CAUSE I LOVE YOU

CAUSE I LOVE YOU
Ten


__ADS_3

#10


Syahwa mengotak atik ponselnya masuk keapplikasi Whatsapp, tertera nama Syahna disana, dia online, ingin mengetik tapi rasa minder dan ragu muncul juga. Sejenak dia melihat instastory milik Syahna Dimana dia memposting foto dengan caption "Hari yang menyenangkan, good bye jakarta", sedikit tertegun ternyata dia benar benar pergi.


~Na?. Isi pesan syahwa, akhirnya dia pun memutuskan untuk mengirimkan chat duluan


"Ck, hanya dibaca". Decak kesal syahwa, kali ini dia tidak ingin mengutamakan gengsi nya dulu, ada baiknya dia meminta maaf atas kesalahannya


~Hey Na, maafin kakak yah


~Hm


"Damn it!". Kesal syahwa


~Tidak perlu meminta maaf, aku sudah maafkan


~Iya, tapi kenapa gak ngajak sih Na


~Kenapa? Kau kan sudah besar ngapain di ajak ajak, gak kesasar juga, kalau mau kesini yaudah kesini saja, jangan kekanakkan, dikasih permen mintanya es krim.


Syahwa kesal sendiri


"Kalau aku tau dia balasnya gini, huh gak akan ku chat kamu juga Syahna". Ujarnya dengan nada kesal


~okey i know, oh ya aku mau kasih tau kalau aku akan pindah kampus


~Seriously


~Tentu, papa pindahin ke kampus tentara, maklum akukan juga cita citanya mau jadi tentara, tapi aku beda kota nanti


Syahna yang mendapat balasan itupun berfikir


"Hmm, mencurigakan". Gumamnya pelan masih menatap layar ponselnya


"Ada apa putri muda?. Tanya pasha yang mendengar gumaman syahna walaupun itu pelan


"Nggak ada, lanjutkan tugasmu". Celetuk syahna dengan nada dinginnya, sementara pasha hanya mengangguk


Syahwa yang menunggu balasan syahna hanya bisa menghela nafas, dia ingin mendengar pendapat syahna tentang pindahnya dirinya, tapi anak itu malah offline membuatnya harus tidur dan menuju kealam mimpinya karena dia juga tau esok hari akan berangkat kekota tersebut.


***


"Yaudah, syahwa pergi dulu pah jaga kesehatan ya pah kalau kangen papa bisa jenguk syahwa kesana, terus papa jangan banyak pikiran jangan lupa makan pagi, siang dan malamnya". Kata syahwa dengan nada pengertiannya seraya memeluk papa feras yang kaka itu sedih melihat kepergian putrinya, sepi pasti hal itu akan terjadi karena keduanya sudah tidak mengisi rumah besar lagi (Mansion).


"Iya yaudah hati hati yah sayang". Ucapnya sambil mengelus dan mencium puncak kepala milik syahwa yang kala itu mengalirkan air matanya, iya kalian kan sudah tau kalau dia itu cengeng.


***


Pesawat yang ditumpangi syahna belumlah sampai karena menghabiskan waktu beberapa jam untuk sampai ketempat tujuan


Sambil menikmati pemandangan diluar jendela milik pesawat, syahna juga berbalas chat dengan kakaknya syahwa. Sementara syahwa juga sudah menaiki jet pribadi milik papa yang kala itu dia memakainya.

__ADS_1


Setelah berbalas pesan cukup lamanya, syahwa pun memilih untuk mengisi kasur empuk yang menunggunya untuk dinikmati dan tidur, memang benar yang paling nyaman itu hanya kasur tak ada yang lain.


