
#21
"Dasar pencuri!". Hardik syahwa dengan murka
Syahwa berjalan kearah Elin
"Kembalikan!"
"Aku tidak mau!". Sinisnya sambil memainkan pisau itu
"Itu bukan milikmu, kembalikan atau_
"Apa? Atau kau akan membunuhku? Lakukan saja". Ujarnya memprovokasi
Dengan sekuat tenaga syahwa melayangkan teknik bela dirinya menimpuk Elin dengan ganas, sedangkan wanita itu karena tidak siapnya menerima serangan tiba tiba dari syahwa langsung terjerembab ke lantai dengan sedikit keretakkan
Buggghh
"Arrrrghh, Sialan". Umpat elin dengan marah dan berdiri lari menatap nyalang ke syahwa yang sudah siap dengan ancang ancangnya
Elin memegang pisau itu, ya pisau itu adalah cincin yang dipakainya. Elin ternyata mengerti kalau Cincin itu bukan cincin sembarangan hingga ketika Syahwa meyayatnya dengan cincin itu dia mencari darimana sumber pisau yang meyayat kulitnya, alasan dia diam di toilet itu karena dia meneliti tangan syahwa dan yang didapatinya hanyalah sebuah cincin yang melingkar dijari manisnya sehingga ia bisa menyimpulkan, benda yang melingkar ditangan syahwa bukan sembarangan benda biasa.
Syahwa tersenyum lebar dan pancaran sinar kemenangan lewat sorot matanya, diapun berkata
"Walau kau mengambil cincin itu, kau takkan mampu membuatnya menjadi pisau, karena hanya aku yang bisa membukanya, karena cincin itu didesaign hanya untuk keturunan djiningrat bukan keturunan Sanjaya". Seru Syahwa
"APA! DJININGRAT? KAU KELUARGA DJININGRAT?". Kata Elin dengan nada terkejutnya hingga tanpa sadar cincin itu terlepas dari genggamannya
~Eh dasar, aku keceplosan lagi. Gumamnya juga ketika sadar dengan yang diucapkannya
"Sssstt, diamlah kalau sampai seseorang mengetahui aku keluarga djiningrat maka seluruh keluargamu akan hancur". Bisik syahwa lalu berjalan kearah elin
"Aku tidak peduli bila keluargaku hancur ditanganmu". tukasnya dengan nada acuh tak acuh
"I know, kamu membencinya kan?".
"Ya, kau tau itu". jawab gadis itu sekenanya
"Kau benar benar keluarga djiningrat?".
"Tentu, aku anak dari Ferasatya Wijaya djiningrat dan aku memiliki saudara kembar Syahna Chellyan Haura Wijaya djiningrat lalu nama lengkapku syahwa khairunnisa wijaya djiningrat"
"APA! WIJAYA DJININGRAT". pekiknya lagi
"Sstt sudah kukatakan jangan teriak elin".
"Maafkan aku_"
__ADS_1
Elin yang melihat syahwa mendekatinya langsung mundur, syahwa hanya bisa menatapnya lalu mengambil cincin yang sudah terlepas dari genggaman elin lalu memakainya.
"Kau mafia, kau mafia, kau_
"Haisssh, sudah kukatakan jangan berisik, aku akan membiarkan mu hidup tapi dengan satu syarat, rahasiakan identitasku dan jangan pernah menyebutku sebagai seorang mafia". Ucapnya dengan sorot mata tajam dengan membekap wajah mikik gadis itu
"Baa.. Bb.. Aikhlah, t..ttta.. Ppi"
"Itu urusanmu, kau harus mempertanggungjawabkan apa yang kau lakukan, karena apa yang kalian lakukan adalah suatu kesalahan yang sangat fatal, maaf aku tidak bisa membantumu terima saja hukumanmu apapun itu",
"Kau harus menjadi wanita tangguh yang berani menerima konsekuensi dari tindakan yang kau lakukan, jadi ini pelajaran bagi kalian bertiga sebelum bertindak pikirkan dulu konsekuensinya agar kau bisa memutuskan kau harus apa untuk selanjutnya ",
"Dan satu lagi, aku harap sekarang kau paham elin dengan maksudku". Lanjutnya melihat Elin.
