
setelah melepas pelukannya lukis terus tersenyum memandang renita dengan tangan memeluk pinggang renita dan yang satunya mengelus rambut serta pipi renita dengan sayangnya.
" makasih ya sayang, sudah memberi aku kesempatan. aku harap kalau kamu cemburu atau apa pun itu kamu bilang ya sama aku. biar aku tau salah aku di mana ya.! "
" iya sayang., lebih baik kita keluar kelas. di sini tidak ada orang, nggak enak kalau ketahuan guru berduaan di sini. "
" tidak apa sayang, kalau ketahuan tinggal bilang kita pacaran. kalau di suruh nikahin kamu juga aku siap sayang. "
" jangan bercanda sayang. nggak lucu tau.! kita masih sekolah dan nanti nya aku mau di kasih makan apa sama kamu.? "
" biar kamu nggak penasaran mending sayang ikut aku saja. aku bakalan tunjukkin sama kamu sayang. " mengajak renita keluar kelas dan sampai parkiran sekolah lukis memasangkan helm nya sama renita. akhir nya mereka berjalan melewati sekolah itu. tidak berselang lama mereka sampai di suatu tempat.
" ini di mana sayang.? dan ngapain kita ke sini.?" tanya renita dengan wajah yang heran ketika melihat caffe dan bengkel ini.
" tadi kan kamu nanya sama aku. kalau aku bakalan nikahin kamu tapi bilang uang dari mana aku bisa menghidupkan kamu. sedang kan kita masih sekolah kan.? "
" iya, terus hubungannya sama ini apa sayang.? lebih baik kita pulang saja yuk.? " ajak renita tak enak banyak yang melihat. dan salah satu pelayan caffe menyapa kami.
" selamat siang mas. mau cek toko mas.? " tanya pelayan caffe
" nggak, hanya berkunjung saja kemari. bagai mana cafe, baik baik aja kan mba.? " tanya lukis
" alhamdullillah lancar dan baik baik saja mas. "
" tunggu dulu sayang. kok dia bisa bilang gitu sama kamu.? kaya kamu pemilik nya saja. kamu kan bukan pemilik toko dan bengkel ini.? " tanya renita terkejut
__ADS_1
" iya teh, mas ini memang pemilik bengkel sekaligus cafe ini. teteh pasti baru tau ya.? apa jangan - jangan teteh ini lagi yang menjadi motivasi mas lukis.? "
" iya dia mba, semenjak dia ninggalin saya dan menjauh dari saya. saya jarang sekali keluar rumah. bahkan jarang makan. sampai akhir nya saya menyibukkan diri saya agar lupa sama renita. dan saking asyiknya saya buka bengkel dari kecil sampai besar begini. dari untung bengkel aku buka cafe ini mba. dan sebentar lagi aku mau buka cabang cafe dan bengkel mba di deket sekolah saya nanti mba. "
" jadi waktu itu kamu sakit gara - gara aku.?? maafkan aku lukis. " wajah renita memerah menahan tangis.
" hai, jangan nangis sayang. malu di liat orang. ntar di kira aku nyakitin kamu. " mengelus pipi renita
" iya mba jangan nangis di sini. lebih baik ke dalam saja. jangan di sini ya mba. yuk mas masuk ke dalam. ajak pacarnya mas. "
" hayu sayang ke ruangan mas.! "
" kok mas sih.?? " tanya renita heran
" biasa kan kalau kita lagi berdua saja sayang biar mesra. kita kan mau menuju halal walau 3 tahun lagi sih hehehe.. "
" aawww sakit sayang. jangan di cubit gitu.! "
" sayang jangan begitu bibirnya ntar mas kebablasan lagi. mau di cium sama mas " bisik lukis di telinga renita
" jangan dong. halalin dulu aku lah. "
" sabar sayang 3 tahun lagi ya. biar kamu lulus dulu. dan aku punya rumah 🏠 dulu. kan nggak mungkin kita tinggal di rumah orang tua sayang pinginnya mas punya rumah sendiri. "
" kamu yakin sayang.?? mau nikahin aku setelah lulus.? aku takut orang tua kita tidak merestui hubungan kita. dan aku merasa tidak pantas untuk kamu sayang. ".. sambil mereka duduk di sofa
"sayang kenapa ngomong begitu. aku bisa sesukses ini gara - gara kamu sayang. dan aku maunya kamu yang jadi istriku suatu saat nanti. " sambil berjongkok di hadapan renita sambil Memegang tangan renita
" jangan begini sayang, duduk lah sayang di atas. kita bahas ini nanti saja, masih jauh sayang. ayok duduk sayang gak enak sama yang lain. " akhirnya lukis duduk kembali di sofa
__ADS_1
" tapi kamu percaya kan sama aku sayang.? "
" iya aku percaya sayang. " sambil menyenderkan kepalanya di bahu lukis. sambil memeluk erat tangan lukis. " kamu mau apa sayang buka laptop kamu.? "
" mau cek pengeluaran dulu sayang sebentar saja. sekalian masih di sini biar tidak ke sini lagi. gak apa apa kan sayang.? "
" gak apa apa sayang., semangat ya. "
lukis mencium kepala renita lalu fokus sama pekerjaannya. tak terasa sudah 1 jam dia bekerja dan tak terasa juga renita tidur di bahunya. melihat renita yang tidur lukis merebahkan kepalanya di paha lukis. dan sengaja menyelimuti paha renita dengan jaketnya. lalu lukis pun menyederkan kepalanya ke sofa, karena mata nya merasa kantuk.
