
renita memandang bapa serta ibu nya itu, mereka tetap kekeh pada pendirian masing-masing. renita memilih untuk pergi saja dari rumah itu, cerita nya renita ke rumah itu mau main dan cerita sana sini tapi malah melihat mereka berantem mulu.
renita berjalan memasuki gang dan sampai di pinggir jalan. saat angkot lewat renita memberhentikan nya dan pergi menuju cafe lukis sebelum nya renita sudah mengirim pesan kepada ibu dan bapa nya agar kalau mereka lihat hp bisa tau.
🌵🌵🌵🌵🌵🌵🌵🌵🌵
Di kediaman rumah suci dan anwar mereka sedang menikmati sarapan, mereka makan nasi goreng buatan anwar. Karena anwar memang jago juga dalam hal memasak sama kaya reno lukis dan dirinya, mereka sangat menyukai makanan buatan anwar. Suci yang asyik menikmati sarapan tiba - tiba merasa khawatir dengan keadaan reno, pasal nya suci sarapan sambil berkirim pesan dengan reno. Suci yang tidak tau rumah serta makanan kesukaan reno, suci pun bertanya kepada anwar. Tapi setelah sarapan selesai karena ia merasa tidak enak kepada mamah dan ayah nya takut nya suci mengira kalau suci sudah memiliki kekasih.
" War, nanti selesai sarapan kamu keruangan kerja ayah ya. " Pinta ayah suci, sengaja ayah suci meminta anwar untuk memanggil dirinya dengan ayah karena ia ingin sekali memiliki seorang anak lagi tapi sayang nya sudah tidak bisa. Jadi ayah suci meminta untuk memanggil nya sama dengan suci dan istrinya juga tidak mempersalahkan nya.
" Iya ya, nanti anwar ke sana kalau sarapan nya sudah selesai. " Kata anwar mengiyakan nya
" Tentu kamu habis kan dulu sarapan nya. Kalau gitu ayah duluan ya. Mah nanti tolong bawain ayah kopi ya. " Pinta suaminya kepada istri nya
" Iya yah. "
Setelah di jawab istri nya ayah suci pun pergi meninggalkan meja makan, karena rasa penasaran mamah nya suci pun menanyakan hal tersebut kepada anwar, karena tidak biasa nya suami nya itu menyuruh anwar untuk ke ruangan nya di waktu libur pasti ada yang mau di sampai kan.
" Anwar, mamah mau nanya. " Kata mamah suci
" Iya mah, mau nanya apa.? " Tanya anwar
" Ayah kamu tumben sekali di waktu libur ngajak kamu ke ruangan nya, apa ada masalah di tempat kerja.? " Tanya mamah suci
" Tidak ada mah, semua nya baik baik saja. Mungkin ada yang mau di bicara kan soal kerjaan. " Jawab anwar dengan jujur karena anwar merasa tidak ada yang serius
" Ohh, ya sudah kalian habis kan sarapan nya mamah mau buatkan kopi buat ayah kalian. " Kata mamah suci yang sudah selesai dengan sarapan nya.
Setelah kepergian mamah nya suci melihat keadaan sekitar dirasa aman suci pun menahan anwar yang akan pergi dari tempat duduk nya untuk menanyakan soal reno.
" A tunggu bentar. " Kata suci agak sedikit berbisik
" Ada apa.? " Tanya anwar
" Mmm, a kalau reno itu udah putus beneran sama yuli.? " Tanya suci malu malu.
__ADS_1
" Kenapa emang nya.? Kamu suka ya sama reno.? Ayo ngaku kamu. " Goda anwar
" Iiihhh, aa mah siapa juga yang suka sama reno kan suci cuman nanya aja sama aa. " Kata suci yang malu karena merasa ketahuan
" Kalau iya juga nggak masalah ci, tapi aa cuman kasih tau aja. Sebaik baik nya kucing yang kita rawat kalau melihat ikan di lantai pasti kucing itu akan langsung makan ikan itu. Berbeda dengan kucing yang keliatan tidak terawat ketika dia lapar, dia akan memakan apa pun yang dia dapat kan tapi sulit menikmati makanan yang enak nanti nya. Jadi pandai pandai lah memilih pasangan, yang bisa menjaga harta dan martabat kamu sebagai seorang wanita. Jangan pernah mau kamu di rendah kan, aa bicara begitu karena sudah menyanyangi kamu sebagai adik aa sendiri. Kamu boleh mencintai reno tapi hanya satu pesan aa, jaga harga diri kamu. " Kata anwar tegas
" Iihh, aa kok jawab nya gitu banget. Iya suci juga tau kok batasannya nggak usah di jelaskan juga kali a. " Kesel suci sambil cemberut.
" Mmm, kalau makanan reno itu apa sih a.? " Tanya suci
" Nggak tau, yang jelas apa pun makanan nya dia slalu menghargai setiap makanan. " Kata anwar
" ohh gitu,. makasih ya a. " anwar pun pergi ke ruangan ayah suci.
setelah kepergian anwar suci pergi dari meja makan dan menuju kamar nya untuk mengambil tas. rencananya ia akan membeli bubur kesukaan dirinya barang kali reno juga menyukai nya. kebetulan tukang bubur langganan suci dekat dengan cafe lukis, dan setelah itu suci mengambil mobil nya untuk membeli bubur.
🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊🕊
sesampainya di cafe renita memasuki ruangan lukis, dan saat sampai di ruangan lukis ia tidak melihat lukis di mana pun bahkan mejanya saja masih bersih dan rapi . karena tidak mau su'udzon kepada suami nya lantas renita pergi keluar ruangan itu dan menanyakan kepada pelayan di sana.
