Bukan Salah Takdir Kita Harus Berpisah.

Bukan Salah Takdir Kita Harus Berpisah.
kesempatan lukis yang terakhir


__ADS_3

keesokan pagi nya mamah lukis datang ke kamarnya dan mengecek suhu lukis. tapi tetap panas nya tak turun. lalu dia memanggil bapak nya lukis agar membawa lukis ke rumah sakit untuk di periksa.


sesampai di rumah sakit lukis di baringkan dan di periksa oleh dokter. tapi dokter menyarankan agar di rawat di rumah sakit, mau tidak mau orang tua lukis mengijinkan nya.


" bagaimana dok ke adaan anak saya.? " tanya bapak lukis


" anak bapak sama ibu hanya demam biasa mungkin karena banyak pikiran dan sedikit tertekan. apa lagi dia mempunyai penyakit lambung. jadi itu yang menyebabkan demam tinggi. "


" bener tidak ada yang serius.? " tanya mamah lukis


" iya pak bu, paling perlu di rawat 1 atau 2 hari kita bisa memantaunya. "


" baiklah kalau begitu. saya akan mengurus administrasi nya dulu. "


" silahkan pak bu, kalau gitu saya pamit dulu. "


" silahkan dok. "


setelah kepergian dokter itu, orang tua lukis mengurus administrasi nya agar segera mendapatkan perawatan untuk anaknya.


sedangkan di kantin renita dan teman - teman nya tak ada yang membahas soal hubungan nya dengan lukis. dia tak akan membahas sebelum mereka sendiri yang mau bicara.


" sayang lukis nggak sama kamu.? " tanya yuli sambil melirik renita


" dia nggak masuk hari ini. tadi mamahnya bilang kalau lukis masuk rumah sakit. dan harus di rawat. " ucap reno sambil melirik renita barang kali dia kepo sama lukis tapi tak ada respon sama sekali, renita cuek dan acuh tentang lukis. mereka tau bahwa renita perlu waktu dan sendiri.


" aku tau kalian melihat saya, tapi saya tidak ingin membahas apa pun tentang lukis. jika kalian ingin melihat lukis. silahkan saja saya nggak akan ikut. " sambil berlalu pergi


" biarkan saja renita sendiri, mungkin dia perlu waktu. kalau aku ada di posisi renita aku juga akan sama kaya renita. " jawab rita


" iya kamu bener rit, kalau kalian mau liat lukis. kita bareng - bareng saja. bagaimana pun dia teman kita. " ajak rama


" ya udah pulang sekolah kita tengok dia ke rumah sakit. kamu tau kan sayang kamar rawatnya.? " tanya yuli


" iya aku tau sayang. " jawab reno


setelah ngobrol ini itu. akhirnya bel istirahat berakhir semua siswa dan siswi pergi ke kelas masing - masing. untuk mengikuti pelajaran sampai bel pulang.


yuli yang melihat renita biasa biasa aja tentang kondisi lukis hanya menatap dengan penuh tanda tanya. tak biasanya renita seperti itu biasanya dia akan khawatir walau mereka sedang bertengkar.


tak lama bel 🔔 pulang sekolah pun berbunyi pertanda bahwa pelajaran sudah berakhir. renita buru - buru pulang. ia tidak mau merepotkan lukis lagi untuk biaya hidupnya. maka renita memutuskan untuk mencari pekerjaan paruh waktu. dia harus bisa move on , kuat sabar dan tegar untuk menjalankan hari - hari berikut nya.


saat melangkahkan kaki nya menuju gerbang. ada yang memanggil nama nya dan menoleh kebelakang siapa yang memanggil namanya. saat tau siapa yang memanggil nya renita tersenyum dan menyapanya.


" eh kak tyo, kirain siapa yang manggil.? "


" mau ke mana buru buru amat. " tanya tyo penasaran


" aku mau cari kerja kak, lumayan buat nambah - nambah biaya sekolah. " jawab renita


" bukannya biaya sekolah kami sudah di bayarin sama orang tua kamu. maaf sebelum nya. " tak enak hati sebenernya tapi penasaran


" orang tua ku sudah bercerai kak, dan selama ini biaya sekolah di bayarin lukis. karena lukis sudah jadi tunangan aku maka biaya hidup ku mamah limpahkan sama lukis. " jawab renita jujur


" ohh gitu, maaf renita kalau pertanyaan ku tidak enak. "


" tak apa kak, kalau gitu aku duluan ya kak. "


" tunggu, kamu mau cari kerja di mana.? kalau gitu kamu kerja di cafe aku aja. mau nggak.? "


" yang bener kak.? " girang renita


" iya beneran, kamu ikut aku ya. " ajak tyo


" iya ayok kak. " senang renita


akhir nya tyo dan renita pergi dengan mobil tyo menuju tempat cafe nya. yuli yang melihat itu hanya geleng kepala dan membuang pikiran negatifnya mungkin renita ada hal penting yang harus di bicarakan. reno yang melihat itu menasehati yuli agar bisa berpikir jernih.


