
Saat suci melangkah pergi yang belum jauh dari meja rama, suci mendengar rama sedikit marah kepada rita. Suci berbalik dan menatap mereka dari jauh, Setelah suci mendengar perdebatan mereka. Kini suci paham kalau rita sedang cemburu kepadanya, suci melanjutkan langkah nya menjauhi kanti tersebut.
" Seperti kak rita cemburu sama aku. padahal aku nggak ada niatan untuk merebut mas rama dari nya, salahkan aku jika aku berteman dengannya.? " guma suci sambil berjalan
Saat sedang berjalan ke arah luar kampus tiba - tiba ia mendapat kan pesan masuk dari sepupunya yang begitu dengan nya . Suci membuka pesan tersebut karena takut ada hal penting yang mengabari nya, saat pesan di buka ia begitu senang karena sepupunya akan kuliah di sini.
Suci pun melangkah melanjutkan langkah kaki nya, ia begitu senang hari ini tapi ia juga begitu kesal karena masalah tadi. tapi ia mencoba melupakan masalah tadi karena bagi nya itu tidak penting lagi.
suci sudah sampai di pinggir jalan untuk mencari angkutan, dan tak berselang lama angkutan yang di tunggu suci datang. Tapi ia melihat laki - laki yang begitu tampan walau usia nya terlihat seperti sudah dewasa, suci segera menggeleng kan kepala nya sambil berucap.
" astagfirullah.. apa apaan kamu ci. jangan berpikiran yang bukan - bukan. ingat dia bukan muhrim mu jaga pandangan mu. " kata suci dalam hati
seketika pria itu menoleh dan melihat gadis di depan nya sedang menggeleng kan kepala nya beberapa kali. tapi ia tidak peduli toh dia juga tidak kenal sama gadis itu.
Beberapa hari kemudian......
Hubungan rama dan rita sama sekali tidak ada kemajuan nya tidak kata maaf pula dari bibir mereka. lukis dan renita tidak bisa berbuat apa - apa nasehat pun tak ada dari mereka yang mau mendengar kan. jadi lukis dan renita hanya bisa melihat sejauh mana mereka tak akan tegur sapa.
kini lukis renita reno yeni rama dan rita seperti biasa sedang duduk dan menikmati makan mereka tapi dengan suasana yang berbeda. tampak jelas dari guratan yang lukis liat dari rama ia pun memahami masalah rama tapi kedua - duanya sama keras kepala.
Saat asyik - asyik nya makan, tiba - tiba ada suara yang sangat mereka kenali dan sangat mereka rindu kan. tapi saat mereka melihat siapa yang datang langsung menghamburkan kedalam pelukan nya. berbeda dengan para cewek yang diam saja tapi mereka senang sahabat nya sudah kembali lagi.
" hai semua nya.? " sapa anwar
Semua pada menoleh dan langsung memeluk nya.
" apa kabar bro.? beda banget sekarang makin gagah dan maco aja. " sahut lukis
" iya mas bro lo makin glowing aja. " kata rama
" selamat datang kembali sobat. " kata reno
" makasih atas sambutannya, memang gue tampan tak perlu sampai seperti itu juga kali. " kata anwar menimpali ucapan mereka.
" hai kalian tidak mau menyapa ku.? " kata anwar saat para cewek menikmati makanan nya.
" selamat datang kembali anwar, semoga kita bisa seperti dulu lagi sering ngumpul dan tawa canda bersama. " kata renita mengulurkan tangan nya untuk saling jabat tangan dan berdiri di sisi lukis.
" makasih renita, apa kamu lagi hamil.? " kata anwar
" iya alhamdulillah, aku di percaya sama allah secepat ini. aku juga tidak menyangka. " kata renita
" berapa sekarang kandungan kamu.? " kata rama lagi
__ADS_1
" 2 bulan lebih, cepat dong nyusul. " kata renita mencoba mencairkan kecanggungan nya
" kalau ada jodoh nya sih secepatnya akan menyusul kamu sama lukis. " kata anwar
" tenang gue juga sama rama belum meluncur ke arah sana, jadi kita masih harus berjuang lagi. bawa santai aja dulu. " kata reno
" asyik, gue jadi ada teman nya. " kata anwar
" bagaimana kabar nya.? " kata yeni sambil mengulurkan tangan nya
" alhamdulillah baik, kamu bagaimana.? " kata anwar
" alhamdulillah aku juga baik. " kata yeni
" wiiss, makin cakep aja nih kamu. " kata yuli
" biasa saja. " kata anwar
akhirnya mereka duduk dan nostalgia bersama - sama. sampai tiba - tiba ada yang memanggil dan menyapa mereka. berbeda dengan rita memasang wajah masam, sedangkan rama sedikit cemburu terhadap anwar yang bisa memegang tangan suci. ya yang datang menghampiri mereka adalah suci, yuli hanya menatap suci sinis dan yeni renita dan lukis biasa saja.