Syahna sudah sampai ditujuan, sejenak dia berdecak kekaguman dalam hati, dan memakai kacamata hitam miliknya sambil memasang raut dinginnya dengan dibodyguardkan oleh Pasha yang kala itu juga tak terbit darinya senyum manis ataupun tatapan hangat melainkan tatapan tajam terhunus dan tak ada senyum hanya raut menyeramkan yang membuat orang disekitar terintimidasi dengan aura penindasnya, benar benar akting yang Amazing


Barulah saat Keduanya berlalu meninggalkan bandara dengan menggunakan mobil sport berwarna hitam yang diisi tadi tatapan menakutkan dari orang orang ketika menatap kedua sejoli itu, semuanya menghela nafas rasa syukur disebabkan oleh keduanya yang terlalu mencolok dan tidak tersentuh.


"Benar benar menyeramkan". Ucap salah satu orang yang tadinya menatap kepergian pasha dan Syahna


***


Sementara syahwa terbangun dari tidurnya, dilihatnya pesawat belum mendarat membuatnya harus menanyakan kepada pramugari yang kala itu tersenyum manis kearahnya


"Kira kira berapa jam lagi kita sampai ya?". Tanya syahwa


"Stengah jam nona muda, silahkan istirahat kembali". Jawabnya


Dengan cepat syahwa pun menggelengkan kepala tanda dia tidak ingin lagi tidur, Dia berlalu dari tempat tidurnya menuju tempat duduk sambil memperhatikan sekitaran pemandangan awan yang membosankan.


Kreet.. Kreet


Syahwa pun menyengir, bunyi perut membuatnya harus mengisi dengan makanan yang bergizi dan meminta sang pramugari menyiapkan makanan kesukaannya, nasi goreng seafood.


Setelah memakan makanannya, syahwa pun memainkan ponselnya melihat chat masuk dari syahna yang mengatakan bahwa dia telah sampai di tujuan.


Setelah menunggu beberapa menit, mulailah terlihat pemandangan indah dari bawah, dimana terlihat pohon, lautan, rumah rumah milik penduduk, dan satu yang menarik perhatiannya markas besar milik tentara yang membuatnya mengeluarkan mata yang dipenuhi binar cahaya, siapapun melihat tatapan itu akan gemas dengan sendirinya.


"Amazing". Teriaknya sambil bertepuk tangan, bak anak kecil


Sementara pramugari yang kala itu bersamanya gemas dan dibuat geleng geleng kepala dengan tingkah konyol syahwa.


Semua orang menatap gemas kearahnya apalagi gak bisa diam berbicara, padahal orang yang disampingnya hanya sesekali menanggapi dengan senyuman


"Dia lucu sekali". Ucap salah seorang lelaki yang menatap syahwa


"Iya benar, aku seperti ingin memakannya". Balasnya yang kala itu syahwa melewati kedua orang yang membicarakannya, merasa nona mudanya dibicarakan salah satu pengawal dengan jarak terdekat dengan sang pemuda diapun melemparkan tatapan tajam kearah kedua pemuda yang tadi berbicara dan akhirnya pemuda itu terdiam dalam ketakutannya


"Mereka hanya tau sisi manis milik nona muda, tapi bagaimana dengan sisi jahatnya nanti? Apakah mereka akan tetap memberikan tatapan seperti itu?". Gumam pramugari lain dalam hati sambil menggelengkan kepala yang bernama fani, mereka tidak memakai pakaian pramugari lebih tepatnya memakai pakaian biasa tapi tetap saja kesannya seperti bodyguard.


Sekali lagi, Syahwa berulah dia mendapat sebuah kucing gemuk yang saat itu sedang kehilangan tuannya, membuatnya harus mengambil dan mencari sang tuan tapi tak kunjung juga ditemukan


"Dia sangat menggemaskan, bagaimana ini fan aku gak mungkin kan biarin dia ditinggal begitu aja". Keluhnya sambil memainkan bulu kucing yang tebal mirip boneka itu


"Nona, kita baru saja sampai alangkah baiknya kita keruang kehilangan barang, pasti tuannya juga akan mencarinya". Ucap fani memberikan solusi


Syahwa pun manggut manggut lalu memutuskan untuk keruangan yang dimaksud. Sesampainya di sana diapun sedikit menceritakan semua kepada petugas dan meletakkan sikucing dengan hati hati lalu pamit meninggalkan ruangan tersebut menghampiri sang pengawal dan pramugari yang menunggunya di depan ruangan.


