
Hari ini lukis mengantar renita untuk USG kehamilan nya, setelah drama panjang tadi akhir renita luluh juga dengan rayuan maut lukis. kini renita dan lukis sampai di bidan yang sudah ada tempat USG nya dan tidak jauh dari rumah nya.
Mereka mengantri untuk menunggu giliran masuk ke dalam, saat sedang menunggu renita melihat di sekeliling nya ternyata dia lah yang paling muda di antara mereka. Tapi ia berharap walau menikah muda semoga hubungan antara dirinya dengan lukis langgeng sampai ia memiliki cucu.
Kini tiba saat nya giliran renita dan lukis memasuki ruangan bidan itu. Betapa dag dig dug serr perasaan kedua nya karena pertama kali nya memasuki ruangan bidan.
" hallo selamat pagi mba mas. ada keluhan apa nih sekarang.? " tanya bidan tersebut
" pagi juga bu, alhamdulillah untuk keluhan nggak ada tapi hari jadwal saya melakukan USG dan cek kandungan. " ucap renita
" syukur alhamdulillah kalau mba nya nggak ada keluhan apa pun, kalau gitu mari mba nya berbaring di sana. " ucap bidan
Renita melangkah menuju tempat pembaringan nya, dan lukis mengikuti renita, bidan mengoleskan jel ke perut renita lalu memulai untuk melakukan USG nya.
" nah, mba mas silahkan liat ke layar monitor nya. belum kelihatan ya bayi nya masih kantung karena baru usia 5 minggu, tapi alhamdulillah dia sehat dan kuat. tapi harus tetap di jaga ya kandungan nya walau kandungan mba kuat. apalagi pola makan nya ya mba. "

( doakan saya ya bunda, tetah mba. biar saya cepat hamil. karena saya sudah lama menikah tapi belum punya bayi. mohon doanya ya thor 🤲🙏 )
" iya bu, saya akan ingat itu. " jawab renita., kini renita turun dan menuju kursi lagi
" ini saya siapkan resep vitamin buat ibu nya ya, jangan lupa minum susu juga agar bayi nya sehat. apa ada yang di tanyakan mba.? " tanya bidan
" bu kalau berhubungan masih bisa kan.? " tanya lukis dan bidan itu pun tersenyum, beda dengan renita yang menatap tajam ke arah lukis karena malu
" bisa saja, tapi harus hati - hati dan jangan terlalu sering berhubungan apalagi usia kandungan mba nya masih muda. rentang sekali ke guguran. apa ada lagi mas.? " tanya bidan nya
" nggak ada bu, kalau gitu Terima kasih bu bidan. kami pamit dulu. " kata renita
" iya silahkan. " kata bidan tersebut.
Setelah keluar dari ruangan tadi kini renita dan lukis menuju mobilnya. renita hanya diam tanpa mau bicara sama lukis Karena malu atas pertanyaan lukis tadi.
" sayang kamu kenapa diam aja sih, apa ada yang salah sama aku,.? " tanya lukis setelah mereka masuk mobil dan berjalan mengendarai mobil nya
__ADS_1
" kamu kenapa sih nanya soal itu segala sama bu bidan kan malu. " ucap renita geram
" ya maaf sayang kalau bikin kamu malu, biar kita tau aja dan nggak kenapa - napa sama bayinya istilahnya biar gak sesat di jalan begitu. apa lagi kita baru menikah dan memiliki anak jadi belum tau resiko dan bahaya nya apa. " kata lukis dan renita menimbang perkataan lukis ada bener nya juga kalau mereka baru memulai berumah tangga masih perlu bimbingan juga.
