
Pagi menyapa dengan indah, mentari muncul di ufuk timur. Orang orang mulai beraktivitas menyambut hari baik ini. Mereka telah memenangkan perang dilain sisi beberapa orang menyiapkan pesta untuk merayakannya.
"Hari yang baik". Rainan memuji, semua orang berkumpul dilapangan siap untuk membanggakan kemenangan mereka
Sementara dilain sisi Syahna telah mempersiapkan segalanya.
"Maafkan aku kak, kebencian ku lebih besar dari cintaku kepadamu sebagai saudara. Jika ada yang perlu disalahkan maka jangan salahkan aku". Ujarnya
Syahna mengambil pistolnya yang telah ia isi dengan peluru, mengambil token milik keluarganya sengaja menaruhnya di tenda. Setelah itu ia ikut bergabung dilapangan.
Komandan TNI berdiri di mimbar, mimbar yang dibuat beberapa jam lalu dengan bahan seadanya. Dia berpidato dengan panjang, memberi nasehat dan kata kata penyemangat untuk anak anaknya.
Duarr
Suara tembakan berbunyi, semua orang tersentak kaget melihat komandan tersebut kehilangan nyawanya. Syahna tersenyum tangannya masih menggenggam pistol mengarahkannya ke berbagai arah dan mulai membuat masalah lain
Wakil komandan segera memerintahkan kepada beberapa aparat untuk menangkap gadis itu, syahna berlari menuju tendanya, sampai disana ia menghilang tanpa jejak.
"Permainan dimulai". Syahna tersenyum penuh makna kemudian menghilang dari dunia virtual
Orang orang yang mengejarnya tidak menemukan tanda tanda terakhir gadis itu dimana hanya sebuah token pengenal yang memang sengaja syahna tinggalkan.
Teman teman syahwa, Rainan, Bagas, dan kenalannya yang lain begitu terkejut melihat pelaku penembakan kepada komandan mereka. Entah apa motif syahwa melakukan ini semua. Rainan bahkan tidak menyangka syahwa akan melakukan hal itu, apa mungkin ada dendam antara syahwa dan komandan mereka namun Rainan teringat juga bahwa bukan hanya komandan yang syahwa serang melainkan beberapa teman temannya yang saat ini sedang diobati.
Hanya saja mereka tidak tahu bahwa yang melakukan kejahatan ini adalah syahna adik syahwa. Namun siapa yang tau kalau sebenarnya syahwa memiliki adik kembar, mungkin hanya Rainan dan Rainan tidak sempat untuk memikirkan bahwa itu adalah syahna sebab dia hanya dekat dengan syahwa, mendengar kabar tentang syahna pun tidak pernah sama sekali.
Rayhan melihat ayahnya diserang oleh orang yang pernah menjadi masa lalunya beralih membenci mau bagaimanapun syahwa hanya serpihan kenangannya lagi pula rayhan lebih mencintai kekasih barunya. Rayhan bersumpah akan menghukum mati wanita itu jika tertangkap. Sementara itu, Orang orang yang mengejar syahna kembali mereka tidak membawa gadis itu tapi memberikan sebuah token milik keluarganya
"Sepertinya terjatuh saat dia melarikan diri". Kata wakil komandan memperhatikan token berinisial FDJ beberapa logo khas disana dan warna token tersebut berwarna merah seketika mata membulat menyadari bahwa lencana itu berasal dari keluarga mafia terbesar didunia
Token berwarna merah khusus untuk syahwa dan syahna menandakan bahwa mereka adalah penerus klan djiningrat semua orang tahu itu
"Sejak kapan keluarga djiningrat berani menentang aparat militer..!" Wakil komandan itu berteriak lantang, Lantas Rainan yang kenal dekat dengan keluarga itu ikut terkejut
Identitas syahwa terbongkar. Rainan terkejut bukan main, karena takut ditangkap juga Rainan memilih untuk tidak tahu apa apa
"Ternyata anak itu anak dari mafia. Lancang sekali, berani juga nyalinya menyusup di markas kita".
Pada dasarnya Militer dan Mafia adalah musuh abadi. Jika salah satunya menyusup dalam markas musuh entah dengan motif apapun itu dan ketahuan oleh pihak lawan maka hukumannya adalah kematian. Entah dengan cara apa mereka membunuhnya setidaknya untuk membuat ciut lawan agar tidak segan segan. Mereka akan memburu penyusup itu bahkan sampai lubang semut pun, itulah resikonya.
