
saat lukis sudah sampai di toilet, ia segera mendatangi anwar yang sedang berhadapan dengan kaca. mereka saling tatap beberapa detik melalui kaca ada ketegangan di antara lukis apa lagi saat ia mengingat anwar bernyanyi bersama renita, lukis tau maksud tatapan anwar ke renita ada yang berbeda dan ini perlu di luruskan.
" maksud lo apa menatap renita seperti itu.? " kata lukis masih menatap anwar dengan tatapan tajam. setejam silet hahaha π π
" apa.?? gue nggak ngerti maksud lo apa. " kata lukis melihat ke arah lukis yang ada di samping kanan anwar
" jangan bohong kamu anwar, kamu suka kan sama renita.? " ucap lukis
" iya - , "
bug
sebelum anwar meneruskan kata - kata nya anwar sudah kena pukulan dari lukis tapi dia tidak membalas nya. anwar sadar bahwa lukis sedang cemburu padanya, tapi kalau dia ada di posisi lukis pun akan melakukan hal yang sama.
" brengsek, lo itu sahabat gue sejak kita kecil. tapi kenapa lo tega mau nikung gue. " dengan amarah yang meluap - luap
" dengerin dulu penjelasan gue kis. gue emang cinta dan sayang sama renita saat pertama kali gue masuk SMP. tapi saat gue liat lo nembak renita dan renita menerima lo. gue mundur kis, mundur demi lo walau gue tau pada saat itu lo lagi ada masalah sama renita tapi gue tidak mengambil kesempatan itu karena apa.? karena gue masih menghargai lo serta pertemanan kita yang dari kecil. " ucap anwar sama hal nya dengan lukis yang kesel
lukis mengusap wajah serta rambutnya dengan kasar. kenapa dia tidak bisa mengontrol dirinya sendiri, jelas - jelas anwar tak akan mungkin mengkhianati sahabat nya sendiri.
" dan lo pergi bukan bermaksud untuk tinggal bersama orang tua lo, tapi karena lo ingin melupakan perasaan lo buat renita.? " dan di balas anggukkan oleh anwar. lukis menarik anwar dan memeluk sahabat nya itu ia berasa bersalah atas tuduhan nya terhadap anwar.
" gue minta maaf tak seharusnya gue seperti itu kepada lo. gue harap lo nggak membenci gue war. " kata lukis penuh harap sahabatnya memaafkan dirinya
" sama - sama, gue juga ngerti lo seperti ini karena lo takut kehilangan renita. kalau gue ada di posisi lo, gue juga akan melakukan hal yang sama. "
" makasih bro lo mau mengerti perasaan gue, gue harap lo nggak akan menjauhi kita - kita apa lagi sampai melupakan persahabatan kita sejak kecil ini. "
" tenang aja, gue gak akan menjauhi apa lagi melupakan kalian. lebih baik kita ke sana dari pada membuat mereka khawatir dan curiga. " ajak anwar kepada lukis dan di balas anggukkan oleh lukis
mereka berjalan bersama, dan menghampiri meja tersebut. saat sampai di sana mereka menatap kedua nya. apalagi melihat anwar yang terluka, reno dan yuli saling tatap dan bertanya melalui mata mereka. apakah yang terjadi.?? itu lah pertanyaan keduanya
" anwar kamu kenapa.? " tanya yeni khawatir
" nggak apa - apa tadi sempat berkelahi sama orang. karena tak sengaja menabrak nya. " ucap anwar berbohong. tetapi lukis merasa bersalah tak seharusnya ia melakukan hal seperti itu kepada anwar.
" gila, parah bener tuh orang main pukul - pukul aja. sapa orang nya.? biar gue pukul tuh orang yang sudah mukul sahabat gue yang cakep ini. " kata rama
" udah pergi, udah lanjut lagi aja. gue nggak apa. " meyakinkan mereka agar tak salah paham dan melupakan kejadian ini
" tapi ini pasti sakit anwar. " kata yeni sambil menyentuh pipi anwar dan wajah nya sangat dekat dengan anwar " maaf. " saat mata kedua nya bertemu lalu menundukkan wajah nya karena malu.
