Bukan Salah Takdir Kita Harus Berpisah.

Bukan Salah Takdir Kita Harus Berpisah.
Yogyakarta


__ADS_3

Setelah jalan jalan renita dan yang lainnya segera kembali ke kamarnya untuk istirahat. menjelang pagi mereka pada siap" untuk wisata tak luput candi borobudur, pantai dan terakhir malioboro.



akhirnya rombongan renita sampai di pantai. mereka semua segera berpencar dan ber main air. dan guru pun menginstruksikan agar mereka berkumpul jam 10 di bus. dan mereka pun mengerti. setelah arahan dari guru mulai lah renita berteriak sambil lari lari. biasa orang kampung kalau liat air pinginnya mandi dan agak nora tapi tidak nora nora amat ya.


Tak terasa waktu begitu cepat setelah berganti pakaian mereka semua duduk di dalam bus. sambil di absen. takut ada yang hilang atau belum masuk. kan berabe ya anak orang hilang di kota lain. setelah memastikan semua aman dan lengkap mereka melanjutkan perjalanan ke candi Borobudur.



indah bangetkan thor, pemandangannya. kapan kita ke sini lagi untuk wisata. 😄😉


setelah sampai guru tetap memberi arahan kepada mereka agar sebelum jam lima mereka harus kumpul lagi untuk menlanjutkan perjalanan. ohh ya mereka semua sudah di kasi snack oleh gurunya. takut di sangka nggak di kasih makan tuh anak orang.


setiap tempat renita tidak bisa kaya temen temennya. kenapa.??? karna heri slalu saja ngintilin renita. renita juga pingin merasakan bahagia bersama yang lainnya. renita tipe cewe yang tidak pernah memaksa kehendak harus bersamanya terus. karna dia juga ngasih ruang buat heri dan temen temennya.


" heri dari kemarin kamu sama aku terus, emang kamu gak kepingin gitu gabung sama temen temen kamu yang lainnya.??? "


" kenapa.?? kamu nggak suka kalau saya deket kamu.? liat yang lain aja jalan sama pasangan aambil berpose. "


" bukan gitu. aku hanya gak enak aja sama temen temen kamu, kalau kamu sama aku terus. ntar orang kira aku cewe yang tidak bisa ngasih ruang buat pasangannya. "


" aku tau kamu bukan orang yang seperti itu. aku hanya memanfaatkan waktu yang ada sama kamu. "


" ya udah terserah kamu aja. aku pasrah. " lelah juga harus membujuk heri agar jauh" dulu sebentar. yah mau gimana lagi hanya bisa pasrah aja. tak di sangka dia pegang tangan aku dan mengajak jalan lagi. tapi aku gak masalah pegangan tangan normal lah.


karna cape kita pun cari tempat yang aman dan sejuk agar tidak panas terik matahari. sambil duduk karna lapar kita pun jajan jajanan yang ada sambil makan snack yang di kasih guru tadi. dan tangan heri lepas dari tangan pindah ke pinggang. aku risi sama tingkah heri yang posesif ini.


" heri lepas dulu tangan kamu. gimana mau makan coba. " kesel renita


" sebentar aja ren, atau nggak kamu suapin aku kek. karna setelah wisata ini selesai kita pasti jarang ketemu sama kamu. " wajah sedih heri pun terlihat. renita tak tega. maka mau gimana lagi dia suapin heri


" ya udah buka mulut kamu."


" aaa,, enak kalau kamu yang suapin." sambil pegang tangan renita dia berkata.


" keluarga ku sudah tau kamu, bahkan mereka sudah anggap kamu calon mantunya. aku ingin kamu jadi istriku kelak dan kamu lah takdirku. aku berterima kasih atas kamu yang sudah kasih aku kesempatan untuk aku mengisi hatimu. aku harap kamu pun sebaliknya. aku tau kita masih sekolah. tapi apa aku salah jika aku berharap sama kamu.? "


" aku tau her, kamu lelaki yang baik jujur dan setia. tapi kamu terlalu jauh untuk melangkah kesana. kita masih sekolah bahkan aku masih smp. lebih baik kamu fokus sama sekolahmu. dan juga gapai impian mu dulu. jika kita berjodoh sebagaimana pun cobaan dan rintangannya pasti kita akan tetap bersama. percayalah sama tuhan mu dan juga berdoalah agar kamu bisa mendapatkan jodoh yang terbaik buat kamu."


" jadi kamu tidak mau berjodoh sama aku. dan memilih yang lain.??. "" mata heri mulai berkaca kaca.


" bukan gak mau heri. bahkan aku juga gak tau jodoh aku nanti nya siapa. percayalah sama allah swt. pasti allah swt sudah menyiapkan jodoh setiap umatnya masing" bahkan maut pun sudah allah swt catat kapan waktu nya tiba. ingat her, jodoh maut rezeki bahkan anak sekali pun sudah allah siapkan. kita sebagai umatnya tinggal menunggu saja kapan waktunya. "

__ADS_1


" tapi aku mau nya kamu yang menjadi istri dan ibu dari anak anak kita nanti. kamu janjikan akan slalu ada buat aku, dan menemani aku selamanya.?. " penuh harap heri berkata. bahkan air mata pun sudah membanjiri pipinya.


