
"Ya Terserah".
Syahwa dan Sabrina memasuki pintu perpustakaan, sabrina menjaga didalam pintu sedangkan syahwa mencari buku buku yang dia maksudkan
Mata tajamnya meneliti setiap rak yang dilewatinya, tak lupa juga ia membongkar arsip arsip yang tersusun rapi dan terletak dilemari kayu yang sudah usang. Nampaknya perpus ini sudah begitu lama tak dikunjungi dan tidak dibersihkan terbukti dari tebalnya debu yang hinggap disetiap rak rak yang syahwa pegang
"Ah apaan ini?".
Syahwa mendapat sebuah dokumen dan juga beberapa koran yang ia dapat di sebuah arsip dengan kode yang aneh. Dikoran juga tertulis beberapa kode yang entah apa itu, nampaknya otaknya harus bekerja keras lagi memecahkan kode kode itu
Ia mencari sebuah tempat duduk, ia memanggil sabrina
"Kemarilah".
"Ada apa? Aku harus berjaga".
"Apa perpustakaan ini memiliki kunci cadangan?". Tidak menjawab sabrina melainkan balik bertanya
Gadis itu terlihat menghela nafas,
"Dulu ada, tapi kunci cadangan itu sudah hilang dan tersisa kunci yang asli ini".
"Baik, kunci pintu itu dari dalam".
"Loh kenapa?"
"Ada sesuatu yang perlu dianalisis, kuncilah sebelum satpam itu menyadari kunci perpustakaan ini hilang".
"Jelaskan"
"Satpam itu pasti akan menyadari ada sesuatu yang tidak beres lalu menghitung kunci kuncinya dirinya akan menuju kesini mengecek ruangan ini. Bila kau menguncinya dari dalam maka ia akan merasa perpustakaan ini tidak dibuka sama sekali dan mungkin dirinya lupa menaruhnya dimana. Sekarang sudah jelas, silahkan jangan kelamaan keduluan tuh pak satpamnya datang".
Sabrina pun pergi menguncinya segera, sementara syahwa bergumam kesal
"Susah memang untuk otak udang".
Sabrina kembali mengantongi kunci, Ia duduk manis dihadapan syahwa
"Apa yang perlu dianalisis?"
"Kode ini, maksudnya apa?. Tunjuk syahwa
Syahwa tergelak dengan sesuatu, dalam batinnya
~Lah kan otak udang, ngapain aku..
__ADS_1
Dengan santai ia bergumam
"Apa kau bisa?" Tanyanya walaupun tidak begitu yakin
"Kau pasti meragukanku, biar kuperjelas walaupun otakku agak aneh kode ini seperti familiar, kode morse ya kode ini kode morse tidak salah lagi". Ujarnya memperhatikan titik pendek dan garis panjang yang tertulis jelas dikoran
Syahwa nampak terkejut dengan ucapan gadis itu
"Kau sadar juga dengan otak udangmu yang suka lambat mengerti kalau lagi ngomong itu, tapi tak kusangka kau juga pintar".
"Ck, sebenarnya kau memujiku atau menghujatku?".
"Pujian dalam bentuk hujatan. Aku tidak bisa membiarkan seseorang terbang terlalu tinggi, semakin tinggi nanti semakin sakit kalau terjatuh jadi sekalian saja ada pujian namun bentuknya dalam hujatan".
"Ck, kau benar benar". Geram sabrina kesal, Syahwa malah tergelak terbahak dengan ekspresi yang ditunjukkan Sabrina
"Baiklah baiklah, maafkan aku. Sekarang mari pecahkan kode kode ini".
"Tapi aku tidak tau ini huruf apa, aku hanya familiar dengan kodenya"
"Aaah kenapa begitu menyebalkan, lihat di google"
"Tidak bisa"
"Kenapa?"
"Jelaskan" Kata syahwa mengulang kembali ucapan sabrina
"Jaringan dimarkas ini adalah buatan dari markas ini sendiri. Jaringan dari luar tidak akan bisa masuk. Terus setiap yang memakai jaringan internet akan diketahui aktivitasnya dan keberadaan dimana, kau pasti mengerti syahwa".
Syahwa tentu mengerti ketika memakai jaringan itu mereka paati dipergok disini dan Alhasil mereka ketahuan. Tidak mungkin kan mereka melakukan hal yang sekonyol itu
"Kau banyak mengetahui perkara markas markas ini. Itu berarti hasil kerjaku mengembalikan perusahaan papa juga dipantau oleh mereka dong soalnya aku memakai jaringan internet untuk mengelabui hacker bajingan itu kemarin".
~Apakah identitas diriku sudah terbongkar
"Apakah perusahaan papamu memiliki kode keamanan yang berlapis lapis?"