" ya udah hari ini aku maafkan, tapi lain kali kita tanya saja sama mami oke. " kata Renita
" makasih ya sayang, " sambil mengelus pucuk kepala renita. " sekarang kita mau kemana mau pulang apa mau ke mana dulu.? " tanya lukis
" hari ini kamu mau ke mana.? " tanya renita
" aku mau ke kampus mau daftar kuliah sama ke cafe. emang nya kenapa.? " tanya balik lukis
" kalau yang lain kampus nya beda apa sama kaya kamu.? " tanya renita tanpa menjawab pertanyaan dari lukis
" kaya nya sama deh, walau kampus sama tapi kan banyak jurusan nya. kalau aku ngambil kampus yang dekat cafe aja sih sayang biar gampang juga cek cafe nya. " kata lukis
" oh iya, kampus di sini kan ada satu. kalau mau berbeda harus ke kota dan membutuhkan waktu lama juga nggak bisa bulak balik. kampus dan rumah. kalau gitu aku ikut kamu aja ya ke kampus sekalian aku liat kampus nya. ya walau masih lama juga aku ke kampusnya. " keluh renita
" kalau kamu mau masuk kuliah bisa saja. asal nanti masuk nya sesudah orientasi siswa siswi kuliah di sana selesai. agar dede bayi kita nggak kenapa - napa. bagaimana.?? " tanya lukis memberi saran
" benar kah boleh kuliah.? " tanya renita dengan wajah yang berseri - seri
" makasih sayang, karena kamu sudah mengijinkan aku kuliah. aku akan menjaga anak kita dengan baik dan hati - hati. " sambil mencium pipi lukis
" sama - sama asal kamu bahagia saja. mau ada yang di beli nggak sebelum ke kampus nih.? " tanya lukis
" nggak ada, nanti aja kalau aku mau beli sesuatu bilang sama kamu. " jawab renita
" ya sudah kalau begitu. " sambil mengelus perut renita
🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲🌲
berbeda dengan keadaan keluarga firman yang pas pasan. anak firman yang sudah mulai aktif dan berbicara itu, dan sekarang anak firman itu sedang duduk bermain sendirian sedangkan nenek nya sedang memasak dengan tungku jaman dulu yang menggunakan kayu bakar.
sungguh sangat miris hidup nya sekarang , dulu apa pun yang dia mau tinggal beli dan tak perlu memasak tinggal makan dan tidur. bahkan merawat diri pun tak bisa, apa boleh buat nasi sudah menjadi bubur ia juga tak bisa menyalahkan anak nya juga. ia juga bersalah karena tidak mencari tau dulu bagaimana sikap dan sifat menantu nya.
__ADS_1
flashback
Firman memiliki usaha properti yang sangat banyak di mana - mana, bahkan ia membuat kan ibunya usaha salon, fashion pakaian dan Food court di mall.
tapi karena kebodohan nya dan tergoda akan body serta kecantikan wajah istrinya firman terlena dan buta mata serta hatinya, ia baru menyadari kalau istri nya hanya memanfaatkan dirinya untuk kepentingan sendiri.
Istrinya bekerja sebagai sekretaris dirinya, mulanya ia tidak tergoda dengan penampilan nya yang minim tapi seiring berjalan nya waktu serta cara dia memperlakukan firman dengan penuh kasih sayang, perhatian, kesabaran dan tingkah laku nya yang tak neko - neko akhir nya ia luluh juga. apalagi istrinya slalu membuat ia tergoda dengan pakaian minimnya.
siapa sih yang tidak tergoda kalau tiap hari di kasih yang segar - segar. kucing aja kalau di kasih ikan langsung santap. benar nggak thor.? "
anggap saja seperti itu ya.. ☝😜
Saat itu firman dan sekretaris nya harus lembur dan hanya mereka berdua, sedangkan asisten nya sedang ia tugaskan keluar kota untuk mewakil kan dirinya yang males melakukan perjalanan jauh.
" maaf pak, ini saya buatkan teh anget buat bapa biar nggak ngantuk. " ucap wanita itu
" makasih ya, maaf sudah merepotkan dirimu. " tanpa melihat sekretaris nya itu. tapi ia masih punya banyak cara agar bos nya bisa menjadi miliknya malam ini.