lukis terusik dari tidur nya merasakan ada sentuhan tangan di wajahnya. tapi ketika mau buka mata. lukis mendengar ucapan renita jadi ia urungkan niatnya karena dia pingin tau renita ngomong apa.
" sayang, makasih sudah mau bertahan sama aku. padahal aku sudah buat kamu kaya gini., aku merasa tidak pantas untuk kamu. padahal masih banyak di luar sana yang berharap menjadi kekasih mu. tapi kenapa kamu masih bertahan sama aku., aku tidak boleh egois aku mau kamu bahagia. aku akan ikhlaskan kamu bersama yang lain dan menjauh dari kamu asal kamu bahagia. tapi apa aku sanggup menahan lagi perasaan aku sama kamu. apa kamu tau betapa tersiksa nya aku harus pura pura bahagia. ?? semoga keputusan ku nanti tepat. jaga dirimu baik - baik ya sayang. " cup cup cup renita mencium pipi kanan kiri dan dahi lukis. mungkin ini adalah terakhir dirinya bersama lukis. atau nanti setelah dia lulus. renita kembali tertidur di pangkuan lukis. di rasa renita sudah pulas. lukis menangis ternyata dia bakalan ninggalin lukis lagi. tak habis pikir olehnya. kenapa dia mau pergi., padahal lukis sudah berusaha agar menjadi lebih baik lagi. tapi tetap saja renita tidak serius dengannya. lukis perlahan merebahkan kepala renita di sofa. lalu dia berdiri di depan jendela menghadap ke jalan raya. sambil berpikir untuk apa semua ini jika renita akan pergi darinya. tanpa terasa ada tangan yang memeluk dirinya dari belakang. tapi dia abaikan gitu saja, renita pun bingung kenapa lukis jadi begini . renita berpikir apa lukis tau apa yang tadi bicarakan saat lukis tidur. seketika renita terpaku dan diam mencoba menyapa lukis.
" sayang kamu sedang apa.? kenapa kamu bangun tidak bangunin aku sih. "
" sayang kok diem aja.? " sambil mencoba pegang tangan lukis tapi di tepis oleh lukis.
" sayang kamu kenapa.?? " mencoba menahan tangisnya
" jika kamu mau pergi dariku, pergi lah sekarang jangan nanti - nanti karena sama saja sakitnya tidak ada bedanya. " cuek dan menahan amarahnya mencoba bersabar dan ikhlas.
deg
" kamu ngomong apa sayang. aku nggak akan ninggalin kamu. aku masih sa-,, "
" jangan bohong renita aku dengar semuanya. kamu gak usah sembunyiin dari aku kalau kamu sudah tidak sayang lagi sama aku. lebih baik kamu pergi dari sini. dan aku berjanji tidak akan ganggu atau cari kamu lagi. perggiiii.! ""
renita berlari keluar dari ruangan itu tanpa melirik sana sini sampai tak terasa dia sudah sampai di tengah jalan dan berhenti sambil terus menangis. dari jauh ada mobil melaju kencang renita tidak menghiraukan klakson mobil itu dan mobil itu tidak bisa berpaling lagi dari tubuh renita dan duurrr kecelakaan terjadi renita terbang menjauh karena terpental mobil sangat keras. dan bruk renita jatuh tepat datang nya lukis di depan cafe. setelah mendengar kecelakaan. betapa kagetnya lukis saat dia tau bahwa korbannya adalah renita. seketika dia lemas , lalu menunduk. memegang kepala renita ke pangkuan lukis. air mata lukis tidak bisa di tahan lagi. renita tersenyum menatap lukis. sambil mencoba meraba pipinya lukis.
__ADS_1
" aku sayang kamu lukis. " seketika mata renita tertutup dan lukis pun menangis kencang sambil memanggil nama renita.