
Di rumah sakit
Setelah selesai melahirkan Renita di bawa ke tempat ruang rawat, tapi sebelum di pindah kan mereka harus mengurus biaya persalinan dan juga ruang rawat yang nanti nya akan di tempati oleh renita. Dengan sigap anwar membiayai perawatan sekaligus biaya melahirkan nya, sedangkan yang lain mengikuti brangkar yang membawa renita ke ruangan nya.
Renita yang sudah mendapatkan ruangan masih saja belum sadar mungkin karena efek obat bius saat ia melahirkan tadi. Tidak begitu lama anwar datang dan menanyakan keadaan renita tapi di jawab gelengan dari teman nya. Anwar duduk di dekat tempat tidur renita, ia memegang tangan Renita tanpa sadar.
" Kamu cantik, kamu sekarang seorang ibu. Tapi sayang aku tidak bisa memiliki kalian walau hati ini menginginkan dirimu, jika kau bersama ku. Aku tidak akan menyakiti kamu renita, kamu tau sampai saat ini aku masih berharap kita bisa bersama dan membesarkan anak anak kita nanti. Kalau kau ingin pergi maka aku akan membawa kau pergi jauh dari sini. Bangun lah sayang. " Ucap anwar tanpa sadar dalam hati nya, karena tidak mungkin ia berbicara di depan mereka yang status nya masih istri dari sahabat nya sendiri.
Reno hanya memperhatikan saja sikap anwar yang tak wajar itu. Reno berpikir kalau ini tidak bisa di biarkan bagaimana pun renita dan lukis masih sah suami istri kalau pun dia ingin maju reno berharap setelah hubungan mereka bener bener kandas. Bukan seperti ini yang memanfaatkan keadaan sungguh reno merasa kesel, reno memutuskan untuk pergi ke rumah lukis dan itu tidak luput dari pandangan suci.
Saat reno sudah pergi suci mengejar reno, karena suci merasa ada yang aneh dari reno tapi suci yakin kalau ini ada hubungan nya dengan anwar.
" Kak reno.? " Panggil suci dan reno pun berhenti berjalan
" Ada apa.? " Tanya Reno cuek tanpa berbalik memandang suci
" Kak reno mau ke mana.? Bukannya kak reno lagi sakit.? " Ucap suci yang mengkhawatirkan reno
" Kamu nggak usah khawatir kan aku, kamu jaga saja saudara kamu agar tidak usah melebihi batasan nya kepada istri orang. " Kata reno ketus dan melanjutkan perjalanan nya, iya ingin tau alasan renita melarang mereka menghubungi lukis. Apa ini hanya alasan suci agar anwar lebih dekat dengan renita atau memang bener ada masalah sama mereka.
Reno mengendarai motor nya dan tak lupa memakai jaket nya, ia ingin begitu cepat sampai ke tempat tinggal lukis dan renita. Tidak berapa lama reno sampai di depan rumah lukis. Ia turun dari motor nya dan melihat sekeliling , ternyata benar saja mobil lukis ada di sana dan pintu rumah pun di biarkan terbuka. Reno melangkahkan kaki nya memasuki rumah lukis , reno melihat sekeliling rumah nya begitu berantakan sekali. Reno terus melangkah ke kamar renita dan lukis ia yakin sahabat nya sedang kacau sekarang.
Saat sampai di depan pintu kamar mereka reno mendengar suara tangis seseorang, saat mengecek siapa yang Sedang menangis ternyata bener itu lukis. Reno menepuk pundak lukis, lukis pun melihat siapa yang berani memasuki rumah serta kamar nya. Di saat ia menoleh ia melihat reno, tapi lukis hanya diam saja dan terus memandangi poto ia dan istrinya.
" Lo kenapa lagi.? " Tanya reno
" Dia pergi lagi ren. " Jawab lukis lirih
__ADS_1
" Siapa.? Istri lo.? " Dan di jawab anggukkan oleh lukis
" Kenapa bisa pergi.? " Tanya reno yang ikutan duduk di samping lukis
" Ia salah paham lagi sama gue. Padahal gue tidak sendiri ada anak dan bapak nya juga, tapi bapak nya lagi ke toilet jadi saat dia datang ia mengira kalau gue ada main di belakang dia. Padahal apa yang dia liat belum tentu benar, saat gue ngejar dia, dia sudah lari jauh. Gue khawatir sama istri dan anak gue. " Sambil terisak menangis ðŸ˜
" Bener lo tidak bohong.? " Tanya reno sekali lagi untuk memastikan nya
" Apa wajah gue sedang menunjukkan sebuah kebohongan.? " Tanya lukis dengan emosi
" Dia sudah melahirkan. " Kata reno yang membuat lukis menjatuhkan poto yang di pegang oleh lukis
Prangg
" Lo lo yakin.? " Tanya lukis gugup bercampur syok
" Iya, tapi dia tidak mau melihat lo di sana. " Jawab reno mematahkan perasaan lukis
Tidak begitu lama orang tua lukis datang dan memeluk anak nya. Mereka merasa sedih melihat keadaan anak nya yang kacau itu, ia sudah tau dari anak nya. Mereka tidak banyak bicara hanya membantu berkemas saja, selesai berkemas orang tua lukis berpamitan kepada reno.
