
Setelah memutuskan tempat akhirnya mereka sampai di cafe terdekat, yuli memilih tempat yang agak pojok dan sepi supaya tidak terdengar oleh orang lain. setelah duduk mereka memesan makanan ringan dan minuman softdrink.
yeni duduk dengan kaki di silangkan serta tangan yang melipat di dada nya dengan mata memandang yuli penuh dengan kekesalan.
" oke sekarang kita sudah di sini, coba cerita apa yang ingin kamu sampaikan sama aku.? " ucap yeni tegas tapi penuh tekanan walau tegas nya tak seperti orang pada umumnya karena yeni memang sulit untuk bicara kasar, yeni memang iri bahkan benci sama renita tapi sekarang dia sadar persahabatan nya lebih penting dari cinta, toh allah SWT sudah menyiapkan jodoh yang terbaik buat kita dan yeni percaya hal itu.
" apa kamu marah sama aku.? " tanya yuli penasaran pada yeni
" menurut kamu gimana.? " sambil menghembuskan nafas nya secara kasar dan kembali membenarkan posisi duduk nya. " jujur ya, aku nggak tau apa masalah kamu apa dan ada masalah apa kamu sama lukis atau Renita, yang jelas kamu itu salah yul. semua manusia pasti pernah melakukan kesalahan yang telah mereka lakukan tapi tak sepantasnya kita campuri urusan mereka hanya karena keegoisan kita. kamu juga pasti nggak suka kan .? kalau masalah pribadi kamu kita ketahui dan kita umbar ke mana - mana apa kamu tidak akan marah.? " tanya yeni dan di jawab gelengan oleh yuli
" kamu aja marah apalagi mereka yul, aku nggak habis pikir sama kamu. kamu yang menginginkan mereka bersama dan mau membantu mereka tapi kamu juga yang mematahkan kepercayaan mereka. sekarang coba jelaskan sama aku, kenapa kamu seperti ini. " kata yeni berusaha tenang
" entah aku juga tidak tau, tapi setiap melihat mereka bahagia aku juga pingin merasakan kebahagiaan itu, sama hal nya ketika kita memiliki barang, renita memiliki barang itu dan aku pun harus memiliki barang itu juga. aku juga tidak tau pastinya yang jelas aku slalu iri dengan kebahagiaan mereka. apalagi reno yang bekerja di cafe lukis membuat aku merasa malu sendiri yang seharusnya aku bangga sama reno karena dia sudah bersusah payah serta bertanggungjawab. tapi tetap aja aku merasa itu kurang jika di bandingkan dengan lukis serta anwar. " seru yuli yang menggebu-gebu
" kamu terlalu berlebihan yul, apa yang seharusnya kamu dapatkan. seharusnya kamu itu bersyukur yul karena tidak semua orang bisa seberuntung dirimu. coba kamu liat pinggir jalan mereka harus meminta - minta terlebih dahulu supaya mereka bisa makan. sedangkan kamu.?? kamu bisa dapatkan yang kamu mau, bahkan kamu memiliki pacar yang begitu sabar, baik, pengertian, penyayang dan setia. kurang apa lagi yul.? " tanya yeni kesel
" kaya. " kata yuli tanpa beban
sedangkan yeni hanya geleng-geleng kepala saja melihat tingkah serta sifat yuli yang sekarang. ia begitu serakah akan harta dan iri terhadap orang yang melebihi dirinya sendiri. yeni kini menyerah dengan kelakuan yuli, ia tidak bisa lagi menasehati yuli karena ego nya terlalu tinggi apalagi ambisinya itu. sungguh yeni menyesali sifat serakah nya yuli.
" terserah kamu yul, aku cape melihat kamu yang sekarang tak bisa lagi di bilangin, aku tak mau mendengar kan apa yang kamu katakan lagi. permisi. " sambil mendorong kursi kebelakang dengan keras dan melaju meninggal kan yuli sendirian.
