Bukan Salah Takdir Kita Harus Berpisah.

Bukan Salah Takdir Kita Harus Berpisah.
kebersamaan keluarga lukis


__ADS_3

Di rumah lukis dan renita...


Malam kini sudah berganti menjadi pagi , Renita bangun sejak subuh tadi. Selesai mengerjakan sholat subuh Renita pergi ke tempat dapur untuk memasak makanan seperti sup, dengan daging ayam serta kerupuknya.


1 jam mengerjakan kegiatan nya di dapur kini Renita menyiapkan sarapan untuk anak nya yaitu daging cincang dengan campuran wortel dan kentang dengan nasi lembek nya serta segelas susu karena anak nya sudah tidak minum asi lagi. Tidak lupa ia menyiapkan kopi serta teh untuk mertua nya.


Selesai dengan kegiatan nya di dapur dan menata makanan di meja makan, renita Mandi terlebih dahulu untuk menyegarkan badan nya. 30 menit renita mandi dan memakai pakaian santai nya tak lupa ia memoles sedikit wajah nya agar keliatan fresh. selesai dengan kegiatan nya renita tidur kembali dengan memeluk lukis, renita tidak tidur melainkan memandang wajah lukis yang masih terlelap dengan pulas nya. Renita mengelus wajah lukis dahi turun ke hidung dari hidung ke bibir dan berhenti di dada nya, puas memandang renita merebahkan kepala nya di dada lukis. Tidak begitu lama lukis terbangun dan melihat siapa yang memeluk nya. ternyata ini bukan mimpi pikir lukis


karena ada rasa yang bergerak renita memandang wajah lukis, dan benar saja suami nya itu sudah bangun dari tidur nya. " sudah bangun.? " tanya renita


" ya, aku sudah bangun. kamu habis mandi.? " tanya lukis yang mencium bau wangi dari tubuh nya, lalu lukis memeluk balik renita


" iya, kamu mau mandi apa nanti.? aku sudah menyiapkan sarapan untuk mu di bawah. " ucap renita , saat lukis akan menjawab pertanyaan dari renita terdengar suara ketukan pintu. renita bergegas membuka pintu nya setelah pintu terbuka ternyata mamah lukis yang sedang menggendong nathan yang baru bangun tidur.


" ulu ulu anak mamah sudah bangun, sini sama mamah. " lalu mengambil nathan dari gendongan mamah nya lukis, " terima kasih ya mah sudah menjaga nathan, " ucap renita yang tidak enak sama mertua nya


" tak apa sayang, mamah senang bisa menjaga cucu mamah apalagi bisa dekat dengan nya setelah 1 tahun ini. bagaimana keadaan lukis sekarang.? " tanya mamah nya


" emang lukis kenapa mah.? " tanya renita bingung


" semenjak dia jauh dari kamu, kerjaan nya hanya menatap poto kalian saja. makan pun hanya seperlunya saja, apa kau tidak lihat bagaimana fisik nya.? tolong kembali kan dia seperti semula. " kata mamah lukis memohon pada renita


" mamah tenang saja, aku akan merawat nya dengan baik. kalau gitu aku mau mandikan dulu Nathan mah, mamah dan bapa duluan aja ke meja makan, nggak usah nungguin kita. " jawab renita sopan


" ya mamah duluan ya, bapa mu sudah menunggu. dadah cucu nenek yang paling tampan. muach. " ucap mamah lukis meninggal kan renita dan nathan


renita membawa nathan ke ranjang di mana lukis sedang beristirahat kembali. tak lama lukis membuka mata nya lagi dan melihat Renita membawa anak kecil, yang lukis yakini itu adalah anak nya. lukis mencoba untuk duduk bersandar di kepala ranjang memandangi wajah bocah polos itu dengan gemas.


Sementara bocah kecil itu menatap lukis dan terus menatap nya, semakin mendekat lukis mencoba mencari perhatian bocah kecil itu.

__ADS_1


" hai boy.? " sapa lukis sambil mencoba membawa nathan ke pangkuan nya tapi di balas geleng-geleng oleh nathan yang menandakan kalau nathan tidak mau.


" sayang, coba liat dulu siapa itu.? " bujuk renita, seketika nathan mencoba melihat sekilas dan langsung menatap Renita kembali.


