
matahari telah bersinar menerangi kamar renita. dia bangun dan bergegas mandi, karena hari ini renita masuk siang jam 8. dia berharap renita bisa ketemu sama lukis lagi. dia akan bertekad untuk menjelaskan semuanya. setelah mandi dia bersiap siap ke sekolah. tak lupa memakai seragam sekolahnya.
di depan sekolah dia mencari ke sana ke mari berharap ketemu sama lukis. tapi tidak ada., dia mencoba mencari ke kelas nya tapi tetap tidak ada. dia pun mencari di kantin, tapi hasilnya sama tidak ada lukis. dia mencoba mencari dan berpikir di mana lukis berada. sampai dia ketemu lukis di belakang sekolah sambil merokok. padahal dia tidak suka merokok, sampai akhir nya di meneteskan air matanya. pada saat renita berjalan menghampiri lukis, temen temen lukis melihat dan berkata sama lukis. tapi lukis hanya melirik dan kembali menyalakan rokoknya. setelah sampai temen - temen lukis tau, bahwa mereka butuh bicara dan meninggalkan mereka berdua.
" lukis, maaf. " lirih renita
" untuk apa kamu minta maaf sama aku. kita sudah tidak punya hubungan apa apa lagi. jadi untuk apa kamu minta maaf. "
" buat apa kamu ke sini kalau hanya untuk menangis. aku tidak suka melihat kamu menangis. " tanpa melihat renita dan segera dia beranjak dari tempat duduknya dan melangkah kan kakinya. tapi di cegah renita dan memeluk erat lukis dari belakang. " sudah jangan merasa bersalah dan merasa dirimu egois. memang dulu kita sudah berjauhan selama 1 tahun tanpa ada ke jelasan sama sekali darimu. tapi kamu tidak bersedih dan menangis. jadi buat apa kamu kaya gini. percuma tidak ada lagi yang bisa kita lakukan kalau itu sudah menjadi keputusan mu. " menahan amarah dan tangisnya
" maaf, maaf lukis. aku tau, aku sudah menyakitimu mengabaikan dirimu. tapi melihat kamu seperti ini dan menjauh kaya gini. entah kenapa aku sakit melihatnya. " masih tetap menangis dan memeluk nya
__ADS_1
" kamu tuh lucu ren, dulu kamu aku kaya gini tidak masalah. dan cuek-cuek aja. tapi kenapa sekarang kamu kaya gini sama aku.? apa kamu sudah di campakkan sama pria itu.? " dengan senyum sinisnya.
deg
" kata siapa.? enggak kok. aku tidak mau kamu kaya gini. aku merasa kehilangan dirimu. walau dulu aku menjauhi mu tapi kamu tidak seperti ini yang selalu mendiam kan aku. " jawab renita sekena nya
" kamu bohong renita, aku tau kamu punya hubungan dengan kakak kelas kita dulu dan menjauhi aku, dan setelah itu kamu bersama rendra dan menyakiti kakak kelas mu yang begitu mencintaimu dengan tulus. ya walau aku tau kamu tidak bilang iya atau tidak kepadanya saat dia mengungkapkan perasaannya. tapi sebagai laki - laki yang merasa di perhatikan seperti itu menganggap bahwa itu sebagai jawaban iya. kamu lucu renita setelah kamu tau kamu hanya di manfaatkan oleh temen mu. kamu baru menyadari bahwa aku masih mengharapkan kamu. tapi walau kamu masih menyakiti aku. kamu masih bisa seperti ini renita.? apa hatimu tidak merasakan hati ini renita.? aku selalu memaafkan dirimu berharap kamu menyadarinya dan menyesal. tapi kamu sama sekali tidak menyesal." marah dan dengan tangisnya dan meluapkan segala yang ada di hatinya. dia tau dari temen - temen nya tentang kelakuan renita di belakang lukis. mereka kasian sama lukis yang di sakiti oleh renita. sebab itu dia memberi tahukan nya.
lukis berbalik menatap renita dan sejenak berpikir. itu semua bukan sepenuhnya salah renita. awal renita seperti ini karena dirinya yang tidak peka akan perasaan renita dan perhatian terhadapnya. rasa cemburu itu juga tidak salah, tapi justru dia di sini yang bersalah dan egois. mementingkan dirinya sendiri bahwa dia lah yang merasa tersakiti. " bodohnya kamu lukis. " berkata sambil menjambak rambutnya sampai acak acakan. segera berlari mencari renita. dan mendapatkan renita yang menangis di pelukan yuli. segera masuk ke kelas renita dan menghampirinya. yuli mencoba bertanya sama lukis apa yang terjadi. karena sebelum ujian dia tau bahwa mereka baik baik saja.
" kalian kenapa.? apa yang kamu katakan sampai dia menangis lukis.? emosi yuli
__ADS_1
" tolong ijinkan aku bicara berdua bersamanya untuk menyelesaikan masalah kita yang salah paham ini. " harap lukis agar yuli mengerti.
yuli berusaha ngomong sama renita. agar mereka bisa bicara berdua dan mendapatkan jalan yang terbaik akan hubungannya dan tidak salah paham kedepannya. yuli melepaskan pelukan renita dan berucap. " segera selesaikan masalah kalian berdua, agar hati kalian lega dan tidak saling membenci dan menyakiti." setelah itu dia berdiri dari kursi nya dan mengatakan pada lukis " selesaikan dengan kepala dingin jangan saling egois jika kalian masih saling menyanyangi. " segera dia keluar bersama temen - temen yang lainnya agar mendapatkan ruang.
lukis duduk di bangku yang di duduki bekas yuli. dan menatap wajah sembab renita yang terus menangis, menghapus air mata renita dan segera memeluknya erat. menyesal itu lah salah satu yang di ucapkan dalam dirinya. karena menuruti emosinya. tanpa sadar dirinya lah yang egois., karena tidak menyadari kesalahannya dulu. sambil terus memeluk renita di rasa telah cukup hati keduanya tenang. lukis mencoba bicara lagi.
" maafkan aku yang salah. yang tidak bisa mengontrol emosiku. tanpa tau aku lah di sini yang bersalah. karena aku, kamu seperti ini dan merasakan sakit sendirian . aku yang tidak bisa menjaga perasaan kamu sehingga kita saling menjauh dan menyakiti. andai saja aku tau dan cepat tanggap mungkin kita tidak akan seperti ini sekarang. " sambil mengelus pipi renita dan memegang kedua pipi renita dan renita memegang tangan lukis yang berada di pipinya. " mau kan kita memulai lagi dari awal.? tentang masalah sekolah kita. aku tau kamu berpikir aku akan selingkuh dari kamu kan.? kamu salah renita kalau berpikir seperti itu. karena di kelas otomotif hanya ada cowok semua, tidak ada cewek nya. makanya aku lebih memilih kelas yang cowok semua agar kejadian ini tidak terulang kembali. percaya lah sama aku renita.?! "
" iya aku percaya sama kamu. tapi aku harap kamu tidak melakukan kesalahan yang sama agar tidak ada lagi ke salah pahaman kembali. dan jaga kepercayaan aku sama kamu. "
lukis tersenyum dan menganggukkan kepalanya tanda setuju. " jadi kita balikan seperti dulu. ? " renita menjawab dengan tersenyum dan di anggukkan. lukis langsung memeluk renita dengan begitu bahagia.
__ADS_1