Bukan Salah Takdir Kita Harus Berpisah.

Bukan Salah Takdir Kita Harus Berpisah.
Deri


__ADS_3

hari ini sudah 1 bulan renita sekolah. dan hari ini week and, renita melaksanakan lari pagi setelah shalat subuh, karena sangat sehat bagi tubuh dan membuat kita tetap hot.


saat mengelilingi lapangan dia tidak sengaja bertemu dengan kakak kelas waktu dia masih sd. renita kelas 2 sd sedangkan kakak kelasnya kelas 3 sd. dia begitu mengagumi kakak kelasnya, bahkan renita sempet deket sama dia. tapi sayang cinta monyet bertepuk sebelah tangan, saat mengingat itu renita kembali melakukan larinya. karena baginya itu terlalu sakit untuk di ingat, saat baru beberapa berlari tangannya di tarik oleh seseorang dan renita belom menyadari seseorang itu siapa karena dia masih syok. dan sampai lah renita dan pria itu di tempat sepi tidak orang sama sekali karena renita di bawa ke rumah kosong.


" hai sayang kita ketemu lagi ya. sudah lama kita tidak bertemu.? " ucap lelaki itu


" kamu??? ngapain kamu narik aku ke sini. aku mau pulang. " marah renita


" jangan marah - marah. Aku tidak akan ngapa-ngapain kamu. Aku hanya ingin ngobrol dan bertemu kamu saja. "


" Buat apa kita ngobrol dan bertemu. Tidak ada guna nya lagi kita bertemu. Ingat kamu sudah berkeluarga bahkan sudah punya anak deri. " Jawab renita dengan kesel nya. Lelaki itu deri, yang sudah ninggalin renita.


" Aku hanya minta maaf sudah nyakitin kamu. Tapi jujur aku masih sayang sama kamu. Aku nyesel sudah Menyia-nyiakan kamu, tapi di hati aku masih ada nama kamu. Aku juga nggak mau hubungan kita harus berakhir kaya gini, itu juga terpaksa. "


" Terpaksa tapi menikmatinya kan.?? Jangan salahkan takdir mu. Mungkin ini yang terbaik buat kita. Aku sadar diri, kita memang berbeda. Pantas nya kita hanya menjadi keponakan dan om saja bukan menjadi kekasih. Aku sudah memaafkan mu dan juga aku sudah mengikhlaskan kamu bersama yang lain. Jadi aku mohon sama kamu, lupakan aku dan menjauh dari hidupku.! " Mohon renita karena sudah tak nyaman di tempat ini


" Tapi aku yang tidak bisa menjauh dari kamu. Aku begitu karena aku menjaga marwah mu. Makanya aku dengan yang lain, tapi kalau ujung nya kita harus berpisah aku tidak akan melakukan itu. " Sesal deri


" Aku tau kamu tidak mencintaiku dengan tulus, kamu hanya menjadikan aku pajangan mu. Setelah kau bosan kamu tinggalin aku. Aku dengar sendiri percakapan kamu sama temen - temen ku waktu di belakang sekolah. Masih jelas di ingatan ku. Aku menyesal mencintai kau, menyesal menerima kamu, menyesal menentang keluarga ku, menyesal memberi hatiku sama kamu. " Marah renita


Tanpa basa basi deri memeluk renita dengan erat, seolah - olah dia tidak mau kehilangan renita lagi. Betapa bodohnya dia ninggalin wanita yang mau nerima dia apa adanya selain cantik dan baik. Tergoda akan sesaat oleh nafsu nya, andai dia punya seribu kesabaran pasti ini tidak akan terjadi.


" Lepaskan aku, aku tidak mau di peluk kamu. Kamu sungguh menjijikan sekali sudah punya istri tapi sikap mu masih seperti ini. Ingat anak dan istri mu deri. ! " Emosi renita


" Ijinkan aku memeluk mu untuk yang terakhir kalinya. Setelah itu kamu boleh pergi dari ku. Sungguh aku merindu kan dirimu, ketawa bareng, bercanda bareng. Kenangan - kenangan kita yang lain nya, sungguh aku rindu itu. Andai waktu bisa di putar kembali maka aku tidak ingin berhenti. " lirih deri


" Sudah lah deri, lupakan itu. Kita tak mungkin bersama kembali. Dunia kita sudah berbeda sekarang. Kamu sudah memiliki keluarga dan kamu harus menjaga perasaan mereka, jangan sampai karena ke ego isan diri kamu yang ingin bersama aku, kamu kehilangan harta yang berharga yaitu anak mu deri. Bagaimana pun dia membutuhkan sosok ayah dan keluarga yang utuh. Percaya lah sama aku, kamu pasti bisa melupakan aku. " jawab renita tenang

__ADS_1


" I love you renita. " Ucap deri


Tapi renita tidak menjawab, dia hanya tersenyum sinis kepadanya. Dia pergi ketika deri lengah, dia sudah muak berada di sini. Ingin sekali rasa nya dia pergi sejauh mungkin agar dia tidak bertemu deri lagi. Tapi itu tidak mungkin.


Setelah di rasa cukup jauh renita bisa bernafas lega. Dia sudah tidak berselera lagi untuk melanjutkan larinya jadi ia putuskan untuk pulang. Sambil mendengarkan lagu yang kini telah dia rasa kan dalam hatinya.


Andai kau merasakan


Sakit yang kau berikan kepadaku


Ku yakin, kau tak akan sanggup untuk bertahan


Andai yang kau lakukan


Dapat ku kembalikan kepadamu


Ku pastikan dirimu lebih rapuh dariku


Namun ku tak ingin lukai hatimu


Kamu sebisanya menghancurkan


Aku mengalah kerana cinta


Kamu sengaja menggores luka


Dengan cara apa lagi

__ADS_1


Kau melunakkan hati?


Haruskah diriku mati


Agar kau bisa hargai?


Andai yang kau lakukan


Dapat ku kembalikan kepadamu


Ku pastikan dirimu lebih rapuh dariku


Namun ku tak ingin lukai hatimu


Kamu sebisanya menghancurkan


Aku mengalah kerana cinta


Kamu sengaja menggores luka


Dengan cara apa lagi


Kau melunakkan hati?


Haruskah diriku mati


Agar kau bisa hargai?

__ADS_1


__ADS_2