"Iya aku sudah pastikan itu, bahkan aku memberi kodenya dengan 150 kode dinding keamanan dan juga jebakan batman di dalamnya".
"Itu tidak akan ketahuan oleh mereka apalagi sampai sebanyak itu. Jaringan mereka akan rusak apabila terlalu memaksakan untuk masuk dilink perusahaanmu. Lagian link perusahaan juga tidak kentara alias memakai nama lain bukan".
"Iya, Baiklah aku tenang sekarang".
"Tapi mereka akan terus menyelidikimu aku yakin itu, mengingat kemampuan IT mu dan kerjaanmu itu membuat mereka akan mencurigai sesuatu dalam dirimu".
__ADS_1
"Aku akan berusaha untuk menghilangkan kecurigaan itu sebelum aku mengetahui asal usul markas mereka dan biodata masing masing ketua militer itu"
"Baik, sekarang kita hanya perlu mencari buku pramuka"
"Untuk apa?".
"Yah untuk memecahkan kode kode ini, kode morse biasa ada didalam buku itu dan juga coret coretan ini merupakan sandi rumput. Kemungkinan besar yang menulis sandi sandi ini adalah seorang yang mengetahui tentang pramuka"
"Oh oke"
"Emangnya kau tidak pernah membaca buku buku itu? Aneh sekali"
"Aku cuma baca baca buku tentang pembunuhan, seni bela diri, seni pedang, karakter karakter seseorang, tentang buku itu tidak pernah aku pelajari kalau tentang kode pastinya kode angka yang ku ketahui"
"Padahal kode kode itu biasanya digunakan oleh orang orang untuk menjebak. Tapi kode ini juga terlalu cepat dan mudah untuk ditebak apalagi orang tersebut mengerti tentang pramuka".
"Yasudah cari cepat setelah itu keluar besok kita datang lagi kesini setelah memecahkan kode kode menyebalkan itu".
Mereka pun segera mencarinya tetapi setengah jam lamanya bolak balik dirak tidak didapat buku itu, Dengan tepuk jidat mereka mengingat sesuatu
"Perpustakaan baru, aku pernah membaca judul tentang pramuka, aku tidak begitu tertarik saat itu. Segitu bodohnya sampai lupa issh".
"Aku bahkan pernah membacanya dan aku tau tempat terakhir tempat meletakkannya". Gumam sabrina dengan kesal
Mereka pun segera keluar dari ruangan yang berdebu itu, lalu menguncinya, mereka kembali berjalan menuju perpustakaan baru. Dokumen yang mereka dapatkan sudah diletakkan diruangan syahwa agar tidak meletakkan kecurigaan para petinggi, mereka membawa dokumen itu dengan sembunyi sembunyi.
Setelah 15 menit berjalan mereka berdua pun tiba digedung pencakar langit tersebut, keduanya masuk. Sudah pukul 12.00 siang rupanya, Pasti para rakyat rakyat penghuni markas ini berkumpul dikantin untuk makan siang
Perpustakaan dalam keadaan semi, tidak begitu ramai seperti biasanya. Gedung berlantai 5 itu hanya berpenghunikan 250 orang terlihat dari jumlah pengunjung yang tertera diatas layar masing masing tingkatan 50 orang ada juga yang lebih.
Lantai paling atas untuk buku buku yang sudah usang karena bila dipindahkan diperpustakaan lama tidak begitu memungkinkan mengingat ruangan itu juga tidak pernah tersentuh dan jarang diketahui banyak penghuni markas
Lantai 5 juga begitu jarang dikunjungi selain tempatnya yang begitu tinggi, Juga tidak meningkatkan minat pembaca apalagi hanya sebuah buku sejarah. Hanya orang yang cinta sejarah yang akan benar benar rela berjalan lewat tangga demi mengetahui isi buku buku itu,
Tidak ada lift disana, Mereka di didik dengan keras bukan hanya fasilitas yang mengenakkan. Naik turun tangga merupakan salah satu olahraga terfavorit di markas militer. Oleh karenanya, Tidak ada inisiatif untuk membuat lift
Menurut para senior lift membuat mereka memanjakan kaki untuk tidak berolahraga
"Nah ini bukunya". Ujar sabrina mendapatkan buku itu, mereka hanya dilantai satu bukan gedung paling tinggi
"Yasudah pinjam dulu tuh sama penjaganya. Aku mau cari novel dulu supaya gak dicurigain". Tukas syahwa
Sabrina pun mendahuluinya dan meminjam buku pramuka itu, aku sementara Syahwa masih mencarinya
"Mystery book? Buku apa ini?". Kata syahwa tertarik dengan buku itu
__ADS_1
* * *
Next...