
"Cepat!! Kejar pemimpin itu". Teriak Rainan, tak rela gadisnya dibawa lari oleh orang asing
"Syahwa...!!!". Teriak bagas melihat gadis itu diculik, hatinya merasa bersalah sebab tak menjaga dirinya
"Bagas mengenalnya, aku bahkan khawatir tanpa sebab melihatnya disergap seperti itu, apakah mungkin..tapi mengapa? mengapa aku melupakannya? lalu tunanganku itu siapa..". Batin Reyhan
Semua orang melakukan aksi pengejaran kepada pemimpin tersebut. Syahwa yang melihat itu bimbang ingin bahagia ataukah marah? Dia tidak tahu bahaya apa yang sedang mengintai didepan sana. Menyelamatkan diri sendiri ia bisa bahkan untuk membunuh orang yang menculiknya ini cukup mudah, namun melibatkan teman temannya itu sesuatu yang benar benar merepotkan, padahal dirinya hanya ingin memastikan satu hal setelah itu ia akan membunuh musuhnya sambil melarikan diri
"Dasar manusia bodoh!". Ejek pemimpin the klan
"Bagaimana pendapatmu?". Tanyanya kembali
"Aku tak ingin berbicara dengan mu". Cetus syahwa
"Ck! Aku tahu alasan dirimu tidak memberontak saat aku membawamu. Bisa saja kau membunuhku saat ini namun kau memilih untuk diam..Kau..".
"Apa? Mengapa berhenti berbicara?".
"Bukankah kau tidak ingin bicara denganku"
"Hmm..Kalau sudah tau mengapa tidak memberitahuku?".
"Aku hanya diperintah..kau pasti kaget melihat senjata rahasia milik keluargamu tersebar, kau tau aku merupakan salah satu anggota elit namun.."
"Kau pengkhianat".
"Tidak, aku tidak melakukan itu. Aku masih bekerja pada keluargamu dan tidak bersekutu dengan musuh klan manapun. Aku hanya mendirikan klan untukku dan orang yang sepertiku".
"Benarkah? Bukankah the klan sudah ada beberapa dekade yang lalu?"
"Yah sederhana saja, mereka semua berbeda denganku sebab mereka yang dahulu sudah punah, kalau sekarang aku hanya meneruskan".
"Berbeda? Tapi ritualnya tidak ada perbedaan sama sekali"
"Itu hanya ritual tanpa sebab dan tujuan apapun". Ujar sosok itu tanpa beban
"Kau melakukanya tanpa ada niat apapun, sementara itu dulu orang yang sama sepertimu melakukannya sebagai bentuk pemberontakan terhadap pemerintah, tidak menerima dan merusak seluruh fasilitas umum lagi? Membunuh orang yang tidak berdosa".
"Aku tahu, tapi aku hanya meneruskan". Jawabnya enteng
"Cih, menyebalkan..! Aku tidak peduli. Katakan, siapa yang menyuruhmu menyebarkan jarum jarum itu, kau tahu bukan konsekuensi melanggar aturan?".
"Aku tahu, aku tidak akan mengatakan apapun".
"Percuma saja kalau begitu".
__ADS_1
"Itukan dirimu".
"Let me go!".
"Not for this".
"Why?"
"Aku tidak akan mengatakan apapun"
"Your fucking ****!".
"Hmm"
★★★
Swusshh
Syahwa dan sosok pemimpin itu hilang ditelan kegelapan. Entah datang darimana namun syahwa menyadari saat ini dirinya berada dalam dimensi lain lagi
"Tempat apa ini?"
"Oh, ini adalah markas utama".
Dugaannya dikuatkan setelah sosok yang membawanya mengatakan aku hanya diperintah,
"Ini benar benar merepotkan"
"Kau menyadarinya ya"
"Aku tidak bodoh"
"Ya kau benar, seperti yang kau pikirkan maka yang kau pikirkan itu benar. Sekarang tugasku adalah membawamu kepenjara kelas elit".
Syahwa terkejut lagi,
"Aku menculikmu karena dua perkara, pertama sebelumnya aku sudah mengetahui bahwa kalian akan menyerang kami hanya saja kami berpura pura tidak mengetahui dan kedua aku diperintahkan untuk mengurungmu disini sebab ada hal yang perlu tuanku lakukan. Hanya sebentar, yah kau disini hanya sebentar setelah itu aku akan melepaskanmu"
"Sebentar, dengan melibatkan diriku tanpa aku kuketahui, mungkinkah kalian akan melakukan rencana dengan menjadikan diriku kambing hitam?".
"Ku akui kau memang pintar namun sangat lamban menyadari". Timpal seseorang yang tiba tiba muncul
"Syahna!". Refleks syahwa terkejut melihat saudari kembarnya, mata hazelnya membulat sempurna tatapan bingung ia tujukan pada sosok itu, ada apa dengannya?
