CAUSE I LOVE YOU

CAUSE I LOVE YOU
Rainan dan perasaan


__ADS_3

Kini matahari telah terbenam, Rembulan menghiasi kegelapan beserta pernak perniknya. Malam ini cuaca sangat mendukung. Nampak beberapa orang mulai mengisi lapangan yang luas, kayu kayu bertumpukkan disana, berada ditengah tengah lapangan. Ditempat yang luas itu ada banyak macam tempat semisal makanan dan lainnya.


Semakin lama, lapangan itu semakin ramai. Ribuan murid mengisi malam ini dengan semangat. Bagaimana tidak, acara ini mungkin 2x setahun, mereka tidak akan menyia nyiakan kesempatan ini. Mereka berniat mengukir kenangan yang manis apalagi bila senior mereka dipindah tugaskan dikota manapun.


Kebersamaan ini menjadi sejarah penting bagi mereka. Yang mungkin suatu saat nanti tidak bisa terulangi. Akan ada saatnya berpisah, diwaktu mereka diberi tugas didaerah lain, entah dalam jangka panjang atau jangka pendek, Yang pastinya sampai waktu tertentu.


Malam ini syahwa merasa bahagia, dirinya juga sudah siap pergi kelapangan bersama dengan Reyhan, sosok yang membuatnya mengerti apa itu falling in love :v


Dia hanya berpakaian seperti biasanya, ia mengikat rambut panjangnya yang lurus itu, Memakai rok panjang juga baju panjangnya berwarna hitam. Tak luput dari perhatian syahwa, Reyhan juga memakai hoodie berwarna hitam, sangat tampan pikir syahwa.


Awalnya Rainan berniat mengajak syahwa ikut bersamanya, Tapi melihat dia keduluan sama Reyhan akhirnya mengurungkan niatnya. Lagipula dia tau keduanya sama sama menyukai, apalagi tatapan syahwa yang berbunga bunga begitu, mana mau dia merusaknya.


Rainan menyukai gadisnya? Tentu. Siapa yang tidak terjatuh dalam pesona syahwa khairunnisa wijaya djiningrat?. Mungkin hanya segelintir manusia tapi lebih banyak dari yang terduga.


Syahwa adalah cinta pertama rainan, saat masih kecil dirinya sudah terjatuh dalam pesona gadisnya. Lagian itu hal yang biasa dan sudah umum bila antara laki laki dan perempuan menjadi seorang sahabat, bisa jadi mereka saling menyukai atau hanya salah satu diantara mereka yang menyukai, mustahil bisa menjadi sahabat.


Melihat gadisnya bahagia saja, itu sudah cukup baginya. Cintanya tak terbalas? tidak mengapa. Memang kejam! tapi apa boleh buat yang dicintai justru mencintai yang lain. Dia memilih untuk memendam perasaannya hingga suatu saat nanti ada wanita yang menarik perhatiannya lagi.


Tapi sepertinya hal itu tidak akan terjadi, dirinya berniat untuk menutup pintu hati, cukup hanya syahwa yang mengisi kekosongan itu. Entahlah, dirinya memang senang melihat syahwa yang sedang dimabuk cinta, tapi tetap saja perasaan sakit hati itu pasti ada.


Sakit? perih? tentu, siapa yang kuat melihat kenyataan yang menyakitkan?. Ah sudahlah, Rainan hanya ingin menenangkan hati, dia akan berusaha untuk melupakan gadis kecilnya.


"Gue pernah berharap akan berakhir seperti yang pernah kulihat dan kubaca dibuku novel. Sahabat menjadi cinta? Bullshit, buktinya yang terjadi di depan mata gue sendiri..". ucapnya lalu berlalu meninggalkan kedua pasangan yang sedang bersenang senang


Tak lama semua sudah berkumpul dilapangan dengan mengelilingi api unggun yang kini sudah menyala. Suasana ramai, Mereka bernyanyi bersama bahkan bermain tebak tebakkan maupun teka teki


Rainan berdiri di sudut dengan kepingan hati yang perih. Salah satu murid mengambil gitar lalu menyanyikan sebuah lagu, yang meyayat hati


Ketika kau tertawa,


Kupandang dengan pasti,


Oh dirimu menarik hatiku,


Dan biarkan ku menatapmu,


Dengan perasaanku,


Yang menggebu tiada henti...


Andaikan engkau mengerti, perasaanku saat ini


Namun engkau tak mengerti itu..


Aku pemujamu disini, Yang tak engkau kenali


Sedikitpun, sepercikpun kini


Dan biarkan ku menatapmu,


Dengan perasaanku,


Yang menggebu tiada henti...

__ADS_1


Andaikan engkau mengerti, perasaanku saat ini


Namun engkau tak mengerti itu..