" Tolong jaga cucu saya, kami akan pergi dari desa ini. Jika terjadi sesuatu tolong kabari kami, kalau pun renita ingin berpisah dengan anak saya tolong wakilkan saja. Kamu lihat sendiri kan keadaan anak saya seperti apa. " Tanya mamah nya lukis
" Ibu mau ke mana,? Kenapa kalian menyerah. " Tanya reno heran
" Lukis sama ayah duluan aja ke mobil. Ibu mau pamitan sama reno. " Ucap mamah nya dan di anggukkan oleh keduanya
" Seorang ibu jika melihat anak nya terus saja seperti itu pasti akan merasa sedih, apa lagi sekarang dia sedang kacau. Dia butuh skiater kamu ingat dulu saat Renita meninggal kan lukis bahkan lukis sampai sakit beberapa hari. Dan sekarang terjadi lagi, kami hanya ingin melihat dia bahagia . Lihat bagaimana dia berjalan dan seperti itu, dia bukan cengeng tapi karena segitu cinta nya dia sama renita. Titip salam buat semuanya kami pamit, bukan kami menyerah tapi kami sangat menyayangi anak kami. " Ucap mamah lukis sambil menitipkan air matanya, ia tidak menyangka hanya karena salah paham istri nya pergi begitu saja. Padahal dia tau kalau anak nya begitu mencintai istri nya. Dan menantu nya tau kalau anak nya sering sakit ketika ia dia di tinggal kan.
__ADS_1
Reno mengepalkan tangan nya dan dengan emosi nya ia pergi ke rumah sakit. Tapi sebelum pergi ia mengunci rumah lukis dan renita. Setelah itu ia juga mengunci pintu gerbang rumah lukis, selesai dengan rumah nya reno pergi ke rumah sakit untuk melihat keadaan Renita dan menanyakan perihal dari sisi renita seperti apa. Ia memacu motor nya dengan kecepatan tinggi, hanya membutuhkan waktu 15 menit ia sampai di parkiran rumah sakit.
Reno melangkahkan kaki nya cepat ke ruangan renita , saat sampai di depan kamar ruangan renita ia melihat pemandangan yang begitu panas. Bagaimana tidak ia melihat renita di suapi oleh anwar dan mereka saling tertawa. Ternyata di sini tidak ada yang mempedulikan akan hubungan lukis dan renita, mereka menginginkan perpisahan itu terjadi. Seolah di sini lukis lah paling bersalah tapi tanpa dia sadari dia juga sudah menyakiti sahabatnya.
" Khhmmmm, " deheman reno membuat mereka menoleh.
" Bagaimana keadaan kamu ta. Seperti nya kamu sudah baikan apalagi makan pun disuapin sama laki-laki lain bukan suami lagi. " Kata reno menyindir renita dan anwar
" Maksud lo apa ren.? " Tanya anwar
" Nggak bukan maksud kenapa - napa. Hanya mengingatkan saja kalau renita masih status istri orang. Kalau pun perlu disuapin kan ada yeni rita atau suci kenapa harus lo.? " Jawab reno sambil menyunggingkan senyum maut nya
" Dia tidak ada niatan merebut atau memanfaatkan keadaan, dia hanya kasian saja kepada renita karena habis operasi. " Jawab suci.
" Kalau lo lo lo dan lo tidak kasian dan tidak ada yang mau membantu renita untuk makan.? " Tanya reno kepada suci yeni rita dan rama
" Bukan begitu maksud nya ren-" Tapi kepotong ucapan rama oleh reno
" Gue mau nanya sama lo Ta. Kenapa lo melarang suci buat menghubungi suami lo sendiri yang lebih berhak tau dari pada kita.? " Tanya reno sambil memandang renita dengan sinis
" Gue, gue melihat lukis sama sri berduaan di taman. Bahkan mereka asyik bermain dengan anak nya. " Kata renita menundukkan kepala nya karena ia merasa diintrogasi oleh reno
" Lo yakin kalau di sana lukis sengaja bertemu dengan sri.? " Dan di anggukkan oleh renita
" Oke gue sudah menghubungi sri dan suami nya untuk datang ke sini. Gue harap setelah lo mengetahui semua nya jangan ada kata penyesalan. " Kata reno
Anwar bangun dari duduk nya, ia merasa kalau reno sangat berlebihan. Hanya karena renita melihat lukis dengan sri reno sampai segitunya membela lukis. Jelas jelas lukis yang salah sudah bermain api di belakang renita.
__ADS_1
" Lo seperti nya lebih membela lukis dari pada renita yang sudah jelas lukis bersalah. " Kata anwar marah
" Kita liat siapa di sini yang bener dan siapa yang salah. " Kata reno dengan berdiri tegak dan memasuki tangan nya kedalam celana nya