
Bel pulang sekolah sudah berbunyi. itu pertanda bahwa pelajaran sudah berakhir, renita dan yuli berjalan keluar menghampiri pria yang sudah dari tadi menunggu mereka yang lama keluarnya. maklum lah kalau wanita lama keluar kelas nya apalagi mau pulang sekolah harus wangi dan cantik. iya nggak thor.??? 😂
" maaf lama nunggunya ya.?" tanya renita tanpa dosa
" nggak, baru 10 menit ini. sayang kamu tumben pakai minyak wangi.? biasa nya nggak pernah. " heran lukis yang memang jarang sekali melihat pacarnya pakai minyak wangi.
" ya gak apa - apa biar wangi dan pede aja. " cuek tak menghiraukan lukis
" lho harus hati - hati kalau cewek sudah bertindak. " kekeh reno kepada lukis
" apaan sih lho, bikin gue takut aja. " kesel lukis yang melihat renita makin cantik dan wangi
" gue kan cuman mengingatkan saja, bukan mendoakan. makanya kalau punya cewek cantik di jaga hati dan matanya, cewek kalau sudah bertindak bakal kewalahan kita. iya nggak sayang.? " tanya reno pada yuli
" betul banget lah, apa lagi jarang cewek kaya kita yang mau nemenin cowok nya berjuang dari nol. " seru yuli
" yank kita pulang yuk, soalnya ada bapa di rumah mau bicara sesuatu sama aku kata nya penting. " ajak renita pada lukis
" iya sayang, pakai dulu helmnya. " pinta lukis
" hati - hati renita lukis. " pinta yuli
__ADS_1
" lho juga hati - hati bye. " kata renita lalu menaiki motor lukis. ia merasa ada yang aneh karena tumben - tumbenan bapa nya ngajak ketemu di rumah. pikiran renita pun traveling ke mana - mana ia berharap tidak terjadi apa - apa pada keluarga nya. lukis pun menjalankan sepeda motor nya dengan hati - hati dia tidak mau terjadi sesuatu terhadap nya dan renita.
Selang beberapa menit akhirnya motor yang di kendarai oleh lukis sampai juga di depan rumah renita segera lukis memarkirkan motornya dan mengikuti langkah renita masuk ke dalam rumahnya. saat masuk ia melihat bapa nya yang duduk di kursi tamu dengan rokok yang menyala di tangan nya, tanpa menggunakan baju dan di depan meja ada kopi sedang kan ibunya entah di mana. bapa nya pun menoleh ketika renita mengucapkan salam
" assalamu'alaikum.. " ucap renita dan lukis berbarengan
" waalaikumsalam, sini masuk nak. " pinta bapa renita
" tumben pa ketemunya di rumah ada apa.? " tanya renita yang heran akan pakaian bapa nya dengan rambut yang masih basah.
" bapa mau ngomong sesuatu sama kamu. "
" mau ngomong apa pa.? " tanya renita penasaran
" alhamdulillah, akhirnya bapa sama ibu kembali bersama renita senang dengar nya. jadi keluarga kita utuh. " sambil menangis Ke pelukan bapa nya. lukis yang mendengar itu pun sangat bahagia apa yang di harapkan oleh kekasihnya terwujud juga. tak berselang lama datang ibunya renita sambil membawa minuman untuk renita lukis serta dirinya.
" iya itu bener nak, kita akan kembali bersama. bapa mu tadi melamar ibu kembali, dan minggu depan insya allah kita akan menikah tapi hanya di KUA saja. mengingat kita sudah tak muda lagi yang penting sah di mata hukum dan agama. " jawab mamah renita
" iya pa bu nggak apa - apa, nggak masalah bagi renita, yang terpenting bapa sama ibu kembali bersama. renita tidak mau kalian berpisah lagi nantinya. " kata renita seraya memeluk keduanya
" selamat ya mah pa. akhir apa yang di harapkan renita terkabul saya senang dengarnya. semoga pernikahan bapa sama ibu ini bisa lebih baik lagi dan sakinah mawadah warohmah. amin. " jawab semuanya
__ADS_1
" oh iya, renita kamu dan lukis gimana sekarang.? " tanya mamah renita
" alhamdulillah mah, itu hanya salah paham saja. kita sudah baikan dan semoga ini menjadi pelajaran ke depan nya agar jangan terlalu egois . " jawab renita cepat sebelum lukis jujur masalah apa yang mereka hadapi. bisa - bisa bapaknya marah.
" mah pa, lukis mau minta ijin ajak renita jalan keluar sebentar boleh.? " tanya lukis
" boleh, tumben bertanya dahulu. kemarin - kemarin ada yang gak pulang dahulu. " sindir mamah renita
" apa sih mah, renita kan udah bilang mau merawat lukis di rumah sakit. " kesel renita kepada ibunya jelas - jelas kemarin dia sudah minta izin
" iya mamah tau, udah mukanya jangan cemberut begitu. jelek tau kalau begitu. " ledek mamah nya
" emang kamu sakit apa lukis.? " kali ini bapa nya renita yang buka suara
" demam tinggi dan lambung saya kumat lagi. karena saya lupa makan pa. " ucap lukis
" makanya jangan telat makan kamu, bahaya itu kalau di biasakan. " seru bapa renita
" iya pa. " di iyakan lukis
" ya udah aku ganti baju dulu ya. " dan di anggukkan oleh semuanya.
__ADS_1
Setelah siap renita pun akhir nya pergi bersama lukis menuju cafe nya. dia hari ini akan ke cafe serta ke bengkel nya karena hari ini adalah kunjungan rutin pemeriksaan keuangan serta bahan apa saja yang sudah habis dan harus di beli. renita pun slalu setia menemani ke seharian lukis bekerja, terkadang lukis kerja dan renita menyuapi lukis makan dengan telaten. dia tidak mau sampai lukis jatuh sakit lagi.