Lalu ia berjalan kebelakang kursi firman dan memijit pundak nya. seketika firman menghentikan aktifitas nya dan melihat kebelakang yang ternyata tepat dengan dada nya. ia sengaja membuka kancing kemeja sedikit agar kelihatan ******** nya dan rencananya berhasil juga. firman tergiur oleh bentuk kepunyaan sekretaris nya .
entah siapa yang memulai duluan yang pasti wanita itu sudah duduk di pangkuan firman dengan pakaian nya sudah terbuka dan saling bertukar slavina nya. sekretaris nya itu menikmati setiap sentuhan yang di berikan oleh firman bahkan firman meremas bokong sekretaris nya dan ia hanya bisa mendesah saja.
Karena kurang puas kini ciuman firman turun ke leher serta **** nya dan mengecup secara bergantian. tangan nya pun tak tinggal diam. ia masukan ke dalam area sensitif nya dan keluar masuk begitu saja bahkan wanitanya sampai menjerit dan mendesah keras apa lagi sudah sangat basah. karena tak tahan akhirnya firman membawa dia ke sofa bahkan merebahkan nya di sana sedangkan ia membuka pakaian nya serta melempar asal. lalu selesai melepas pakaian nya firman membantu melepaskan pakaian wanita itu secara kasar.
tanpa basa basi firman memasukan kepunyaan nya ke dalam sangkar yang sudah banjir, mungkin karena sudah sering melakukan hubungan intim jadi kepunyaan firman tidak begitu sulit dan firman pun tau hal itu. tapi bagi dia tidak masalah yang terpenting ia sudah jatuh cinta kepada wanitanya itu.
Akhirnya setelah 1 jam lukis memacu lebih keras agar bisa mencapai puncaknya. sedangkan sarah sudah beberapa kali mendapatkan puncaknya dan ia pun kelelahan karena firman begitu kuat. ya wanita itu nama nya sarah, tak berselang lama ia pun mengeluarkan nya di dalam rahim sarah.
" terima kasih sayang. " sambil mengecup bibir sarah dan kening nya lalu ia pun ambruk di tubuh sarah.
setelah beberapa bulan atau minggu akhirnya sarah di nyatakan hamil anak firman. firman yang memang merasa membuang kecebong nya di dalam pun ia merasa yakin bahwa itu anak nya. tanpa mau melakukan tes terlebih dahulu saking cinta dan percaya nya sama sarah.
Kini firman pun membawa sarah ke ibunya untuk meminta restu, alhamdulillah ibunya firman tidak banyak menuntut atas asal usul sarah yang penting bagi ibunya firman anak nya bahagia. karena setiap ibu pasti menginginkan anak nya itu bahagia. firman tidak menceritakan kalau sarah sedang hamil karena ia pun saat berkunjung ke rumah firman menggunakan pakaian yang agak longgar supaya tidak kelihatan perut nya. setelah meminta restu keduanya segera menyiapkan pernikahan nya karena tak mungkin menunggu perut nya besar dulu baru menikah.
__ADS_1
Setelah kelahiran anak nya, sikap sarah mulai berubah apa lagi ia sering pergi ke salon tanpa mau mengurus anak nya sendiri. sarah setiap hari kerjanya shoping salon dan nongkrong sama teman - teman nya di club malam. di tempat itu ia ketemu sang mantan tanpa mengingat kini statusnya seorang istri dan ibu dia tidak mau menyia - nyiakan kesempatan itu sarah menghampiri dan mendekati mantan nya lagi, apa lagi sekarang sarah sudah cantik dan seksi pasti ia tak akan menolak dia lagi.
Dari kejadian di club malam itu, sarah dan mantannya jadi sering ketemu dan pergi ke hotel. ia kini sudah berencana akan meninggalkan anak dan suami nya dan lebih memilih mantan nya yang tampan dan berkharisma. tapi sebelum pergi ia akan menguras habis uang milik firman bahkan akan merebut perusahaan nya menjadi miliknya.