
Pagi ini 🌄 telah tiba, mereka bangun dengan wajah yang ceria yang tak pernah putus dari bibir nya. ada rasa tak percaya dalam dirinya kini dia sudah menjadi milik lukis hampir seutuh nya tinggal menunggu 2 tahun lagi status nya akan berubah menjadi seorang istri. dalam hati renita berpikir apakah pilihan nya menikah muda akan bahagia dan tepat.? entah lah hanya allah yang tau.
Berbeda dengan lukis, dia begitu semangat dan tak pernah berhenti tersenyum menghiasi bibir nya itu. setelah di rasa cukup dengan penampilannya, segera keluar dari kamar nya dan menghampiri kedua orang tua nya. orang tua lukis menatap anak nya dan saling pandang, kini kedua nya sadar akan perubahan anak nya. seketika mereka bersyukur menerima permintaan anaknya, tidak ada raut penyesalan dalam pilihan nya. karena kebahagiaan anak adalah segalanya.
" kamu lagi bahagia nak. ? " tanya mamah lukis
" jelas dong mah, jangan di tanya lagi. kan semalam habis lamar anak orang. " ledek bapa lukis
" oh iya, mamah lupa. kirain lagi Ke sambet jin mana gitu. "
" maklum lah mah, kita kan pernah muda. "
" sudah lah bapa sama mamah jangan terus bicarakan lukis. lukis juga dengar kali mah. ya udah lukis mau jemput calon mantu mamah dulu, takut telah. " lekas pergi setelah menyalami ke dua orang tua lukis
" iya hati - hati nak. "
🐳🐳🐳🐳🐳
lukis berjalan ke tempat di mana motor nya terparkir di depan teras nya, ia segera menaiki motornya tak lupa memakai helm dan sweater, di rasa persiapan nya cukup lukis pun segera menjemput renita.
Renita yang selesai sarapan segera keluar rumah ketika mendengar suara motor yang berhenti di depan rumah nya. lukis pun menunggu renita di depan rumah nya, setelah dia sampai.
" hai calon imam nya aku. " sapa renita
" hai juga calon ma'mun ku. sudah siap berangkat.? " ajak lukis
__ADS_1
" udah dong. ayok berangkat. "
" sayang jangan lupa pegangan ya.! " saran lukis
" iya, udah cepet jalan. nanti takut telat lagi., aku nggak mau yah kalau harus dihukum. "
" siap bos. "
setelah mengatakan itu mereka segera menuju ke markas untuk menambah ilmu. ya walau renita tau kalau ilmu yang dia dapat takan bisa iya salurkan ke bidang nya. tapi setidaknya dia punya ilmu untuk mengajari anak - anak nya nanti.
renita memeluk lukis, sambil menikmati angin pagi yang sejuk. betapa indah ciptaan tuhan , andai dia bisa selamanya menikmati keindahan ini. tapi itu tak mungkin karena ini hanya sementara. setelah beberapa menit akhirnya mereka sampai di sekolah, dan saat di parkiran motor mereka ketemu reno dan yuli.
" selamat pagi, yuli reno. "
" iya yah, nggak nyangka aku juga. kalian sudah pada sarapan.? " tanya renita
" sudah, kamu sendiri.? "
" udah di rumah. "
" aku nggak di tanya sayang. ? " ucap lukis cemberut
" kan tadi waktu di rumah sudah di tanya sayang. gimana sih kamu mah. " ucap renita kesel
" eh, udah tah. maaf sayang kirain belum. " merasa malu sendiri
__ADS_1
" udah sih, hanya karena kaya gitu aja jadi debat. ayok masuk aja, ngobrol nya sambil jalan ke kelas. " ajak reno
sambil jalan yuli menarik tangan renita agar mereka bisa ngobrol. kalau cowok sudah pasti ngekor di belakang cewek nya.
" renita, semalam aku kan pulang sama reno. kebetulan gue mampir sebentar di cafe sebrang jalan depan nya ada tempat karoke , tapi gue ke cafe nya bukan ke tempat karoke nya. saat reno sedang bayar di kasir. gue nunggu dia di tempat parkir motor, dan lho tau gue liat siapa.? " tanya yuli
" nggak tau, kan lho belum bilang. "
" oh iya, gue lupa. hehehe" sambil garuk kepalanya. " gue liat si sri sedang masuk ke tempat karoke itu sama om - om menurut gue sih. dan pakaian nya seksi banget deh. " yang masih tak percaya apa yang dia liat
" salah liat kali. "
" serius, dan lho tau.? tempat itu kata nya suka wikwiiw dengan om - om nya sambil bergoyang. " bergedik ngeri
" jangan suudzon dulu sama orang yul, nanti timbul nya fitnah. "
" gimana kalau kita ke sana saja jam 8 . kan tempat itu buka nya jam 8 dari pada kita nebak - nebak yang tak pasti bener atau nggak mya. " saran yuli
" kita berdua saja. ? " sambil melirik lukis
" iya lah, terus sama siapa lagi kalau tidak kita. " heran akan renita
" aku rasa lebih baik ajak reno dan lukis aja. takut nya ada bahaya yang tidak kita sangka - sangka. " usul renita
" ya udah, ntar di kantin kita tanya mereka saja. " karena sekarang mereka sudah depan kelas nya, sedangkan para cowok sudah berjalan jauh. karena kelas mereka yang berbeda.
__ADS_1