***
Didunia nyata syahna bertemu dengan kakaknya, menjelaskan semua rencana jahatnya kepada syahwa
"Jika ada yang salah maka jangan salahkan aku, ini semua karena dirimu". Ujar syahna menatap benci kakaknya
__ADS_1
"Kamu bahkan masih memiliki muka untuk bertemu denganku, Na".
" Tentu, aku bahkan tak sabar melihat kepalamu diserahkan kepadaku, HAHAHA ". Syahna tertawa keras
Sudah pasti perbuatannya kali ini membuat aparat keamanan tersebut marah besar, dan konsekuensi yang diterimanya adalah di bunu dengan kepala yang dipenggal. Syahna sudah mempertimbangkan semua nya
"Entah kesalahan terbesar apa yang diperbuat oleh orang tua kita sehingga membuatmu menjadi orang yang gila kekuasaan syahna, kamu bukan syahna yang kukenal".
"Sudah aku katakan bahwa aku memang bukan syahna adikmu, Kau pikun?". Syahna menatap kakaknya itu dengan tajam "Setelah ini aku akan melepaskan mu kembali ke dunia buatanku, silahkan kalau kau mau melarikan diri"
"Kali ini rencanaku tidak akan gagal, selamat menikmati hari hari terakhirmu, kak".
"Aku tidak akan melarikan diri, aku siap mempertanggungjawabkan perbuatanmu". Syahwa mengatakan itu setelah syahna pergi dari sana
Penjaga yang ditemani syahwa beberapa hari ini mengeluarkannya dari sel, membawa syahwa menuju lorong gelap diujung lorong tersebut terdapat cahaya, syahwa menebak itu pasti jalur menuju dunia virtual. Bukannya syahwa tidak melawan dia akan mempertanggungjawabkan perbuatan adiknya, bagaimanapun ini membawa keluarganya dalam jurang ia tidak ingin itu terjadi.
Adiknya syahna haus kekuasaan, ambisi, dikuasai kebencian. Syahwa ingin mengakhiri ini semua dengan baik. Dia tidak akan lari dari kesalahann adiknya, walaupun syahna berbuat jahat padanya ia tak mengambil hati syahwa menganggap syahna adalah saudara terbaiknya.
Syahwa menghilang dari dunia nyata, secara tiba tiba muncul dalam tenda milik Rainan. Rainan terkejut melihat gadis itu muncul entah darimana
"Kau kembali? Mengapa kau kembali? Apa tujuanmu sebenarnya syahwa?". Rainan memelankan suaranya takut ada seseorang yang mendengar suaranya dan memergoki keduanya
Syahwa menjelaskan semuanya, Rainan terkejut lagi entah yang ke berapa kalinya
"Tidak ini bukan salahmu Wa, ini salah adikmu bagaimana mungkin adikmu tega melakukan ini padamu. aku tidak bisa membiarkannya".
"Kumohon, tetap jaga identitas adikku, biarkan dia berbahagia. Aku yakin suatu saat dia bakalan ngerti dengan pengorbanan ku".
Syahwa dan Rainan beberapa kali cekcok hingga akhirnya Rainan menangis melihat gadis itu bersikukuh untuk menjaga adiknya dari musuh terbesarnya.
"Seharusnya kau tidak perlu mewujudkan keinginanmu untuk menjadi TNI wa".
"Tidak apa, Ini takdir yang bahkan tidak bisa aku hindari".
Akhirnya setelah lamanya berbincang banyak, Rainan mengantar syahwa ke aula penghakiman dengan memborgol tangan syahwa. Syahwa juga tidak ingin Rainan terlibat dengannya.
Semua orang yang melihat itu segera berdiri menatapnya penuh emosi, Rayhan yang melihat itu ingin menghabisi wanita itu sekarang namun Bagas menahannya untuk tidak berlaku semena mena. Wakil komandan yang melihat syahwa ditangkap tersenyum puas
"HAHA Penyusup dari klan djiningrat". Teriaknya melemparkan token milik syahwa didepan muka syahwa sendiri, syahwa melihat token miliknya
'Syahna menyiapkan rencananya dengan sempurna'. Batinnya, air mata syahwa menetes saat itu juga
"Katakan padaku apa tujuanmu sebenarnya melakukan penyusupan didalam markas ku".