" dia itu pa pa. nathan kan suka memanggil nama pa pa dan itu pa pa nathan. " ucap renita dengan pelan dan sabar bahkan kata papa pun secara terbata agar nathan mengerti.


" pa pa pa. " ucap nathan


" iya papa, mau sama papa.? " tanya renita , bocah itu pun menganggukkan sebagai jawaban iya, renita pun mendudukkan nathan kepada lukis.


Tanpa terasa lukis mengeluarkan air mata nya, seharusnya dia ada saat renita melahirkan, mengadzani nathan, pokoknya semua tentang nathan saat masih dalam kandungan sampai ia sebesar ini.


Tapi semua telah berlalu tak mungkin ia bisa mengulang itu kembali. menyesal pun percuma, kini ia hanya ingin menjadi anak yang baik untuk anak dan istri nya serta tidak mengulang kesalahan yang sama lagi.


Renita Menggenggam tangan lukis dengan erat ini semua bukan salah sepenuhnya lukis, tapi salah dia juga andai waktu bisa di putar ia akan mendengar kan terlebih dahulu penjelasan dari lukis bukan lari dari keadaan.


" kita tidak bisa menyesalinya, tapi kita harus memperbaiki nya. maaf telah memisahkan kamu dan nathan, ini salah ku juga. seandainya aku tidak egois mungkin semua ini tak akan terjadi. " sesal renita


" mam mam. " kata nathan yang sudah lapar


" kamu lapar boy.?" tanya lukis dan anggukkan oleh nathan


" tunggu sebentar ya papa mau cuci muka dulu ok. " kata lukis dan di balas anggukkan lagi oleh nathan, tak berapa lama lukis membawa nathan kemeja makan sambil memegang tangan Renita begitu erat.


Sedangkan di meja makan reno dan orang tua lukis baru saja selesai makan, ketiga orang itu menoleh saat mendengar suara langkah kaki. terbesit senyum yang bahagia di ke tiga nya, karena mereka kembali akur.


" cucu kakek mau sarapan ya. ? " tanya bapa nya lukis


" mam mama. " kata nathan

__ADS_1


" uluh uluh gemes sekali kamu sayang. sini sama nenek di suapin ya. " pinta mamah lukis yang ingin menyuapi nathan


" nggak mah, biar lukis aja. ini momen pertama lukis menyuapi anak lukis. " kata lukis


" baik lah kali ini mamah ngalah, tapi lain kali mamah yang akan menyuapi nathan. " kata mamah lukis


" ya mah "


" ciiee, kalian sudah baikan nih cerita nya. " goda reno


" kami tidak marahan hanya saja sedang memberi ruang buang kita introspeksi diri. " sela lukis


" iya deh iya, jadi kapan rencana kalian akan balik lagi ke sana. ? " tanya Reno


" hari ini, karena cafe lukis sedang sibuk sekali. apa lagi rumah kosong. gak apa apa kan kalau pulang sekarang." kata renita


" kalau gitu terserah kamu saja. apa kamu nggak lelah.? " tanya lukis yang merasa kasian kepada istri nya


" nggak, apa lagi ini buat masa depan nathan. tapi. " jawab renita menggantung kata kata nya


" mmmmm,,, tapi.... " ragu


" apa,? katakan saja jangan ragu. " kata lukis sambil menyuapi nathan sedang kan yang lain nya menunggu jawaban renita


" nanti kalau kamu sudah baikan boleh nggak kamu yang kerja lagi . aku pingin di rumah aja. " jawab renita merasa malu


" kirain kenapa, iya pasti aku akan bantuin kamu. kamu tenang saja kamu hanya fokus ngurusin nathan saja dan menyambut suami mu pulang, kamu boleh ke cafe atau bengkel sesukamu karena itu hak kalian. " kata lukis sambil mengelus kepala renita dengan sayang


" uuuhhh, kirain kenapa.lukis benar nak kamu sebaiknya di rumah saja merawat nathan kalau kamu mau kuliah lagi nathan biar sama mamah atau sama ibu mu. " kata mamah nathan, ya keduanya masih kuliah sedang kan lukis cuti untuk sementara.

__ADS_1


" makasih, " kata renita dengan senyuman


__ADS_2