" heemm, kaya nya ada bau - bau yang bakal jadian. " goda rama
__ADS_1
" apaan sih lo, kita ini sahabatan. " sanggah anwar
" ya nggak apa - apa lah kan sah - sah aja gak ada yang melarang. " ucap rama
" sudah kita lanjutkan saja acaranya, nanti keburu malam pulang nya. " kata reno
dan pada akhir nya mereka melanjutkan acara ngobrol makan dan bercanda nya. tak terasa kini waktu sudah menunjukkan pukul jam 10 malam, pada akhir nya mereka mengakhiri acara nya dan pulang ke rumah masing - masing. anwar mengantar yeni, rita di antar oleh rama , reno dan yuli serta renita dengan lukis mereka semua tak tega membiarkan perempuan pulang sendiri.
saat semua nya sudah pulang, kini tinggal lukis dan renita di dalam mobil lalu lukis menjalankan mobilnya keluar dari cafe menuju rumah renita dalam perjalanan tidak ada obrolan sama sekali di antara renita dan lukis.
saat sampai depan rumah pun renita tetap diam dan berjalan ke dalam rumah serta memasuki rumah nya tanpa mengunci atau menutup rumah terlebih dahulu. lukis mengejar renita bahkan sampai ke depan kamar nya, untung lukis cepat meraih tubuh renita sebelum ia masuk ke dalam kamar lalu memeluk tubuh renita dan membawa nya ke dalam kamar lalu mengunci pintu kamar renita agar masalah nya cepat selesai. lukis memeluk renita dari belakang dengan erat tak ingin renita berlarut - larut marah kepadanya.
" kamu kenapa sayang.? dari tadi siang kamu nggak bicara ada apa. " tanya lukis
" kenapa kamu memukul anwar.? aku juga nggak memukul wanita tadi yang genit sama kamu. " kata renita penuh emosi
" maaf, bukan maksud aku memukul nya. aku nggak sengaja sayang, aku lepas kontrol sayang. " kata lukis dengan jujur. masih tetap memeluk renita
" tapi tak perlu seperti itu, kan bisa di bicarakan secara baik - baik. aku nggak mau kamu dan anwar berkelahi hanya gara - gara aku. lebih baik aku yang pergi. " sambil menangis karena ini semua salah nya, tak seharusnya dia memilih di antara mereka bila jadinya seperti ini .
" nggak sayang, ini bukan salah kamu. masalah aku dan anwar sudah selesai ini semua sudah takdirnya. ada yang di pilih dan memilih, ada yang kalah ada juga yang menang, ada yang berjuang ada juga yang berjuang. jadi semua ini bukan salah kamu atau pun perasaan kita. ingat sayang sebentar lagi kita akan menikah . aku nggak mau kehilangan kamu jadi stop berpikiran seperti itu. " sambil membalikan tubuh renita dan berhadapan dengan dirinya. lukis menghapus air mata renita yang membasahi pipi nya.
" tapi bagaimana dengan perjodohan itu.? " tanya renita yang masih memikirkan nya
mereka berpelukan dan menyalurkan rasa sayang nya, mereka tak mau kehilangan keduanya dalam hati mereka berdoa agar allah tidak memisahkan hati yang sudah nyaman ini.
lukis melepaskan pelukannya dan menatap bibir renita yang menggoda. lukis pun mencium bibir renita penuh nafsu dan menuntun renita ke tempat tidur, kini lukis sudah menindih tubuh renita dan memasukan tangan nya ke dalam baju renita untuk meraih gunung kembar milik renita.
setelah berhasil mendapatkan apa yang di mau oleh tangan nya kini tangan itu meremas gunung yang berdiri tegak itu. sedangkan tangan satunya meraih kue apem milik renita, dan mendesah lah renita di perlakukan seperti itu. tak hanya di elus - elus lukis pun memasukan **** ****** nya ke dalam apem milik renita. dan semakin menjadi lah ******* itu.
tak puas hanya bermain di situ, lukis pun membuka pakaian renita dan membuang nya ke sembarang arah. lukis kini melakukan hal yang sama pada dirinya ia melucuti pakaian nya sendiri dan membuangnya asal.
mereka kini bertelanjang bulat dan menutupi nya dengan selimut dan bermain cantik. renita hanya menikmati setiap sentuhan yang di berikan oleh lukis dan terbuai oleh usapan - usapan yang membuat dirinya terbang ke langit ke tujuh ( hahahha)
kini renita mendesah saat merasakan milik lukis menyentuh milik nya. dan mencoba memasuki nya tapi sulit karena masih perawan ya., tapi ia mencoba berkali - kali hingga akhirnya masuk.