" Assalamu'alaikum, Aa sehat.? kok nggak ngabarin suci kalau mau langsung ke kampus. " sambil mencium tangan anwar
" iya, aa dari sana nya pagi - pagi dan kebetulan sampai sini pukul 8 , maaf nggak ngabarin kamu dulu kalau mau langsung ke sini. soal nya sekalian daftar kuliah. " kata rama dan berdiri sambil mengelus pucuk Kepala suci
" nggak kok, kan nggak nyampe setengah hari ini kok. " kata anwar
tiba - tiba yuli mengatakan sesuatu yang membuat rama makin cemburu dan kesel. di tambah rita menambahkan kata - kata pedasnya
" tuh liat rama, cewek yang lo bilang itu alim, manis baik cantik dan segalanya. liat noh depan kita saja so lugu, polos dan so suci. pake bilang bukan muhrim tapi liat sendiri kan.? " kata yuli
" kaya gitu lo mau pacarin dan halalin.? " ucap rita menimpali
" tenang dulu ram, siapa tau mereka saudaraan jangan suudzon dulu sama mereka. " kata yeni agar rama tidak terpancing
" lo nggak cemburu atau nggak panas gitu liat anwar sama cewek lain.? " kata yuli
" nggak, kan aku sama anwar belum jadian hanya memulai membuka hati bukan berarti aku sudah mencintai nya. " kata yeni
" bener yang di katakan yeni rama, kamu jangan berburuk sangka dulu dari pada kamu menyesal. " kata renita yang membenarkan ucapan yeni
" iya jangan sampai pertemanan kita hancur hanya ke salah pahaman saja. " kata lukis
" ngapain sih kamu membela cewek itu segala. " kata yuli
__ADS_1
" bukan membela tapi kita tanyakan dulu sama mereka. punya hubungan apa anwar sama suci. " kata yeni
" sudah sayang, lagian yang di ucapkan mereka ada bener nya, jangan sampai kamu salah paham sama suci dan anwar. jangan memperkeruh keadaan. " ucap reno
Saat mereka sedang berdebat anwar dan suci mendengar perdebatan mereka. suci dan anwar saling pandang dan tersenyum simpul
" mas rama-" tapi belum sempat selesai bicara rama pergi meninggalkan mereka.
" mas rama tunggu. " ucap suci
" udah kerja aja dia. " suci pun menganggukkan kepala seraya menjawab iya
setelah kepergian suci anwar menanyakan sesuatu sama mereka. " ada apa sih.? " kata anwar yang duduk kembali
" gak rama nggak lo, semuanya sama aja. apa sih hebat nya dia.? dia itu hanya so suci yang nggak mau di sentuh tapi sama lo dia mau di sentuh. " ucap rita kesel
" maksud lo apa rit ngomong kaya gitu. " tanya anwar heran sama sahabat nya itu yang tak biasa nya
" gue kesel sama tuh cewek yang so alim itu. " kata rita
" gue bingung. bisa jelas kan lebih detail lagi.? " kata rama merasa bingung
" udah gak usah dengerin apa kata rita, gue mau tanya lo ada hubungan apa lo sama suci.? " kata lukis
" oh itu, gue sama suci itu keponakan dan mamang. jadi suci itu anak nya bibi gue, gue sama suci memang dekat banget apa lagi kalau sudah ketemu dia mau nya nempelin terus takut di goda cowok kata nya. soalnya dia pernah trauma sama cowok. " kata anwar panjang kali lebar
semua yang mengira kalau suci itu egois dan picik kini mereka diam bahkan terkejut, berbeda dengan reno yeni renita dan lukis yang biasa aja karena mereka tidak memikirkan hal buruk sama suci.
lain hal dengan yuli dan rita mereka merasa malu sudah menuduh yang bukan - bukan kepada suci dan anwar. apalagi tadi mereka membicarakan yang bukan - bukan di hadapan anwar.
" tuh dengar sayang, maka nya kamu jangan salah paham dulu sama mereka. tanyain dulu baik - baik jangan buat kesimpulan sendiri. " kata reno menasehati yuli
" tauh ah, pergi yuk rit. " dan di anggukki rita.
kini tinggal reni, anwar renita dan lukis. mereka hanya geleng-geleng kepala saja melihat tingkah laku mereka.
" maafin yuli yah war, yuli akhir - akhir ini suka begitu gue juga bingung sendiri. gue saja kewalahan menghadapi sikap nya yang akhir - akhir ini suka cemburu, bahkan marah - marah tak jelas. " kata reno tak enak hati sama anwar padahal anwar baru saja pulang
" iya gak apa - apa, gue juga memahami nya kok. tapi kalau si rita kenapa dia.? " kata anwar
" rita cemburu sama suci, ia kira suci bakal merebut rama dari rita. padahal rama sudah berkali - kali nembak dia kan.? jelas - jelas dia sendiri yang nolak rama eh sekarang giliran rama sama yang lain rita marah - marah. " kata lukis
" oh begitu, tapi menurut gue bukan rama yang salah sih kalau dia mau nyari yang lain. " kata anwar kini sudah paham
__ADS_1
semua mengiyakan ucapan anwar, ada bener nya juga. tapi mereka juga tidak bisa ikut campur urusan mereka. dan hati tak bisa di bohongi