
Dengan telaten renita menyuapi lukis, tak lupa sesekali memberi minum. lukis hanya bisa menatap renita penuh kagum, bahagia dan senang. tapi ada rasa sedih juga di hati lukis yang tak bisa menepati janji nya pada renita, sambil menerima suapan dari tangan renita, lukis memikirkan cara bagaimana supaya mereka jadi tunangan.
" sayang, aku boleh ngomong sesuatu nggak.? " tanya renita agak ragu
" mau nanya apa sayang.? " cemas takut ngomongin soal tunangan
" jujur, tadi aku ngomong sama ibu aku. karena saat kamu nganterin aku pulang dan saat sampai rumah ternyata ibu ku juga baru datang. aku langsung saja ngomongin soal kita yang ingin tunangan dahulu, tapi ibu aku bilang dia tidak setuju sama kita yang mau tunangan. setelah lulus, aku harus kerja minimal 2 tahun untuk membalas budi ibu ku. aku juga ngerti soal itu, tanpa harus di ucapkan juga aku akan tetap balas budi dan berbakti sama ke dua orang tua ku. apa kamu keberatan.? tapi jika kamu mau nyoba bicara sama ibu ku silahkan saja kalau kamu mau datang. " lirih renita yang tak enak hati sama lukis
" sayang, sebenarnya aku kecelakaan karena orang tua ku juga sama. yang tak mengijinkan kita tunangan, mereka pingin kita tetap fokus sama sekolah dulu. baru boleh tunangan dan setelah dua tahun tunangan baru boleh nikah sayang. maaf bukan maksud akun bohongi kamu, aku nggak mau kamu kecewa sama aku saja sayang karena tidak bisa menepati janji. " ucap nyesel lukis
" aku nggak marah sama kamu lukis, kamu hanya menjaga perasaan aku saja. aku terima kasih sama kamu sudah mau menjaga perasaan aku. aku juga salah karena orang tua ku tak mengizinkan kita untuk tunangan. " ucap renita
sambil berpegangan tangan kedua nya saling menyurahkan rasa sayang mereka. " sabar ya sayang pasti akan indah pada waktunya. " kata lukis
" sayang cepat sembuh ya, jangan kaya gini terus. aku nggak mau kamu seperti ini. aku mau nya kamu sehat terus dan slalu di sisi ku. " pinta renita sambil menempelkan tangan lukis di pipi nya
" iya sayang, maafkan aku ya. " merasa sedih lihat renita yang sudah berkaca kaca mata nya
dalam pintu ada dua orang yang sengaja dari tadi menguping pembicaraan mereka berdua.
" lihat mah, bagaimana keduanya saling menguatkan dan mensupport. apa kamu tega menghancurkan hati anak kamu sendiri.? " tanya bapa lukis
" iya aku tau pak, tapi apa kita tidak apa - apa membiarkan mereka tunangan yang di bilang usianya masih sangat muda.? " khawatir kepada anak nya
__ADS_1
" kita serahkan sama allah SWT saja sayang. kita sebagai orang tua harus terus membimbing anak kita agar menjadi anak yang bertanggung jawab akan segala ke putusan nya " jawab bapak lukis
" iya pak. " pasrah sudah
🍀🍀🍀🍀
Hari ini lukis akan keluar dari rumah sakit, sudah 3 hari pula renita merawat lukis dengan sabar. tak luput dari pantauan orang tua lukis, dan hari ini sengaja lukis mampir ke rumah renita untuk menyampaikan niat baik anaknya. walau sudah menyuruh minggu depan saja tapi lukis kukuh mau dia hari ini juga. mau tidak mau orang tua lukis datang ke rumah renita dengan membawa seadanya saja. karena datang ke rumah calon besan tidak bawa apa - apa tidak enak juga. setelah berbagai drama yang di lakukan lukis, akhir mereka sampai juga di rumah renita. karena mobil mereka tidak bisa masuk gang, terpaksa mereka jalan kaki sambil menuntun lukis.
" ini dia mah pak rumah renita. " tunjuk lukis ketika sudah sampai depan rumah renita. seketika mamah lukis memandangi rumah renita yang sederhana. tapi dia tidak dapat Menggumpal bahwa dirinya juga dari orang sederhana jadi dia tidak masalah
" ayok pak mah kita masuk, kita ketuk pintunya. " pinta lukis yang tak sabar
tok tok tok
" Wa'alaikum salam, maaf mau cari siapa ya.? " tanya ibu renita
" maaf tante boleh kita masuk dulu.? " pinta lukis
" Oh iya silahkan masuk pak bu, maaf rumah nya sederhana tidak mewah. " tak enak hati
" tidak apa bu, rumah kami juga sama. " jawab bapa lukis
" maaf ada keperluan apa ya datang ke sini.? " penasaran ibu renita
__ADS_1
" saya datang kesini karena anak saya yang menyukai anak ibu. karena itu pula kami mempunyai niatan baik agar keluarga kita bersatu. " ucap bapa lukis
" maksud bapa apa ya.? saya nggak ngerti. " yang memang gak paham
" anak saya sudah berhubungan lama dengan anak ibu , bahkan dia sampai kecelakaan karena kami melarang dia untuk tunangan. mereka membuat kesepakatan kalau minggu depan antara anak saya dan ibu akan tunangan dan menikah setelah mereka lulus . sebenernya saya khawatir kalau di lihat dari umur mereka, tapi mau gimana lagi, mereka memiliki niatan yang baik agar terhindar dari zinah juga. " yang merasa tidak enak hati
" sebenarnya saya pingin anak saya sukses dulu biar bisa hidup enak tidak susah seperti saya. tapi jika mereka sudah bulat dan tak bisa di cegah silahkan saja, tapi setelah nikah saya harap renita bisa bekerja karena bagaimana pun saya hanya punya anak 1 , kalau bukan sama dia saya mau minta sama siapa lagi. apa lagi mencari kerja sekarang susah kalau melihat dari umur saya. " yang hanya bisa pasrah akan keputusan anak nya itu
" alhamdulillah kalau begitu, saya akan menyiapkan acara nya sederhana saja karena mereka masih sekolah. " saran bapa lukis
" iya itu lebih baik, "
" maaf tante, kalau masalah keuangan tante jangan khawatir, saya sudah merintis usaha dari dulu dan bisa untuk menghidupi tante dan renita. " jawab tegas lukis
" iya aku percaya sama kamu. " yang hanya bisa menghela nafas nya. dalam hatinya dia belum rela anak nya menikah. tapi demi kebahagiaan putrinya mau tidak mau dia harus setuju dari pada mereka berbuat nekat.
" kalau gitu kami pamit dulu. minggu depan acara tunangan anak kita di mulai " ucap mamah lukis
" iya pak, saya tunggu ke datangan bapa sama ibu. " jawab ibu renita
" kalau gitu mari bu assalamu'alaikum. " kompak ucap keluarga lukis
mereka pun langsung pulang setelah berpamitan dan segera menyiapkan keperluan yang di perlukan untuk acara tunangan anak nya.
__ADS_1