Sudah berbulan bulan ia tidak mendengar kabar adiknya itu setelah syahna memutuskan hubungan persaudaraan dengannya kini ia muncul secara tiba tiba, ia rindu jujur hanya saja ada yang berbeda disana
__ADS_1
"Ternyata kau masih mengingatku, kukira kau tersibukkan oleh cinta pertamamu hahaha lelucon yang sangat menghibur dihari hariku sebelum menghancurkan kehidupanmu, Kak?! Cih, kau bukan kakakku lagi".
"Na, apa yang kau katakan. Jangan bercanda, kau adikku dan aku_"
"AKU BUKAN ADIKMU!
Hmmfff Aku pernah mengatakan padamu bukan, kau bukan siapa siapa lagi. Aku tidak pernah bercanda, kau tahu itu".
"Ttapi_"
"Berhenti menatapku seperti itu, aku benci orang yang menatap merengek-rengek. Aku tidak butuh itu, yang aku inginkan membuatmu menderita".
Syahwa terdiam dalam pikirannya ia bertanya tanya mengapa syahna tiba tiba begitu sangat membencinya?
"Kau ingin tahu ya, mengapa aku begitu membencimu...hahaha terlalu banyak jika perlu dijelaskan maka aku sebut satu persatu kesalahanmu sehingga ambisiku ingin menghancurkan dirimu"
Syahwa tak bisa berkata kata, apa yang diucapkan syahna menyakiti hatinya, tidak ada lagi nada lembut untuknya. Dia sendiri tidak berani untuk menjawabnya ia hanya ingin tahu
Melawan adiknya itu tidak mungkin, dia menyayanginya. Sifat syahna berbanding terbalik dengannya, sensitif terhadap yang mengganggunya tidak segan segan untuk membalasnya dan syahwa tahu betul tentang itu
"Kau tahu mengapa aku membencimu? Kau terlalu baik, aku tidak suka itu, kaupun ramah dan memiliki banyak teman sedangkan aku? tidak aku tidak sepertimu. Yah, aku iri denganmu, bahkan sampai detik ini dari kecil selalu kau yang diutamakan dan aku? dilupakan haha..yah bisa dikatakan dari kecil aku tidak suka padamu, aku benci dirimu yang terlalu sok dihadapan para manusia dan aku juga benci dirimu yang sok dihadapan para musuh
Kau selalu dipuji karena kesuksesanmu dalam prestasi maupun dalam membunuh, sedangkan aku didiamkan. Bukankah sangat tidak adil? sekarang aku semakin membencimu sebab warisan keluarga wijaya djiningrat turun ketanganmu, sangat miris untukku, sebelum papa meninggal pun yang dia sebut setelah melihatku namamu, kau berharga dimata mama dan papa dan aku semakin membencimu sebab wajahku mirip denganmu".
Syahwa terpaku, inikah alasan yang ingin ia dengarkan mengapa begitu sakit mendengarnya, jauh dalam hatinya ia sangat menyayangi adiknya tulus ingin menjaganya, namun kini adiknya membencinya dan disebabkan hal yang tidak ia sangka sebelumnya
Apakah benar orangtuanya selalu mengutamakan dirinya daripada adiknya, ingatannya berkelana dalam kenangan masa lalu, terekam jelas bahwa ucapan syahna ada benarnya
Syahna dinomorduakan..
"Rupanya kau menyadarinya namun sekarang semua sudah terlambat, seperti kata aku pertama kau terlalu lamban syahwa"
"Jika kau tidak pernah berpikir tentang siapa yang menculik data data perusahaan maka yang perlu kau tahu aku lah yang melakukannya". Ujar syahna memasang smirk menatap syahwa yang terpaku tak percaya, jelas dia ingat hari itu hari dimana ia bersusah payah untuk menstabilkan keadaan perusahaan
"Walaupun kau mengalahkanku dengan mengirim banyak virus, setidaknya aku berhasil menciptakan dunia virtual untuk menjebakmu. Gorgon, dan sejenisnya aku yang menciptakannya dan juga alat alat sejarah yang kau lihat. Daun yang kau dapat, suku adat yang aku pindahkan keduniaku, the klan juga merupakan milikku. Aku pemimpinnya disini, dan kau tunduk patuh terhadapku. Hahaha permainan yang terbaik sepanjang hidupku"
Satu fakta lagi yang membuat syahwa terkejut
"Dan terakhir aku akan membuat dirimu menderita, sampai bertemu lagi aku sangat siap menanti hari ini".
Setelahnya syahna pergi meninggalkan syahwa yang terkurung disana, dibalik topengnya sosok yang tadi memperhatikan dua insan yang kembar itu kasihan dengan syahwa namun ia tidak bisa melakukan apapun untuknya
★★★
Bersambung
__ADS_1