
Tidak begitu lama mereka sampai di kota A, sebelum ia datang ke kota A reno sudah menghubungi orang tua lukis sehingga ketika mereka sampai bisa di sambut kedatangan nya. reno menurunkan barang milik renita serta dirinya, renita tidak begitu banyak membawa pakaian. saat akan mengetuk pintu orang tua lukis sudah membuka pintu duluan.
" selamat datang sayang di rumah kami, sebaiknya kami membawa cucu kita tidur dulu. kamu masuk saja ke kamar lukis, lantai nya di atas. " ucap mamah lukis dan membawa cucu nya dari gendongan renita
" terima kasih mah. "
" sama sama. mungkin suami kamu sudah tidur. istirahat lah kamu di kamarnya . "
" iya mah. " renita melangkah kan kaki nya menaiki tangga satu persatu. ada rasa rindu yang mendalam di hati nya, saat sampai di depan kamar suami nya. Dengan tangan bergetar menggapai anak pintu.
kleek
Renita masuk kedalam kamar itu dan maju langkah demi langkah untuk mendekati suami nya. Di liat wajah yang pernah mengisi hari hari nya dengan senyuman dan kebahagiaan, kini terpancar jelas guratan di kening lukis yang mengisyaratkan kesedihan.
Dulu rambat ini tampak indah dan berkilau kini menjadi kusut dan tak terurus, wajah yang dulu tampak bersih kini terlihat kusam, dulu yang belum kumisan dan berjenggot, kini sudah mulai tumbuh. renita merasa dirinya lah penyebab lukis seperti ini apalagi melihat tubuh nya yang kurus bertambah lah penyesalan dalam dirinya.
Tak kuat menahan kesedihan ini, renita menangis dan duduk di lantai sambil memegang tangan lukis. ia merasa menyesal telah meragukan kesetiaan lukis padanya, semua orang pasti memiliki sisi lelah di mana ia harus berhenti mencintainya. Tapi berbeda dengan lukis yang terus mencintai renita tanpa lelah, merasa ada yang mengusik ketenangan dalam tidur nya. ia melihat siapa yang menangis dan memegang erat tangan nya.
Karena Renita menutup Kepala nya dengan menunduk di tangan lukis, jadi lukis hanya melihat ia seorang wanita dengan rambut panjang. lukis belum menyadari siapa yang berani masuk ke kamar nya tanpa izin darinya. lukis menyetak tangan nya, renita terkejut atas perlakuan lukis padanya. dengan perlahan renita mengangkat kepala nya, sementara lukis berusaha untuk bangun dan sandarkan Kepala nya di kepala ranjang dengan menutup matanya seolah-olah ia enggang untuk melihat siapa yang ada di kamarnya itu.
" siapa kamu.? " tanya lukis yang masih memejamkan matanya, renita bangun untuk duduk di sisi ranjang dengan menatap wajah lukis. tanpa aba aba renita memeluk lukis dengan erat
" lepaskan saya berani nya kamu masuk tanpa izin dan memeluk saya sesuka hatimu. " ucap lukis kesal atas perlakuan renita
" a a aapa kau tak merindukan aku.? " tanya renita yang masih memeluk erat lukis
deg
lukis merasa tidak asing dengan suara itu, Seolah ia teringat dengan istrinya. membayangkan dia ada di sini bersama nya tapi itu tidak mungkin mengingat dia membenci diri-Nya.
" siapa kamu sebenernya.? " tanya lukis sekali lagi. sementara renita perlahan melepaskan pelukan nya dan berusaha melihat ke arah lukis , saat mata mereka saling pandang beberapa detik ada rasa rindu di dirike duanya
deg
__ADS_1
" ka kamu. " ucap lukis
" ia ini aku, aku menyusul ke sini untuk menjemput mu pulang. " ucap renita
tapi di balas pelukan oleh lukis, lukis menangis dalam dekapan renita. ia juga merindukan nya tapi ia tahan sendirian mengingat Renita yang marah padanya. tapi sekarang ia bisa memeluk nya kembali setelah sekian lama, ada rasa tak ingin kehilangan renita lagi untuk selamanya cukup untuk yang terdahulu saja.
" apa ini beneran kamu sayang. " tanya lukis yang masih berpelukan dan di balas anggukkan oleh renita
" apa aku tidak sedang bermimpi. " renita melepaskan pelukan nya dan menatap wajah suami nya itu
renita memegang kedua pipi lukis dengan kedua tangan nya, lalu mengatakan " ini tidak mimpi, ini nyata. anak kamu juga ada di sini ia sangat merindukan ayah nya, tapi di bawa oleh mamah dan ayah ke kamar nya. karena dia kelelahan sayang, maafkan aku yang sudah salah menilai dirimu dan meragukan kesetiaan mu, aku merasa kalau perasaan ku saat itu sangat sensitif saat sedang mengandung anak kita. ada rasa tidak rela kamu bahagia bahkan tertawa lepas dengan wanita lain selain aku. sekali lagi ma-" tapi terpotong oleh ucapan lukis
" bukan kamu yang salah, seharusnya aku mengajak kamu dan menceritakan kepada mu tentang rencana aku yang akan kerja sama dengan feri. tapi karena aku sibuk dan banyak kerjaan makanya aku lupa untuk mengatakan nya apalagi melihat kamu ingin sekali ke rumah ibu mu. aku yang salah. " ucap lukis sambil memegang kedua tangan nya renita
" kita yang salah, karena tidak ada komunikasi di antara kita. apalagi aku yang tidak bisa mengontrol emosi ku, seharusnya aku mendengar kan dulu penjelasan kamu bukan main pergi gitu saja. " kata renita menyela ucapan lukis
" apa itu artinya kamu memaafkan aku.? " tanya lukis dan di balas anggukkan oleh renita sekali lagi
" lebih baik kita istirahat dulu besok kita lanjutkan lagi bicara nya, " ajak renita
" ya, sekarang kita istirahat saja. " ucap lukis, dan renita pun tersenyum sambil memeluk erat tubuh yang sudah lama ia rindukan saat ini juga. lukis pun tak kalah erat nya dari renita, kini tuhan sudah menjawab semua doa doa nya.
