Bukan Salah Takdir Kita Harus Berpisah.

Bukan Salah Takdir Kita Harus Berpisah.
SuLit


__ADS_3

Prov Lukis


Aku tidak menyangka bahwa hubungan yang aku jalani bersama renita selama hampir 3 tahun harus selesai juga, aku kira dia tulus dan cinta sama aku tapi nyatanya dia tidak pernah menganggap ketulusan cinta ku. apa aku yang terlalu bodoh atau aku yang selama ini tidak menyadari bahwa dia tak pernah mencintai ku. ya tuhan sesulit ini kah perasaan yang aku jaga selama ini untuknya. tapi aku tidak pernah menyesal ren, pernah ada untukmu dan mencintaimu sampai saat ini. aku tak peduli jika kau tak mencintaiku lagi., aku akan tetap berjuang untuk mendapatkan mu lagi.


ternyata sejak tadi renita menyusul lukis dan mendengar semua yang di katakan lukis. dirinya merasa bodoh merutuki kesalahannya sendiri. padahal lukis sangat baik terhadap dirinya tapi karena keegoisannya dia menyakiti orang yang bener bener tulus mencintai dirinya dan menerima segala kekurangannya. lukis yang slalu ada untuk dirinya, mengajari pelajaran yang menurutnya susah, slalu mencoba mengerti tentang keadaan dirinya. dan dengan bodohnya ia tak bisa menurunkan ego nya sedikit saja, pasti dia tidak akan membuat orang orang yang mencintai dirinya tidak akan tersakiti olehnya. mungkin dia trauma akan cinta monyetnya yang terbawa sampai sekarang akan pengkhianatan.


dia mencoba mendekati lukis yang mungkin dia sedang menangis 😭 . dia mencoba menggapai pundak lukis dengan ragu ragu tapi ia berusaha meyakinkan dirinya bahwa ia akan mencoba untuk memperbaiki ini semua.


" lukis, ?. " 😭


" maafkan aku, aku salah lukis. tapi aku menjauh dari kamu bukan berarti aku memiliki pria lain. itu murni karena aku yang egois dan cemburu sama kamu. aku hanya takut kamu meninggalkan aku dengan wanita yang jauh lebih baik dan sempurna dari pada aku. " 😢


" please, ngomong dong lukis. jangan diam saja begini.? aku tidak tau harus bagaimana lagi sama kamu. " 😭


lukis berbalik badan. dia menatap wajah renita dengan sendu dan mata renita yang sudah merah dan lembab. dia memegang dagu renita agar tidak menunduk ke bawah. menghapus air mata renita dengan tangannya. dia tidak bisa melihat renita yang menangis. sesakit sakitnya dia. lukis tidak mau melihat renita yang menangis seperti ini.


" iya aku maafin kamu, sudah jangan menangis lagi.! aku tidak mau melihat kamu menangis kaya gini. aku yang salah ren, tidak peka terhadap perasaan kamu. maafin aku ya, aku janji aku akan lebih baik lagi dari pada sekarang. kamu mau kan maafkan aku.? "


" harusnya aku yang minta maaf sama kamu. bukan kamu yang minta maaf sama aku."


" kamu mau kan mengulang lagi bersama aku. seperti dulu. aku janji akan lebih menjaga perasaan kamu dan lebih perhatian sama kamu ya sayang. " kata lukis sambil memegang tangan renita. dengan menatap mata renita penuh harap dan cinta.

__ADS_1


" maaf lukis. lebih baik kita fokus dulu sama ujian kita. minggu depan kan kita ujian. dan sebentar lagi kita akan lulus. dan masuk sekolah menengah atas atau SMA. "


" Tapi, kamu janji kan setelah ujian kamu akan memberiku jawaban atas perkataan ku.? "


" iya lukis, ya udah aku harus pulang udah sore juga. "


" aku anterin ya, jangan nolak.! "


" ya udah kita pamit dulu sama yuli, nggak enak sama dia. dan juga peralatan sekolah ku masih di rumah yuli. "


" ya udah ayok. "


mereka berjalan sambil pegangan tangan. dan sampai di rumah yuli.


" iya sudah yul, aku mau pamit pulang ya. udah sore juga. gak apa apa kan aku ke kamar kamu lagi. untuk ambil tas ku.? "


" iya gak apa apa, ambil saja sana. kaya sama siapa saja kamu ini. "


" gimana lukis, sudah CLBK nya.?


" nggak tau, katanya mau fokus sama ujian dulu. "

__ADS_1


" ya udah sabar aja. kalau cinta pertahankan dan berjuang. semangat 💪 . "


" thank's ya, udah mau bantu saya. "


" tenang saja, kaya ke siapa aja kamu. kan kita saudara. harus saling bantu. "


"udah selesai, ayo pulang. tapi gak apa apakan pakai motor.? " tanya lukis pada renita saat dia sudah berdiri di samping lukis.


" iya sudah. pamit ya yuli maaf sudah di repotkan. "


" sama - sama, kita kan teman. apa lagi kalau kamu sudah menjadi calon kakak iparku. pasti aku senang. "


" kejauhan kamu, berpikirnya yul. "


" gak apa apa , semoga saja malaikat mendengar ucapan ku. amiin. "


" ayok ren, katanya mau pulang.? "


" iya ayok. "


__ADS_1


motor lukis ya


__ADS_2