Bukan Salah Takdir Kita Harus Berpisah.

Bukan Salah Takdir Kita Harus Berpisah.
ketegangan antara anwar dan lukis


__ADS_3

Setelah selesai melihat rumah kini lukis dan renita pergi menuju tempat makan terlebih dahulu karena perut di cacing sudah memanggil. renita melihat penjual seafood atau seblak seafood lalu ia menyuruh lukis untuk belok ke kedai itu. tapi lukis tidak mau melihat renita makan makanan pedas terus ia pingin renita makan nasi. lantas lukis membelokkan motor nya ke sebuah cafe di mana ada nasi nya.


" loh sayang kok ke sini, aku mau makan itu. " tunjuk renita ke penjual seblak seafood.


" sayang kamu belum makan, lebih baik kamu makan nasi dulu baru boleh itu. aku nggak mau nantinya kamu sakit perutnya, mengerti lah sayang aku khawatir kamu sakit. " ujar lukis yang memang tak mau renita sakit


" iya baiklah. " pasrah bila lukis sudah begitu


mereka masuk ke dalam cafe itu , setelah mencari meja yang pas lukis dan renita duduk dan memesan makanan karena saat ini renita sudah lapar banget.


akhirnya pesanan mereka datang, renita serta lukis makan dengan santai dan begitu lahapnya. tak berselang lama datang seorang wanita menghampiri meja itu dengan genit nya.




inilah makanan yang mereka makan saat di cafe ini.



dan ini lah cewek yang menghampiri lukis dan renita.


" hai lukis. " sapa dita. lukis dan renita melihat siapa yang datang menyapa nya. sesaat lukis kaget kenapa dia pake datang segala. lalu lukis menyembunyikan kekagetan nya dari renita agar tidak ada ke salah pahaman.


" hai kapan datang nya.? " tanya lukis yang tau bahwa dita yang datang menyapa mereka. kenapa lukis bisa tau itu dita dan sebaliknya dita tau itu lukis, itu semua tidak luput dari komunikasi keduanya dari orang tua. dita waktu kecil pergi ke LA. maklum orang tua dita orang yang berada. sebelum menjawab dita melirik wanita yang ada di samping lukis dan duduk berhadapan dengan renita.


" kemarin, kenapa tidak menjemput aku di bandara orang tua kamu saja datang menyambut aku kenapa kamu nggak.? " tanya dita sekilas renita menatap lukis untuk meminta jawaban


" aku sibuk sama tunangan aku, karena sebentar lagi aku akan menikah sama wanita yang ada di sebelah ku ini. kenalkan ini renita, dan renita dia dita teman SD ku. " memperkenalkan renita pada dita


" hai aku renita. " sambil mengulurkan tangannya tapi dita tak memperdulikan uluran tangan renita. renita yang tau bahwa dita tak mau menyambut uluran tangan nya segera menarik kembali tangan nya.


" oh jadi dia wanita yang kamu pilih dan meninggalkan aku begitu saja hanya karena dia. dan kamu asal kamu tau ya lukis dan aku sudah di jodohkan dan sebentar lagi akan tunangan tapi gagal karena kamu. kalau kamu tidak hadir di hidup lukis mungkin aku sudah bahagia. " ucap dita kesel dan melipat tangannya di dada


" maaf sebelumnya, aku tidak tau kalau kamu dan lukis sudah di jodohkan kalau pun aku tau lukis sudah di jodohkan aku nggak akan mau menerima dia. " sanggah renita yang tak terima di sebut merusak hubungan mereka karena lukis tidak mengatakan hal ini sebelum nya


" dita maaf sebelum nya, aku hanya menganggap kamu sebagai teman saja tidak lebih. dan soal perjodohan aku pun tidak tau kalau orang tua kita akan menjodohkan aku dan kamu. karena mereka tidak berkata apa pun pada saya, untuk renita juga dia tidak salah karena aku yang ngejar dia bukan dia yang ngejar aku. " ucap lukis yang tidak terima renita di tuduh seperti itu


" aku nggak percaya, aku akan menanyakan nya pada orang tua mu. " kata dita dan berlalu pergi


setelah kepergian dita, lukis menghadap renita dan memegang kedua tangannya. lukis takut kalau renita tidak percaya sama dirinya kini lukis akan meyakinkan renita agar percaya sama dirinya bahwa dia juga tidak tau masalah perjodohan itu.


