CAUSE I LOVE YOU

CAUSE I LOVE YOU
Twenty Seven


__ADS_3

#27


"Haha, kamu lagi ngapain disini?". kekehnya sambil bertanya


"Ish nyebelin banget sih, itu aku lagi_". Belum sempat syahwa menjawab, Pria itu membungkam mulutnya agar diam, karena melihat sang penyusup melewati mereka sambil membawa genk ditangannya. Keduanya bersembunyi dibalik dinding tak berlampu itu.


Cahaya remang remang kedua insan itu bahkan menahan nafasnya agar tidak keluar. Karena ruangan yang sangat sempit membuat keduanya berdempetan tanpa jarak. Keringat mulai mencuat dari badan mereka karena ruangan yang pengap tersebut.


Tidak ada jalan lain selain menunggu sang penyusup segera pergi dari tempat itu, Namun nyatanya penyusup ini terlihat enggan pergi. Karena menahan nafas yang sangat lama Reyhan sudah tidak tahan lagi ingin berhembus segera. Melihat Rey yang sepertinya sangat tidak tahan lagi syahwa segera menginstruksikan kepadanya


"Perlahan dihembuskan kak, jangan langsung dihempas". Ujar syahwa dengan pelan, Reyhan mengikuti apa yang diinstruksikan syahwa dengan perlahan nafasnya normal kembali.


"Terimakasih".


"Sama sama"


"Oh ya, kamu kok tau cara seperti itu darimana?".


"Diajarkan papaku". Jawab syahwa sekenanya


Syahwa canggung, tentunya. Apalagi dia dihimpit oleh badan besar dihadapannya membuat dirinya risih, tapi karena tidak ada tempat persembunyian lagi dia harus mengalah demi keselamatan keduanya.


"Kau melihatnya juga?". Tanya Reyhan dan syahwa hanya menjawabnya dengan anggukkan


>>Sebelumnya<<


Reyhan, pria itu menatap langit malam dibalkon kamarnya, melihat rembulan yang bersinar terang disertai bintang bintang yang berkilauan.


Menikmati malamnya dengan segelas Kopi susu. Karena ruangannya dekat dengan gerbang utama markas. Cahaya remang remang itu ia melihat samar samar pintu gerbang utama dibuka paksa. Ia menajamkan penglihatannya menerka apa yang terjadi dibawah.


Awalnya ia mengira bahwa itu adalah satpam yang menjaga tapi melihat sepertinya orang itu mencurigakan membuat dirinya langsung mengerti bahwasanya ini bukan satpam, melainkan orang asing yang memaksa untuk masuk.


"Orang asing? Memaksa masuk tanpa kunci itu bukan satpam. Apalagi diam membawa sebuah Genk? Untuk apa itu? Isinya apaan?". Gumamnya pelan


Dia menatap semua yang dilakukan orang itu, sampai dia memanjat tembok pun ia melihatnya. Karena tindakan tersebut Rey langsung menyambar pistolnya sambil memasang hoodienya yang berwarna Hitam.


Ketika keluar dia mengikuti sosok asing tersebut, hingga ia melihat sosok itu masuk keruangan para putri dan menemukan syahwa yang disana sedang mengintai sang penjahat mengejutkan gadis tersebut dan berhasil.


>>Off Closed<<


~Bau ini. Batin syahwa memandang pria disampingnya


"Waspada kak, ini bau minyak tanah". Bisik syahwa setelah melihat penyusup itu berlalu meninggalkan mereka berdua


"Benar, ini bau minyak tanah sepertinya dia akan membakar sesuatu". Kata Rey Waspada dengan sekitarnya


Cukup lama mereka bersembunyi diruangan tersebut, dan akhirnya penjahat itu telah pergi


"Bagaimana apakah aman?". Tanya syahwa

__ADS_1


"iya aman, ayo keluar". Sahutnya, syahwa pun menurut


"Hmm, minyak tanah". Gumam syahwa pelan


"Jangan jangan_" Keduanya saling menatap


"Dia memang tidak baik, ayo sergap dia segera jangan biarkan dia lolos". Ucap syahwa dengan serius


"Tidak Wa, jangan gegabah. Kita harus beritahukan kepada para petinggi saja". Sahut rey memberikan solusi namun syahwa menggeleng cepat.


"Kelamaan kak, nanti saat mereka datang gedung ini sudah dilahap habis sama si jago merah". Tukas syahwa


"Tapi_"


"Ayo, tunggu apa lagi". Celetuk syahwa menarik tangan pria disampingnya tanpa sadar


Deg


~Psst, Jantung gue. Ucapnya dalam hati


* * *


Setelah cukup lama menguntit, sosok penjahat menyadari kehadiran mereka dan Waspada terhadap keduanya


~Heh ternyata hanya sepasang kekasih. Apakah mereka akan melakukan sesuatu yang menjijikkan? Baiklah jika demikian setidaknya tidak mengganggu pekerjaanku.


