Bukan Salah Takdir Kita Harus Berpisah.

Bukan Salah Takdir Kita Harus Berpisah.
undangan renita kepada feri


__ADS_3

setelah kepulangan dari rumah renita, reno mengantarkan yuli pulang ke rumah menggunakan motor nya yang tadi di antar kan oleh rama. yuli memeluk reno di sepanjang jalan menuju rumah nya tapi tak ada pembicaraan sedikit pun di antara mereka.


" sayang mau makan dulu nggak.? mumpung masih di jalan nih. " tawar reno pada yuli


" nggak, kita pulang aja. " ketus yuli


reno pun pasrah dan hanya bisa menuruti kemauan yuli saja, reno pun melajukan lagi kan motor nya. tapi tetap saja yuli mendiamkan reno sejak pulang dari rumah renita entah apa yang di pikirkan oleh yuli, apa karna uang yang di berikan oleh lukis atau ada masalah lain. ? pikir nya


tak berapa lama reno dan yuli sampai depan rumah yuli, yuli bergegas turun dan masuk rumah nya begitu saja. sedangkan reno menunggu di ruang tamu sambil duduk menunggu yuli selesai melakukan apa yang dia mau.


tak berselang lama yuli selesai melakukan rutinitas nya dan membawa air putih buat reno dan duduk di sebelah reno tapi agak jauh dari reno. reno yang melihat yuli menjauhi nya segera mendekat ke arah yuli.


" kamu kenapa sayang.? kamu marah sama aku, kalau emang kamu marah sama aku gara - gara apa.? " ucap reno sambil memeluk pundak yuli


" aku nggak apa - apa, aku hanya terharu saja sama renita bisa memiliki anak begitu cepat. " ucap yuli sedikit mengeluarkan air mata yang tak di sadarinya


" sabar sayang, kan kita melakukan nya di luar bukan di dalam, kalau lukis kan di dalam. " kata reno menjelaskan


" ya aku tau itu, " sambil beralih melihat ke samping karena air mata nya tak kunjung berhenti


" sabar ya sayang, aku bukan nggak mau seperti lukis. aku butuh waktu dan persiapan yang matang, apalagi usaha ku baru maju. sabar dikit lagi ya, aku janji setelah pernikahan lukis dan renita aku akan segera melamar kamu. " mengecup pucuk kepala yuli dengan sayang


" beneran.?? " tanya yuli memastikan nya

__ADS_1


" iya serius, " sambil memegang tekuk leher yuli dan mencium bibir yuli dengan gairah nya dan yuli pun menyambut nya dengan senang hati. setelah puas reno melepas ciuman nya


" sudah ya jangan sedih lagi, kalau gitu aku mau pulang dulu takut mereka mencari aku. " sambil mengelus kepala yuli


" iya hati - hati. " lalu reno melangkah menuju motor nya dan meninggal kan yuli di rumah nya.


reno bukan nggak mau, tapi ia juga harus memikirkan ke depan nya kalau ia sendiri belum memiliki pemasukan bagaimana ia bisa memenuhi kebutuhan anak dan istri nya kalau pekerjaan saja tak punya.


ya memang lukis berani melakukan hal itu karena lukis sudah memiliki barbel shop cafe dan bengkel, dan sudah memiliki 5 cabang masing - masing. maka lukis berani melakukan hal itu, selain karena memiliki usaha ia juga tau bahwa lukis tidak mau kalau anwar masih mengharapkan renita, lukis berpikir bahwa renita hanya milik nya seorang.


🔅🔅🔅🔅🔅🔅🔅


berbeda dengan reno yang memikirkan masalah yuli yang ingin memiliki anak. sri dan feri sedang asyik - asyik merawat baby sarah yang super aktif.


" hallo, ya ada apa ren.? "


.....


" oh baiklah kamu bisa datang saja ke salon aku besok jam 8 . "


"....


" oke kembali kasih. "

__ADS_1


Feri menghampiri sri yang sedang bermain di teras sambil melihat kartun anak - anak. feri duduk di sebelah sri dan mengatakan kalau renita dan lukis akan menikah.


" ada apa mas.? " tanya sri


" tadi yang nelp renita dia mau menggunakan jasa kita untuk pernikahan nya bersama lukis. dan renita juga mengundang kita agar datang di acara pernikahan nya. " kata feri tanpa ada yang dia tutup - tutupi darinya


" alhamdulillah kalau lukis dan renita mau ke jenjang yang lebih serius. tapi kamu nggak apa - apa kan.? " tanya sri yang tau akan suasana hati feri saat ini. walau sri sudah 1 tahun hidup sama feri keduanya masih belum bisa melupakan cinta pertamanya.


" aku.??? emang aku kenapa. aku nggak masalah kalau mereka mau menikah, lagian aku sudah melupakan renita karena aku sudah bilang sama kamu bahwa aku sudah move on dan hanya mencintai kamu apalagi sekarang di tengah - tengah kita ada sarah. " sambil mendudukkan sarah di pangkuan nya


" yakin.? "


" kalau kamu nggak percaya ayok kita buktikan bikin adik untuk Sarah. " sambil mengedipkan matanya kepada sri


" ogah kamu aja yang mengandung dan melahirkan. " ketus sri


" kok aku, aku kan nggak bisa sayang. " rengek feri


" ya udah jangan minta adik, sarah aja masih kecil tau. " jawab sri


" iya sayang, udah jangan cemberut gitu dong. mana senyuman yang manis itu. " goda Feri


" iiihhh apaan sih mas, nggak malu apa sama sarah. " tersipu malu

__ADS_1


" nggak. " sambil ketawa karena lucu sama tingkah istrinya


__ADS_2