Bukan Salah Takdir Kita Harus Berpisah.

Bukan Salah Takdir Kita Harus Berpisah.
rumah sakit


__ADS_3

Saat sampai di rumah sakit lukis segera di bawa ke ruang IGD. tak lupa orang tuanya mengurus administrasi nya, setelah selesai baru lah orang tua lukis menunggu di depan pintu ruang IGD nya. selang beberapa menit dokter keluar mengatakan tentang kondisi lukis .


" bagaimana keadaan anak saya dokter.? " ucap mamah lukis khawatir


" luka di bagian kepala nya alhamdulillah tidak begitu serius dan dalam, bagian kaki nya sedikit cidera tapi tidak parah mungkin beberapa hari bisa sembuh asal jangan terlalu banyak di gerakan. untuk semuanya masih normal normal saja. " kata dokter


" syukur alhamdulillah, lega rasa nya karena tidak serius kondisinya. terima kasih ya dokter. " kata bapa lukis


" sama - sama, mari semua nya. " dokter pun pamit dan mempersilahkan pergi sementara mereka masuk ke dalam melihat kondisi lukis.


saat sampai di dalam mereka berucap syukur sama allah SWT karena kecelakaan yang menimpa lukis tidak parah. " alhamdulillah ya mah, luka anak kita tidak ada yang serius. semoga lukis cepat membaik dan segera sembuh. " harap bapa lukis


" iya pa, alhamdulillah banget anak kita satu - satu nya masih di beri keselamatan. " puji syukur ibu lukis


" apa sebaik nya kita turutin saja mah, kemauan lukis. bapa nggak tega liat lukis kaya gini mah. andai saja kita nurutin kemauan lukis tidak akan seperti ini mah. " nyesel bapa lukis


" sudah lah pa, ini juga sudah terjadi. biarkan saja ntar juga lupa sendiri, masa dapan lukis masih panjang pa. seiring waktu lukis akan melupakan renita dan menemukan pengganti nya kalau lukis punya pacar baru. nama nya juga masih anak remaja pa suka labil hatinya. " tak terima anak nya slalu murung gara - gara renita yang suka salah paham dan cemburu. apalagi kalau sudah nikah pasti kerjaan nya curiga mulu dan marah - marah.


" tapi mah, lihat sekarang apa - apa kaya gini. harus nya kita sebagai orang tua menesehati


nya dengan bener dan lebih halus lagi. jangan marah - marah dan egois, kita juga pernah muda mah. biar kan dia mencari ke bahagian nya sendiri jangan kita atur dia, atau dia bakalan ninggalin kita. " cemas bapa lukis yang cinta nya sangat besar untuk renita. karena dia juga pernah merasakan nama nya jatuh cinta sama wanita seperti apa sakitnya saat di tinggalkan pas kita lagi sayang - sayang nya.


" iya pa, mamah juga tau. tapi lukis ini baru 16 tahun dan sebentar lagi 17 tahun. kalau lulus SMA berarti usia lukis saat nikah nanti 18 tahun. apa tidak ke mudaan pa.? takut nya pernikahan lukis tidak akan bertahan lama. " khawatir ibunya lukis bila sampai terjadi, masih muda sudah jadi duda kan gak etis ya.???

__ADS_1


" dia kan minta tunangan, nggak langsung nikah. kalau dia bukan jodoh nya lukis juga gak masalah. karena belum menikah juga kan.?? mamah liat sendiri aja, gimana semangat nya dia waktu mau jemput renita ke bandung.? dan bagai mana dia merintis usaha nya dari nol demi punya usaha sendiri agar dia lulus nanti bisa menghidupi renita.? " yang tak habis pikir sama ibu nya lukis


" ya sudah lah pa, liat aja nanti kalau lukis bangun. " pasrah


#####


berbeda dengan renita, kini renita telah siap - siap mau ketemu lukis, renita tidak tau kalau lukis sedang ada di rumah sakit karena jatuh dari motor. saat mau membuka pintu yuli kirim pesan dia mengatakan kalau lukis masuk rumah sakit dan berada di IGD. lantas tanpa pikir panjang renita segera menuju tempat di mana lukis di rawat. saat mencari angkot, tapi angkot tak kunjung datang jadi ia memutuskan untuk naik ojeg saja, karena dia merasa khawatir sama lukis. sesampai di depan rumah sakit renita segera turun dan mencari lukis di ruang IGD. karena pasien kecelakaan hari ini hanya lukis seorang, jadi renita tidak pusing untuk mencarinya. saat sampai ruang IGD dan hendak membuka pintu ruangan, renita mendengar kalau di dalam bukan hanya ada orang tua lukis tapi ada suara wanita juga.


tok tok tok


" permisi, apa bener ini ruangan lukis.? " tanya renita malu


" iya bener, kamu siapa.?" tanya wanita itu


" oh masuk saja nak, saya bapa nya lukis. " ajak bapa lukis


" kamu yang nama lukis.? " tanya ibu lukis


" iya bu , saya renita. " was was


" kenalin nak,, ini yani anak temen ibu. mau ibu kenalin sama lukis biar makin deket ya syukur - syukur jadi menantu saya. " celetuk ibu lukis


" udah lah mah, gak enak sama renita dan gimana kalau lukis tau. pasti dia akan marah. " yang tak suka dengan istrinya itu, padahal kan jelas - jelas anak nya menyukai renita bahkan dia seperti ini karena pingin tunangan sama renita

__ADS_1


" udah nggak apa apa pak. kalau gitu saya pamit pulang aja, nggak enak sudah mau malam juga. " pamit renita sambil menyalami ke dua orang tua lukis . saat sudah berbalik arah dan hendak melangkah dia mendengar lukis memanggil renita. seketika renita berbalik dan melihat takut pendengaran nya salah. ia kaget saat lukis sudah duduk dan menetap dirinya.


" renita " teriak lukis


" lu... kis.? " tak percaya dia sudah bangun


" mau ke mana.? aku lagi sakit juga bukan merawat malah ditinggal kan. nggak kasian apa sama aku. " lesu lukis yang menahan sakit di kaki nya


" maaf lukis kamu tadi sedang tidur takutnya ganggu kamu. " menghampiri lukis lagi


" maaf yani bisa berdiri,! biarkan renita yang duduk di situ. " ketus lukis


" oh iya silahkan saja." menahan kesel di dada nya. baru kali ini ditolak cowok


" ayok duduk suapi aku makan. aku lapar dan pada sakit semua tubuh aku. ! " manja lukis


" ibu dan bapa. apa saya boleh suapi lukis makan. " izin renita pada ke dua orang tua lukis.


" mangga nak, suapi lukis agar cepat pulang. kami keluar sebentar mau cari makan. " tolong bapa lukis


" iya pak, hati - hati. " seru renita


keluar lah tiga orang itu. setelah kepergian ke tiga orang itu, renita menatap tajam ke arah lukis. lukis tau tatapan matanya., lukis pun menjelaskan sama renita sedikit berbohong. karena kalau sampai renita tau bahwa tunangan nya tidak jadi bisa gawat. khawatir lukis.

__ADS_1


__ADS_2