Bukan Salah Takdir Kita Harus Berpisah.

Bukan Salah Takdir Kita Harus Berpisah.
kejujuran tak menyakinkan


__ADS_3

Di tempat heni dan dede mungkin sedang asyik asyik nya, tapi di tempat yuli yang baru bangun mencari dede ke sana ke mari tapi tidak menemukan nya. Mungkin dia sudah berangkat kerja pikir yuli, yuli mengambil minuman dingin dan meneguk nya sampai habis.


Yuli melakukan hal sama dengan dede, setelah minum ia duduk di kursi. Lalu mengelus perut nya yang besar, yuli aneh perut nya sudah besar seperti akan melahirkan padahal baru nginjak 8 bulan. Ia pun sering merasa mulas tapi tak pernah sering, karena yuli belum paham akan soal kandungan.


" Sayang, sebenarnya kamu anak siapa.? Anak ayah dede atau ayah reno.. " Tanya yuli kepada anak nya dalam perut


Tiba tiba ia teringat reno, sungguh dia ke pingin melihat reno dan ingin di elus - elus oleh reno. Tapi ia malu karena dia sudah menyakiti nya terlalu dalam, yuli bergegas mandi dan akan datang ke salon lukis. Tapi dia akan melihat reno dari kejauhan saja, sungguh dirinya merasa malu dan tak pantas.


Dengan penuh nekat dan keyakinan nya, yuli dengan cepat kilat mandi . Ia tak mau kalau sampai anak nya ileran karena tak bisa memenuhi keinginan anak nya itu.


Selesai dengan acara mandi nya, yuli memilih pakaian ibu hamil yang kekinian. Tak lupa ia memoles wajah nya dengan tipis serta lipstik tak mencolok. Di rasa sudah pas dan tak ada yang ke tinggalan, ia memesan ojek online.


Yuli berangkat dengan di antar ojek online, sambil mengelus perut nya yang udah besar itu ada rasa kangen terhadap reno. Tapi ia tepis jauh jauh rasa itu, ia tak mau egois lagi ada hati yang harus ia jaga.


Sesampainya di tempat itu, yuli berdiri tidak jauh dari cafe lukis. Ya reno sedang kumpul sama lukis renita, anak kecil serta reno yang memangku nya.


Reno terlihat bahagia dengan anak kecil itu, sedang kan lukis dan renita yang Sedang berduaan saja.


Ada rasa tak suka melihat reno bahagia dengan yang lain, ia mengelus perut nya tak lama air mata nya mengalir begitu saja. Andai ia berada di tengah tengah itu.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Di tempat lukis renita dan reno, sedang menikmati kebersamaan nya. Tapi ada satu pemandangan yang membuat renita menajamkan matanya.


Ya tak salah lagi ada seseorang yang melihat kebersamaan nya itu, tapi seperti renita mengenalinya.


Renita yakin ia tak salah liat kalau itu yuli, tapi kenapa dari kejauhan melihat nya.? Kenapa tidak menyapa saja. Pikir renita


Karena gatal mulutnya, ia berbisik kepada suami nya bahwa ada yang mengawasi kita dan itu adalah yuli.


" Sayang coba kamu liat ke arah punggung reno yang ada pohon nya. Kalau tidak salah itu yuli. " Pinta renita dan di anggukan oleh lukis


" Aku mau ke sana, siapa tau ada yang mau ia bicarakan. Kamu perhatikan reno jangan sampai ia melihat nya, aku takut dia sakit hati dan marah. " Lukis hanya tersenyum dan menjawab dengan anggukkan lagi


Renita pergi ke dapur milik cafe lukis, ia sengaja mengambil jalan belakang. Takut nya yuli akan kabur jika melihat dirinya menghampiri yuli.


Yuli kaget ketika ada yang menepuk pundak nya, saat berbalik badan ia tak menyangka kalau renita mengetahui dirinya ada di sini.


" Re Renita. " Ucap yuli terbata bata

__ADS_1


" Ya ini aku, kenapa kamu di sini. Kenapa nggak ke sana aja. " Kata renita


Tapi yuli hanya nunduk saja tak berani melihat renita. Karena dia merasa salah atas sikap yang ia berikan kepada renita.


" A aku hanya lewat saja. " Yuli gugup


" Kalau memang ia kenapa kamu gugup, oh ya bagaimana kandungan kamu.? Sehat sehat aja kan. ? Seperti nya kamu akan melahirkan, bukan nya masih lama ya.? " Tanya renita


" A a a anu, mungkin dia akan lahir prematur. Ya prematur. " Ucap yuli


" Jujur aja, lebih baik kita duduk di sana aja. Kasian kalau berdiri terlalu lama. " Kata renita dan yuli pun nurut saja.


