
#18
Esok hari
"Far, lo Percaya gak sama tuh cewek siapa lagi namanya". Bisik Azmin
"Ya, Namanya Syahwa Khairunnisa". Balasnyaa dengan memelas
"Widih lo tau nama lengkapnya juga Keren lu borr". Seringai Azmin
"Iya, kan waktu itu tuh cewe yang sebutin namanya pe'a". Geramnya
"Hehe, tapi kan kalau menurut gue yah, itu Cewek kayaknya pura pura deh". Bisik Azmin
"Bodo, gak peduli". Balasnya ketus tanpa memperdulikan Azmin yang berdecak kesal dengan jawabannya, karena yang terjawab dari mulutnya tak sesuai dengan Harapannya
***
Pengumaman telah disampaikan terkait penelusuran Zisea Klau dan itu benar, yang salah disini adalah Sea bukan syahwa. Berawal dari datangnya Sea keruangan milik Syahwa kemudian berbincang seakan akan mereka sedang berbincang santai tapi terllihat lama kelamaan di Cctv sea menyerang syahwa dan setelah mayat Sea diotopsi ternyata memang benar bukan syahwa yang membunuhnya tapi dirinya, bukti sidik jari yang ada dipisau yang dia kenakan, dan hal ini syahwa terbebas dari jeratan hukum atau yang bukan kesalahannya
Rainan dan Athar sedang memberi materi dan pelatihan akan kepada junior mereka, tak disangka kedua anak para petinggi juga datang untuk membantu mereka karena dibeberapa bulan akan diadakan tantangan Games atau Uji kemampuan disebuah Hutan yang telah ditentukan.
Hutan itu dijuluki sebagai hutan Adat, dimana hutan tersebut tidak serampangan orang masuk kedalam hutan itu. Setiap tahun sekali akan diadakan uji kemampuan disetiap hutan yang telah ditentukan sesuai apa yang diinginkan para petinggi tanpa memberi tahu seluk beluk dan asal usul hutan tersebut.
Reyhan Syamsurya. Anak dari pak Syam yang merupakan komandan dan yang memiliki pangkat tertinggi [Bintara].
Bagas purnama. Teman Reyhan yang bertugas sebagai partner Reyhan sekaligus sahabatnya. Paling ngehits sampai sekarang diurutan ketiga Rainan dan temannya.
* * *
Reyhan dan Bagas melakukan pelatihan sangat ketat dan tegas, nampak wajah garang dari mereka membuat para Junior terdiam dan tak berniat untuk ribut.
Lapangan, adalah salah satu tempat yang menyenangkan untuk tempat mengkaji materi ditemani angin berhembus menerpa rambut milik mereka apalagi markas ini berada dipuncak. (mengkaji materi dilapangan) Hal inilah yang tengah diterapkan oleh Reyhan dan Bagas. Suasana lebih asri dan nyaman kebanding dalam kelas yang ditatap hanya tembok saja.
Sambil menjelaskan materi, kedua partner ini mengitari para junior mereka dengan tatapan menyelidik dan meneliti wajah mereka satu persatu dalam memahami materi.
Rainan dan beberapa kawannya pun ikut andil walaupun hanya sebatas mendengar Materi khas kedua insan itu, sambil mencatat dan meneliti sikap dan sopan serta tata krama para junior mereka.
Kedua Kelompok ini tidaklah saling bermusuhan akan tetapi mereka berteman sewajarnya atau saling membutuhkan ketika dibutuhkan. Popularitas bukan hal yang penting bagi mereka akan tetapi Prestasi dan nilai serta tingkat kesopan santunan lah yang mereka penting.
"Okay, sampai ketemu dijam pelatihan, kami berdua pamit undur diri". Ucap Rainan tegas lalu mengajak bagas beranjak dari tempat itu.
***
>>Dijam istirahat<<
Cekrek
Cekrek
Cekrek
Syahwa memegang Camera Canon miliknya, selain handal dalam bermain senjata, syahwa juga menyukai hal hal yang berbau Alam dan berprofesi layaknya fotografer.