" sayang dengarkan aku, aku hanya menganggapnya sebagai teman saja tidak lebih. kalau pun dia menganggap lebih itu bukan salah aku kan.? untuk masalah perjodohan aku tidak tau soal itu karena tidak ada kata - kata soal perjodohan dari orang tua ku. kalau pun ada aku akan menolaknya dan lebih memilih kamu. jadi percaya lah sama aku, di hati aku hanya ada nama mu saja. " ucap lukis meyakinkan renita. sedangkan renita menatap mata lukis yang serius mengatakan hal itu padanya.


" iya lukis aku percaya sama kamu, lebih baik kita pulang karena hari sudah mulai gelap nanti kita ketemu lagi jam 7 di cafe mariando. " kata renita


" iya, nanti aku jemput kamu habis magrib. " dan di angguki oleh renita.


setelah membayar makanan tadi lukis mengantarkan renita terlebih dahulu sebelum dia pulang. dan nanti dia akan menjemput kembali renita setelah magrib nanti.


...🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋...


Adzan magrib sudah berkumandang di mana semua makhluk tuhan memulai kegiatan nya yang sudah menjadi kewajiban mereka. ada yang sungguh - sungguh menjalankan perintahnya ada juga yang melupakan nya karena urusan duniawi yang semata. padahal semua itu hanya lah titipan allah SWT yang bersifat sementara kapan saja allah SWT bisa mengambil nya.


Di saat renita selesai menjalan kan kewajiban nya ia bersiap - siap terlebih dahulu. selesai bersiap dan rapi di lirik jam masih pukul 18.15 masih ada waktu pikirnya untuk istirahat sebentar. tak lama ketukan pintu terdengar ada yang memanggil.


" sayang, di luar ada lukis nungguin kamu. " ucap mamah rina


" iya mah. " sahut renita


tak berselang lama renita keluar menuju ruang tamu di mana ada lukis mamah dan bapa nya renita sedang mengobrol ringan. renita menghampiri mereka yang sedang mengobrol ringan untuk berpamitan kepada orang tua nya.


setelah selesai berpamitan renita dan lukis pergi menuju tempat yang sudah di janjikan bersama teman - teman nya. lukis yang melihat Renita diam saja pulang dari cafe merasa heran, apa karena masalah dita atau lain nya. tak berselang lama mereka sampai di tempat mariando, di sana sudah ada temen - temen nya yang sedang menunggu segera menghampiri mereka untuk bergabung.


" lama bener dah, ke mana aja sih. " kata rama


" ya kan ngobrol dulu bentar sama orang tua renita kan nggak enak. " jawab lukis


" ya udah pesan aja dulu makanan nya, " suruh reno


saat akan memulai lagi bicara atau melanjutkan obrolan nya. anwar berjalan ke arah panggung dan membisikan sesuatu kepada sang band akustik, tak berselang lama anwar menyanyikan sebuah lagu.


Andai saja kau masih sendiri


Ku akan jadi bagian hidupmu


Karena aku pun kini sendiri


Sendiri


Yang sesungguhnya kau telah berdua


Bahagia dengan dirinya

__ADS_1


Aku hanya bisa bersedih


Bersedih


Andai saja aku jadi milikmu


Andai saja kau pun mencintaiku


Ku 'kan akhiri kesendirianku ini


Yang sesungguhnya kau telah berdua


Bahagia dengan dirinya


Aku hanya bisa bersedih


Bersedih


Andai saja aku jadi milikmu


Andai saja kau pun mencintaiku


Ku 'kan akhiri kesendirianku ini


Andai saja kamu putus dengannya


Andai saja kau akhiri dengannya


'Ku 'kan gantikan dirinya untukmu


Jadi kekasihmu, oh


selesai anwar bernyanyi tepuk 👏👏 tangan pun sangat meriah di berikan oleh pengunjung kepada anwar. selesai bernyanyi anwar duduk kembali untuk bergabung bersama teman - teman nya. tapi saat anwar sudah duduk renita berdiri dan melakukan hal yang sama di lakukan oleh anwar. kini renita mulai menyanyi kan lagu yang dia rasakan saat ini.


