Bukan Salah Takdir Kita Harus Berpisah.

Bukan Salah Takdir Kita Harus Berpisah.
penyesalan lukis


__ADS_3

Flashback berakhir


" gue nggak percaya kalau gue belum melihatnya. " jawab lukis


" lukis lukis lukis, sudah ada cewek cantik baik dan lembut begitu kau sia - sia kan. dulu aja kamu memohon sama yuli buat baikan sama renita dan mengejar renita sampai bandung. eh udah di ajak tunangan lho patahkan hatinya, kalau begitu lho kejar aja si sri dan biarkan renita ada di bandung agar dia bahagia sama cowok baru di sana. " jawab anwar jujur. karena dia tidak terima kalau cewek yang dia diam - diam cintai di sakiti begitu saja.


" maksud lho ngomong gitu apa.? " sambil memegang kerah baju anwar


" kenapa kalian berantem hanya masalah ini. dan kamu lukis tidak seharusnya kamu marah begitu hanya karena ucapan anwar tapi menurut ku ada benarnya juga ucapan anwar. lantas kenapa kamu harus marah.? " yang tak habis pikir sama lukis


" gue bukan menyia-nyiakan renita tapi gue nggak tau saja kenapa perasaan ku seperti ini.? " jawab lukis sambil melepaskan anwar


" lho yakin akan milih sri dan melepaskan renita.? apa lho yakin sri bakalan terima lho.? apa lho nggak akan buat persahabatan kita hancur. apa lho juga nggak menghargai perasaan renita.? " tanya rama


" entahlah gue sendiri nggak tau. apa perasaan yang gue punya buat sri karena cinta atau sebatas kasian doang. " jujur lukis sendiri tidak tau


" gue harap lho gak akan menyesal. " tepuk anwar dan pergi meninggalkan mereka. ia merasa kecewa sama lukis. dari dulu ia menyimpan perasaan nya untuk renita tapi ia mengalah untuk lukis.


" gue juga harap lho gak akan tinggalin renita yang sudah lho perjuangin . " jawab rama dan meninggalkan keduanya


" lebih baik kita ke kelas, pelajaran akan di mulai. " ajak reno


akhirnya lukis dan reno pergi ke kelas. dia memutuskan akan menemui sri saat pulang sekolah nanti. agar dia tau apakah perasaan yang dia punya perasaan suka atau sebatas kasian saja.


lukis dan renita mengikuti pelajaran dengan serius karena mereka tidak mau sampai terbawa ke dalam pelajaran nya. yang berakibat masalah nantinya. apa lagi mereka akan ujian semester, mereka nggak mau sampai tertinggal pelajaran .


tak terasa pelajar sudah berakhir dan kini waktunya mereka pulang sekolah. lukis bergegas pergi meninggalkan kelas nya dan segera mengirim pesan sama sri agar ketemu di cafe biasa. setelah mengirim pesan lukis menaiki motor nya dan melajukan nya.


reno yang melihat itu dia tau kenapa sahabatnya buru - buru pergi. dia berharap masalahnya cepat selesai dan hubungan nya sama renita membaik. setelah selesai reno menghampiri kelas yuli, yuli yang melihat reno segera menghampiri reno dan menanyakan kemana lukis.

__ADS_1


" lukis mana? " sedikit berbisik


" nggak tau dia sudah pergi. " yang emang tidak tau kemana lukis


" gue harap dia tidak ketauan sama renita. " harap yuli yang gak tau kalau sampai lukis ketemu sri


" aku juga sama sayang, lebih baik kita pergi. " ajak reno


" ayok kita pergi saja. tapi tunggu dulu itu kak tyo kan.? kenapa ke sini. " tanya yuli


" mungkin mau ajak renita jalan. "


" gue harap nggak akan jadi masalah nantinya. " cemas yuli


" sama, ya udah pulang yuk. " ajak reno


" iya ayok. tapi mampir dulu yah ke cafe biasa nya. "


mereka akhir nya pergi meninggalkan kelas itu, dan menuju cafe di mana lukis juga akan ketemuan sama sri. sedangkan renita dan juga tyo sama pergi ke cafe itu. setelah tadi tyo membujuk renita akhir nya renita mau juga. tyo dan renita tidak tau kalau lukis serta reno ada di sana juga dan itu kebetulan tanpa di sengaja.


reno dan yuli sudah sampai duluan dari pada renita, mereka duduk tidak jauh dari meja lukis. reno dan yuli yang melihat lukis ada di sana dan berniat memanggil lukis untuk bergabung dengan mereka lalu mereka segera melambaikan tangan nya dan memanggil lukis. tapi sebelum buka suara sri datang menghampiri meja lukis. maka mereka mengurungkan lah niat reno. pembicaraan mereka masih bisa di dengar oleh mereka. mereka harap tidak ada yang tau selain mereka. kalau sampai ada yang tau atau renita tau bakal jadi masalah baru.


tak lama renita dan tyo sampai di cafe itu. dan saat sedang mencari meja kosong mata renita tak sengaja melihat sri dan lukis sedang berduaan. dia coba mendekati meja lukis dan tak jauh duduk di meja dekat lukis. lukis yang tak sadar akan kedatangan renita tetap mengobrol sama sri.


berbeda dengan reno dan yuli yang hatinya sudah was was akan renita lukis dan sri. apakah akan berakhir atau sebaliknya. mereka hanya bisa berdoa yang terbaik untuk keduanya.


tyo yang melihat renita tak baik - baik saja dia hanya melihat dan mendengarkan sampai waktu nya tiba dia akan bertindak. karena dia tidak tega melihat renita yang menangis.