Suasana Hutan milik Markas TNI Sangat Asri, syahwa menghabiskan sisa istirahatnya dihutan yang Asri ini dengan tenang dan damai. Sambil menghirup Udara segar dan membiarkan wajahnya diterpa angin lembut itu, dari kejauhan seseorang tersungging melihatnya dan tertarik dengannya kemudian menghampiri Gadis itu.
"Hay".
__ADS_1
Syahwa yang Saat itu sedang asyik memotret terkejut dengan suara lelaki yang sekarang berada di sampingnya.
"Eh, se.. Snior". Sanggah syahwa dengan wajah yang lucu, sementara senior itu membalasnya dengan senyuman.
"Lagi Foto ya, Kenalkan Aku Reyhan Syamsurya panggil saja Kak Rey". Ujar Reyhan sambil mengulurkan tangannya , ya senior itu adalah Suara milik Reyhan.
"Ehmm, iya kak Rey, aku Syahwa Khairunnisa panggil saja Syahwa". Jawab Syahwa menyambut uluran tangan rey diiringi senyuman menawannya.
"Hobby kamu jadi Fotografer nih". Tanyanya sekedar basa basi tapi emang ingin tau, wkwkwk
"Eh iya kak, Selain ini juga Aku suka berpetualang dan mendaki". Celoteh syahwa sambil mengambil gambar langit yang indah disiang ini
Reyhan mengangguk tanda memahami, dilihatnya Syahwa yang asyik dengan kameranya, sebuah senyuman terbit dibalik bibirnya, hal yang jarang dilakukan oleh Reyhan berbeda dengan bagas yang selalu Ramah tamah.
"Oh ya, Bdw kamu anak baru? Aku baru lihat loh". Ungkap reyhan lagi.
"Eh, iya kak baru saja beberapa hari kemarin". Jawabnya lagi
Ketika hendak mengambil gambar terlihat Baterai milik Cameranya low dan akhirnya mati, membuat syahwa mendengus kesal, sementara Reyhan lebih banyak tersenyum dalam diamnya sekarang.
"Yah mati". Keluhnya kemudian membiarkan camera itu tetap menggantung dilehernya lalu menatap kearah Reyhan
"Ada apa kak? Kenapa melihatku seperti itu apakah wajahku ada sesuatu?". Tanya syahwa kemudian memegang wajahnya, Reyhan pun menggeleng cepat dan menatap kearah lain dirinya tertangkap basah oleh syahwa yang lugu karena memperhatikannya
"Yaudah kakak duluan ya Wa, ingat sejam lagi pelatihan dimulai istirahat dan jangan lupa untuk bersiap siap". Kilah Rey kemudian pergi tanpa menatap syahwa yang memasang raut bingungnya.
* * *
"Mau kemana lo". Ucap Ghea dengan senyuman jahilnya,
"Ck, sok banget sih".
"Ikut gue".Ucap syahwa ghea karena Kesal dengan syahwa dan menarik tangan syahwa lalu membawanya ke toilet syahwa yang ditarik pun ikut saja
Mereka pun sampai, toilet rusak yang jauh dari pemukiman dan jarang orang melewati tempat kumuh ini.
"Kita apain ya guys". Seloroh Ghea dengan tersenyum penuh arti, sementara syahwa yang menangkap raut wajah Ghea hanya memelas
~Shit! Bullying dasar anak anak gak ada kerjaan
"Bagaimana kalau kita buat dia acak acakkan". Seru Sakia
"Bener juga lo". Timpal elin kemudian menatap syahwa yang tenang dan santai dengan camera yang menggantung di lehernya
Saat hendak menggunting rambut milik syahwa, Ghea menghentikan tindakan Sakia yang langsung menoleh kearahnya
"Ada apa?"