Setelah dirasa berjalan dengan tenang, pria ini janggal akan sesuatu


"Kak, sepertinya dia sudah menyadari kehadiran kita". Kata Syahwa dengan tenang


~Baru kali ini gue lihat cewe setenang itu ketika menghadapi masalah, Syahwa kau menarik sekali. Batinnya sambil tersungging


"Terus apa yang akan kita lakukan?". Tanya Reyhan


Pletak


"Aduh kenapa dijitak sih". Keluh Rey


"Tunggu apa lagi, ayo sergap keburu dia kabur noh". Seru syahwa dengan nada gemasnya melihat pria yang dihadapannya ngeblank tiba tiba


"Hehe, iya tapi atur strategi dulu kali, biar gak ceroboh nanti". Ucapnya membuat syahwa mengangguk tanda setuju


Setelah memikirkan strategi apa yang akan dipilih akhirnya gadis itu telah menetapkan dengan mantap strategi pilihannya. Mencoba menjelaskan kepada pria yang disampingnya, pria itu ternyata hanya diam termangu.


Syahwa menjetikkan harinya dihadapan pria itu karena melihat pria itu hanya terdiam menatapnya membuat sesuatu yang disana berdebar perlahan tapi ditepisnya jauh jauh.


~Bukan saatnya untuk mengenal itu, tapi hatiku_. Batin syahwa bergumam


"Kenapa?". Tanya syahwa kepada pria itu

__ADS_1


"Eh, nggak ada, yaudah lanjutkan Aku akan mengepungnya dari arah kanan dan kau kiri". Ucap Rey meninggalkan syahwa yang memandangnya dengan tatapan malas


* * *


~Sial, mereka mengepungku. Batin penyusup itu kesal


Sambil berdecih dia melemparkan tatapan sinis kearah mereka berdua.


"Kau siapa! kenapa kau datang ketempat ini? apa yang akan kau lakukan disini? kami tidak mengenalmu begitupun sebaliknya. Jangan coba coba berbuat jahat disini, Kalau kau lakukan satu hal itu aku akan mematahkan tulangmu".Seru Reyhan dengan datar


"Ck, Terlalu banyak bertanya, tapi oke oke akan ku jawab". Tukasnya


Sementara syahwa hanya menyimak drama membosankan dihadapannya. Terlihat dari tatapan matanya yang memelas dan malas untuk bicara apalagi berdebat.


"Yang pertama, Kau akan tau nantinya. Yang kedua, karena aku ingin menyelesaikan pekerjaanku disini. Yang ketiga, Tentu untuk menuntaskan pembalasan dendam ku dengan membakar markas ini. Yang keempat, kembali kepoin pertama. Yang kelima, Niatku baik kok aku membantu kalian untuk membakar gedung ini, Hahaha. dan yang terakhir, mematahkan tulangku? Kau terlalu berambisi hingga tanpa sadar kau tidak mampu meneliti kualitas kekuatan lawanmu. Dan aku nasehati, Jangan terlalu berambisi karena itu bisa Membunuhmu secara perlahan, kau mengerti?".


Syahwa yang mendengar tersenyum tipis.


~Kata kata yang bijak, tapi apakah sebijak orangnya?. Tanyanya penuh selidik


"Heh, Terlalu banyak bicara!". Ketus Reyhan dengan kesal


"Kau yang terlalu mengulur waktu, bodoh". Ucapnya, keduanya menatap sengit, Daritadi syahwa hanya menghela nafas terus


~Aih, mereka nih seperti kucing dan tikus saja. Keluhnya dalam hati


Sebelum Rey membalas perkataan sosok itu, Syahwa terlebih dahulu menengahi, sehingga merekapun menyalahkan lawan


"Ish, kalian mirip perempuan. Bukannya adu otot malah adu lisan dasar emak emak kompleks". Sahut syahwa jengkel


"Cih, beraninya kau. Kau belum pernah melihatku membunuh seseorang. Kau akan terpukau denganku jika kau melihatnya. Ini berlaku untuk semua entah pria maupun wanita, aku tidak pandang bulu". Tuturnya dengan sombong


"Sombong sekali".Ucap Reyhan


"Hoh, benarkah? kalau begitu mari kita berduel, yang kalah akan menjadi anak buah dan mengikuti segala arahan dari bosnya, bagaimana?". Tantang syahwa tersenyum menyeringai


Mereka berdua yang mendengar terkejut bukan main. Merasa jiwa jantannya ditantang pria itu kesal dan marah, karena dipermalukan oleh gadis itu, dia menerimanya secara langsung.


"Serius?". Tanya Reyhan dengan tidak percaya


"Ya, mari". Jawab Syahwa memasang kuda kuda


Karena emosi menguasai, Pria itu tidak menahan lagi dan bergerak langsung menyerang syahwa yang sudah siap menyambutnya.


* * *


Beberapa jam kemudian usai pergulatan itu, Pria itu tumbang dihadapan syahwa tidak berdaya, Reyhan yang melihat ternganga tak percaya. Syahwa, penasaran dengan sosok pria itu langsung melepas paksa topeng joker yang digunakannya. Dia mengenal orang itu, ya! dialah orang yang dimaksudnya sehingga membuatnya terlonjak kaget.


Selain Syahwa, Reyhan ternyata mengenal pelaku tersebut. Terkejut karena orang itu ia kenal dalam hatinya orang itu sebagai Rivalnya

__ADS_1


"Kau!". Kata syahwa dengan mata yang terbelalak kaget


>>Bersambung


__ADS_2