Menyusuri ruang hati mu yang tebal tak dapat kusentuh


Semua ini hanyalah angan anganku yang terlalu jauh


Tak Adakah filling dirimu saat aku mencoba merayu


Semua ini hanyalah angan anganku yang terlalu jauh..


"Api unggun menjadi saksi bisu akan besarnya rasa cintaku padamu". Alunan lagu mewakilkan dirinya, hingga tanpa sadar ia terbawa suasana dan menitikkan air mata


* * *


Disisi lain yuria khawatir dengan hilangnya Vio. Dirinya tidak bisa menikmati kegiatan ini, Gelisah sekaligus khawatir tercampur didalam hatinya


"Kamu kenapa?". Tanya Farhad


"Ah, tidak ada. Aku hanya sedikit khawatir".


"Khawatir? Karena apa?"


"Kak sepertinya temanku hilang hari ini. Dari tadi hingga sekarang tidak kelihatan sama sekali".


"Apa? Benarkah?".


"Aku benar kak, gak bohong. Bisakah kalian membantu ku untuk mencarinya?".


....


"Syahwa!"


"Kak Rai". Ucapnya sambil memasang senyum manisnya


"Kamu sendirian, Kemana Reyhan?" Tanya Rainan


"Oh kak Rey, tadi lagi izin mau ketoilet. Tapi Udah 15 menit belum balik sih".


"Coba kamu telfon dirinya, atau kirim pesan singkat. Bila dia ada udzur aku akan mengajakmu kesuatu tempat".


"Wah benarkah?". Matanya berbinar binar


"Tentu".


"Aku kirim pesan singkat saja".


"Iya"


~Kak rey, belum balik? kak rey lagi ngapain? kalau lagi sibuk syahwa jalan sama kak Rainan saja.


Lama ia menunggu tapi belum dibalas, setelah dia puluh menit akhirnya ia mendapatkan balasan pesan

__ADS_1


~Oke, Aku lagi sibuk. Kamu jalan saja dengan rainan.


"Dia sibuk ya, Yaudah yuk kak Rai kita jalan". Ajaknya


Sebenarnya rainan hanya bercanda, dia juga tidak tau mau kemana apalagi mengajak kesuatu tempat, dari tadi ia mengawasi syahwa dan reyhan. Bahkan Reyhan yang pergi tidak luput dari perhatiannya.


Ia hanya mengawasi memastikan bahwa gadisnya baik baik saja, tapi 15 menit berlalu reyhan belum kembali tampak raut kecemasan muncul dari wajah syahwa, Ya ia mengkhawatirkan reyhan bukan rainan.


Lagi lagi ia ditampar keadaan, ya status mereka hanya sebagai sahabat tidak lebih. Ia hanya terdiam ditempat mengabaikan ajakan syahwa yang sudah kesal dengannya. Tiba tiba....


Tringg


Bunyi suara bel membuat orang bertanya tanya, Tanda apakah itu.


"Mohon maaf semuanya, Sepertinya kegiatan dimalam ini berakhir". Ucap sosok itu yang tak lain adalah reyhan sendiri


Ya, tadi Farhad mengirimkannya pesan tentang hilangnya bio yang dilaporkan oleh yuria


"Loh kok selesai kak, waktunya kan_"


"Maaf, memang waktu selesainya dijam yang telah ditentukan. Tapi hari ini kita kehilangan salah satu teman yang mungkin kita akan mencarinya sekarang juga".


"Apakah itu vio?"


"Iya benar".


"Cih, gadis itu. Aku tidak sudi". Cibir lainnya


"Aku juga. Gadis menyebalkan itu, huuh sungguh aku juga tidak ingin"


"Apakah viola handayani? Jika benar aku tidak mau. Biarkan saja ia menghilang selamanya pun tak apa. Aku tidak suka dengan dirinya".


"Ck, Gadis itu aku sungguh terlalu geram dengan dirinya


~Oh nampaknya banyak yang tidak menyukaimu vi. Sayang sekali, aku kira kamu akan dikhawatirkan ternyata seperti ini, aku puas hahaha.


Yuria hanya bisa terdiam ketika banyak komentar buruk dan hinaan yang mereka berikan. Tapi untuk apa Melawan ? Semua yang mereka katakan benar.


"Maafkan aku". Gumamnya pelan syahwa yang berada didekatnya diam diam meliriknya


Puk


"Kak Rai"


"Aku ingin berbicara denganmu".


"Oke"


"ikuti aku". Dari kejauhan Reyhan melihat keduanya yang sedang berbincang, parasnya berubah menjadi sinis dan cemburu


"Syahwa aku tau, apakah mungkin kau.."


* * *

__ADS_1


NEXT...


__ADS_2