CAUSE I LOVE YOU

CAUSE I LOVE YOU
Perkara yang terlihat sulit namun nyatanya mudah! (Jebakan batman Level 2)


__ADS_3

Setelah rombongan william pergi 5 menit kemudian rombongan lain pun menyusul dari belakang. Seterusnya seperti itu.


Dirombongan kedua, beberapa anggota mereka gugur karena ketidak hati hatian mereka ketika berjalan. Semua terkejut ketika menyadari ada perangkap yang dipasang disana sebuah lubang yang menghubungkan titik perangkap pertama dengan Markas utama, yang artinya siapapun yang terjatuh otomatis akan kembali ketempat semula dan dinyatakan gagal


"Waspada dan hati hati kawan, mungkin saja setelah ini ada jebakan yang lebih sulit". Ucap sang ketua, jumlah mereka kini tersisa 10 orang


"Baik ketua".


* * *


Disisi lain Regu pertama juga sudah mencapai pos pertama, mereka disambut oleh penjaga pos dan memberikan mereka beberapa makanan dan minuman, masing masing diberi sesuai porsi satu orang seporsi.


Regu pertama, diberikan waktu istirahat selama 15 menit dan waktu itupula penjaga pos menjelaskan aturan ketika menuju pos selanjutnya. Mereka cukup terkejut ketika mendapati regu yang pertama ini masih dengan jumlah yang utuh


"Baik Waktu kalian sudah habis, Silahkan lanjutkan perjalanan kalian. Good luck".


"Go! Go! Go! Fighting!". Ucap senior menyemangatinya mereka


Regu pertama pun memulai petualangan mereka lagi, mereka disambut dengan kerikil batu dan pasir yang tandus yang luasnya bukan main. Kegelapan menyelimuti malam itu dengan suasana yang menyeramkan


Lolongan anjing terdengar, semua merinding ketakutan. Tidak ada yang berani jalan terlebih dahulu, mereka takut bila ada jebakan yang begitu sulit nanti menyambut mereka. Namun, Tidak untuk syahwa, dia tidak setakut itu dia punya keberanian dan akhirnya maju duluan untuk berjalan


~Oh tidak, pasirnya panas sekali. sepatuku meleleh. Ini bukan pasir lagi tapi lava. Bisa bisanya pasang jebakan seperti ini. Mungkin aku bisa menahannya, tapi mereka..


~Agar tidak menimbulkan kecurigaan mending aku berpura pura kesakitan...


"Awwh" Rintih syahwa


"Kenapa?".


"Panas sekali". Celetuk Syahwa sambil memegang kakinya


"Panas?". Ulang sabrina


Gadis itupun mencoba menginjakkan kakinya juga, hal yang sama ia rasakan itu memang panas


"Benar ini panas, tapi bagaimana kita bisa melewati bila ingin kepos selanjutnya? Jebakannya semakin sulit". Timpal yang lain


"Yuria, apa kau punya ide? Kulihat daritadi kau hanya diam saja". Cibir lainnya


"Ti, Gak usah mulai lagi deh. Sekarang bukan waktunya untuk main main, kita sekarang harus memikirkan bagaimana bisa lewati ladang tandus ini".


"Iya guys, Urusan pribadi kalian simpan dulu. Sekarang kita ini satu kelompok kita harus saling bekerja sama untuk apapun itu, ngerti gak".


"Ngerti Will".


Yuria daritadi bungkam bukan karena ketidakinginannya yang bicara, tapi memang tidak ada yang mengajaknya untuk berbicara. Sabrina yang disampingnya senantiasa diam juga mengabaikannya, Syahwa apalagi. Syahwa dan Yuria tidak mungkin akur, setelah kejadian kemarin mana mungkin tetap bisa berteman.


"Guys, kalian sadar gak sih?". Seru Sabrina


Semuanya pun menoleh kesumber suara


"Kenapa?"

__ADS_1


"Kita dibukit lava". Celetuknya


Semua orang tersadar akhirnya. Syahwa yang menyadari ini duluan, tapi dia memilih untuk bungkam. Bukannya tidak ingin memberi tau, Cukup kecerobohannya dimasa lalu menjadi pelajaran yang penting untuknya karena saat Itu dengan mudahnya ia bertingkah kekakanakkan dan mudah membeberkan informasi tentang dirinya.


"Pantas, Gue kayak daki gunung tadi". Keluh Nadin, semua menanggapi ucapan gadis itu dengan anggukkan, sebagai perwakilan kata hati mereka


"Tapi untungnya, Lava nya gak keluar banyak, jadi kemungkinan kita masih bisa melewatinya".


