Bukan Salah Takdir Kita Harus Berpisah.

Bukan Salah Takdir Kita Harus Berpisah.
Bandung


__ADS_3

sudah 2 minggu dari kejadian di mana lukis dan renita bertengkar dan memilih mengakhiri hubungan nya. tapi itu tidak berlaku bagi lukis karena dia merasa emosi sesaat saja tidak beneran adanya. tapi bagi renita itu adalah serius dan menyakitkan bagi nya. mau tidak mau dia harus terima keputusan lukis, dan kini renita pun memilih pergi dari lukis bahkan tidak 1 sekolah dengan lukis walau berbeda jurusan nantinya tapi pasti akan bertemu dengannya dan itu membuat dia sakit nantinya kalau lukis memiliki pengganti yang lebih baik dari nya tak akan sanggup jika itu terjadi padanya. berbeda dengan lukis dari pertama dia sekolah., dia terus mencari keberadaan renita tapi tak kunjung ketemu juga. saat di kanti dan kumpul dengan temen - temen nya, yuli memberikan amplop pada lukis yang ternyata itu surat dari renita. lukis pun menerimanya dengan tangan dan hati yang tak karuan.


" lukis, ini ada titipan surat dari renita. dan kalau kamu nanya kenapa tidak langsung renita yang kasih. karena dia sudah pergi dan tidak sekolah bareng sama kita. " ucap yuli tak enak


" kenapa dia harus pergi dan tidak pamit sama gue dulu.? " emosi menahan marah


" gue gak tau lukis, gue juga nanya sama dia. tapi dia hanya jawab tolong kasihkan ini sama lukis, saat gue tanya kenapa dan mau ke mana jawaban nya ada di surat itu. lantas dia berpesan pada gue kalau surat itu buat lho untuk di kasih langsung dan salam sayang untuk mu. gue juga bingung mau bilang apa lagi karena dia buru - buru pergi dari rumah gue. " jawab jujur yuli


lukis tidak menjawab ucapan yuli, lukis hanya berjalan dengan perasaan tak menentu . apakah ini salah nya yang kasar sama renita dan menyangka kalau dirinya memutuskan Renita. sesaat dia menyesal telah berkata seperti itu dia tidak bermaksud menyakiti perasaan renita. sesampai dia di bangku belakang sekolah lukis duduk lemas sambil memegangi surat itu. dengan hati yang gundah lukis membacanya,


*assalamu'alaikum


hai lukis bagaimana kabarmu sekarang.? apa luka di wajah mu sudah membaik.? semoga kamu baik - baik saja ya. jangan lupa makan dan jangan telat makan lagi ya, mungkin nanti aku tidak akan bawel lagi sama kamu. karena sudah ada ganti nya, semoga kamu bahagia ya,


oh iya lukis, aku mau minta maaf karena tidak bisa menempati janji bahwa kita akan 1 sekolah lagi. tapi aku ingkari karena aku belum sanggup untuk ketemu sama kamu atau melihat kamu bahagia dengan pilihan mu nanti pasti rasanya sakit banget jadi lebih baik aku menjauh saja.


aku memutuskan untuk pergi ke luar kota biar aku juga bisa lupain kamu, dan melupakan kebersamaan kita. maaf tidak ada maksud untuk melupakan kamu, tapi jika kamu memiliki yang lain otomatis aku tidak ada di hatimu lagi.


maafkan aku lukis, yang selalu buat kamu marah kesel dan emosi. berarti aku belum bisa jadi pacar kamu yang baik, aku hanya bisa menyakiti kamu saja,, maafkan aku juga yang tak bisa meminta maaf langsung sama kamu karena waktu kita terbatas oleh waktu. aku harus pergi karena kita kan mulai ospek SMA, sejujurnya aku mau kita tetap bersama seperti yang kamu harapkan memiliki anak dan menua bersama hingga janah tiba. tapi kini hanya tinggal ungkapan kata - kata saja dari mulut kita. jujur aku gak mau kamu jauh dan mutusin aku, karena kamu masih ada di hatiku rasa sayang dan cinta masih ada di hati. tapi kamu sepertinya tidak mau memaafkan aku lagi. aku sayang kamu lukis*.


kini lukis hanya diam dan menangis dalam diam. ini yang tidak di harap kan lukis, lukis hanya mau renita tetap usaha untuk mendapatkan maaf dari nya bukan yang seperti ini. dia mencoba menghubungi nomor renita tapi tidak di jawab. lukis mencoba kirim pesan tapi tak di balas, kini menyesal pun tak ada gunanya. sesaat dia teringat bahwa dia memasang GPS di hpnya agar sewaktu - waktu kejadian seperti ini dia tau di mana renita sekarang, lukis pun mencoba mengecek aplikasi di hp nya dan bener saja dia ternyata ada di bandung dan sedang di sekolah. dia akan coba menyusul renita di week and besok bagi nya ke bandung hanya membutuhkan waktu 3 jam dari rumahnya. lukis tidak mau kehilangan renita., baginya renita segalanya.