"Kalian bukannya harus pulang kan?". Tanya syahwa


"Tentu nona, pramugari hanya mengantarkan sampai didepan karena mereka juga mempunyai pekerjaan lain, lalu aku dan pengawal akan mengantarkan anda ditempat tujuan lalu kembali kerumah besar, jadi disana nanti anda akan belajar mandiri dan tidak terspesialkan, masih seperti dahulu identitas anda tidak akan diungkap ataupun dipublikasikan". Jelas Glen


"Oh iya, jadi aku bebas?". Tuturnya

__ADS_1


"Tidak! Anda akan dilatih tegas dan disiplin oleh beberapa anggota tentara nantinya". Jawab Glenn lagi


"Tentu aku tau! Ini yang aku inginkan dari dulu menjadi wanita yang kuat". Ucapnya dengan senyum manis


Tidak ada lagi pembicaraan, hening. Semua telah sampai dihalaman depan bagian bandara, semuanya menatap kepergian syahwa dengan bahagia dan kembali bekerja dengan tertatih.


***


"Putri mu_".


"Jangan memanggilku putri muda sha, biasa aja kenapa sih". Kesal syahna


"Hmm saya tidak bisa". Tuturnya


"Aihh yasudah sana balik ke jakarta". kata syahna dengan nada geram dan kesal


"Baiklah, saya akan balik". Balas pasha dengan nada serius


"Aihh aku kan hanya menggertak, tidak perlu serius panggil aku nona syahna saja tidak perlu ada putri atau segala beraneka ragam". Keluhnya dengan kesal


Pasha pun memasang raut hangatnya sambil tersenyum manis, dia tau itu hanya gertakan dari sang penggertak. Dia hanya ingin mengetes syahna, ternyata apa yang dipikirkannya berhasil membuatnya tersenyum merekah apalagi dipipinya terdapat lesung yang membuat siapapun terpanah dengan ketampanannya termasuk syahna yang kala itu pipi


nya blush on (merona)


"Baik nona". Jawab Pasha


***


"Waw, ini yang kulihat tadi". Gumam syahna dengan kagum, tanpa menoleh kearah mobil yang membawanya tadi diapun masuk dan membuka gerbang, sementara sang bodyguard menatap sekilas lalu membawa mobil melesat menjauh dari markas tentara.


"Siapa Kamu?". Tanya salah seorang murid tentara dengan nada dingin namanya Viola


Syahwa yang kala itu melihat lihat terkejut dan salah tingkah, Barulah beberapa saat mengatur detak jantungnya yang berpacu dengan kembali seperti semula ia berbicara


"Aku anak baru". Jawabnya dengan senyum manis


"Oh, benar tadi ada pengumuman dari senior kalau kita kedatangan murid baru, mari saya antarkan". Ucapnya, yang tadinya dingin kini terasa hangat dan ceria, maklum dia kira tadi syahwa penyusup dan segera bersiaga.


Syahwa mengangguk


"Salam kenal yah, namaku Syahwa Khairunnisa, panggil saja syahwa". tutur syahwa memperkenalkan diri


"Aku Viola handayani, panggil saja vio salam kenal syahwa". Sambutnya dengan ceria


"Nanti kita sama asrama aja Wa, ditempatku nyaman dan asri". Ucap viola dengan antusias


"Wah, benarkah? Baiklah aku akan memberitahukan kepada pihak tertinggi nanti kalau begitu". Jawab Syahwa antusias juga


>>Bersambung


Jangan lupa Like komen

__ADS_1


Salam Author🐣


Kak Awa🐾


__ADS_2