" mba, liat suami saya nggak.? " tanya renita
" nggak mungkin mba, orang jelas - jelas suami saya sudah berangkat dari rumah pagi. masa sampai sekarang belum datang. " kata renita kesel
" maaf bu, emang bener bapa belum datang. apa mobil bapa atau motor nya ada di sini.? kalau ada mungkin bapa lagi di toilet bu. tapi kalau ada berarti bapa belum sampai, maaf bu kalau saya Lancang. " jawab karyawan lukis sambil menundukkan Kepala nya
" ya sudah, mba kembali saja bekerja. maaf kalau saya?? marah - marah sama mba. " kata renita yang tidak ?enak ??sama karyawan suami nya.
Renita menelpon lukis, dan saat di telpon hape nya tidak aktif. Renita tidak mau menyerah dan terus berusaha tapi tetap saja tidak bisa. tanpa terasa renita pun duduk di sofa dan menangis, mungkin bawaan ibu hamil pikiran pun selalu kalut dan curiga.
Renita ingat sesuatu bahwa ia memasang GPS di hape nya, ia menghapus air mata nya dan melihat handphone nya. saat di cek ternyata lukis berada di taman tidak jauh dari cafe nya, karena rasa penasaran renita pun pergi ke sana.
Dalam hati renita merasa dag dig dug tidak karuan ia berharap suami nya itu baik - baik saja dan dalam keadaan sehat wal afiat. karena dekat renita memutuskan untuk berjalan kaki sambil olahraga, saat sudah sampai di taman renita terus mencari keberadaan lukis.
renita sampai pada tempat di mana titik itu berada, dan saat pandangan renita mencari arah di mana suami nya berada. ia seperti mengenali punggung yang membelakangi nya, yaitu seorang laki-laki yang sedang duduk berduaan dengan seorang perempuan.
__ADS_1
Seorang wanita itu tidak sendirian ia bersama anak nya yang sedang bermain, saat anak nya terjatuh laki-laki serta perempuan itu menghampiri anak nya. renita yang melihat itu dada nya terasa sesak, ia melihat suami nya begitu perhatian dan menyanyangi anak laki-laki itu. dan saat lukis menggendong anak itu ia tidak sengaja melihat Renita yang mata nya sudah sembab karena menangis, lukis yang mengetahui itu renita merasa panik. karena ia mengatakan akan ke cafe tapi malah berduaan sama seorang perempuan.
Karena tidak kuat renita pergi atau lebih tepat nya lari dari sana. sungguh ia tidak menyangka kalau renita akan melihat pemandangan seperti itu. tanpa ia sadari ia sudah berlari jauh tapi lukis mengejar nya walau tidak bisa terjangkau.
" renita jangan lari. " teriak lukis yang merasa khawatir dengan kandungan nya. karena tidak terlihat lagi lukis pun berhenti dan menjambak rambut nya, dalam pikiran lukis Renita pasti salah paham lagi.
" bagaimana lukis, apa kamu berhasil mengejar nya.? " tanya wanita itu.
" nggak, dia susah di kerja. pasti dia bakal salah paham lagi sama kedekatan kita. " lukis merasa khawatir dan juga frustasi apa lagi melihat renita yang sedang hamil besar.
" sekali aku minta maaf, andai kita tidak bertemu pasti tidak akan seperti ini. tapi aku juga tidak tau kalau kita akan sengaja ketemu di sini, lebih baik kamu pergi ke rumah kamu barang kali dia pulang ke sana. " kata sri. ya wanita yang bersama lukis itu sri, mereka tidak janjian tapi tidak sengaja bertemu.
saat renita berlari dan sangat jauh ia merasa perutnya sakit, renita berhenti berlari dan memegang perut nya yang terasa sakit itu . renita tertunduk sambil memegang perut nya, karena tidak kuat ia pun berteriak meminta tolong.
" tolonggg, siapa pun tolong aku. " teriak renita
" tolong.. " teriak renita
dalam perjalanan nya suci terus tersenyum memandangi bubur yang tadi dia beli. saat melewati taman suci melihat seperti renita yang sedang duduk sambil memegang perut nya. suci pun berhenti dan membantu renita yang sedang kesakitan.
" kak renita, ya Allah kak. tolong Tolong tolong " teriak suci karena dia panik melihat renita yang kaki nya mengeluarkan darah
" kenapa mba.? " tanya bapa bapa yang membantu suci
" kakak saya kesakitan Tolong bawa ke mobil. " pinta suci
Mereka yang menolong suci pun membantu membawa Renita ke dalam mobil, setelah masuk suci pun membawa renita ke rumah sakit. dalam perjalanan suci akan menelepon lukis tapi di halangi oleh renita.
" kak, kak renita kenapa bisa sampai kaya gini. aku telepon k lukis ya. " kata suci sambil panik
" jangan. " teriak renita
" lho kenapa kak.? dia kan suami kakak. " heran suci saat suci akan menelepon lukis tapi di larang oleh renita.
" pokoknya jangan, kamu telpon Yeni atau rita saja. aduhhh. " keluh Renita
__ADS_1
" iya kak, nanti kalau kita sudah sampai rumah sakit. " suci pun memacu mobil nya dengan cepat karena takut Renita kenapa napa.
tidak begitu lama kedua nya sampai di rumah sakit, renita yang akan di bawa ke ruangan bersalin pun berpesan kepada suci agar tidak memberitahu kan keluarga serta lukis dengan memohon kepada suci. jika suci tidak berjanji ia tidak mau di bawa ke ruangan bersalin, dengan terpaksa suci pun mengiyakan nya