
*Boomm
*Boomm
*Dhuarrr
"Apa itu?".
"Hmm? Kurasa itu monsternya dan sedang menuju kemari".
"Bah, aku belum siap sudah datang".
Taklama suara sosok itu kembali terdengar
"Hmmm sekarang cari item yang kalian inginkan tadi, kuberi kalian waktu selama satu jam untuk mencarinya dan itu waktu kalian begitupun yang memutuskan untuk mencari daun Golden green, sekarang....!". Suaranya kembali hilang
* * *
Disisi lain
"Seharusnya ditempat ini tapi pohon yang dimaksud tidak ada". Gumam syahwa
Lima belas menit ia sudah menghabiskan waktunya untuk mencari Golden green sesuai dengan yang diucapkan sosok itu namun belum ditemukannya
"Gunakan mata telitimu anak bodoh". Satu suara yang muncul dipikirannya yang tak lain adalah sosok tersebut (pemilik dunia virtual)
"Hmmm?".
Syahwa mendengus kesal.
"Kurasa ciri ciri yang disebutkan tadi sengaja tidak lengkap". Dengusnya
"Hmm.. memang benar kalau kujelaskan semua, itu namanya bukan teka teki lagi".
Syahwa mengerutkan keningnya merasa ada yang aneh
"Jadi kau berniat menambah bebanku selama mencari daun itu, menjadikanku sebagai manusia konyol demi menyelesaikan teka tekimu?". Bentak syahwa
"Hah kau menyadarinya, itulah resikomu karena berniat mengambil Golden green milikku. Ku akui kau memang cerdas karena berhasil menemukan ada maksud lain didalam daun itu. Tapi bukankah itu sepadan?". sambil tersenyum licik
"Sepadan?". Syahwa semakin mengerutkan keningnya
"Ya, kau akan merasakannya setelah mendapatkan daun itu". Serunya kemudian suaranya kembali menghilang
10 menit
__ADS_1
20 menit
Masih tak menemukan apapun
"Aku memang jenius, tapi aku malas Hahh menyebalkan..!". Dengusnya
Swusshh
Swusshh
Namun seperti memiliki mata pada punggungnya, Syahwa menghindar dengan gesit berbalik arah sambil menangkis senjata yang mengincar area vitalnya
"Hmm, Senjata beracun. menyerangku secara tiba tiba dari belakang, wajah yang sombong dan tak punya malu..! Biar ku tebak, kau adalah salah satu sampah yang belum juga belajar dari kesalahan teman temanmu. Yuria.. Kurasa kau sudah mengetahui identitas asliku". Serunya menatap tajam dan seringai khasnya tanpa berbalik menatap wajah gadis yang kini juga menatapnya dengan sorot tak kalah tajam
"Hmm mulut yang tajam.. Ya kau benar sekali, aku sudah mengetahui identitas mu. Lantas? apa yang penting? Mau kau anak mafia bahkan anak para petinggi sekalipun. Tidak peduli kalau kau adalah musuhku ya tetap sama saja. Harus mati ditanganku..!". Balasnya
"Hahaha tak kusangka bertemu dengan orang konyol sepertimu, katak dalam tempurung anak kecil yang berjalan terlalu jauh dari rumahnya sehingga dengan santainya mengancamku bahkan ingin membunuhku? .. bermimpilah setinggi langit sampai kau menabrak satelit". Seru syahwa
"MATI". Teriak Yuria
Pertempuran pun terjadi dengan sedikit ilmu beladiri Yuria mampu mengimbangi syahwa. Syahwa yang melihat tersenyum tipis samar samar seraya menghindar dari serangan serangan Yuria yang menggunakan belati beracunnya
Teknik yang cukup membuat syahwa lumayan membuatnya tertarik bahkan sampai memasang seringai lebarnya
"Cukup menarik, kurasa ada orang yang mencoba meniru gerakan dan teknik beladiri ku". Serunya menatap tajam Yuria yang membalasnya dengan senyuman penuh makna
~Lebih baik aku diam daripada mendengarkan suara anjing yang menggonggong ketika bertemu dengan ajalnya.
