CAUSE I LOVE YOU

CAUSE I LOVE YOU
Bermain Game (5 pos)


__ADS_3

"Rainan!". Athar memanggilnya saat laki laki itu hendak masuk kemarnya


"Hah?"


"Sini"


"Lo ngerahasiain sesuatu dari kita ya". (Maksud kita itu adalah farhad, athar dan azmin)


Pria itu bingung tidak tau apa yang sebenarnya mereka tanyakan


"Maksudnya?"


"Gue gak mau tau ya, lo janji harus ceritain sedetail mungkin".


Pria itupun semakin bingung


"Emangnya apaan?"


"Tapi lo janji dulu".


"Gimana gue mau janji kalau gue gak tau apa yang kalian minta, itu konyol".


"Kitakan hanya suruh janji, bukan nyuruh lo terjun bebas atau bersihin wc, kita cuma lo janji cerita bukan janji perintah, Understand?".


"Iya iya gue janji".


"Lo kenal syahwa?". Tanya Azmin


"Yaa, emang kenapa?"


"Itu yang harus lo ceritain kekita".


~Sudah kuduga, Okey tenang ceritakan hanya setengah. Batinnya


Rainan menceritakan semuanya kecuali identitas gadisnya. Dia menceritakannya dengan singkat, nampak raut wajah ketiga pria yang mendengar terlihat tidak puas dengan ceritanya


"Gue gak puas sama cerita lo". Seru Azmin


"Aku juga". Sahut Athar dengan cemberut


"Ya ampun, Jijik gue lihatnya thar". Seru azmin menatap geli kearah athar.


"Me too". Sahut farhad


"Gak usah sok bahasa inggris deh".


"Suka suka gue dong, kok lo yang sewot sih".


"Dih"


Perdebatan itupun berhenti seketika, Semuanya menatap rainan dengan tatapan memerintah agar melanjutkan pembicaraannya, Rainan yang melihat hanya diam. Mau cerita apa lagi? Dia sudah kehabisan kata kata. Tidak ada yang perlu dilanjutkan lagi.


"Mau bahas apa lagi? Gue kan udah cerita semua". Tukas Rai


"Gue rasa lo belum sepenuhnya cerita". Ucap Farhad dan lainnya menanggapi ucapannya dengan anggukkan


"Makanya jangan main rasa kalau orang lagi ngejelasin, pakai perasaan gak selamanya firasat lo itu benar". Cetus rainan lalu meninggalkan ketiga pria yang masih terduduk dibangku masing masing


~Walaupun firasat kalian benar, tapi sungguh rahasia kali ini gue jaga seperti nyawa gue sendiri. Syahwa masuk kepelatihan militer ini karena cita citanya bukan ada niat buruk atau menghancurkan markas militer ini.


~Dia memang seorang mafia tapi dia tidak bermusuhan sama sekali dengan markas militer ini. Hanya saja kerjaan orang tuanya didunia gelap itulah yang menjadikan para tentara memburu mereka sebagai buronan kelas kakap.


"Ah sudahlah".


* * *

__ADS_1


Tiba saatnya malam, para senior mengumpulkan mereka semua dilapangan. Semua harus datang dan itu keputusan yang mutlak, yang artinya semua wajib berkumpul dilapangan ini. Entah mendengar penguman atau pelatihan yang pastinya semua hanya di perintah untuk berkumpul.


Reyhan, bagas dan 3 lainnya mengambil Alih untuk menjadi panitia dan imbasnya rainan dan kawan kawan ditugaskan untuk berjaga. Para petinggi satu persatu duduk dikursinya. Semua para murid duduk dengan santai menikmati malam yang sejuk ini.


Para murid mulai berbisik satu sama lain,


"Apakah kita akan mencari gadis yang hilang itu lagi?"


"Masa sih, bukankah pengumumannya tadi pagi itu..."


"Entah, tapi jarang banget lo para petinggi keluar dari tempatnya. Baru kali ini"


"Kayaknya ada yang serius kali ini deh".


Tak lama, semuanya pun tenang kembali saat bagas menginstruksikan untuk diam, dengan begitu salah satu pimpinan mereka akan memulai pembicaraan


"Baiklah, dengarkan semua. Tujuan saya mengumpulkan kalian semua adalah karena suatu hal". Ucap Syam, ayah Reyhan.


Semua orang masih mendengarkan pidato orang yang memiliki pangkat tertinggi tersebut


"Karena kemarin acara mengganggu kesenangan kalian, maka saya mengajak kalian semua untuk bermain game. Bukan lagi duduk mengitari api unggun tapi kita akan bermain game yang mungkin seru".


Puk puk puk


Sorakan tepuk tangan menggema di lapangan, semua orang bersemangat


"Sumpah, aku kirain info penting ternyata bermain game, gak sabarnya". Tutur salah satu junior dengan antusias


"Reyhan!"


