Bukan Salah Takdir Kita Harus Berpisah.

Bukan Salah Takdir Kita Harus Berpisah.
acara perpisahan


__ADS_3

pagi hari semua makhluk telah bangun dari mimpinya. dan akan melaksanakan tugasnya masing - masing, tak lupa dengan renita ia begitu cantik dengan pakaian yang kemarin lukis belikan. dalam pikiran renita apakah lukis akan marah kalau dia tau renita seperti ini.? entah lah gimana nanti saja. di depan cermin renita terus tersenyum tidak percaya bahwa dia secantik ini. di rasa sudah cukup renita pamit pada bibi nya, dan berjalan sendiri menggunakan angkot seperti biasanya. dalam angkot renita terdiam karena banyak yang melihatnya, dia begitu risi. tak lama angkot pun sudah sampai di depan sekolah renita., renita menyebrang jalan dan di sana sudah ada temen - temen renita.


" hai semua nya, kalian sangat cantik sekali. " puji renita


" astaga, ini bener kamu renita.?? " jawab rita


" iya lah aku, emang siapa lagi.? " balas renita


" pantas saja si lukis cinta mati sama kamu ren.? ". jawab sri


" emang kenapa.?? apa da danan aku terlalu menor ya.?? atau tak cocok. " panik renita


" kamu itu cantik b. g. t. kamu juga natural banget dan simpel. tapi apa lukis tak terpesona sama kamu.? apa kamu belum ketemu sama dia.? " tanya rita


" belom, emang kalian liat dia nggak.? " tanya renita


" sepertinya dia sudah di dalam. cepetan kamu susul dia, sebelum ada yang nempel hahaha. " canda rita, semuanya tertawa


" iya aku ke dalam dulu ya. bye ketemuan di dalam ya.! " ajak renita


" ok. " jawab semuanya


renita mencari keberadaan lukis, sedangkan orang yang di cari sedang di kelas bersama temen - temen lukis. karena lukis susah di ajak ngobrol dan jalan semenjak dia punya usaha sendiri.


" selamat bro, akhirnya kita lulus juga. sebentar lagi sudah menjadi abu - abu bukan biru lagi. iya nggak.? " tanya reno


" betul banget bro, dan pastinya kita masih bisa bersama karena kita masih satu sekolahan. walau kita tidak tau apa 1 kelas lagi atau tidak yang pastinya gue seneng banget." jawab anwar


" tak terasa ya, kita sudah tiga tahun sekolah di sini, susah senang di hukum apa- apa bareng. kangen gue nantinya. " lirih rama


" masa mantan playboy sedih sih, gak etis banget gue liatnya. " ejek anwar


" gue sedih karena masa kebersamaan kita, bukan karena playboy gue kali, gue sedih aja secara 3 tahun kita bersama, dan sebentar lagi kita berpisah, gue harap kita akan tetep bersama kaya gini. ya walau pun kita tidak sekelas tapi gue harap di luar masih tetep kaya gini. " imbuh rama

__ADS_1


" tenang saja, jika kalian kangen sama kita. kita tinggal nongkrong saja di cafe gue, kalau pun di sekolah nanti kita tidak sekelas yang pasti kita ketemu di kantin kan.? udah gak usah begitu kali bro. " jawab lukis sambil menepuk pundak rama


" nah betul tuh kata si lukis. jangan baper gitu. lebih baik kita cari cewek saja kalau di sini ntar jadi bak nyamuk lagi. " sindir reno


" emang kenapa kalau kita di sini. kan hanya kita saja.?" jawab rama


" tuh liat siapa yang datang. bidadari men. " kagum anwar. dan semuanya melihat ke pintu kelas ternyata renita yang datang. mereka kagum dan terpesona melihat renita yang begitu cantik termasuk lukis.


" eh, lagi kumpul ya.? maaf ganggu kalian, kalau gitu aku nanti aja. " renita melangkah pergi tapi reno buka suara sehingga renita tidak jadi pergi


" renita, kamu di sini saja. kami yang akan pergi karena kita sudah selesai, kamu liat yuli nggak.? " tanya reno. karena reno kekasih yuli


" dia masih di depan gerbang nungguin yang lainnya. " jawab renita


sebelum mereka pergi, reno bisik sesuatu sama lukis. " kesempatan bro, tapi awas ke bablasan sob. " imbuh reno sambil tersenyum


" duluan renita. " jawab semuanya


" iya silahkan " ucap renita




" cantik. " ucap lukis berbisik di telinga renita


" makasih. " seraya menunduk ia tak kuat liat sorot mata lukis


" kenapa nunduk.? liat aku sayang.! " sambil mengangkat dagu renita dengan jari telunjuk nya


" aku... aku malu sama kamu. kenapa kamu liat nya begitu.? " tanya renita penasaran


" karena kamu cantik sekali hari ini, aku tidak rela kamu di liat orang lain sayang. " jawab lukis

__ADS_1


" ih kamu mah, jangan bercanda kaya gitu. " sambil memukul lengan lukis


" aw sayang sakit, aku serius. lebih baik kita di sini saja sampai acaranya di mulai. " menarik tangan renita dan duduk di bangku kursi tapi renita tidak duduk di kursi melainkan di pangkuan lukis


" lukis, jangan kaya gini. malu kalau di liat orang apa lagi sama yang lain. " ucap renita yang posisinya sangat tak enak


" gak apa apa sayang sebentar saja. toh aku gak macam - macam sama kamu. aku hanya ingin memeluk kamu seperti ini saja. "


" iya, tapi biarkan aku duduk di kursi. jangan di pangkuan mu gak enak di liat temen - temen kita. " paksa renita tapi susah untuk dia lepas


" please sayang, sebentar saja. kita lepas rindu dulu. baru kita keluar sayang. janji 5 menit lagi oke. " ucap lukis meyakinkan renita. renita tau kalau sudah kaya gini pasti susah untuk lepas karena bakalan sia - sia saja. ia pun hanya pasrah.


" sayang kenapa diam saja.? " tanya lukis sambil memeluk erat pinggang renita


" ya mau gimana lagi, pasti kamu bakalan kekeh tak akan lepasin aku. " kesel renita


" salah kamu sendiri kenapa hari ini kamu cantik sekali.? " jawab lukis tak kalah kesel karena baginya ke cantik kan renita hanya untuknya


" aku kaya gini, biar kamu gak cari yang lain atau genit sama yang lainnya. gak dandan saja kamu sudah lirik yang lain. " marah renita


" hei sayang, sudah jangan bahas itu mulu, lagian itu kan hanya deket juga karena temen kamu. ngobrol juga se adanya saja. kan ada kamu juga ?? aku duduk juga sebangku berdua dengan mu." jelas lukis


" tapi kan sama saja kamu suka kan sama dia. " balas renita


" astaga sayang. suer aku gak ada niatan bikin kamu cemburu atau tertarik sama dia. kamu aja cantik begini. " tak kalah jawab kesel dari renita


" tau ah, aku mau pergi saja.! " karena tak nyaman


" pergi kemana.? aku tak akan biarin kamu pergi lagi. " jawab lukis


" aku mau ke depan sama yang lain nya lukis " kesel renita yang tak mau lepas


" nggak, kamu di sini saja. kalau ke depan juga harus sama aku. ! " posesif nya muncul

__ADS_1


" ya udah ayok kita ke depan, jangan di sini terus.! " akhirnya renita bisa bernafas juga, tapi tetap saja tangan lukis masih nempel di tubuhnya tapi renita biarkan saja. toh tidak melanggar batas nya


__ADS_2