta renita agar lukis makan terlebih dahulu sebelum pulang.


" iya. " jawab lukis pasrah karena menolak pun percuma dia akan tetap memaksa.


saat renita di dapur. handphone renita berbunyi pertanda ada pesan masuk. saat renita membukanya ternyata dari yuli yang mengatakan bahwa mereka ingin bertemu berdua tanpa pasangan masing - masing dan renita pun mengiyakan nya. setelah membalas pesan dari yuli renita menghampiri lukis yang sedang bersandar di kursi sambil memejamkan matanya. renita tau bahwa lukis masih butuh istirahat tapi dia tetap memaksa masuk sekolah. dengan inisiatif renita memijat kepalanya agar sedikit lebih baik.


"makasih sayang, " sambil menarik tangan renita yang ada di kepalanya dan memegang kedua tangannya lalu menatap renita dengan mata berkaca - kaca


" makasih untuk apa.? " tanya renita yang bingung akan ucapan lukis


" nggak nyangka aku bisa memiliki kamu lagi, walau aku suka bikin kamu salah paham, cemburu, kesel dan kecewa tapi kamu tetap mau sama aku dan terus berada di sisiku. makasih ya, seharusnya kamu tinggalin aku dan mencari pengganti nya tapi kamu tetap memilih memaafkan aku. aku merasa jadi pria yang tak pernah bersyukur sudah memiliki wanita yang setia, perhatian, lemah lembut dan sayang sama aku . makasih sekali lagi buat kamu. " lirih lukis


" aku juga minta maaf, karena kebodohan ku yang cemburu sama kamu. aku tega diamkan kamu bahkan dekat dengan pria lain tanpa menjelaskan kesalahan kamu apa . padahal kamu lelaki yang baik tapi karena kecemburuan aku dan kamu membuat hubungan kita rumit. makasih juga karena kamu sudah mau menjadikan aku wanita satu - satu nya dalam hidup mu. aku akan terus bersama mu dan selalu mensupport apa pun keputusan mu . " kata renita dengan tulus sedangkan lukis hanya memeluk renita dengan erat sambil mencurahkan segala rasa cinta nya pada renita. setelah itu renita mengajak lukis makan terlebih dahulu sebelum pulang dengan telaten renita menyuapi lukis makan.

__ADS_1


**Jangan lupa kasih vote dan like nya ya, jika kalian menyukai karya ku.


tunggu kelanjutan nya ya. πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜‡**


__ADS_2