"Lo aja, gue gak mau. Apalagi kalau udah salah pasti nyawa melayang".


"Kalian gak sadar yah?". Seru syahwa


Semuanya pun serentak menoleh kearahnya kagi


"Apaan lagi?"


"Ini tuh lava buatan, lihat saja. Tidak mungkin kan mereka berniat membunuh kita semua. Ini memang panas tapi kalian gak tau kalau sebenarnya ini dingin".


(Yaelah Asumsi apaan itu, maaf ya teman teman. Maklum ceritanya juga Hanya dibuat buat. Jadi jangan kaitkan dengan kenyataan, Swear deh ini tuh cerita karangan)


Oke kembali ketopik....


"Emang ada kayak gitu?"


"Ya ada, Coba lo nyebur kesitu nanti juga rasain sendiri" Timpal Veny seenaknya


"Wah lo mau gue mati ya, itu kalau lava beneran gimana?"


"Yaelah Wi, Kan udah dijelasin kalau itu sebenarnya dingin. Lo tau kulkas? Nah kayak gitu Panasnya diluar dinginnya dibagian dalam, selebihnya gitulah".


"Sayangnya, otakku ditakdirkan untuk malas berpikir". Balas Dewi dengan wajah datarnya


"Gue kira lo separuh gila, ternyata sepenuhnya gila". Ledek Veny


"Apa kata lo?"


"Sudah sudah kalian ini daritadi berdebat mulu". Nadine mencoba untuk menengahi


"Dia duluan tuh"


"Lo kali, nyadar gak sih".


"Lo"


"Lo"


"Lo"


"Lo!".


"Dih".


"DIAM!". Bentak sabrina dengan lantang, Aura mengintimidasi menyeliputinya, semua orang langsung terdiam mendengarnya. Sabrina terkenal bukan hanya sifat kekanakkannya tapi juga bela dirinya. Sehingga dengan begitu mereka tak segan segan lagi bertingkah

__ADS_1


"Listen to me okay?


Bagi yang tidak mau melanjutkan stage ini silahkan mundur dan berpisah lalu buat kubu lain l. Sedangkan yang masih ingin melanjutkan stage ini silahkan ikut bersama saya". Ucapnya


"Jangan sombong kamu, Tanpa kami kamu pikir kamu bisa lolos distage awal hah?". Bentak Hani balik


"Apa langit perlu berbicara kepadamu, bahwasanya ia tidak butuh kepada bumi untuk berpijak?". Timpal syahwa


Daritadi ia hanya menyimak, Bosan dengan situasi seperti ini, dia gemas sendiri. Dia berdiri ditempatnya saat tadi duduk disana, Gadis itu menatap tajam kesemua teman temannya dan kemudian berkata,


"Sekarang ikuti apa yang gadis itu katakan, yang masih ingin bertahan dan ikut kami melanjutkan stage selanjutnya silahkan buat kubu disebelah kanan, dan kalian yang sudah menyerah silahkan buat kubu disebela kiri saya".


Semuanya manut, 17 orang memisahkan diri dan berbaris disebelah kiri dan sisanya berbaris disebelah kanan. Kini Yang masih semangat dengan petualangan ini tertinggal 8 orang yang tak lain adalah


- Syahwa


- William


- Sabrina


- Yuria


- Fendi


- Putra


- Veny


-Nadin


Ketujuh orang itu melanjutkan perjalanannya


"Baik, Teman teman cara melewati gunung ini adalah dengan berlari sekuat mungkin". Tutur syahwa


"Hah lari? Aku tidak yakin". Ucap Veny


"Harus bisa, Kalau tidak mau kau divonis gugur?". Tanya syahwa


"Maksudnya?"


"Tadi aku dengar penjaga saat memberitahukan aturan kalian masih ingat? Jebakan kedua pasti lebih sulit. Sebuah panas yang meleleh, Bukan api memiliki sifat yang luar panas dan di bagian dalamnya dingin, menaklukkannya hanya dengan engkau berlari sekuat tenaga. Aku tidak tau ini benar apa tidak tapi tidak salahnya untuk mencoba".


"Biarkan aku yang terlebih dahulu mencobanya, kalian boleh pindah dari situ?"


"Kau serius?"


"Ya"


Gadis itupun berlari dengan kencang dan benar saja, tidak terjadi apa apa. Semua berdecak kagum melihatnya


"Kau lihat itu, Dia benar! ayo kita berlari!". Seru Putra dan lainnya pun ikut berlari


* * *

__ADS_1


Next...


__ADS_2