" sudah kamu jangan berpikir yang aneh - aneh mana mungkin renita bakal secepat itu melupakan lukis. pasti butuh waktu yang cukup lama untuk menata hatinya lagi. " kata reno


" iya bener sayang, lebih baik kita lukis saja. " ajak yuli dan di anggukan yang lain nya.


dalam perjalanan yuli berdoa semoga hubungan lukis dan renita membaik walau mereka tak bersama lagi. karena bagaimana pun persahabatan mereka sudah lama. perjalanan sekolah menuju rumah sakit tak begitu jauh hanya menempuh waktu 30 menit saja.


setelah sampai parkiran rumah sakit. mereka turun dari motor nya. dan menuju kamar di mana lukis di rawat. saat sampai di ruangan lukis, mereka melihat lukis yang berbaring dengan wajah pucat nya. mereka menyapa mamah lukis.


" tante gimana kabar lukis hari ini. ? " tanya rita

__ADS_1


" masih sama dia belum sadar juga. tante bingung harus pakai cara apa agar dia mau bangun. " sambil menatap wajah lukis


" tante istirahat dulu, kaya nya tante belum makan dari tadi ya.? " tanya yeni yang melihat makanan masih utuh


" kalau gitu, tante nitip lukis dulu. tante mau ke kanti dulu. "


" silahkan tante, kami akan menunggu lukis di sini. " jawab yuli


setelah kepergian mamah lukis mereka mendekat ke arah lukis di mana dia masih betah terbaring di sana dengan wajah pucat nya .


" bagaimana kalau kita hubungi renita saja barang kali dia mau bangun setelah ketemu renita. " usul rama


" tapi apa dia mau. setelah apa yang di perbuat lukis sama renita. " kata rita


" di coba saja barang kali dia mau. " usul rama


" kamu coba telp renita sayang. " suruh reno sama yuli


📞 tut tut tut


^^^hallo ^^^


📞 hallo renita, mmm bisa minta tolong nggak.?


^^^ minta tolong apa.? ^^^


📞 tolong kamu datang ke rumah sakit dan liat lukis,


^^^maaf nggak bisa, kamu suruh sri aja. mungkin dia patah hati sama sri. kalau dia tau sri datang mungkin dia akan bangun. udah ya gue mau kerja nih bay.^^^


" gimana sayang renita mau datang ke sini.? " tanya reno


" dia nggak mau, malah dia menyuruh aku telpon sri. " jawab yuli


" ya udah mungkin bener apa yang di katakan renita " usul anwar


" ok aku kirim pesan saja. "


📤 sri


Sri kami minta tolong kamu datang ke rumah sakit jenguk lukis. dari kemarin dia nggak mau sadarkan diri. mungkin kalau kamu mau datang dia mau bangun.


^^^oke gue ke sana ^^^


pesan dibaca.


" gimana yank dia mau ke sini kan.? " tanya reno lagi.


" iya dia mau ke sini katanya. mungkin sebentar lagi dia akan datang. "


tak berapa lama sri sampai di kamar lukis di mana lukis sedang di rawat. saat dia masuk betapa kaget nya dia ada rama di sana dan menunduk malu. yuli yang tau itu segera menghampiri sri.


" udah nggak usah diliatin mending kamu samperin lukis aja. " ajak yuli


" iya. " kata sri


sri mendekat dan duduk di samping lukis. dia memegang tangan lukis lalu memberi semangat sama lukis.


" lukis ini aku sri , kamu bangun ya. apa kamu tak merindukan teman - teman kamu. ? mereka ada di sini semua nya menunggu kamu bangun. kamu bangun ya lukis. apa kamu juga tidak kasihan sama orang tua kamu. " tapi lukis tetap tak mau membuka matanya. atau pun tanda tanda mau bangun.


" sepertinya yang dia butuhin bukan aku tapi renita. kemana renita.? " tanya sri


" itu semua gara - gara lho. kalau lho nggak hadir di antara mereka. hubungan mereka baik - baik saja. " jawab rama


" maaf, aku tak ada maksud seperti itu. " lirih sri " ada yang tau di mana renita di mana.? " tanya sri


" terakhir aku liat dia sama tyo kakak kelas kita. teman masa kecil renita. " jawab yuli


" oh tyo, oke gue ke sana sekarang. " jawab sri


" emang lho tau rumah nya. " tanya rama


" iya gue tau. tyo itu kakak kelas gue juga. dia emang menyukai renita. tapi renita tidak tau itu. " kata sri


" oke gue antar, lho pulang gue nanti pergi sama renita. " ajak rama


" nggak usah gue ke sini sama mas geri calon suami gue. lho ikutin aja di belakang mobil mas feri. " usul sri

__ADS_1


" baik lah. " jawab rama


akhirnya mereka pergi menuju parkiran. dan menuju alamat di mana rumah tyo berada. tapi feeling sri renita pasti ada di cafe nya. dan bener saja sesampai di cafe renita sedang bekerja dan rama melihat itu .


