CAUSE I LOVE YOU

CAUSE I LOVE YOU
Three


__ADS_3

Tok


Tok


Tok


"Pah, buka pintunya". ucap kedua gadis itu


Namun tak ada respon apapun dari Ruangan kerja feras.


"Aduh, gimana nih". Gumam Syahwa panik


"Tenang kak, jangan panik". Tegur Syahna


"Semoga pikiranku tidak benar". Ucap syahwa khawatir


Tidak mendapat respon dari sang papa, keduanya terpaksa mendobrak pintunya, Sang papa yang memang sedang melakukan panggilan telfon pun mematikan sambungannya segera, sedangkan kedua gadis itu langsung menghambur menuju kearah papa.


"Pah, mama dimana?". ucap Syahwa


"Mama..mama..kalian..hmmm". Ucap feras terbata bata


kedua gadis yang mendapati respon sang ayah pun berubah menjadi panik, syahna yang tadinya memjadi tenang hatinya tak karuan dan gelisah, begitupun syahwa yang semakin panik


"Pah, mama dimana". Ucap syahwa bergetar tanpa sadar Air mata nya keluar begitu saja namun tak dihiraukannya


~Hmm, kayaknya ini waktu yang tepat untuk memberi tau kedua putriku. Batin feras


"Duduklah sebentar, papa akan beritahu jangan panik ya". ucap feras sambil mengusap rambut kedua anaknya


Kedua gadis itupun mengangguk


"Hufft, mama kalian di culik". ucap feras menghela nafas


Kedua gadis itupun terkejut dan segera bertanya


"Siapa yang berani menculik mama pah?". Tanya syahna mewakili syahwa yang sudah menangis histeris


"Keluarga Wijaya, sebelum kalian menculik ketiga orang tersebut, mereka sudah mengetahui rencana kita, dan mereka pun menyusun rencana untuk memberi balik umpan yang kita berikan, pada saat kalian beraksi dimalam hari papa tengah dinas malam, mama kalian tidak bisa ikut karena sakit, barulah setelah itu mereka datang menculik mama kalian". ucap feras dengan raut sedih


"WIJAYA". Ucap kedua gadis itu emosi


"Aku yakin, pasti ada mata mata dirumah ini maupun dipasukan semalam, baji***n". Timpal syahna marah


feras pun mengangguk tanda setuju


"Kalian memang peka, tapi sedikit ceroboh". ucap feras dengan raut sedih


kedua gadis itupun merasa bersalah

__ADS_1


"Maaf pah, lain kali kami tidak akan mengulanginya". ucap syahna dan syahwa tertunduk malu


"Apakah pengecut itu sudah ditemukan?". tanya syahna


"Sudah, tapi dia melarikan diri dan masih dalam pemburuan anak buahku". ucap feras


"Bagaimana dengan kabar mama apakah dia baik baik saja?". tanya syahwa yang masih menyekap airmatanya


feras menggeleng


"Papa gak tau, info terakhir kali dari anak buah papa, mama disekap disebuah ruangan keluarga wijaya dan itu daerah terlarang mereka yang tidak boleh sembarangan orang memasukinya, kondisi nya lemah dan kurus, papa hanya bisa berharap sebelum mereka menyiksa mamamu anak buah papa bisa menyelamatkannya dengan keadaan hidup".ucap feras dengan raut sedih


Syahwa pun semakin menangis histeris begitupun syahna yg hanya menangis dalam diam


~Wijaya, kalian berani sekali menyentuh keluargaku, kalian akan merasakan taring singa yang sesungguhnya, aku akan mencabik cabik tubuh kalian dan menghanguskan daftar nama wijaya dari seluruh dunia ini itu pantas untukmu sebagai hukuman karena menyentuh orang orang yang kusayangi. Batin syahna dengan tatapan dinginnya


"Pah, bolehkah aku ikut mencari mama?". Tanya syahna


Feras pun terkejut


"Tidak boleh". Ujarnya


"Kenapa pah?, ini akan mudah lagipula mereka tidak mengenaliku sebagai anak papa, aku dan syahwa akan menyamar sebagai orang yg sedang mencari pekerjaan setelah itu aku akan membuat perhitungan dengan mereka". ucap syahwa meyakinkan feras


"Tidak boleh, kalian tidak boleh bekerja dengan orang seperti mereka, mereka berbahaya". Ucap feras dengan nada menuntut


"pah, ayolah ini mudah kok, aku janji pulang dalam keadaan selamat, aku hanya bekerja sebagai pelayan disana dan aku akan melakukan perlahan membunuh mereka semua, aku tak akan mengambil resiko".Ucap syahna memohon, sementara syahwa masih menangis dalam pelukan sang papa


feras pun menghela nafas, bagaimanapun jika sang putri sudah berkehendak pasti tidak akan bisa di tolak dan mereka tetap bersih keras untuk tetap melakukannya apalagi jika sang putri sudah memberikan tatapan imutnya, siapa coba yang tidak luluh dengan tatapan seperti itu ditambahi dengan kecantikannya, seakan membunuh jiwa yang keras disana.


