
matahari kini sudah mulai menyinari alam, dan masuk ke dalam kamar di mana dua Insan di mabuk asmara. tidur sri terusik karena sinar matahari yang begitu terang. sri mulai sedikit demi sedikit membuka mata nya dan melihat sekeliling kamar nya yang merasa berbeda. lalu ia menoleh ke kiri dan kanan ternyata di sebelah kanan nya ada seorang pria yang sedang memeluk dirinya erat. wajah nya yang damai dan sejuk jika sedang terlelap tidur menambahkan ke gantengnya.
sri mulai menyentuh wajah yang kelihatan lelah itu. tak di sangka ia akan memberikan dirinya kepada pria yang mencintai dirinya tapi dirinya tidak bisa membalasnya.
sri sadar bahwa dirinya juga yang salah, dan bukan sepenuhnya salah om feri. kenapa sri tidak berteriak atau marah. karena marah atau pun menangis tidak akan mengubah dirinya kembali seperti dulu. nasi sudah menjadi bubur, takkan bisa kembali lagi. menyesal pun percuma mungkin ini takdir yang harus sri jalani dan melupakan cintanya sama rama.
om feri merasa terusik oleh sentuhan tangan sri. ia lalu membuka mata nya. pemandangan pertama kali yang di lihat nya adalah wajah cantik yang selalu mengisi di kepala nya. kini ada di samping nya ia menatap sri yang tak sadar bahwa dirinya di perhatikan setiap gerakan tangan nya. entah apa yang dipikirkan nya saat ini hanya sri yang tau.
sri mulai sadar bahwa orang yang ada di sampingnya sudah bangun dari tidur nya. tapi dia juga menyambut nya dengan senyuman hangat.
" om udah bangun.? "
" sudah saat kamu melihat wajahku ini. apa kamu menyesal sri.? " tanya om feri penasaran
" menyesal pasti om, tapi mau gimana lagi. semuanya sudah terjadi dan takkan kembali seperti dulu, kini aku hanya bisa menjalani semua ini dengan pasrah om. dan harus siap menanggung resiko nya sendiri. " tak di sangkan dirinya akan seperti apa nantinya.
" aku akan melamar mu dan datang ke rumah orang tua mu. untuk mempertanggung jawabkan semua ini. bukan hanya tanggung jawab tapi aku juga mencintaimu sri. apa kamu mau menerima lamaran ku.? " penuh harap
" tapi maaf om, saat ini aku belum mencintai om. aku perlu waktu om. " merasa tak enak walau om feri mau tanggung jawab
" kalau belum dicoba mana Tau sri. please om mohon kali ini saja kamu menerima om untuk jadi pendamping kamu. apa lagi kalau sampai kamu hamil anak ku, apa kamu nggak kasihan jika anakmu lahir tanpa seorang ayah.? " sambil mengelus perut sri yang masih rata, ia yakin bahwa benihnya akan tumbuh di rahim sri
" baiklah jika itu yang terbaik buat kita. sri akan coba menerima om tapi apa om nggak malu menikah sama sri yang tak punya apa - apa dan masih ABG sedangkan om sudah dewasa. apa kata temen - temen om.? " karena mengingat usia mereka berbeda 10 taun. sri yang baru menginjak usia 16 tahun.
__ADS_1
" tak masalah bagiku yang terpenting orang yang om cintai bisa nerima kekurangan om. dari dulu saat kamu melayani ku di karoke om sudah menaruh hati sama kamu. cinta bisa datang kapan saja jika kita sudah nyaman sama pasangan kita. terima kasih kamu mau nerima om walau kamu tau om lebih tua dari mu. " dalam hati feri ia takut kalau sri akan mencari pria lain melihat dirinya masih muda
" kita coba saja om, dan aku rasa sri juga mulai nyaman saat deket sama om. apa lagi waktu malam sri mau jauhi om hati sri merasa sakit dan kehilangan om. " jujur sri
" apakah itu artinya kamu mau membuka hatimu untukku.? " penuh harap
" iya om, sri nerima om dan akan mencoba mencintai om. "
feri langsung memeluk sri. karena dia bahagia sri mulai mencintai nya dan membuka hatinya. sri pun tak kalah memeluk om feri. dalam pikirnya mungkin ini yang terbaik dari pada ia mengharapkan cinta yang tak pasti akan cintanya diterima atau terbalaskan. lebih baik ia di cintai dari pada ia harus mencintai.
mereka bangun dari tidur nya dan mandi secara bergantian. karena itu keinginan sri, sri mandi lebih dulu sedangkan feri melihat jadwal kerja nya. ia slalu membuat jadwal kerja sendiri karena dia tidak ingin ada masalah yang akan membuatnya pusing sendiri.
selesai mandi sri keluar dengan pakai lengkap dan duduk di meja rias feri. feri yang melihat sri selesai mandi ia bergegas menghampiri sri dan memeluk sri dari belakang sambil mencium tengkuk leher nya.
" sebentar saja, om masih ingin seperti ini sama kamu. boleh om minta sesuatu.? " tanya om feri
" emang om mau nanya apa.? "
" boleh kamu rubah panggilan kamu. misalnya kamu panggil aku mas atau apa ke.? " pinta feri
" ya udah jika itu mau om. mulai sekarang aku panggil om dengan mas saja ya.? "
__ADS_1
" makasih sayang. I love you. " bisik om feri di telinga sri
" love you to mas, sekarang mas mandi setelah itu kita sarapan bareng. dan aku harus segera pulang mas, takut yang di rumah nyariin. " minta sri
" iya sayang, aku mandi dulu. " berlalu dan mencium sekilas bibir sri. sedangkan sri hanya geleng kepala melihat kelakuan mas feri yang seperti itu.
lantas sri pergi menuju tempat dapur dia melihat isi kulkas ada yang bisa di masak atau tidak. tapi sayang ternyata di kulkas tidak ada isinya hanya roti dan susu. ia menyiapkan roti serta susu saja untuk sarapan. dari pada dia kelaparan.
selesai mandi feri menuju dapur ia melihat sri sedang memakan roti dan susu sambil memainkan ponselnya.
" katanya mau masak sayang.? " tanya feri yang duduk di sebelas sri di meja makan
" di kulkas hanya ada ini aja, dari pada kita kelaparan. " jawab sri
" maaf sayang, aku nggak tau. karena aku nggak biasa masak. "
" nggak apa-apa. mau susu apa bikin kopi atau teh.? " tawar sri
" susu saja, udah kamu jangan repot - repot. "
" baiklah. setelah ini aku pulang ya.? "
" nanti aku yang anterin kamu. sekarang kita sarapan dulu setelah itu kita ke tempat kerja aku dulu baru antar kamu pulang. " ajak feri
__ADS_1
" ya udah, cepat sarapan mas nya. "
" iya sayang. "