
Beberapa hari kemudian...
Setelah berdebat cukup panjang akhir nya mereka memutuskan untuk menikmati keindahan di daerah tersebut. Apalagi nathan yang seperti nya betah di sana. Di rasa cukup liburan nya, hari ini mereka sedang sibuk berkemas untuk pulang ke kampung mereka di mana usaha lukis di bangun apalagi lukis sudah cuti lama dari kuliah nya.
Reno tetap setia di sana menemani keluarga lukis, pikirannya lumayan liburan sejenak. Reno membawa orang tua lukis sedang kan dirinya berdua dengan anak dan istrinya.
" Bil bil bil, '' ucap nathan
" Iya sayang kita akan pulang kampung naik mobil sama papa. Kamu senang kan sayang.? " Tanya renita
" Nang nang, ampung . " Kata nathan, renita yang gemas dengan anak nya. Segera menciumi nathan dengan gemas
" Muah muah gemas sekali sih kamu. "
Sementara lukis menyetir dengan senyuman yang tak pernah pudar, doa doa nya yang selama ini ia jalan kan membuah kan hasil. Lukis sangat bersyukur kepada Allah karena telah memberikan kesempatan untuk berkumpul kembali dengan keluarga nya.
💗💗💗💗💗💗💗💗
Di kediaman rumah dede dan yuli kini sedang menantikan anak pertama nya, tinggal menunggu beberapa bulan lagi.
Ibu serta orang tua yuli kini sudah berpisah karena sudah tak ada lagi ke cocokkan nya, ibu yuli kini memilih tinggal di kontrak kan sedang kan mantan suami nya menikah dengan anak bos nya.
Hari ini heni sedang bertemu dengan teman lama nya yang bernama hesti, hesti dan heni sudah temanan lama tapi setelah menikah mereka jarang ketemu apalagi setelah memiliki anak.
Dulu heni sering mengantarkan hesti ketemu dengan pacar atau kenalan baru nya, tak urung heni Sering di bawa ketempat karoke yang bebas tapi privasi, heni suka melihat hesti kadang dipeluk di cium bahkan meremas.
Sedang kan heni hanya cuek saja, sempat pacar nya hesti membawa cowok tapi tidak di respon oleh heni baginya malu membuka aib didepan teman nya takut di khianati. Karena kebanyakan orang dekat dekat tapi menghanyutkan.
Setelah sekian lama berpisah kini kedua nya bertemu yaitu sama sama menjadi jendes. Heni dan hesti cipika-cipiki, mereka duduk dan memesan minuman serta makanan.
" Hai, sudah lama kita tidak bertemu. " Ucap hesti
" Iya yah, sudah lama juga. Terakhir kita ketemu ketika kita masih punya anak, dan sekarang kita ketemu sudah beda status yaitu sama sama jendes hi hi hi. " Kata heni sambil cekikikan
" Iya juga ya, tapi kita masih tetap awet muda ya. " Kata hesti melihat heni masih cantik dan tambah seksi
" Iya lah, kan cantik itu mahal. " Sombong heni
" Iya deh, yang banyak duit. " Kata hesti
" Lo juga cantik, sekarang ke mana aja.? " Tanya heni
" Gue kerja di salon, oh ya waktu itu gue ketemu cowok yang terakhir kamu nganter gue ketemuan sama cowok di karoke itu loh, " Tanya hesti
__ADS_1
" Mmm, lupa lupa ingat. Emang nya kenapa.? " Tanya heni
" Dia nanyain kamu, lumayan kali. Kamu kan sendiri bisa kali, sekarang kamu sama dia. " Kata hesti
" Kalau kamu sendiri gimana sama teman nya.? " Tanya heni balik
" Gue masih deket sama dia, bahkan waktu nikah pun aku masih jalan sama dia. Habis dia kaya dan tampan tapi dia mesum tingkat tinggi. Main nyosor nyosor aja, gue juga tau kalau teman nya masih nungguin kamu lo. " Kata hesti
" Serius.? " Tanya heni tak percaya
" Yes, kalau nggak percaya nanti kamu ikut. "
" Oke, aku pingin tau. Penasaran gitu dia yang sekarang. "
" Penasaran kan.? " Goda hesti
Selesai dengan berbincang dan ngobrol sana sini, heni dan hesti pun berpisah. Mereka akan bertemu kembali jam 7 malam di tempat biasa.
Heni merebah kan dirinya di tempat tidur, lelah dan penat walau tidak bekerja. Heni mencoba memejamkan matanya tapi ketukan pintu mengganggu nya. Dia pun bangun walau malas, saat pintu terbuka tampak lah tyto yang datang berkunjung ke kontrak kan heni.
