Bukan Salah Takdir Kita Harus Berpisah.

Bukan Salah Takdir Kita Harus Berpisah.
janji


__ADS_3

Mereka sangat menikmati makan mie ayam sampai tak tersisa. Selesai membayar mereka bergegas menuju lokasi di mana lukis akan membuka cabang bengkel dan cafe.


" Gimana tempat nya sayang.? Kalau aku buka di sini.? " Tanya lukis


" Bagus tempatnya dan deket dengan pasar dan sekolah. Kamu tau aja tempat yang cocok untuk usaha. " Kagum akan ke sukses san lukis.


" Karena sekalian belajar dan bekerja sayang, kalau kamu telat pulang atau aku yang telat pulang sekolahnya jadi kamu bisa menunggu aku di ruangan kerjaku. Tidak kepanasan dan kehausan lagi sayang. " Sambil mengelus kepala renita dengan sayang.


" Makasih ya sayang. Kamu sudah menjadi kekasih yang terbaik buat aku., " Merasa terharu akan kerja keras lukis yang dia bangun


" Sama - sama sayang. Kamu juga sudah mau menerima aku dan segala kekurangan ku. " Mengecup kepala renita

__ADS_1


" Oh ya sayang, orang tua kamu tau kalau kamu punya usaha sendiri.? " Tanya renita


" Nggak sayang. Hanya kamu dan teman - temen ku saja. " Jawab lukis. Karena hari sudah sore mereka segera pulang. Sebelum pulang lukis mampir ke penjual cincin, entah kenapa dia pingin membelinya. Lukis berhenti di toko perhiasan, dan memarkirkan motornya. Renita heran kenapa lukis berhenti di toko perhiasan.


" Sayang kamu kenapa berhenti, ? Katanya mau pulang sayang. Dan ngapain ke sini.? " Tanya renita


" Kamu tunggu di sini dulu ya sayang, aku mau ke dalam dulu. Hanya sebentar sayang. ! "



lukis menghampiri renita yang duduk di depan toko yang sudah tutup. lukis jongkok di depan renita sambil membuka cincin yang tadi dia beli. renita menatap heran dan kaget ternyata lukis memberi cincin buat dirinya.

__ADS_1


" will you marry me.? " tanya lukis


renita tidak bisa lagi berkata - kata dia menangis haru akan hubungannya dengan lukis bakal sejauh ini. sambil menatap lekat wajah lukis. renita berkata " yes, I will. " penuh haru. lalu lukis duduk dan memasangkan cincin ke tangan renita.


" makasih ya sayang. aku tau kamu pasti bertanya kenapa aku melakukan ini semua. agar kamu slalu ingat aku. bahwa kamu sudah mempunyai calon suami dari sekarang. kalau sudah lulus nanti aku akan melamar kamu di depan orang tua mu. " jawab lukis. renita tidak menjawab di hanya memeluk lukis dan menangis haru atas tindakan lukis.


" sudah sayang nangis nya, nanti di kira orang aku yang buat kamu nangis.! " cemas lukis karena renita terus menangis.


" aku hanya bahagia, kamu terlalu banyak kejutan. sampai aku bingung, dan tak percaya kalau kamu melakukan ini semua. makasih ya sayang.,? seharusnya kamu tak perlu melakukan ini. cukup uangnya kamu tabung saja sayang. ! ". jawab renita


" nggak apa - apa sayang. aku lakuin ini karena aku sayang banget sama kamu. ya udah ayo pulang, takut kemalaman di jalan. ! ".

__ADS_1


mereka segera beranjak dari tempat duduk itu, lukis memakaikan helm untuk renita dan dirinya. setelah itu mereka melajukan motornya dan segera pulang. tak henti - hentinya renita memandang cincin yang di kasih lukis sambil tersenyum. dia sangat bahagia bisa bertemu dengan lukis yang mau bekerja keras. dan tidak memandang orang dari segalanya. renita berharap hubungannya bisa sampai ke pelaminan ., amin. "


__ADS_2