Bukan Salah Takdir Kita Harus Berpisah.

Bukan Salah Takdir Kita Harus Berpisah.
Mantan


__ADS_3


ini visual heri.


pagi pun tiba. sudah 3 bulan renita tidak ketemu bahkan nomor handphone heri pun tak aktif. renita hanya menyesal belum sempat meminta maaf secara langsung. setelah siap semuanya renita buru buru berangkat sekolah. sampai pinggir jalan sambil nunggu angkot lewat. renita melamun sampai ada sautan yang bersiul terdengar di telinganya seketika ia sadar.


suuttt suutttt


renita mencari ke sana ke mari. dan akhir menemukan seseorang yang tak lain adalah heri. renita mendadak diam. sampai akhirnya heri ada di depannya.


" ayo naik.?? "


" emang gak akan telat kalau kamu nganter aku dulu.? " tanya renita. karna dia tau jarak sekolahnya berlawan arah dengan ku


" nggak. ya udah ayo naik.! "


renita pun naik ke motornya heri. ragu ragu renita pegang pinggangnya apa tidak. dan pada akhirnya memilih tidak. karna renita merasa dirinya tak pantas untuknya.


" ren, gimana kabar nya.? "


" alhamdullah baik. kamu sendiri gimana kabarnya.? "


" baik juga. "

__ADS_1


" syukur lah. her., maaf. "


" udah gak usah di bahas. udah sampe nih. "


" makasih her, hati hati di jalannya ya. "


" iya. "


sakit. itu lah yang di rasakan renita. dulu begitu hangat dan nyaman. tapi kini berbeda, terasa canggung dan aneh sekali. ada sedikit menyesal tapi mau gimana lagi, nasi sudah menjadi bubur. kini yang tersisa tinggalah kengannya saja.


Beberapa jam kemudian renita bersiap siap untuk pulang sekolah. tapi yuli nyamperin renita. untuk sekedar bermain di rumah nya. karna hari ini malam minggu. jadi yuli ajak renita bermain agar sekalian di ajak bermain ke pasar malam harian. karna setiap hari slalu ada pasar malam di beberapa daerah lain nya. dan sekarang malam gilirin di bagian daerah yuli. renita pun mengiyakan ajakan yuli. itung itung refresing lah.


" ren, main yuk ke rumah gue.? "


" ya main aja lah. itung itung ngilangin mumet di kepala. ada pasar malam juga lho. ntar sekalian kita main ke sana yuk. " ajak yuli


" ya udah yu. "


mereka pun keluar dari kelas menuju gerbang sekolah. karna sekolah yuli dan sekolahnya lumayan dekat. jadi yuli hanya jalan kaki sama temen temennya yang lain. sambil berjalan renita dan yuli ngobrol.


" ren, lukis masih nanyain kamu. "


" terus kamu bilang apa.?. "

__ADS_1


" dia sebenarnya masih sayang sama kamu. dan nanyain nomor handphone mu. "


" jangan di kasih. aku gak mau kontekan dulu sama dia. lagian aku juga udah punya kekasih. "


" kasian tau. dia sayang banget sama dia. sebenernya bukan aku yang minta kamu main ke rumah aku. tapi luki, maaf ya ren. kalau aku berbohong sama kamu. aku gak tega nolak permintaan dia sih. " jawab yuli merasa bersalah


" ya udah gak apa apa yul, jangan merasa bersalah gitu. aku juga biasa aja. "


" beneran gak apa apa nih.? aku gak enak aja sama kamu. "


" iya. ya udah tenang aja sih. ya lumayan lah sambil Ngelurusin kenapa aku sama dia harus memilih mengakhiri hubungan ini. "


" ya coba kamu ngobrol sama dia. alasan kamu ninggalin dia kenapa. agar dia tidak penasaran. "


akhirnya mereka pun sampai di rumah yuli. dengan keringat membasahi tubuh nya. karna teriknya matahari ☀ yang sudah tinggi. bergegas yuli menyiapkan air minum dingin ke renita. karna tenggorokan mereka merasa haus.


" mau minum air dingin nggak.? " tawar yuli


" mau lah. sumpah kamu kuat banget tiap hari jalan kaki. salut aku sama kamu yul. " ..


" ya mau gimana lagi. mereka semua memilih jalan kaki. ya hitung hitung olahraga lah "


" yaps bener sekali. "

__ADS_1


mereka pun memilih istirahat sejenak. karna badan mereka yang merasa lelah.


__ADS_2