"Siap pemimpin!".


"Lanjutkan, saya dan beberapa lainnya akan mengadakan rapat. Disana sudah ada denah, kali ini mereka akan menjelajah hutan dibelakang markas".


"Siap pemimpin!".


"Siap! Anda juga pemimpin!".


Setelah bercakap cakap, Reyhan pun mengambil alih kepemimpinan segera dibantu oleh bagas


"Panggil senior lainnya". Tukas Reyhan kepada bagas, pria itupun segera melaksanakan tugasnya


"Siap captain!".


"Emmm".


~Syahwa..


Kebetulan saat ini, gadis itu duduk termangu ditempatnya. Entah apa yang dipikirkannya, yang jelasnya gadis itu tidak bersemangat sama sekali. Disisi lain, sabrina juga sama halnya dengan syahwa, keduanya bungkam tidak banyak bicara.


"Bukan waktunya untuk bucin, nah ini dah gue kumpulin yang lo suruh".


"Ih apa sih lo, gaje".


"Okay, teman teman game yang diambil ini adalah sebuah penjelajahan hutan dibelakang markas kita".


"Wih seru tuh". Celetuk bagas


"Diam dulu deh gas"


"Oke oke gue diam".


"Nah, jumlah kalian semua berapa?". Tanya Reyhan


"Siap captain! 15 orang"

__ADS_1


"Dihutan sudah disiapkan 5 pos, berarti 3 orang berjaga disetiap pos, sedangkan gue dan bagas akan menyusul dari belakang untuk memastikan tidak ada murid yang tersesat. Sekarang, kalian berangkat menuju pos masing masing 2 jam kemudian game akan dimulai, jangan lupa pasang bendera juga jebakan batmannya teman teman agar game nya lumayan seru, Good luck"


"Siap captain!". Ucap mereka semua serentak


Beralih lagi ke Reyhan, pria itu kemudian menjelaskan tata cara game jelajah hutan tersebut, semua mendengarnya dengan antusias. Group dibagi menjadi 15 regu, masing masing beranggotakan 25 orang dan ketua ditunjuk oleh anggota mereka sendiri


Syahwa, Yuria, sabrina, Veny, William, dan 24 lainnya memutuskan menunjuk William sebagai ketua dan penunjuk jalan. Dikarenakan Murid begitu banyak maka dipastikan mereka membuat Group baru lagi.


"Baik, 2 jam kemudian kalian berangkat, siapkan keperluan yang penting. Tidak perlu membawa begitu banyak barang. Disetiap pos ada cemilan dan minuman yang akan diberikan oleh penjaga disana".


"Siap captain!"


"HANDSOME!".


Pletakk


"Jaga mulut kamu".


"Sorry, kelepasan. Tapi emang handsome kok". Tutur veny


"Untungnya suara lo kecil, kalau gak diketawain seluruh penghuni markas, caya deh gue".


"Ah bawel lo".


"Ya kalau diem doang tuh ya patung".


"Yaudah lo diem aja"


"Gue bukan patung"


"Yaudah jadi patung kalau gitu".


"Oh tidak semudah itu kawan"


"Serah kau".


"Iyalah suka suka gue, wleee". Cetus dewi, gadis itu menjulurkan lidahnya kearah veny


Disisi lain, Syahwa masih tidak bersemangat. Moodnya tidak begitu baik, ia hanya membawa sebuah ponsel dan tas kecil yang ia pakai. Semua murid telah siap namun masih banyak waktu untuk istirahat.


* * *


Satu setengah jam sudah berlalu, 30 menit lagi petualangan mereka akan dimulai, Reyhan meminta kelompok pertama untuk berjalan terlebih dahulu dan kelompok itulah yang dipimpin oleh william.


Mereka berjalan kearah barat sesuai dengan denah, pos pertama berjarak lumayan jauh


"Apaan itu?"


Semua anggota dengan sigap menatap kearah yang ditunjuk oleh nadin, syahwa sedikit waspada


"Hati hati, mungkin saja ada jebakan yang dipasang disana". Celetuk sabrina


"Masa sih? kitakan cuma disuruh dari pos kepos masa ada jebakan yang dipasang".


"Itu tidak lucu, itu benar jebakan bila kau tidak percaya coba sendiri kesana kupastikan kau anggota pertama yang gugur digame level 1 ini". Tukas sabrina


Syahwa sedikit termangu dengan ucapan gadis itu, apa yang dipikirkannya sama dengan yang dipikirkan gadis itu


"Level satu?". Tanya Yuda salah satu anggota lainnya


"Iya, bukankah tadi kalian sendiri mendengar ada lima pos? itu berarti ada lima level dan pasti sangat sulit disetiap tingkat levelnya". Jawab Sabrina


"Wah kau cerdas juga ya, kalau begitu kita akan berhati hati lagi".


* * *

__ADS_1


Next...


__ADS_2