" makasih sri kamu sudah mau datang ke sini. "

__ADS_1


" sama - sama lukis. ada apa kamu ngajak aku ketemuan di sini.? apa renita tau kalau kamu mau ketemu sama aku.? jangan sampai dia salah paham sama aku ya lukis. " jawab sri tak enak sama renita


" dia tidak tau kalau aku mau ketemu sama kamu, aku hanya ingin menanyakan sesuatu sama kamu saja tanpa ada yang tau pembicaraan kita.? " jawab lukis


" kenapa mereka tidak boleh tau. emang apa yang kamu tanya kan.? " tanya sri


" bagaimana perasaan kamu sama aku.? " sri hanya mengerutkan dahi nya yang tak mengerti dengan pertanyaan lukis yang menurutnya aneh


" maksud kamu perasaan apa.? aku nggak mengerti sama pertanyaan kamu.? "


" apa kamu memiliki perasaan yang sama seperti perasaan aku sama kamu saat kita berpelukan waktu itu.? " tanya lukis penuh harap sri akan mengerti


" maaf lukis yang pertama aku menghargai kamu sebagai kamu teman dan pacar dari sahabat aku renita. yang ke dua karena kita berteman dari SMP aku sudah tau kamu dan bagaimana sikap serta tingkah laku mu. yang ketiga aku memeluk mu karena hanya kamu yang ada waktu itu dan aku membutuhkan sandaran untuk masalah yang aku alami. tak ada niatan aku untuk merebut kamu dari renita., kalau pun aku mencintai seseorang itu bukan kamu tapi rama. karena dari mulai masuk SMP aku menyukai rama tapi rama tidak peka akan perasaan aku. dia lebih memilih rita dari pada aku maka dari itu aku mundur dan membuka hati aku untuk pria lain. " jawab sri yang tau akan perasaan apa yang dimaksud oleh lukis


" tapi aku merasa kamu memiliki perasaan yang sama. dan aku mulai menyukai kamu.? " sambil memegang tangan sri


" Maaf lukis aku tidak bisa membalas perasaan kamu . aku sangat menghargai perasaan renita dan lagi pula sebentar lagi aku akan menikah sama mas feri saat usia ku 17 tahun. dan itu awal tahun nanti masih ada waktu 3 bulan lagi. aku harap kamu bisa melupakan perasaan kamu sama aku dan mencintai renita yang jelas - jelas sudah jadi tunangan kamu dan sudah menyakitinya atau kamu akan menyesal lukis. kalau gitu aku pamit karena mas feri menunggu aku di mobil. " pamit sri pada lukis


semua yang mendengar kan percakapan itu merasa tak percaya. kini tinggal menunggu apa yang akan di lakukan renita. mereka yang melihat renita menghampiri lukis merasa dag dig dug tak menentu apa yang akan di lakukan renita.


lukis yang menyadari kehadiran seseorang lalu dia melihat dan betapa kaget nya dia melihat renita lalu dia berdiri dan mendekati renita. saat lukis akan bicara di cegah oleh renita.


" kamu nggak usah jelas kan apa apa sama aku. aku udah tau semuanya. aku ke sini hanya ingin mengatakan sesuatu sama kamu. " sambil mendekat dan membelai wajah lukis. " kamu laki - laki yang baik, kamu laki - laki yang sudah mengobati hati ku yang sedang sakit, kamu hadir di saat aku patah hati dan kamu menyembuhkan luka itu. aku bahagia karena kamu berbeda dengan mantan ku, kamu tau perasaan aku saat itu. aku bahagia karena menemukan laki - laki yang tulus mencintai aku dan menyayangiku dengan tulus. sampai ujian datang menghampiri kita tapi kita bisa melaluinya dengan sabar sampai kita berhasil melewatinya. kini hatiku kembali retak oleh laki - laki yang aku perjuangin aku banggakan dan juga aku sayangi dengan sepenuh hatiku. tapi kamu juga yang mematahkan nya, kamu tau lukis hati kalau hatiku sakit walau aku tersenyum.? " tanya renita tapi lukis hanya menunduk dan menggeleng kan kepalanya saja.


" sakit lukis melihat tunangan dan sahabat ku sendiri. iya walau aku tau dia menolak mu dan bukan salah sepenuh nya dia. tapi tetap saja begitu sakit hati ini. " sambil menepuk dada nya sendiri dan melangkah mundur


lalu melepas cincin nya dan menaruhnya di meja. " aku kembalikan cincin pertunangan kita, dan mungkin ini adalah terakhir kali nya kita memiliki ikatan cinta. mungkin nanti hanya sebatas teman biasa saja aku harap kamu bisa menemukan wanita yang bener - bener kamu cintai dengan sepenuh hati tanpa melukainya lagi. " setelah mengatakan itu dia pergi dan berlalu meninggalkan lukis yang masih mematung karena perkataan renita dan memutuskan hubungan pertunangan nya sepihak. ia tertunduk lemas apa yang dia perjuangkan kini berakhir sia - sia saja dengan berderai air mata.


yuli reno dan tyo yang melihat itu sangat menyayangkan hal itu, tyo dan yuli mengejar renita sedangkan reno datang menghampiri lukis. lalu menepuk pundak nya dan lukis melihat siapa yang datang. setelah tau siapa lukis memeluk sahabatnya. reno membiarkan lukis menangis ia tau bahwa sahabatnya butuh seseorang dan reno tidak bisa menyalahkan semua ini karena itu sudah jadi keputusan lukis.

__ADS_1


" sudahlah lebih baik gue antar lho pulang, dan tenangkan dirimu dulu. setalah lho tenang baru lho cerita sama gue. " akhir nya lukis mau dan menerima ajakan reno untuk pulang tak lupa membawa cincin renita yang di tinggalkan.


__ADS_2