sementara di kamar lain, ia bahagia kini tugas untuk menyatukan mereka sudah selesai. tinggal menghubungkan kembali sahabat sahabat nya yang sudah lama jarang berkumpul itu. kini ia bisa tertidur nyenyak dalam tidur nya karena selama ini ia sungguh merindukan teman teman nya yang dulu saling mensupport dan mendukung setiap apa yang mereka lakukan.
, 🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿
Di lain tempat yeni yang sedang bekerja di cafe lukis merasa ada yang kurang, karena setiap hari nya selalu ada teman teman yang slalu menemani hari hari nya kala sedang lelah, sedih, senang dan tertawa. tapi sekarang ia merasakan hatinya hampa dan kosong, firman yang slalu memperhatikan yeni sengaja mengajak ia bicara setelah cafe tutup.
Cafe lukis hari demi hari makin ramai apalagi cafe dan bengkelnya dekat dengan kampus dan kos kosan. tak urung renita memberikan menu yang baru dengan inovasi berbagai rasa. apalagi di tambah minuman coffee yang lagi Hits di kalangan anak muda, bertambah lah ramai cafe lukis. setelah beberapa jam kemudian cafe pun tutup firman yang menunggu dimana ia bisa ngobrol dengan yeni tiba juga.
" yeni. " panggil firman saat yeni akan keluar dari cafe, sementara yang menutup cafe itu adalah senior di sana.
" ya. " jawab yeni dan berbalik menghadap firman
__ADS_1
" apa ada waktu untuk kita ngobrol dan saling kenal. " tanya Firman
" boleh aja, kebetulan aku juga tidak acara. " jawab yeni
" ya sudah ayok kita ngobrol sambil berjalan , gak apa apa kan.? ya kalau ada penjual pinggir jalan bisa mampir sebentar. gak masalah kan. " tanya firman
" nggak lah, santai aja kalau sama aku mah. yuk nanti kemalaman lagi. " ajak yeni
" iya. " balas firman tak kalah senang
Mereka pun jalan dengan beriringan menyusuri jalanan dengan sedikit bercanda dan bergurau. saat sampai tamam dekat dengan cafe mereka mampir untuk makan.
sambil menunggu ketoprak, mereka meluangkan waktu untuk bicara sambil menghilang kan kekosongan masing-masing.
" aku perhatikan akhir akhir ini kamu sedikit merenung seperti ada yang dipikirkan. maaf kalau aku sedikit ikut campur urusan kamu. " kata firman
" nggak masalah, aku hanya kangen saja sama sahabat sahabat ku. mereka yang slalu mengisi hari hari ku saat sedang sedih susah, dan senang kini tidak ada lagi. " jawab yeni sendu
" emang nya kenapa.? kenapa mereka menjauhi mu. bukan kah kalian sahabat. " tanya firman
" cerita nya panjang, kamu tau bos kita.? " tanya yeni memastikan
" iya tau, sudah satu tahun ini ia tidak terlihat lagi. hanya istri nya saja yang sesekali datang ke cafe. emang nya kenapa.? " tanya firman
" bos kita dan istri nya adalah sahabat ku, kita sudah temanan dari kita masuk SMP. tapi berakhir karena ke salah pahaman di antara kita, kamu juga sudah tau kan kenapa bos kita tidak datang ke cafe lagi.? " tanya yeni lagi
" yang ku dengar dari isu yang beredar, kalau istri nya cemburu ketika melihat suaminya bertemu dengan wanita disini. " jawab firman lagi
" ya kau benar, dan asal kamu tau teman wanita yang di temui di tempat ini juga adalah sahabat kita juga. sulit untuk di cerita kan yang ada sampai subuh kita disini. yang intinya kita berteman, aku, anwar, rita, rama yuli reno, sri wanita yang bertemu dengan bos kita dan istri nya adalah sahabat aku saat kita SMP. tapi karena di Antara kita yang banyak cinta bertepuk sebelah tangan dan ke salah pahaman yang sepele menyebabkan kita harus berakhir seperti ini. aku merasa sedih saja dengan keadaan seperti ini, kangen gitu rasa nya sama mereka yang slalu support , mendukung dan menyemangati. tapi kini semuanya berubah. " ucap yeni panjang kali lebar
" maaf jika aku bertanya kepada mu hanya membuat kamu sedih saja. sekarang kita makan saja ya . " ajak firman
" iya. " jawab yeni
__ADS_1