
Kini yang tersisa hanyalah beberapa orang termasuk kepala suku yang saat ini tengah mengejar syahwa dan rekannya, butuh berlari 1km untuk menjangkau tempat yang aman, lari yang tidak stabil membuat nafas mereka tidak beraturan dibelakang sana kepala suku mengamuk sejadi jadinya setelah ratusan anggotanya mati massal hanya dalam beberapa menit akibat ulah tiga manusia
Kepala suku membawa anggota yang tersisa untuk melakukan pengejaran sambil menenteng tombak yang biasanya dipakai berburu mangsa dilapisi racun. Aksi itu lantas membuat syahwa, zan dan veny panik ketakutan. Jelas terlihat lagi bahwa kecepatan lari mereka perlahan mulai lambat dan bisa saja tertangkap oleh suku tersebut, namun beberapa langkah darisana terlihat perbatasan yang dianggap sebagai tempat yang aman
Menurut mereka orang orang aneh tersebut tidak mungkin keluar dari wilayah mereka kan? jika keluar pasti diserang sama suku lain bukan begitu? tapi bagaimana bila tiba-tiba yang menyambut mereka justru hal yang lebih menyeramkan dari ini?
★★★
Angin berhembus kencang menerbangkan untaian rambut lurus sang gadis, hening. Gadis bermata hazel itu menatap satu arah dengan mata yang dipenuhi embun seakan tidak percaya dengan apa yang ia lihat.
Namun dari arah belakang kini juga sudah berdiri kepala suku yang siap menerkam dadanya, gadis itu tidak menyadarinya sementara kedua temannya kini aman dan mencoba memanggil dirinya namun tetap saja gadis itu masih terlihat shock dan tidak mendengar perkataan temannya seolah ia kini mendadak tuli
Beberapa detik setelahnya sebuah senapan mengarah padanya tentu gadis itu terkejut mengira bahwa sosok itu ingin membunuhnya, tapi apa alasannya? Ia merasa tidak memiliki kesalahan pada sosok itu malah ia merindukannya
Disisi lain kepala suku tidak mau bermain main lagi dan segera menarik tombaknya namun sebelum mengenai gadis itu sebuah peluru menembus dahinya hingga ia mati ditempat
Gadis itu cukup terkejut saat ia kira dirinya yang akan diakhiri saat itu juga namun setelah melihat kebelakang pun dirinya melihat mayat yang sedari tadi mengincar nyawanya
Gadis itu termangu beberapa detik hingga sosok yang ia kenali itu menyapanya
"Apa kau baik baik saja?". Tanya sosok itu
Suara itu..gadis yang selalu ingin hujan membawanya pergi bersama sosok yang dirindukannya, bukannya menjawab pertanyaan gadis itu berkata lain
"Kau masih hidup". ucap syahwa dengan lirih tatapannya sendu, air matanya sudah penuh dan siap menganak sungai
Sosok itu terkejut, padahal jelas ia tidak mengenal gadis dihadapannya
"Kak Rey.. Aku merindukanmu". Seru syahwa seraya memeluk pria itu ia sudah sesenggukan namun yang terjadi tak sesuai ekspektasi syahwa, pria itu ambruk dihadapannya dalam kondisi memegang kepala
Para rekan melihat Reyhan ambruk seketika menghampiri mereka dan membawanya ketenda untuk istirahat
"Kak reyy kamu kenapa..apa yang terjadi dengannya".
__ADS_1
Tak lama rombongan rainan menyusul dan berhasil menemukan syahwa dan lainnya. Rainan menghampiri syahwa namun dilihatnya mata syahwa yang sembab
"Lu kenapa?"
"Reyhan masih hidup Rai". Sontak saja mengundang perhatian teman teman rainan jelas mereka tau sosok tersebut
"Lu ngelantur apa bagaimana sih? dia udah gak ada ikhlasin wa".
"Apa sih Rai aku bener kok dia memang masih hidup".