" aaahhh, sakittt. " pekik renita
" maaf sayang, tapi sakitnya hanya sebentar saja kok. " ucap lukis meyakinkan renita.
" sssttt sakit lukis, " lirih renita. orang tua renita sedang menginap di rumah neneknya jadi mereka aman ya gays.
" sabar sayang, ini sangat nikmat punya mu masih sempit. . " kata lukis yang menikmati nya
__ADS_1
lukis mencoba menggoyangkan pinggul nya, dengan goyangan ngebor, goyangan cendol sampai goyangan ubur - ubur pun dia lakukan. kini renita hanya pasrah dan menikmati apa yang diperbuat oleh lukis. tak berselang lama lukis pun menyemprotkan susu kental manis kedalam apem milik renita.
selesai mengeluarkan susu kental manis nya. lukis ambruk di atas tubuh renita dengan keringat keduanya yang membasahi tubuh mereka. di rasa lebih baik lukis mengeluarkan pisang ambon nya yang mengecil dan berbaring di samping renita.
" terima kasih sayang, " lalu mengecup kening renita . ia teringat pintu depan belum di kunci, ia bangun dan memakai celana bokser nya. lalu menutup dan mengunci pintunya setelah itu dia kembali ke kamar renita, ia melihat renita yang tertidur pulas karena kecapean ia pun merebahkan dirinya di samping renita. kini keduanya tidur dengan pulas.
...πΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌ...
adzan subuh berkumandang, renita Mengerjapkan matanya, ia merasa ada yang berat menimpa perutnya. dan saat melihat ternyata ada tangan yang melingkar di perut nya. ia jadi teringat akan permainan panas semalam yang di lakukan oleh lukis serta dirinya.
renita memiringkan tubuhnya menghadap lukis ia memperhatikan wajah lukis yang begitu tampan dan pulas saat tertidur. dengan jari telunjuk nya renita meraba hidungnya dan turun ke bibirnya lalu turun ke leher dan berakhir di dadanya .
lukis yang sedang tidur terusik akan sentuhan yang di berikan oleh renita , segera dia membuka mata nya dan melihat renita yang sedang menikmati ketampanan wajah lukis.
" pagi sayang, " ucap lukis memiringkan juga tubuh nya menatap renita dengan tangan yang masih memeluknya.
" pagi, kamu nggak pulang semalam.? " tanya renita
" nggak lah, orang istrinya tidur nggak pakai baju. maka dari itu aku nginap aja di sini. " goda lukis
" iikhhh apaan kamu, itu kan gara - gara kamu. " memonyongkan bibirnya
cup
" tuh kan ngambil kesempatan aja kamu mah. " kesel renita
" ngapain bibirnya di gituin. ? "
" habisnya kesel sama kamu. ini udah pagi lebih baik kita mandi dan siap - siap berangkat sekolah. " suruh renita
" yakin kamu akan sekolah.? " goda lukis
" iya lah. " kata renita dan akan berjalan menuju kamar mandi. tapi sebelum melangkah ia merasakan sakit bagian bawah nya. pasti gara - gara semalam pikir nya.
aawwww sakittt
" tuh kan, aku bilang apa. lebih baik kamu jangan sekolah kamu di rumah aja. " lalu mengangkat tubuh renita tapi bukan ke kamar mandi melainkan ke tempat tidur semula.
" kenapa kamu menaruh lagi aku di sini, aku mau mandi. " pekik renita
" mengulang yang semalam. " tanpa aba - aba lukis menyerang renita seperti semalam. dan terjadi lah pertempuran di dalam kamar. selesai melakukan ritual nya lukis segera mandi, tak lupa ia mengelapi tubuh renita dengan air hangat. selesai itu dia memakaikan pakaian lengkap nya kepada renita tak lupa ia menaruh sepiring nasi goreng di samping tempat tidur nya. lalu beranjak meninggalkan renita yang sedang tidur begitu saja karena dia harus sekolah.
setelah kepergian lukis, renita terbangun karena cahaya matahari dan saat melihat jam dinding , ternyata sudah siang. segera ia membersihkan dirinya dan membersihkan tempat tidur yang terdapat noda darah atas perbuatan semalam segera dia mencuci sprei itu dan mengganti dengan yang baru.
__ADS_1