" berdoa saja dan pasrahkan sama allah yah. aku tidak bisa berjanji. karna buat apa aku berjanji tapi suatu saat ada yang mengingkari nya. " sambil ku pegang tangan heri yang ada di pipiku. sedang kan tangan kanan nya menghapus air maya heri. " sudah ya. jangan nangis lagi, masa cowo nangis. maka di tempat umum lagi. gak malu apa.?. "


" nggak, buat apa aku malu. aku sayang sama kamu ren."


" ya udah makan lagi ya. buka mulut mu.! "


" kok gak balas.? "


" cukup dengan tindakan untuk menyampaikan rasa sayang kita kepada seseorang. bukan dengan kata" yang di ucapkan. buruan buka mulut nya aku pegal nih. "


" aaaaa, makasih ya. "


" sama sama. " 🙂


sesudah makan dan ngobrol ini dan itu cukup lama. mereka berkumpul di dalam bus. walau tinggal 2 jam lagi menuju tempat selanjutnya. tapi mereka tampak lelah. pada akhirnya mereka kembali ke bus. bagi yang belum puas mereka ada yang masih berselfi riang. tapi beberapa menit kemudian semua pada kumpul lagi dan memilih ke tempat selanjutnya. yaitu malioboro



setelah sampai. renita dan temen temennya tidak langsung turun. tapi dia nunggu sepi biasa cewe pingin bebas berkeliaran. renita segara turun dari bus lewat pintu belakang. setelah melirik sana sini tidak ada orang. renita dan temen temen nya melanjutkan melangkah kakinya tapi baru berapa meter. ketahuan juga sama heri. dan pada akhir nya hanya renita saja yang berpisah dari temannya. karna heri yang menta dia lah yang akan menemani renita keliling. setelah berjalan dan kaki pegal heri memutuskan memakai jasa tukang beca. itu pun hanya berkeliling aja ya. setelah puas naik beca. heri tidak pernah melepaskan tangan renita. dan pandangan renita berhenti di tukang jualan baju anak. seketika ia teringak keponakannya. lantas ia menghampiri penjual baju anak itu.


" mau kemana.? "


" mau beli baju itu. " tunjuk renita


" iihhh, buat anak bibiku. " ketus renita


" ya udah maaf, jangan marah atuh senyum. "


" ya udah ayok. " menarik tangan heri


" berapa mang.? "


" murah neng 25 aja ya. "


" gak bisa kurang. "


" udah pas neng segitu. " saat mau bayar heri melarangnya lagi.


" udah dari aku aja sayang. kamu itu pacar aku. titik no komen ya. " sambil ngelus rambut renita dan segera membayar bajunya.


setelah belanja ini dan itu. lapar datang lagi. mungkin cape kali ya muter" terus.

__ADS_1


" mau makan dulu nggak atau minum.? " tawar heri sambil mengusap keringat di dahi renita.


" iya lapar sih, tapi nanti sudah isya kita makan lagi nanti nya . kan mubajir. "


" ya udah beli cemilan aja mau.? " tawar heri


" ya udah beli minum aja. kamu lapar nggak.? "


" aku liat senyum mu aja udah kenyang. "


" gombal aja kamu. lapar nggak.? " tanya renita


" lapar dan haus kalau jujur. tapi aku ikut pacar aku aja sih maunya apa. "


" ya udah kita beli makanan ringan aja ya.? "


" iya sayang. "





itulah makanan yang mereka pilih. sebagian buat oleh" nanti di rumah. setiap mau bayar pasti di cegah oleh heri. tapi untuk satu ini dia tidak mau kalah. dan membujuk heri agar mengijinkan dia bayar sendiri.


" please sayang. buat apa aku di kasih uang. kalau kamu yang slalu bayarin aku. "


" karna kamu pacar ku. "


" aku mohon kali ini aja. katanya sayang tapi aku minta aku yang bayar kamu gak boleh. " cemberut renita


" kan aku laki laki masa cewe yang bayar sih. kan gak lucu sayang. "


" ya udah kalau kamu maksa. aku gak mau ketemu kamu lagi. kapan pun itu. " ia bergegas kembali ke tempat bus terpakir rapih. tapi dengan cepat heri pegang tangan nya. dan terpaksa membiarkan renita yang bayarnya.


" nah gitu dong. dari tadi ke. " kesel renita


" ini bu uang nya. "


" makasih neng. "


" sama sama bu. "

__ADS_1


waktu menunjukan pukul 5 sore. mereka duduk di rerumputan sambil makan cemilan yang tadi mereka beli. entah kenapa renita merasa tak enak hati sama heri.


renita berpikir bahwa iya merasa bersalah sedangkan di sisi renita merasa nyaman, bahagia, senang, dan sayang. tapi itu juga hanya separo hati. tidak full, ntah lah renita juga bingung. sambil menyenderkan kepalanya di bahu heri. renita berpikir ia merasa jahat terhadap heri. dan seketika air mata mengalir membasahi pipinya. heri pun mengetahui bahwa renita menangis. tapi dia diam kan terlebih dulu.


__ADS_2