Bukan Salah Takdir Kita Harus Berpisah.

Bukan Salah Takdir Kita Harus Berpisah.
terluka


__ADS_3

Di dalam mobil lukis fokus menyetir dengan kecepatan tinggi agar segera sampai. Dalam mobil yuli bertanya.


" Kamu lukis kan.? Masih tak percaya itu lukis


" Iya ini lukis. Emang siapa lagi.? Kamu kenapa ajak renita ke sini.? " Tanya lukis khawatir


" Hei bukan aku yang ajak dia kemari tapi dia sendiri yang berlari dari rumah sakit ke sini agar dia bisa ketemu kamu. Dia nggak mau kehilangan kamu. Bahkan rasa sakit di kakinya dia tidak peduli agar bisa ketemu sama kamu tau nggak. "


" Tapi kamu kan bisa telpon mamah aku atau aku. nanyain aku di mana agar aku tidak jadi berangkat. " Mengusap wajahnya frustasi. Melihat wajah renita yang pucat. Setelah sampai di rumah sakit terdekat segera lukis membawa renita ke ruang IGD. Agar segera di tangani oleh dokter. Lukis dan yuli menunggu di luar ruangan, beberapa saat dokter keluar dan berbicara.


" Bagaimana dok kondisi temen saya.? " Tanya yuli cemas


" Alhamdulillah dia baik - baik saja. Dia hanya kecapean dan stress saja. Di mohon jangan sampai terulang kembali ya. Karena dia habis kecelakaan betul.? "


" Iya dok, bener dia habis kecelakaan. " Jawab lukis


" Oh pantesan, kaki nya jangan dulu banyak bergerak ya. Kalau gitu saya permisi. Mari. "


" Mari dok, terima kasih. "


" Syukur alhamdulillah kalau dia baik - baik saja.. Kamu sih. Dengar kan dokter bilang apa. " Tanya yuli

__ADS_1


Lukis diam dan duduk di depan pintu ruangan renita. " Aku bingung yuli, renita pingin ninggalin aku. Setelah aku mengabulkan keinginan nya dia malah seperti ini. Dia maunya bagaimana.? Aku pusing serba salah. " Jawab lukis


" Sebenernya dia mencintai kamu, masih sayang banget sama kamu. Tapi dia merasa minder sama kamu, kamu cobalah mengerti sedikit saja jangan terlalu emosi begitu. Kan bisa bicara secara baik - baik tidak harus seperti ini. " Marah yuli


" Iya aku salah lagi. " Lirih lukis


" Udah sana masuk, temui renita di dalam. ! "


" Iya aku kedalam dulu. ". Lukis masuk keruangan renita sekali lagi setelah seminggu dia tidak ketemu renita. Dia melangkah menuju tempat pembaringan renita, lukis duduk di samping renita dan menatap lekat wajah cantik renita yang tertidur pulas. Sekian lama menunggu renita membuka mata dan melihat sekeliling ruangan nya. Betapa kaget saat dia melihat lukis di samping nya , dia kembali menutup mata nya berharap dia tidak sedang bermimpi. Dan bener ini bukan mimpi., " Kamu kenapa.? Ini aku lukis, kamu kenapa nyusul aku ke bandara segala. Harus nya kamu di rawat di rumah dan istirahat. " Omel lukis


Renita langsung memeluk lukis. Dia tidak percaya kalau lukis ada di sini. dia terus menangis merasa bersalah sama lukis. dia tidak mau lukis pergi lagi. setelah puas renita menatap lukis, ada yang berbeda dengan lukis. biasanya dia bakal membalas pelukannya sekarang tidak seketika dia marah dan kesel. setelah lepas memeluk lukis, renita kembali berbaring menatap atap rumah sakit.


" akibat dari kecelakaan pasien tidak boleh sedih atau stress. karena masa pemulihan, biarkan dia istirahat jangan dulu tekan akan masalah yang ada. karena saya takut kondisinya fatal. permisi. " dokter pun keluar


" puas lukis buat dia menderita. apa yang kamu katakan sama dia, sampai dia seperti ini lukis.? " emosi yuli ketika melihat renita seperti ini


" dia memeluk ku. tapi aku tak membalas pelukannya. dia berkata bahwa aku lebih baik pergi dan menggapai impianku tuk pergi keluar kota. mungkin ini jalan takdir kita tidak bersama, setelah itu dia seperti ini. " sesal lukis sambil memukul dinding rumah sakit sampai tangannya berdarah.


" nggak ada gunanya kamu menyesal lukis. sekarang kamu hanya bisa memilih bertahan apa melepaskan.! " jawab yuli yang tak habis pikir dengan lukis.


" aku akan bertahan demi dia. aku pergi bukan keinginan ku tapi dia sendiri. aku mohon bantu aku dan renita.! aku gak mau seperti ini terus. " mohon lukis. sebelum yuli menjawab renita sadar. dan berkata bahwa dia pingin pulang dan istirahat di rumah saja.

__ADS_1


" yuli, aku pingin pulang. gak mau di sini aku pusing mencium bau obat rumah sakit. "


" renita, sebelum kamu pulang lebih baik kamu ngobrol dulu sama lukis sebentar ya. biar kamu tidak kepikiran. ".


" renita, kamu jangan salah paham dulu. aku tidak membalas pelukan kamu. bukan berarti aku marah atau tak peduli lagi sama kamu., justru aku tidak mau kamu sakit lagi, aku mencoba menahan emosiku. saat aku tau kamu memaksa lari sehingga kamu pingsan. kamu seharusnya tidak perlu menyusul ku ke sana, aku pergi atas kemauan kamu. bukan nya kamu yang mau kita seperti ini,.? aku hanya nggak mau kamu bersedih. aku hanya mencoba mengabulkan kemauan kamu waktu di cafe. " lirih lukis.


bukan nya menjawab renita melihat tangan lukis berdarah . '' tangan kamu kenapa.? " cemas renita


" tidak apa - apa. hanya luka kecil saja. " jelas lukis


" aku obati ya, hayu yuli kita pulang. kita obati saja luka lukis di mobil. " ajak renita


" tapi kamu masih sakit renita. " cemas yuli


" nggak, kita pulang sekarang. " pinta renita


" kuat jalan nggak kamu.? " tanya yuli


" kuat lah, ayo lukis kita pulang dan obati tangan mu. " ajak renita sambil menggandeng tangan lukis sampai mobil. sesampai di dalam mobil lukis dan renita duduk di belakang. sedangkan yuli menyetir mobil. yuli memberikan obat p3k kepada renita, dan renita menerimanya. segera dia membuka obat dan mengobati luka lukis. setelah selesai lukis memeluk renita dan mencium kepalanya dengan sayang. " makasih ya ren sudah mau obati luka ku. " jawab lukis


" sama - sama, " renita hanya tersenyum dan kembali membenarkan posisi duduknya dan menatap ke depan. tanpa ada niatan ngobrol sama lukis. dia merasa hari ini melelahkan. sampai akhirnya dia tertidur di samping lukis.

__ADS_1


__ADS_2