Tyto yang melihat heni dengan dress yang seksi dan tambah cantik itu merasa terpesona dengan nya Sementara heni cuek.
" Ada apa ke sini.? "
" Tapi aku nggak, " Kata heni cuek
" Bisa kah kita biasa saja nggak usah seperti musuhan gini. " Kata tyto
" Maaf nggak bisa, lebih baik kamu pulang saja. Nggak enak sama yang lain nya. " Usir heni halus
" Cuek banget kamu sama aku, apa kamu masih marah sama aku.? " Kata tyto mencoba meraih tangan heni dan itu tidak di tolak
" Nggak bisa, lepasin. " Ucap heni menghentakkan tangan yang dipegang tyto
" Andai kamu mau di madu mungkin kita masih bersama. " Kata tyto sambil berdiri
" Nggak sudi. Cepat pergi " Kata Heni sambil membuka kan pintu agar tyto pulang
Tanpa kata tyto pergi dari kontrak heni, tetapi heni yang masih melihat kepergian tyto merasa sedih, heni juga merindukan suami nya yang dulu sangat hangat serta perhatian.
Kini heni menangis dan berbaring di ranjang, tak lama ketukan pintu juga di ketuk. Heni menghapus air matanya dan berjalan membuka pintu lagi, ternyata dede yang datang dengan membawa makanan yang disuruh oleh yuli.
" Ada apa de.? " Tanya heni
__ADS_1
" Ini saya mau nganter makanan, yuli yang menyuruh saya. " Sambil menunjukkan bungkusan makanan yang ada di tangan nya.
" Oh iya makasih, mau mampir atau mau pulang.? " Tanya heni
" Boleh deh, " Kata dede mengiyakan ajak kan mertuanya
Dede masuk kedalam, sedangkan heni membuat kan kopi untuk dede. Dede melihat belakang tubuh mertuanya ternyata mertuanya makin ke sini makin cantik.
Walau dulu sempat menikah dengan paman nya tapi berbeda dengan sekarang yang tambah modis.
" Ini kopi nya di minum. " Kata heni
" Iya. " Sahut dede
" Bagaimana kabar yuli.? " Tanya heni
" Baik dan alhamdulillah sehat. Ibu sendiri bagaimana,? Seperti nya ibu habis menangis. " Ucap dede kepo
" Nggak, saya hanya ngantuk saja. " Alasan heni
" Jangan bohong, saya tau tadi mamang ke sini kan.? " Tanya dede
" Iya. " Jawab singkat heni
" Ya sudah jangan nangis lagi bu, tunjukkin kalau ibu kuat dan melupakan mamang. " Sahut dede menyemangati mertua nya sambil mengelus punggung mertuanya
Tapi heni menangis di pundak dede, dede hanya mengelus dan membiarkan mertuanya nangis dengan puas.
" Kenapa rumah tangga ku begini, aku merasa sakit hati sama dia. Hiks hiks hiks. " Ucap nya sambil menangis. " Apa aku sudah keliatan tua sampai dia mencari yang lain di liar sana. " Kata heni
" Nggak kok, justru ibu makin cantik dan modis sekarang ini dari pada waktu dulu." Kata dede
" Kalau iya, kenapa dia pergi mencari yang lain. Kamu pasti bohong kan.?" Tanya heni kepada dede
Dede melepaskan pelukan nya, dan memegang dagu heni lalu ia berbisik di telinga mertua nya. " Kalau boleh jujur makin hari makin cantik dan seksi. " Ucap dede di telinga heni
Heni yang melihat mata dede tidak ada kebohongan di mata nya pun enggan untuk melihat kembali, dede pun melepaskan tangan nya dari dagu mertuanya.
" Maaf sebaiknya kamu pulang, tidak baik berlama-lama ditempat orang. " Lalu berdiri dan membuka pintu
Dede hanya diam atas kesalahan yang ia perbuat, tidak seharusnya ia berkata seperti itu kepada mertuanya. Dede berjalan mendekati pintu dan berkata maaf dan pergi, karena malu ia tidak berani menatap mertuanya.
Heni menggelengkan Kepala nya bahwa ia salah menilai kedekatan nya bersama dede, tak seharusnya ia begitu dekat dengan menantunya.
__ADS_1
Heni memakan yang tadi di bawa oleh dede karena dirinya pun merasa lapar, selesai dengan acara makan nya heni pun mandi untuk Merehatkan pikiran nya yang kacau itu sambil menunggu jam 7 malam.