"Baiklah, Boleh asal kalian Bersikap biasa dan tidak emosi, aku yakin kalian akan mudah melakukannya, ingat jangan sampai ceroboh lagi". ujar feras mengingatkan


Syahna pun tersenyum penuh kemenangan


~Yes! meyakinkan papa sudah, tinggal menuju ke markas musuh melakukan rencana dengan rapi, keluarga wijaya pun mati!. Batin Syahna sambil tersenyum menyeringai penuh makna


Feras yang tanpa sadar melihat senyuman sang putri pun merinding


~Apa yang direncanakan putriku, sepertinya dia memiliki rencana yang sudah matang yang sudah dipersiapkan untuk masuk ke lubang musuhku. Pikir feras


"Baik ayah, terimakasih kalau begitu aku ada perlu dengan kakakku yang cengeng ini, daah". Ujar Syahna melambaikan tangannya seraya menarik tangan kakaknya menuju ke kamar sedangkan yang ditarik hanya menurut.


Feras pun hanya hanya bisa menggelengkan kepala melihat perlakuan Syahna kepada kakaknya


***


"Kenapa sih tarik tarik aku gini dek?". Ucap syahwa yang masih sesenggukkan


Syahna pun memutar mata nya dengan memelas

__ADS_1


"udah deh kak, gak usah cengeng gitu kayak anak kecil tau gak". ucap syahna meledek


"Apa sih, Namanya juga sedih kok". gumam syahna menyeka air matanya sambil menatap kearah adiknya yang malas mendengar ocehannya


"Kalau mau bicara, bicara aja napa sih". Celetuk syahwa


"Aku mau beritau rencana kita ketika penyamaran dimulai". Ucap syahna serius, melihat itu syahwa pun duduk


"Kamu mau melakukan penyamaran gak bilang dulu sama aku?". Ujar syahwa sedikit kecewa


"Siapa suruh situ nangis terus gak bisa berpikir jernih dulu". jawab Syahna dengan nada ketusnya


"Yayaya aku kalah puas?". ujar syahwa malas berdebat


"Nah gitu dong, tentu aku puas hahaha". Timpal syahna tertawa kecil


Akhirnya diapun menceritakan rencana nya kepada syahwa, syahwa hanya bisa menyimak sambil manggut manggut kepala tanda setuju dengan rencana Adiknya. Setelah menjelaskan rencana tersebut mereka pun berkemas barang narang yang perlu dibawah nanti.


"Eh, wait_".


"Apa? izin aku udah di izinin sama papa, cuma belum izin dipihak kampus". Jawab syahna seolah tau yang ingin ditanyakan kakaknya


"Bagus dong, aku aja yang minta izin sama pak pesek nanti juga diberi izin". Kata Syahwa, mendengar itu syahna pun mengangguk


***


"Pak saya minta izin untuk beberapa bulan kedepan tidak kuliah, ada hal penting diluar negeri harus saya urus". ucap syahwa dengan raut yang serius


"Beberapa bulan? apa tidak masalah dengan mapel kalian?". Tanya pak kepsek


"Oh, kalau soal itu kami berdua bisa belajar daring pak". Ucap syahna dingin


pak kepsek yang mendengar ucapan syahna pun langsung mengangguk memberikan izin kepada kedua anak muridnya, walaupun tidak dikenal sebagai anak dari ferasatya djiningrat, namun perangai keduanya dikenal sebagai penindas dan kejam di tempat kuliahnya, tak ada yang berani segan segan dengan mereka, cari masalah sedikit dengannya, patah tulang lah akibatnya.


"Na, kamu bikin pak pesek keringat dingin tuh, haha". Kata syahwa terkikik


"Udahlah yang penting udah diizinin, semua akan berjalan dengan mudah". Ucap syahna ketus seraya meninggalkan syahwa yang masih tertawa


Menyadari adiknya sudah tak ada diapun kesal


" Tuh anak kebiasaan deh".Kesal syahwa


>>Bersambung...


jangan lupa like komen and vote


Bye🐣


Salam Author🌹

__ADS_1


Kak Awa😉


__ADS_2