__ADS_1
" sial, " geram yuli
" ini semua gara - gara dia, semua teman - teman ku menjauhi ku. liat aja kamu, kamu akan merasakan apa yang aku rasakan sekarang. " ucap yuli dengan menahan emosi nya
setelah itu ia pergi dari cafe menuju rumah nya, bukan angin segar yang dia dapatkan tapi kekesalan yang dia terima. sedangkan yeni yang pergi duluan melangkahkan kaki nya menuju rumah kediaman diri ya, walau rumah sederhana tapi penuh kehangatan.
🐳🐳🐳🐳🐳🐳🐳🐳🐳🐳
Sementara di tempat lain, anwar sibuk dengan pekerjaan yang di kirim oleh kepercayaan dirinya melalui email. tapi iya tak pernah lelah dalam mengerjakan nya, selain tugas kuliah ia juga harus kerja. cape lelah pasti ada. tapi tidak ada yang nama nya instan kalau tidak di kerja dengan niat, usaha doa dan dorongan dari orang terdekat atau diri sendiri.
anwar memandangi foto dirinya beserta sahabat nya, ada rasa rindu yang menjalar ke hati dan tubuh nya. lalu ia taruh kembali foto tersebut setelah itu ia keluar dan duduk di balkon.
ketika sedang enak - enak nya menerawang jauh, ia dikagetkan oleh suci. ada rasa kesel ketika ketenangan nya di ganggu.
" astagfirullah, kamu tuh ya. bikin aa jantungan aja, nggak bisa apa liat orang tenang sedikit aja. " kesel anwar
" ya maaf a, lagian aa di luar ngapain sih. kan udara nya dingin a. " ucap suci
" menurut mu ngapain aa di luar.? " tanya balik anwar
" iiihhh, di tanya malah balik nanya lagi. " cemberut suci
__ADS_1
" Aa di sini pingin menenangkan pikiran aa sebentar karena kerjaan aa banyak banget, " keluh anwar
" ohh kirain kenapa, oh ya a apa sudah ada kabar gitu mengenai masalah tempo hari yang lalu. " kata suci penasaran
" nggak tau, aa belum menanyakan hal itu sama yang lain nya. karena aa sibuk sama kuliah belum lagi kerjaan aa yang di sana. " sambil menghembuskan nafasnya
" emang di kampus aa nggak ketemu sama mereka gitu.? " tanya suci
" nggak, kayak nya lukis dan renita nggak ke kampus dulu untuk sementara waktu. kalau yang lain nya nggak tau. " karena tak ada kabar secara langsung atau via chat mengenai masalah itu
" ya semoga aja masalahnya cepat selesai ya a, kan sayang kalian sudah berteman lama tau - tau retak gitu aja. " kata suci asal bicara
" emangnya kaca bisa retak segala. " kata anwar menyentil kening suci
" aduuhhh, sakit a. kenapa di sentil segala sih. " kesel suci sambil mengusap - usapkan kening nya dengan tangannya.
" lagian ngomong apa sih kamu , udah sana tidur jangan begadang. " perintah anwar kepada suci
" siap komandan. " sambil berlari menuju kamarnya
setelah memastikan suci masuk kamar, anwar hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah laku suci. ada sedikit hiburan tersendiri baginya karena bisa melupakan seseorang yang ada di hatinya.
__ADS_1
anwar pun kembali mengerjakan pekerjaan nya karena berkas itu sangat penting untuk besok. tak lupa selesai mengerjakan kegiatan nya yang tertunda anwar membereskan tempat belajar sekaligus tempat ia bekerja.
anwar tinggal bersama paman serta bibi nya yaitu kedua orang tua suci. orang tua anwar tidak ikut karena mereka sudah membuka usaha sendiri di sana tidak jauh beda dengan usaha anwar yang sedang ia rintis. jika usaha nya sudah maju dan berkembang maka orang tua anwar akan membuka cabang nya di situ.