" kamu yakin sayang mau menemui wanita itu.? " tanya feri khawatir terjadi apa apa


" iya mas, mas tenang saja ya. biar masalah nya cepat selesai juga. " memenangkan feri


" ya udah kamu hati - hati ya. " sambil mengecup kening feri


" iya mas. " jawab sri


lalu sri menghampiri rama agar dia ikut masuk ke dalam menemui renita. walau dalam hati sri takut kalau renita akan menolak kehadiran dirinya. akhirnya mereka masuk dan mendatangi renita yang sedang bekerja.


" renita. " renita lantas menoleh dan melihat sri dan rama datang.


" ada apa sri.? " tanya renita


" gue mohon lho temui lukis. dia lagi butuhin lho banget dia nggak mau bangun walau gue udah datang ke sana. "


" maaf sekarang gue nggak bisa karena sudah tak ada hubungan nya lagi sama dia. " kata renita


" please ren, kali ini aja demi persahabatan kita. " mohon sri


" sahabat itu tidak akan mengkhianati sahabatnya sendiri. tapi demi rasa kemanusiaan gue mau liat lukis. "


" makasih renita. "


" gue ijin dulu sama tyo. "


" nggak usah kamu boleh pergi. aku sudah izinin kamu kok. " kata tyo


" makasih kak, aku ganti baju dulu kalau begitu. " pamit renita.


" kalau gitu gue pamit juga, kasihan mas feri nunggu kelamaan di mobil. "


" iya silahkan. " kata tyo


" ayok kita pergi, ke mana sri.? "mencari sri


" dia sudah pergi kamu sama aku ke rumah sakitnya. " kata rama


" aku pamit ya kak. "


" iya kamu hati - hati " sambil mengelus kepala renita


akhir nya rama dan renita pergi ke rumah sakit untuk melihat lukis yang masih setia di tempat nya. sedangkan teman - teman lukis penuh harap kalau renita mau menemui lukis. walau bagaimana pun lukis yang mengisi hari - hari renita. tak lama renita serta rama datang. semua yang ada di sana menoleh ke arah pintu berharap itu renita. dan bener saja itu adalah mereka semua bernafas lega.


" syukur akhir nya kamu datang juga, " kata yuli


" iya aku datang. " lalu renita yang melihat lukis masih berbaring dengan wajah yang mulai memutih. renita berjalan dan mulai terduduk di bangku samping lukis. sambil berderai air mata renita mencoba memegang tangan lukis. lalu menaruh tangan lukis di pipinya.


dia tak sanggup melihat lukis seperti ini. tak di sangka pilihan renita memutuskan lukis akan seperti ini. dia tidak ada niatan membuat lukis sakit.


" lukis, maafkan aku yang sudah memutuskan pertunangan kita secara sepihak. tapi please kamu juga ngertiin perasaan aku, gimana hancur nya hati ini lukis. kamu yang perjuangin aku tapi kamu juga yang menyakiti aku. aku sakit lukis melihat dan mengetahui semua ini. apa kamu tak memikirkan hati aku. ? bangun lukis jangan buat aku merasa bersalah sama kamu. kasihan orang tua kamu. jangan kaya jg ini. " sambil terus menangis dan menundukkan kepalanya di sisi ranjang lukis. sedang kan teman - teman lukis yang melihat itu sangat sedih .


tak lama lukis membuka mata nya dan melihat teman - teman nya ada si sana. lalu menengok ke arah renita dan mengeluh kepala renita tak terasa air mata nya keluar.


" kamu sudah sadar.? syukur alhamdulillah kalau kamu sudah sadar. " kata renita. teman - teman renita yang melihat itu berucap syukur karena renita berhasil membuat lukis sadar.


" cepat sembuh ya, aku pamit harus pulang. semua nya duluan ya. " pamit renita tapi sebelum pergi tangan renita di tahan lukis.


" jangan pergi, aku mohon renita.? " mohon lukis


" tapi aku harus pulang lukis. " tetap pingin pergi


" apa kamu masih marah sama aku.?


" yang lalu biar lah berlalu lukis. mungkin ini jalan yang terbaik buat kita. "


" aku tau, aku salah karena telah melukai kamu. tapi tolong beri aku kesempatan untuk memperbaiki hubungan kita . aku mohon.! " turun dari tempat tidur dan bersujud di hadapan renita


" lukis kamu bangun jangan kaya gini please lukis. " mohon renita tak tega


" jawab dulu baru aku mau bangun. " pinta lukis


" baiklah, aku akan memaafkan kamu. dan ngasih kamu 1 kali lagi kesempatan dan ini yan terakhir. " tegas renita

__ADS_1


" makasih renita. " lukis berdiri dan memeluk renita erat.


__ADS_2