"Aku hanya bosan didunia ini, silahkan bunuh aku aku tidak akan mengatakan apapun".
__ADS_1
"Seperti yang kuduga". Ujar wakil komandan itu, ia tau gadis itu takkan membuka mulut soal keluarganya
"Kau anaknya, dengar dengar kau memiliki saudara kembar".
"Dia sudah mati tahun lalu, carilah di liang kuburnya". Syahwa sengaja mengatakannya untuk melindungi adiknya
"Benarkah?".
"Baiklah, karena tidak ingin mengatakan apapun, karena kau juga melakukan tindakan criminal dan kau oun siap untuk dibunuh maka hukuman yang pantas untuk mu adalah dengan cara dipenggal".
Benar kata syahna dia dipenggal, dan kepalanya akan diserahkan di kediaman milik Ferasatya djiningrat.
* * *
Esok harinya, Hukuman pun dilaksanakan diatas bukit, yang bertugas mengeksekusi gadis itu adalah Rayhan, Bagas dan Rainan. Tidak ada yang menonton aksi itu sebab mereka semua diperintahkan untuk menjaga markas, juga mereka melakukan penyelidikan kepada para anggota TNI
"Kau, gadis masa lalu yang membuat ayahku meninggal". Syahwa melihat sorotan kebencian kepadanya
Bagas dan Rainan melihat syahwa diperlakukan seperti itu hanya bisa diam. Mereka tidak bisa membantu syahwa karena Bagas pun tidak tahu menahu tentang syahwa dia kecewa dengan gadis itu dan hanya bisa menangis dalam diam sedangkan Rainan juga hanya bisa melihat itu mengingat syahwa tidak ingin ia terlibat.
Hukuman dilaksanakan, 100x cambukan jam untuk menghukum mati syahwa juga telah tiba
"Kak Rey.." Syahwa memanggilnya dengan lemah, Reyhan sedikit terkejut melihat gadis itu cukup kuat menerima cambukan darinya
"Dengarkan sebentar, barangkali ada sesuatu yang ingin disampaikan kepadamu". Sungguh hati Bagas tidak tega melihat syahwa seperti itu, akhirnya Reyhan sedikit melunak mendekati gadis itu
Syahwa tersenyum
"Terimakasih kak bagas"
"Terimakasih kak Rey, Maafkan aku yang membunuh ayahmu. Aku hanya sedikit tidak rela melihatmu dengan wanita lain awalnya aku ingin menembaknya tapi peluruku meleset".
"Gadis gila, sudah mau mati masih ingin membunuh kekasihku". Teriak Reyhan, pria itu beranjak dari sana dengan cepat ditangannya terdapat sebuah pisau kecil menunjuk kearah syahwa
Syahwa tidak peduli toh dia juga akan meninggalkan dunia ini. Dia memeluk erat Reyhan, Reyhan terkejut tanpa sadar pisau tadi menusuk perut syahwa
"Tidak, tolong dengarkan aku. Dengarkan sebentar saja, aku hanya ingin mengucapkan beberapa kalimat untukmu". Reyhan kembali mendengarnya
"Perpisahaan seringkali mengajarkan kita betapa berharganya seseorang setelah dia tiada, perpisahan juga mengajarkan kita untuk menghargai adanya pertemuan. Sakitnya perpisahan itu bukanlah apa-apa dibandingkan kebahagiaan saat bertemu lagi, Meninggalkan segala kenangan yang telah kita buat bersama itu berat. Kak..Jika aku tahu perpisahan sesakit ini, aku lebih memilih untuk tidak mengenalmu sama sekali. Aku tidak akan menyesal tapi terimakasih untuk semuanya, terimakasih pernah menjadi satu satunya orang yang kucintai didunia ini". Setelah mengatakan itu syahwa meneteskan air matanya untuk terakhir kalinya melepaskan pelukannya dari Reyhan ia terjatuh bersimbah darah namun disana terlukis senyumnya yang indah.
Semuanya telah berakhir. Reyhan dengan keterkejutannya begitupun Bagas dan Rainan tidak menyangka gadis itu berani menerobos pissu milik reyhan. Dengan begitu syahwa mati dengan tertikam bukan dipenggal.
Syahwa memang tidak ingin dipenggal. Dia berpesan untuk tidak menyalahkan siapapun atas kejadian ini. Syahwa benar benar berakhir kali ini sesuai dengan rencana syahna.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1