
Beberapa bulan kemudian.....
kini renita dan teman - teman nya sudah menyelesaikan ujian sekolah nya mereka tinggal menunggu hasil ujian saja. karena ujian selesai renita dan teman - teman nya pergi ke cafe sepulang dari sekolah, saat sedang menikmati makanan renita merasa pusing dan mual. ia segera berlari ke toilet untuk memuntahkan makanan yang tadi ia makan.
karena tak kunjung kembali lukis menyusul renita, karena lukis merasa khawatir kepada renita. saat sampai di toilet ia melihat renita yang duduk lemas dan tak bertenaga.
" sayang kamu nggak apa - apa kan.? " tanya khawatir lukis
" aku lemas lukis, pusing mual dan ingin muntah terus. tapi muntah dan mual nya kalau mencium bau yang tak sedap, apa lagi kalau malam serta pagi. " kata renita dengan lemas
" sayang, lebih baik kita ke dokter aja ya aku khawatir sama kamu. takut kamu kenapa - napa. " usul lukis tak lama renita pingsan dan lukis yang panik langsung membawa renita sambil berlari menuju ke mobilnya . sementara teman - teman lukis yang melihat renita pingsan langsung menyusul lukis dan bertanya padanya.
" lukis renita kenapa.?? " tanya yuli
" nggak tau, ini aku mau bawa di ke dokter. " ucap lukis
" gue ikut, gue pingin tau dia kenapa. " kata yuli
" oke, reni lo bawa mobil gue. " perintah lukis, " sedangkan buat kalian tunggu saja di rumah renita atau barang kali mau pulang, pulang saja. kalau gitu gue duluan. " jawab lukis
" oke lo hati - hati. " jawab semuanya
sedangkan di dalam mobil lukis sangat cemas dengan keadaan renita karena melihat wajah renita yang memucat. yuli yang melihat itu kasian kepada calon pengantin itu, dalam hati yuli renita kenapa.??
" jujur renita kenapa lukis.? " tanya yuli penasaran
__ADS_1
" jawab saja lukis kita tidak akan bilang sama siapa - siapa.?? " pinta reno
" gue nggak tau, tadi renita muntah - muntah lemas dan mual lalu dia pingsan gitu aja. " jawab lukis tanpa menoleh yang tetap fokus melihat wajah renita yang makin pucet
" kis, jangan - jangan renita... " mengantungkan kalimat nya
" jangan - jangan apa sayang " tanya yuli
" hamil. " ucap reno
" apa.?????? " ucap yuli dan lukis berbarengan
" jangan ngaco sayang, mana mungkin renita hamil. siapa yang jadi bapak nya. " kata yuli yang tak percaya
" siapa lagi kalau bukan lukis. mereka kan sudah gol duluan. " Seketika yuli menatap lukis. sedang kan yang di tatap masih bengong dan syok . dalam pikiran nya apa bener renita hamil dan ia akan menjadi seorang bapak
" aku nggak tau kalau renita hamil, tapi kalau untuk masalah itu, aku emang pernah melakukan nya. " jawab lukis
" gila kamu lukis, apa kata orang tua nya lukis kalau renita hamil duluan. pasti bibi rani akan marah besar. ini sungguh gila. " ucap yuli tak percaya
" gue mohon jangan bilang sama mamah, cukup kalian aja yang tau. lagian pernikahan gue juga tinggal seminggu lagi. " mohon lukis ia tidak mau terjadi sesuatu sama renita dan calon anak nya
" oke, gue gak akan bilang sama bibi rani, tapi suatu saat pasti mereka akan tau cepat atau lambat. " kata yuli yang tak habis pikir dengan mereka
akhirnya mereka sampai di klinik karena hanya klinik ini lah yang paling dekat dengan cafe lukis. lukis segera membawa renita ke ruangan UGD, dan renita pun di baringkan lalu di periksa oleh dokter . sementara lukis reno dan yuli menunggu renita yang sedang di periksa mereka menunggu di depan luar ruangan. tak begitu lama dokter pun keluar
__ADS_1
" bagaimana dok keadaan renita. ? " tanya lukis ketika dokter keluar
" begini, untuk pasien bernama renita tidak ada masalah apa - apa. ini masalah biasa bagi ibu hamil, selama trimester pertama memang begitu. tapi pasien kan masih sekolah. apa ada sebuah kecelakaan sehingga bisa memiliki anak begitu cepat, maaf sebelum nya kalau saya ikut campur atau sedikit pingin tau. karena pasien masih terlalu muda untuk mengandung dan juga rentang akan ke guguran. saya harap jangan sampai stres atau pun kelelahan perbanyak lah istirahat makanan yang bergizi dan pola makan nya di jaga ya. apa ada lagi yang mau di tanya kan.? " ucap dokter tersebut
" apa mesti di rawat.?? " tanya lukis
" nggak juga, nanti setelah pasien lebih baik boleh pulang saya sudah kasih resep nya nanti di minum obat nya agar mual nya sedikit berkurang. kalau gitu saya permisi. " ucap dokter tersebut dan
" silahkan dok. " kata lukis
mereka masuk ke dalam setelah dokter itu pergi, ia tak menyangka perbuatan nya bisa hamil. apa yang mesti ia katakan sama mamahnya renita serta orang tua nya sendiri. pasti ibunya lukis bakalan berpikir yang tidak - tidak tentang renita.
ia melihat renita mengelus perutnya dan mengeluarkan air mata, ia tak tega melihat nya. ini semua kesalahan dirinya yang tak bisa mengontrol emosi dan nafsu nya.
" sayang, .? " panggil lukis
" aku nggak tau ini anugrah, kado atau kabar bahagia, yang jelas dia sudah hadir di perut ku sebelum waktunya. ini salah ku yang tak meminum pil itu, andai aku tak lalai mungkin semua ini tak akan terjadi. aku tak menyalahkan anak ini karena dia tak berdosa, aku hanya menyalahkan diriku sendiri yang tak bisa menjaga diriku sendiri. " sambil menangis ðŸ˜ðŸ˜
" sayang, jika ada yang harus di salah kan ini semua salah ku, kalau saja aku tak emosi cemburu dan nafsu mungkin ini semua tak akan terjadi. maafkan aku sayang, kamu pantas marah sayang, kalau perlu kamu tampar dan pukul aku sayang. tapi maafkan aku, aku janji akan menjadi ayah yang baik buat anak kita. minggu depan pernikahan kita sayang, aku harap kamu masih mau melanjutkan acara kita. " kata lukis memohon
" sudah lah lukis, mungkin allah mempercayai kita agar merawat anak ini. kita harus bersyukur karena masih banyak di luaran sana yang menginginkan seperti aku. aku bahagia karena aku bisa merasakan apa yang ibu ku rasakan dulu ketika hamil aku. dan untuk masalah pernikahan kita pasti di lanjutkan karena tak mungkin kita menutupi kalau tidak secepatnya menikah. kamu harus tanggungjawab lah masa mau lari dari kenyataan sih. " kesel renita
" tentu, aku akan secepatnya menikahi mu mana mungkin aku membiarkan kamu menanggung nya seorang diri. aku akan bicara sama ibu dan bapak mu , aku siap jika mereka akan marah padaku. " jawab lukis
" nggak, nggak usah bilang karena sebentar lagi juga kita akan menikah kan.? " dan di anggukkan lukis
__ADS_1
" jadi nggak apa - apa sayang aku udah ikhlas menerima takdir ini. " pasrah renita
" sekali lagi maafkan aku. " sambil memeluk renita penuh sayang.