" Nah sekarang kamu cerita sama aku ada apa. Nggak usah bingung dan takut kalau kamu mengira aku bakalan balas dendam. Kamu yang sudah membuat aku bersatu sama lukis, mungkin tanpa kamu aku nggak akan seperti ini. " Kata renita


" Aku malu sama kamu Renita. Kamu terlalu baik buat aku, aku tak pantas berteman sama kamu. "


" Semua manusia tak luput dari dosa, maka dari itu kamu jangan merendahkan dirimu bahwa kamu paling berdosa. Coba kamu cerita, siapa tau aku bisa membantu kamu. " Pancing renita


" Jangan malu, ingat kamu lagi hamil jangan sampai karena ada yang mengganggu pikiran kamu berakibat sama kandungan mu. " Ucap Renita


Huhhh


" Apa.???? Jadi kamu sering melakukan itu.? " Tanya renita tak percaya


" Ya, aku rela semuanya reno ambil asal aku tidak di tinggal kan oleh nya. Tapi saat keluarga ku berantakan karena ayah ketahuan selingkuh, aku merasa sendiri tak ada yang peduli. Semuanya hanya memuji mu dan tidak ada yang mau melihat ku kecuali reno. "


" Kenapa kamu nggak cerita sama kita kalau kamu butuh teman. Kita sudah berteman sejak lama tapi kenapa kamu baru bilang. " Kata Renita yang aneh terhadap yuli, padahal dia slalu ada buat aku tapi saat dia lagi teman dirinya tidak ada untuk nya


" Maaf karena pikiran ku saat itu lagi buntu. Dan sampai lah dede datang mengisi ruang hati yang sedang gundah, karena reno sibuk kerja maka aku menganggap kalau reno tak perhatian lagi. Sampai saat nya reno datang ke rumah melihat aku dan dede berciuman di depan rumah. "


" Astaga yuli, reno kerja itu bukan tak sayang sama kamu atau tidak perhatian lagi. Tapi dia ingin mengumpulkan uang agar impian kamu menikah megah itu tercapai. Bahkan reno sudah memiliki kendaraan sendiri, astaga aku nggak tau lagi mau bicara apa. " Ucap renita tak mengerti dengan pikiran yuli


" Aku datang ke sini karena aku ingin sekali dia mengelus perut ku, menemani saat aku tidur dan lahiran nanti. Jujur aku nggak tau ini anak siapa, karena perkiraan aku akan lahiran bulan ini. Sedang kan aku dan dede melakukan itu beda beberapa minggu. " Kata yuli menunduk sambil menangis


" Ya allah yuli, kalau menurut aku ini anak nya reno. Karena reno sempat sakit waktu itu seperti aku yang lagi ngidam dulu. Sebaiknya kamu beritahu reno tentang hal ini, . "


" Jangan.!!! Aku yakin dia tidak akan percaya. Kalau gitu aku pergi terima kasih sudah mendengar kan cerita ku ini. "


" Ayok ikut aku ke sana, apa mau anak kamu ileran karena tidak merasakan sentuhan tangan reno. "

__ADS_1


Yuli hanya menggelengkan saja.


" Ya udah ayok ke sana. "


" Aku takut reno akan marah . "


" Kita nggak tau kalau belum mencoba nya. "


Yuli pun pasrah saat renita kekeh ingin mengajak yuli ke cafe lukis. Sedang kan reno masih asyik dengan nathan, seolah tau isi hati istrinya lukis membawa nathan kepangkuan nya. Setelah dekat renita memanggil reno, hati yuli deg deg kan takut akan amarah reno. Sedang kan reno yang tidak tau bahwa ada yuli di belakang nya segera berbalik, saat berbalik reno biasa saja. Seolah-olah dia tidak kaget, reno akan pergi dari sana tapi di cegah oleh renita.


" Mau ke mana.? "


" Ke salon, seperti nya salon ramai. "


" Tunggu, ada yang ingin aku bicara kan sama kamu. "


" Bicara apa lagi renita, semua nya sudah jelas. Sekarang dia sudah jadi istri orang lain. " Ketus reno


" Ya memang dia sudah jadi status istri orang, tapi tak ada bekas mantan ayah. " Sahut renita yang sukses membuat reno kepo


" Maksud nya.??? " Tanya reno


" Sini tangan kamu, dan kamu yuli sini. " Yuli maju dan renita meletakkan tangan reno di perut yuli.


Saat tangan reno menyentuh perut yuli, bayi yang di kandungan yuli bergerak aktif seolah tau bahwa itu ayah nya yang menyentuh.


Reno kaget, ada desiran aneh dalam tubuh nya. Tapi reno membuang perasaan itu jauh jauh, karena tak mungkin ia hamil anak nya.


" Kamu merasakan nya kan.? " Dan di anggukkan oleh reno


" Ada dua pertanyaan dalam diri yuli. Ini anak kamu, atau anak dede.?? Tapi dari hasil yang aku liat dan kamu pernah sakit seperti orang hamil. Aku yakin dia anak mu, tapi dari kita menduga duga kita bisa melakukan dengan cara tes DNA. " Dan di jawab anggukkan oleh yuli


" Baiklah aku akan menunggu anak ini lahir, tapi bagaimana jika suami kamu tau kalau ini bukan anaknya.? " Ada perasaan takut jika bener ini anak nya, takut akan di perlakukan tak adil


Yuli bingung harus melakukan apa, dia hanya bisa menangis. Reno yang melihat itu tidak tega segera memeluk nya, ia khawatir jika anak nya sampai kenapa napa.


" Sudah jangan menangis, jika memang dia anak ku. Aku akan tanggung jawab bahkan jika perlu menikahi mu, aku akan lakukan. "


" Nggak, aku tak pantas untuk mu. Jika hanya untuk bertanggung jawab, bertanggung jawab saja sama anak mu. " Yuli pun pergi meninggalkan lukis renita dan reno.

__ADS_1


__ADS_2