"Wa_"
"Aku gak bohong Rai lihat disana". Tunjuk syahwa kearah dimana Reyhan diletakkan mau tak mau mereka semua kesana dan melihat sosok tersebut yang tak lain memanglah Reyhan
Syahwa sangat senang sampai sampai sifat dinginnya pergi entah kemana, wajahnya dipenuhi senyuman namun juga buliran air mata dia menyesal membuat pria itu pingsan, tak lama ada satu sosok wanita yang datang tiba tiba dengan raut kemarahan
Tangannya menarik tangan syahwa yang seketika terkejut, dilihatnya wanita itu yang tingginya sama dengan dirinya cantik juga
"Mengapa menarikku?". Tanya syahwa heran
"Menyuruhku untuk menjauhinya? Kau siapa? Apa hakmu melarangku!"
"Yaaa..! Kalau kubilang jauhi jauhi, kau mau tau aku siapa? aku wanitanya sekarang hak aku melarangmu mendekatinya? karena aku akan menjadi istrinya sudah sepantasnya aku melakukan itu kan". Syahwa tercengang mendengar nya
"Kamu pasti bohong tidak mungkin dia melupakan ku"
"Cih, kau hanya masa lalunya dan perlu kau tau jauhi dia sekarang dia sudah melupakan mu"
"Tidak mungkin.. semudah itu?"
"Karena dia amnesia, jangan mendekatinya lagi kau hanya membuat kepalanya sakit, kau tidak maukan dia sakit". Ujar wanita itu meninggalkan syahwa yang terkejut dengan fakta yang ada
Waktu seakan berhenti berputar, namun ingatannya kembali ke masa lalu bersama sosok yang terbaring lemah disana, Matanya berkaca kaca mengingat masa masa itu sampai pada titik hilangnya pria itu bersama jasadnya hingga beberapa bulan lamanya, keyakinan dalam hati bahwa ia masih hidup benar terbukti namun dalil lain membuatnya terbawa dalam titik terendah seorang wanita tanpa bisa berbuat apa apa
__ADS_1
Dia amnesia, dugaannya dan sabrina dulu benar. Tapi mengapa sesakit ini? Kembali dalam keadaan lupa dan dengan membawa cinta lain. Perih, hati syahwa perih ia kembali ketenda untuk beristirahat menghilangkan sejenak kesedihan karena sebentar malam akan ada acara api unggun bersama para senior sudah pasti hati kecilnya akan terluka
Syahwa akan berusaha tampil baik baik saja menutup luka yang perlahan menganga tanpa obat yang mujarab
★★★
Malam pun tiba rembulan nampak bersinar memamerkan keindahannya, namun disisi lain gadis itu berbeda dengan sang rembulan ia nampak meredup tak bersemangat.
Rainan datang memanggilnya dan mengatakan bahwa acara akan segera dimulai, gadis itu hanya mengangguk setelah lima menit kemudian barulah menyusul
"Kak Rai". Panggil syahwa dan Rainan menoleh kearahnya namun syahwa tak menyadari bila Reyhan juga ada disisi Rainan. Alhasil Rainan duduk di antara keduanya, namun Rainan belum mengetahui perihal tadi siang maupun mengetahui pria itu amnesia sebab Reyhan masih mengenal dirinya
"Kak Rai syahwa boleh curhat gak?". Ujarnya tanpa melihat pria itu, syahwa menatap kosong angin dihadapannya
"Ah wa? tumben..". Timpal Rainan heran
"itu.."
"Dia cewe yang buat gue pingsan tadi ya?"
Deg
Deg
Deg
Detak jantung syahwa berpacu dengan cepat mendengar suara pria itu sementara Rainan bingung dan tidak memahami situasi yang terjadi saat ini.
"Rey lo_"
"Kak syahwa mau bicara bentar boleh?" Ujar syahwa menatap pria itu lekat
★★★
__ADS_1
Bersambung