######


pagi telah datang, kini lukis siap - siap menyusul renita. sebelum menyusul renita, lukis cek gps nya terlebih dahulu ada di mana posisinya setelah tau lukis berangkat. dalam perjalanan lukis terus tersenyum memikirkan dia akan ketemu renita. dia berharap renita menyambutnya dengan senang, maka dengan terburu - buru lukis menjalankan motornya dengan cepat agar segera sampai di tujuan. dan akhirnya lukis sudah memasuki kawasan bandung pukul 9 pagi. dia kembali cek gps nya lagi, ternyata renita ada di taman kota tidak jauh dari posisi lukis berada dengan penuh semangat 45 . lukis menjalankan kembali motornya, sesampai nya di taman kota lukis memarkirkan motornya dan terburu - buru dia turun karena merasa tak sabar ingin ketemu renita. dia mencari ke sana ke sini tapi tak kunjung menemukannya dengan teliti melihat seluruh pengunjung dan akhirnya dia melihat renita tapi dengan seorang pria lukis mencoba maju perlahan agar dia yakin itu renita atau bukan. di rasa yakin itu renita lukis mengamati nya saja, dan perlahan mata renita dan lukis saling pandang. renita merasa sedang bermimpi apa betul lukis ada di sini atau tidak. tapi renita sadar ini bukan mimpi. dia langsung menepis tangan pria itu segara dia menghampiri lukis. tapi sayang lukis sudah tau ternyata dia ke sini hanya sia sia saja. renita sudah berpaling dari nya, segitu cepatnya dia melupakan lukis.

__ADS_1


" lukis. " panggil renita. lukis hanya tersenyum dan berbalik arah dengan cepat meninggal kan renita begitu saja. tanpa mau mendengarkan ucapan renita terlebih dahulu, dengan gerakan cepat renita menahan tangan lukis.


" kamu mau ke mana lagi, kenapa kamu pergi.? " tanya renita, dalam hati renita dia sangat senang bisa ketemu lukis kembali tapi sayang seperti nya lukis salah paham


" aku nggak mau ganggu kamu saja. " ucap lukis


" kamu tidak ganggu aku, lebih baik kita cari tempat duduk dulu.! " pinta renita dan lukis pun menurut saja. sampai di tempat duduk renita nanya kembali " kenapa bisa ke sini.? apa lagi liburan. " tanya renita


lukis tersenyum, justru dia ke sini bukan mau liburan tapi mau ketemu dengan nya. " iya liburan. " ucap lukis tak mau kalah


" oh, gimana kabar kamu dan yang lain nya.? " tanya renita kembali


" mereka baik - baik saja, dan kamu bisa liat juga aku baik. " ketus lukis


" syukur kalau kamu baik- baik saja. aku minta maaf kalau aku tidak bisa menepati janji kita akan sekolah bersama lagi. dan maaf juga aku sudah mengecewakan kamu. " lirih renita


" maaf kalau begitu. ya sudah kamu nikmati saja liburan kamu., aku permisi mau pulang duluan. " ucap renita lekas berdiri


" kenapa pulang, pacar kamu saja masih di sini. " ketus lukis saat renita akan beranjak pergi


" dia bukan pacar aku, dia sepupu aku. anak dari kakak bapak ku. jadi sudah jelas kan kalau aku bukan pacarnya, dia hanya menghibur aku agar aku tidak terus murung di dalam kamar. liat itu, pacar nya sudah datang. jadi ngapain aku di sini. " ucap renita dan segera berlalu. tapi di tahan lukis dan menarik tangan renita sehingga renita ada dalam dekapan lukis


" maafkan aku, aku kira kamu sudah melupakan aku dengan cepat. aku sengaja datang ke sini hanya mencari mu dan ingin mengajak kamu pulang. aku gak mau kamu jauh dari ku lagi, makanya aku nyusul kamu ke sini. aku masih sayang sama kamu please pulang lah sama aku. " pinta lukis


" kenapa kamu nyusul aku.? " jawab renita setelah lukis melepaskan pelukan nya

__ADS_1


" karena kita tidak pernah putus. " jawab lukis enteng


" bukan nya kamu bilang kamu tidak mau ketemu aku lagi dan meminta aku pergi.? " heran Renita


" aku nggak mau kamu nangis dengan melihat aku seperti itu dan maafkan kata kata ku dulu sama kamu. " sambil membelai wajah renita yang dia rindukan


" benarkan kamu tidak bohong.? "


" nggak sayang, sampai kapan pun kita tidak akan putus. malah kalau bisa aku pingin nikahin kamu secepat nya. " jawab lukis


" jangan bercanda, kita baru saja masuk sekolah. "


" nggak apa apa sayang kita tunangan aja dulu. nikah nya nanti setelah kita lulus oke.? " pinta lukis


" tapi apa kita akan mendapatkan restu lukis.? " cemas renita


" kamu percaya sama aku. setelah kita naik ke kelas 11 aku akan datang menemui kedua orang tua mu. jadi kamu jangan khawatir sayang. "


" kamu serius sama aku.? apa kamu tidak akan menyesal nantinya kalau kita nikah muda.? "


" nggak sayang, justru aku nyesel karena membiarkan kamu pergi sejauh ini membuatku frustasi saja. bahkan aku rela jauh" datang ke sini hanya ingin ketemu kamu. "


" makasih sayang, kamu mau memaafkan aku dan mencintai aku dengan sepenuh hatimu. "


" sama sama sayang, bagaimana kalau kita jalan - jalan saja. "

__ADS_1


" oke, kalau gitu kita jalan jalan ke mana pun kamu mau. " jawab renita semangat dan senang akhirnya dia bisa menyelesaikan masalah nya dengan lukis. lukis pun bahagia kini renita kembali lagi padanya dia berjanji ini yang terakhir dan tak akan dia ulangi lagi.


__ADS_2