
Di sebuah kamar berwarna pink dan nuansa rose seorang gadis sedang melantunkan ayat suci Al-Quran menunggu adzan subuh berkumandang, dengan wajah cantik meski masih cantikan renita tapi cantik itu relatif, walau cantik luar tapi akan lebih terlihat alamiah nya hati pun ikutan cantik.
boleh cantik di luar tapi tidak dengan semua hati seseorang, yeni bukan lah terlahir dari keluarga yang kaya tapi mereka kaya hati. Tak banyak dari mereka yang memiliki hati yang tulus, baik rendah hati dan bijaksana. Yeni memang tidak menyukai renita karena yeni merasa kalau renita slalu mengambil apa yang dia mau, tetapi ia mencoba untuk bersabar ikhlas tawakal pasrah dan menahan diri dari godaan syaitan yang slalu membisikkan agar berbuat jahat.
Sebisa mungkin yeni slalu mengontrol hati dan tingkah laku nya agar persahabatan serta akhlak nya tetap baik, apa lagi orang tua nya slalu mengingatkan agar yeni bisa jaga sikap serta tingkah laku, harus rendah hati tidak boleh sombong sopan santun sedekah menolong dan menjaga tutur katanya.
Selesai menjalan kan perintah allah SWT ( sholat lima waktu) yeni bergegas membantu ibunya memasak di dapur. karena sudah jadi kebiasaan yeni slalu membantu ibunya sambil bercerita riang.
" nak, katanya teman kamu sudah ada yang nikah ya.? " tanya ibu nya
" iya bu, si renita yang sudah nikah mah baru aja kemarin nikah nya juga. ibu sih nggak ikut jadi nggak tau ya. ? " tanya balik yeni
" bukan nggak mau nak, tapi ibu lupa. kan ibu masih di sawah nak. oh ya apa kamu akan melanjutkan kuliah mu atau bagaimana.??? " tanya umi salma
" seperti nya aku mau kuliah sambil nyari kerjaan bu. supaya aku nggak ngerepotin ibu lagi. " yeni tau ibu nya belum punya uang
" kamu memang anak yang baik soleha dan berbakti, maafkan ibu ya nak yang belum bisa bahagiakan kamu layaknya orang lain. " ucapnya lirih karena tak kuat melihat betapa kerasnya hidup ini
" ibu ngomong apa sih. ibu nggak salah bahkan ibu sudah menyekolahkan yeni sampai SMK saja sudah senang dan bersyukur banget malah. kini giliran yeni yang berjuang sendiri bu agar yeni nanti nya bisa mandiri dan tau bagaimana keras nya mencari uang. yeni sadar yeni hanya bisa menyusahkan ibu sama bapa saja tanpa tau bagaimana susah nya nyari uang. " kata yeni tulus
__ADS_1
" makasih ya nak sudah mau mengerti dengan keadaan kami yang sekarang ini. ya sudah sekarang kamu siapkan saja piring nya di meja bentar lagi kita sarapan. " suruh ibu yeni
" iya bu. " ucap yeni
Yeni menata piring yang sudah ia bawa dan menyusun makanan yang tadi ibu nya buat, tidak banyak memasak makanan tapi sangat enak dan sederhana yaitu sayur asem, sambel tahu tempe dan kerupuk. Begitu lah makanan di kampung yang penting kita bisa makan saja sudah bersyukur.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
Berbeda dengan renita kini yang sudah menjadi seorang istri, ketika dia bangun pertama kali yang dia liat wajah suami yang tampan, apalagi tidurnya yang pulas banget. renita menjelajahi setiap wajah nya dengan sentuhan tangan nya, ia sangat beruntung karena mendapatkan suami yang begitu perhatian sayang setia dan tanggung jawab. sungguh ia amat bersyukur karena allah SWT telah mengirimkan laki - laki seperti lukis.
" selamat pagi sayang. " ucap lukis yang masih terpejam karena masih ngantuk
" pagi, cepat bangun. segera lah mandi katanya mau ke cafe.? " kata renita mengingat kan
" ya udah aku mau bangun dulu, mau nyiapin sarapan buat kamu. " kata renita
Lukis pun mau tidak mau harus melepaskan tangan nya dari tubuh istri nya. sementara lukis melanjutkan tidur nya karena lelah dan mengantuk, maklum lah pengantin baru pinginnya berduaan terus di kamar.
Sementara renita yang sudah lepas dari lukis segara turun ke dapur, menyiapkan sarapan untuk suami nya. ia tak mau ribet cukup membuat nasi goreng pakai telur ceplok kerupuk dan air teh tawar anget. karena hari ini makanan nya serba berminyak jadi minum nya air teh tawar anget biar enak di mulut nya. Selesai menyiapkan sarapan renita bergegas mandi karena sudah bau keringat dapur nggak enak kalau harus sarapan tapi badan lengket.
__ADS_1
Selesai mandi ia membangunkan lukis agar sarapan bersama. tak lupa renita menyiapkan pakaian santai nya, soal mau berangkat ke cafe atau tidak itu urasan nanti yang terpenting ia sudah menyiapkan pakaian serta sarapan di mana itu sudah menjadi tugas istri.
Sambil menunggu lukis mandi ia membereskan tempat tidur lalu memakai skincare walau hanya tipis - tipis saja. karena renita tidak suka berdandan berlebihan ia lebih suka yang sederhana dan simpel - simpel saja no ribet.
Sekarang lukis dan Renita sedang menikmati sarapan nya berdua. Bagian bersih - bersih rumah sudah ada tetangga rumah lukis yang mau menjadi ART tapi tidak menginap karena ada anak yang masih kecil sudah masuk SD. jadi pekerjaan renita ada yang membantu, renita ingat kalau sekarang adalah bagian cek kandungan .
" sayang, kamu nggak lupa kan.? " tanya renita
" lupa apa.? " yang emang agak lupa
" tuh kan lupa, emang kamu nggak ingat kalau hari ini kita mau ke bidan cek kandungan baby kita. " sambil cemberut.
" oh iya aku lupa sayang, maaf ya kalau aku lupa habis aku bahagia banget sekarang kamu sudah jadi istri ku. " kata lukis yang memang lupa kalau dirinya sudah punya buntut
" ya udah habis sarapan antar aku ke bidan. wong anak sendiri sampai lupa sih. " ucap renita kesel
" iya maaf sayang. ya udah nanti habis sarapan kita ke sana ya. sudah jangan cemberut ntar cantik nya ilang. " kata lukis menggombali renita
" apa.???? jadi selama ini aku jelek." kata Renita marah
__ADS_1
sedangkan lukis hanya teluk jidat. susah memang kalau ngomong sama ibu hamil bawaan nya sensitif terus
renita pergi ke dalam kamar nya karena renita kesel di bilang jelek. lukis hanya bisa mengelus hati dan dada nya mulai sekarang apa lagi saat soal ngidam ia harus extra sabar.