CAUSE I LOVE YOU

CAUSE I LOVE YOU
Berdebat lagi (Trio macan)


__ADS_3

Kicauan burung kini terdengar, Malam kini bergantikan dengan pagi yang cerah. Sosok gadis tertidur pulas dipembaringan tempat tidurnya, Ya dialah syahwa. Saat itu ia pingsan di hutan saat selesai menghentikan sinar dengan tuas yang menguras tenaganya


Reyhan menolongnya segera saat melihat gadis itu ambruk ditanah. Saat mereka sampai diawal level mereka diperingatkan tentang bahaya yang berada didepan. William menjelaskan semua yang terjadi tidak luput dari kejadian syahwa yang bak pahlawan menolong mereka.


Reyhan yang mendengar syahwa pergi menghentikan sinar itu membulatkan matanya, dan segera bergegas menyusul gadis pujaannya. Tidak mungkin ia akan tinggal diam membiarkan gadisnya melawan maut sendirian, hanya saja ia tidak tau kalau gadisnya itu seorang yang kuat.


Belum sempat ia pergi, Bagas menghentikannya namun pria itu terlihat tidak peduli dan meninggalkan mereka semua yang menatapnya dengan tatapan heran. Dirinya benar benar khawatir tentang keselamatan gadisnya,


Apalagi saat sabrina menyatakan bahwa gadis itu sepertinya terluka, Dirinya sempat mencium bau amis yang berasal dari syahwa saat keduanya berbincang. Namun tidak sempat bertanya karena gadis itu sudah pergi.


Tak bisa apapun dia hanya bisa terdiam sambil menangkap raut yang menahan kesakitan, ingin menghentikan gadis itu begitu terlalu jauh dan keras kepala


Tidak habis pikir dirinya, Mengapa para penjaga memasang jebakan begitu berbahaya, padahal yang dia perintahkan jebakan yang tidak membahayakan orang. Ini sama saja menyerahkan nyawa secara cuma cuma tanpa imbalan lebih parahnya mereka melewati medan yang sangat sulit


Ketika dirinya sampai disana, Dirinya melihat gadis itu sudah ambruk ditanah sambil memegang luka yang kembali menganga. Teriakannya masih sempat didengar oleh gadisnya sebelum menutup mata.


Reyhan segera menggendongn syahwa dan membawanya kembali kemarkas, Semua kelompok yang menunggu keduanya segera menghampiri kedua insan itu. Mereka segera membawanya keruangan UKS.


Mereka memberikan ruang untuk sang petugas medis melakukan pemeriksaan kepada syahwa,


"Alhamdulillah Gadis ini selamat, untung saja dia segera mengantisipasi lukanya segera, jadi darah tidak terlalu banyak keluar". Ucap sang dokter


Namanya dokter Dicky Wahyudi. Dicky merupakan dokter khusus markas tersebut selain dicky ada dua lainnya yaitu kenan dan Khoviva. Tugas mereka adalah menangani para murid yang sakit, mereka berasal dari rumah sakit yang sama dengan bidang keahlian masing masing.


Gadis itu membuka matanya perlahan, menyadari dirinya berada diruang UKS. Ia menatap sekelilingnya mendapati Reyhan dengan Rainan yang tertidur pulas di sofa.


"Awhh". Ringisnya saat merasakan bagian kepalanya sakit, Kepalanya pusing, dirinya ingin minum.


Praannnkkk..


Namun karena penglihatan masih kurang jelas, tidak sengaja gadis itu menjatuhkan gelas dan menyebabkan gelas itu pecah dan berserakan dimana mana. Dua insan yang sempat tertidur pulas itu kini terbangun dan melihat gadis mereka seperti orang yang sedang kesusahan.


Keduanya pun segera membantu sang gadis dan memberikannya minuman


"Ini minumlah".Tutur Rainan begitu khawatir


Gadis itu menerimanya dan meneguknya tak tersisa

__ADS_1


"Terimakasih". Gumamnya pelan, Pasalnya dirinya masih lemah untuk saat ini


"Baiklah aku panggilkan Dokter Dicky dulu". Ujar Reyhan bergegas pergi meninggalkan keduanya


Selang beberapa menit akhirnya Reyhan kembali bersama dokter yang dimaksud. Mereka mempersilahkan dokter itu memeriksa syahwa. Dalam hati dirinya benar benar ingin tertawa melihat kedua insan yang sepertinya begitu khawatir.