"Itu". Tunjuknya kearah Camera yang menggantung dileher syahwa, seakan paham dengan apa yang dimaksud Ghea Sakia hendak merebut camera itu, namun tangannya dipelintir oleh syahwa
"Kurang ajar! Lepaskan aku". Seru Sakia dengan nada marahnya
Bugh
"Diam kau". Ujar syahwa yang makin mempererat pelintirannya lalu memukul sakia dan mendorongnya kearah Ghea dan elin yang murka dengan apa yang dibuatnya
"Kamu!". Geram ghea maju melayangkan pukulan kearah syahwa dengan sigap syahwa menangkis dan membalas pukulan mengenai wajah cantik milik Ghea dan wanita itupun pingsan di tempat
__ADS_1
Elin pun beradu pukulan dengan syahwa, syahwa tersenyum simpul menyambut pukulan Elin yang keras
Buggh
"Arggh, Sakit". Ringis Elin ketika mendapat sabetan pisau entah dari mana datangnya yang melukai kulit tangan milik gadis itu.
karena pisau itu tak terlihat oleh matanya karena syahwa memakai cincin yang bisa menjadi pisau/belati ketika tuannya ingin memakainya, dan hanya sekejap saja cincin yang dipakainya kembali seperti kewujud semulanya. Cincin ini tak terdeteksi dan benar senjata yang emang didesain dengan elegan tanpa menimbulkan kecurigaan dari orang lain terprivasi dan tidak dimiliki oleh orang lain, karena senjata ini hanya dimiliki oleh keluarga Wijaya djiningrat lebih tepatnya djiningrat karena di keluarga besar wijaya tidak ada senjata seperti ini.
Syahwa yang melihat mereka sudah terduduk pun mengambil sebuah tali tambang yang saat itu tertangkap oleh mata jelinya, seketika terbit senyum devil miliknya, dia mengambil benda itu dan mengikat ketiga gadis itu lalu dia duduk disebuah kursi kusam menatap ketiga gadis dihadapannya seperti orang ketakutan
Byurr
Syahwa menyiram ghea yang masih belum sadarkan diri, dalam sekejap wanita cantik itu bangun dengan wajah buruk rupanya dikarenakan ada sedikit memar dan benjolan diwajah cantiknya tadi.
"Arggh, perih sekali". Keluh gadis itu
"Hmmm".
"Kau! lepaskan kami dasar cewek tak punya nurani". Seru Ghea dengan murka
Syahwa pun tersenyum lebar
"Bukankah kau yang tidak punya hati nurani Gheanly Sean jason?". Ungkap syahwa
"Jangan menyebut nama lengkapku dengan mulut kotormu, kau terlalu kotor untuk menyebut keluargaku yang terhormat". Sengit gadis itu
Syahwa pun geram dan berusaha untuk menahan emosinya dengan memijit kepalanya
"Aku tidak habis pikir, apa ini anak hasil didikan dari sean jason? Buruk sekali, padahal dia orang yang bijaksana dan tau etika tapi anaknya? Anak bak preman bodoh tak tau diuntung! ". Provokasi syahwa
"Beraninya kau! Awas saja kau akan mendapatkan akibatnya karena menghinaku". Ujar ghea dengan marah, sementara kedua temannya bungkam mereka tak berniat untuk berbicara karena rasa sakit yang menjalar dibagian tubuh mereka akibat serangan dan pukulan dari syahwa yang membuat mereka tak bisa menggerakkan badan
"Coba saja kalau berani!" tuturnya tersungging
"Cih, tentu aku berani, keluargaku jauh lebih dari keluargamu, jadi siap siap saja menerima konsekuensi dari tindakanmu, anak bodoh!".
"Menyombongkan nama keluarga itu tidak pantas untuk anak yang sampah sepertimu, apa kau pikir dengan nama keluargamu bisa menjatuhkanku? Oh tentu tidak".
"Cih, emang aku melakukan apa padamu wanita jalang"
Plakk
Plak
Plakk
Tiga tamparan keras menempel dipipi gadis itu, dengan wajah yang rusak semakin rusak pula
"Awh".Ringis gadis itu
>>Bersambung
Note : Jangan lupa like dan tinggalkan jejakmi dikolom komentar ini,
Salam Author
Kak Awa
__ADS_1