Maaf, ku telah menyakitimu


Ku telah kecewakanmu


Bahkan kusia-siakan hidupku


Dan kubawa kau s'perti diriku


Walau hati ini t'rus menangis


Tapi kulakukan semua demi cinta


Akhirnya juga harus kurelakan


Kehilangan cinta sejatiku


Segalanya t'lah kuberikan


Juga semua kekuranganku


Jika memang ini yang terbaik


Untuk diriku dan dirinya


'Kan kut'rima semua demi cinta, wo-wo


Jujur, aku tak kuasa


Saat terakhir kugenggam tanganmu


Namun yang pasti terjadi


Kita mungkin tak bersama lagi


Bila nanti esok hari


Kutemukan dirimu bahagia


Ijinkan aku titipkan


Kisah cinta kita selamanya


Uh-oh-uh-uh-oh


Uh-uh-oh-uh-oh'


Oh-uh-oh


tepuk 👏👏👏 tangan pun di dapatkan oleh renita, kini semua pengunjung berteriak agar renita duet. renita bingung harus duet dengan siapa dan tak mungkin dia bernyanyi lagi karena tak enak sama lukis.

__ADS_1


tak mau buat penonton kecewa anwar maju kedapan menghampiri renita yang masih di atas panggung. memang suara renita dan anwar sangat bagus dan hal itu di akui semua teman teman nya.


Manakala hati


Menggeliat mengusik renungan


Mengulang kenangan


Saat cinta menemui cinta


Suara semalam


Dan siang seakan berlagu


Dapat aku dengar


Rindumu memanggil namaku


Saat aku tak lagi di sisimu


Kutunggu kau di keabadian


Aku tak pernah pergi


Selalu ada di hatimu


Kau tak pernah jauh


Selalu ada di dalam hatiku


Sukmaku berteriak


Menegaskan kucinta padamu


Terima kasih pada Mahacinta


Menyatukan kita


Saat aku tak lagi di sisimu


Kutunggu kau di keabadian


Cinta kita melukiskan sejarah


Menggelarkan cerita penuh sukacita


Sehingga siapa pun insan Tuhan pasti tahu


Cinta kita sejati


Saat aku tak lagi di sisimu


Kutunggu kau di keabadian


Cinta kita melukiskan sejarah


Menggelarkan cerita penuh sukacita


Sehingga siapa pun insan Tuhan pasti tahu


Cinta kita sejati


Lembah yang berwarna


Membentuk melekuk memeluk kita


Dua jiwa yang melebur jadi satu


Dalam kesucian cinta


Cinta kita melukiskan sejarah


Menggelarkan cerita penuh sukacita


Sehingga siapa pun insan Tuhan pasti tahu


Cinta kita sejatii


lukis yang melihat hal itu merasa ada sesuatu di antara mereka, dan hal itu tak luput dari pandangan yuli dan reno. dapat di lihat oleh reno dan yuli bahwa lukis mulai curiga, sejenak mereka saling tatap dan mengangguk-angguk kepalanya bahwa semua akan baik - baik saja.


selesai bernyanyi tepuk tangan pun di raih mereka, segera mereka berjalan ke arah meja tadi untuk bergabung dengan teman nya. anwar yang posisinya ada di sebelah lukis, lukis pun membisikkan sesuatu kepada anwar bahwa ia ingin bicara berdua dengan nya di toilet anwar pun mengiyakan nya.


" sebentar ya, gue mau telp orang tua dulu. " ucap anwar lalu bangkit untuk berjalan . tak berselang lama lukis pun melakukan hal yang sama dengan anwar. bedanya anwar akan menelepon orang tua nya sedangkan lukis pergi ke toilet. semua itu tak luput dari pandangan reno dan yuli, yuli menggenggam tangan reno menandakan bahwa ia takut kepada lukis dan anwar terjadi sesuatu. sedangkan reno membalas dengan usapan di tangan yuli seolah - olah dia meyakinkan yuli agar tenang.

__ADS_1


__ADS_2