~Mereka berdua benar benar jatuh cinta dengan gadis ini. Batinnya berkata


"Keadaanya baik baik saja, Dia hanya perlu waktu untuk istirahat agar tubuhnya kembali sehat. Kalian tidak perlu memasang raut seperti itu membuatku ingin tertawa saja". Ujar dicky menahan tawa


Rey dan Rai merasa diledek pun terhenyak dengan perkataan sang dokter, sedangkan syahwa tersenyum lucu wajah pucatnya memerah menahan malu. Dia mengerti apa yang dimaksud oleh sang dokter


"Maksudmu apa dokter sialan". Ucap Reyhan dengan geram, ingin sekali dirinya memukul wajah dicky yang menurutnya sangat menyebalkan


Dicky dan Reyhan adalah sahabat sedangkan rainan adalah juniornya. Usia mereka tidak begitu jauh hanya terpaut beberapa bulan saja, Hal yang wajar bila mereka bertiga selalu bertengkar. Hanya saja Rainan tidak begitu dekat dengan dicky, Tapi dokter itulah yang selalu mendekatinya.


"Tidak ada". Tukasnya masih menahan tawa


"Aku tidak suka wajahmu yang menyebalkan itu, ingin keremuk remukkan". Ucap Reyhan hatinya tiba tiba dongkol


"Ya sepertinya gue salah panggil orang, Kesel gue". Seru reyhan


"Siapa yang salah? Oh tentu bukan saya, Yang salah kalian sendiri tidak bisa tenang dan akhirnya menyesal sendiri".


~Aku siapa? Aku dimana? Kenapa aku terjebak dalam perdebatan orang orang bodoh?. Batin syahwa


"Untung lo temen gue kalau musuh dah gue cabik cabik tuh muka".


"Sejak kapan gue jadi teman lo?". Seru Dicky sambil menaikkan satu alisnya


"Otaknya pasti sudah melayang entah kemana". Sambung Rainan meledek


Dicky yang mendengar pun kesal, Sebelum pergi ia bergumam


"Aku harap dikehidupan selanjutnya aku tidak bertemu dengan kalian berdua, Benar benar menyebalkan".


"Dia bodoh sampai ketulang tulangnya, Percuma jadi dokter begitu. Pemikiran sesat apa yang melayang dikepalanya sehingga memikirkan hal yang tidak mungkin terjadi". Tutur Rainan

__ADS_1


"Hey, aku tidak bodoh. Aku pintar hanya saja aku malas untuk belajar. Jika kau mau bukti lihat saja diriku, sudah menjadi dokter". Tukas dicky dengan sombong lalu meninggalkan kedua pria yang membuatnya semakin kesal


"Yayaya, kau pintar sangat pintar begitu pintar kaupun tak butuh otak untuk berpikir". Cetus Reyhan membalasnya


"Setelah kupikir pikir ternyata aku malas berpikir". Balasnya dari kejauhan


"Kita rukun sekali saat menjelek jelekkan orang lain". Cetus reyhan


"Aiiih, sudahlah aku malas memakai otakku terlalu banyak".


"Kau yakin punya otak dikepalamu?"


"Drama macam apa ini? kenapa tidak memiliki ending yang berkesudahan".


"Kesintingan tanpa akhir ini, aku suka".


"Bahkan dukun pun tak mampu menghentikan drama tingkat sampah ini".


Tingkah konyol mereka bak anak kecil yang bertengkar, tidak ada habisnya. Nanti setelah lelah sendiri barulah mereka berhenti


Selang beberapa menit kemudian mereka pun berhenti berceloteh, didepannya syahwa kembali tidur. Gadis itu tertidur pulas sampai akhirnya kedua pria itu memutuskan untuk keluar ruangan agar tidak mengganggunya tidur


Nampak sosok william dan lainnya berjalan kearah mereka berdua, kedua pria itu segera memberi isyarat berhenti.


"Kalian mau kemana?". Tanya Rainan


"Kami mau menemui syahwa". Jawab William dengan tegas


"Sebaiknya nanti saja, Syahwa sedang beristirahat biarkan dia sehat dulu nanti baru kalian temui dirinya". Sahut Reyhan lalu meninggalkan semuanya tanpa pamit


Rainan pun sama, dirinya berlalu begitu saja dengan ekspresi datar, Dia tidak ingin memberi celah kepada siapapun untuk membangunkan syahwa, maka dia sengaja memasang raut datarnya


Tidak memiliki pilihan yang pasti, William dan teman temannya pun memutuskan untuk menjenguk syahwa diesok hari. Mereka juga tidak ingin gadis itu kekurangan tenaga.


* * *


Next...

__ADS_1


__ADS_2