Elin mengangguk, mengerti dengan maksud ucapan dari syahwa, tak lama dari itu muncullah Syamsurya, Reyhan dan bagas serta rainan dan teman temannya menatap kearah syahwa yang saat itu masih menatap kearah elin
Sedikit tertegun dengan kedua wanita dihadapan mereka,
"Perasaan tadi wanita itu menjadi psikopat, kenapa sekarang mereka seperti guru dan murid ya?". Ujar bagas menunjuk kerah elin yang bersimpuh dengan air mata yang berderai
~Benar, bahkan aku tadi disayat olehnya, Wanita ini misterius. Gumam Reyhan menatap kearah syahwa
Tok
Tok
Tok
"Apakah kau sudah selesai? Silahkan keluar". Tegas Syam
"Saya sudah selesai, Silahkan". Ujarnya lalu meninggalkan ruangan itu, disertai tatapan selidik dari masing masing orang kecuali Syam dan Elin
* * *
"Weh, kenapa yah syahwa selalu terlibat dalam masalah, kemarin dengan Sea sekarang dengan Elin". Papar Via dengan hati hati
"Entah, aku rasa dia bukan orang biasa, lihatlah pelatihan dihentikan sementara akibat terbukanya kedok ketiga wanita itu". Tutur Yuria
"Ya benar juga sih, aku bersyukur banget kalau mereka dipenjara, hukuman mati pun gak masalah mereka kan orang yang suka bullying". Ucap Via
"Iya sama kayak kalian, bedanya kalian itu munafik suka permainkan perasaan orang". Seru syahwa dengan sinis lalu duduk manis disalah satu bangku yang berada ditaman milik markas
"Eh.."
Via dan yuria melempar pandang
"Yuk pergi, malas gue disini". Tutur Via dan yuria pun mengangguk lalu keduanya pergi
__ADS_1
"Yaelah baper amat jadi cewek, tapi emang bener kok apa yang aku katakan".
"Ahh, enaknya masalah ku udah selesai". Lanjutnya sambil menikmati angin sore yang berhembus menerpa wajah cantiknya
"Papa... " Gumamnya, yang saat itu mengingat papanya
~Sudah lama aku tidak mengetahui kabar papa, terakhir saat aku kesini, segitu sibuknya aku sampai melupakan dirinya, my heroku
~Dek, gimana keadaan papa, apa dia baik baik saja?. isi pesan syahwa
"Hah bagaimana ini? Aku harus jawab apa?". Ujar syahna
~Aku gak tau kak, aku kan dinegara luar ngapain nanyak ke aku. Balasan syahna
"Emm, benar apa aku harus tanya ke papa langsung ya?". Ujarnya walau ragu diapun menekan nomor telepon dengan nama kontak my hero dan akhirnya telepon itu tersambung
Drrrt drrrt
"Halo".
"Iya halo".
"Loh kak Anton, kenapa kamu yang mengangkatnya?". ujar syahwa karena dia memang paham betul karakter anton
"Eh iya Nona muda, saya kan ambil alih panggilan beliau karena beliau Rahimahullah sudah meninggal". ujar Anton
"Apa katamu! siapa meninggal?"
~Astagfirullah keceplosan aku, Haduh Gimana ya.. matikan aja deh.
Sambungan telfon terputus
"Haduh Gimana yah, bagaimana ini kalau nona muda tau.. tapi nona Syahna bukannya memiliki solusi.. Yaudah deh aku tanyakan saja kedia".
* * *
"Rey, lo kenapa?". tanya bagas melihat Reyhan yang sedaritadi diam
"Gak papa, oh ya gue duluan". jawabnya berlalu meninggalkan bagas yang keheranan melihatnya
"Nih anak tumben aneh". ujarnya keheranan
Reyhan menuju keruangannya sejenak mengistirahatkan badannya yang kelelahan, memejamkan mata dan akhirnya tertidur pulas dikamarnya
Malam pun tiba dia bergegas mandi dan usai melakukan ritual mandinya iapun berniat untuk keluar mencari udara segar dimalam hari.
Dia pun melihat syahwa disana entah melakukan apa, sebuah senyuman terukir dari bibirnya tapi tak lama kemudian senyuman itu pudar dan berubah tatkala ia menyadari gadis itu yang terlalu misterius buatnya.
__ADS_1
Dia hanya mengira gadis itu adalah gadis yang polos dan lugu, tapi realita tak sesuai ekspetasinya gadis itu lebih dekat ke sifat suka Nyari masalah, dan sifat ini tidak di sukai olehnya sehingga ia berpikir 1000 kali ketika mendekati gadis itu
>>Bersambung...