"Kenapa tak menjawab? apa kau merasa sudah diujung tanduk? Hah biarkan aku bersenang senang dulu". Sambungnya dengan nada provokator
"Mengambil teknik orang lain tanpa izin bukankah merupakan tindakan seorang pencuri?"
"Kau_"
"Heh, Kurasa kali ini otakmu harus mengelana kedalam neraka paling dasar. Agar kau bisa bedakan kondisi serius dan kondisi bercanda".
Ya tepat sekali. Ucapan syahwa benar saat ini ia hanya seperti bermain main dengan Yuria dengan mengimbangi kekuatan bela dirinya. Merasa seperti terpikirkan padahal hanya menghindari serangan serangan yang hanya berskala kecil
Yuria menyadari itu sekarang, Raut wajahnya berubah menjadi kesal
"Baj*ngan...!"
Syahwa memasang seringainya dengan tatapan mata tajamnya, ia melakukan suatu gerakan lain
"Kau mungkin bisa mengambil teknik manapun dariku tapi tidak dengan esensinya...Hiiaaattt!". Bersamaan dengan ucapannya ia menggunakan golok besar, melompat dipepohonan kemudian mendarat dan menukik tajam mengarahkan golok tersebut ditempat Yuria berdiri
__ADS_1
Karena kecepatan tersebut Yuria tidak sempat menghindar dan hanya berniat menangkis dan melakukan formasi pertahanan pada tubuhnya
BAAMMM
"Uhhuukk...!"
Yuria memuntahkan seteguk darah kemudian disusul kembali memuntahkan seteguk darah. Deru nafasnya terlihat setengah setengah, ingin merintih pun terasa tercekat, Sekarang tatapan matanya bergetar sedikit gentar dan takut
"Kenapa? Bukankah tadi kau ingin Membunuhku karena merasa bahwa aibku membiarkan orang lain mengambil teknik teknikku? Dimana kesombongan dan sifat congkakmu itu?".
"Cih, hanya karena berhasil mendaratkan satu pukulan kepadaku kau sudah_"
"Ck, nampaknya kau belum mengambil pelajaran dari apa yang kulakukan padamu".
"Sebelum mencincang cincang tubuhmu biar ku jelaskan apa yang patut disombongkan dan yang pantas di jadikan aib".
Syahwa kemudian berjalan kearah Yuria sambil mendudukkanya di rumput lembut yang telah digenangi darah milik Yuria tadi. Yuria hanya menurut kali ini, rasanya badan badannya ngilu mendengar ucapan 'Mencincang cincang'
"Teknik yang kau ambil dariku merupakan salah satu teknik dasar yang para anggota mafiaku kelas teri dapatkan. Hanya teknik dasar yang berhasil kau curi membuatmu begitu sombong? Bahkan teknik yang kau gunakan masih memiliki celah banyak. Jika kau bertemu dengan mereka maka kupastikan kau adalah contoh manusia konyol lebih dari artian konyol itu sendiri".
"Perlu kau tau aku memiliki ribuan teknik yang lebih baik dari teknik yang kau curi itu meskipun tak terlalu penting untukku.. bukankah itu yang patut disombongkan?" Dengan tatapan meremehkan syahwa menangkap raut buruk dari Yuria kemudian melanjutkan penjelasannya
"Bukan termasuk aib bagiku karena membiarkan orang lain mengambil teknikku, dan kau sudah tau bahwasanya teknik itu bukan hanya aku yang pakai melainkan seluruh klan mafiaku. Yang menjadi aib bagiku adalah membiarkanmu tetap hidup dimuka bumi ini".
"Sangat memalukan.. membiarkan orang orang seperti dirimu masih hidup didunia ini. Kurasa ini hari terakhirmu dibumi ucapkan selamat tinggal dan kembalilah kekerak neraka..! "
Sreet
Sreet
Sreet
Slaasshh
Yuria mati dengan mengenaskan tersisa kepala saja tubuhnya hancur lebur.
"Hmm aku membantu pekerjaan malaikat maut untuk membunuhmu, dasar penjilat mengganggu waktuku saja".
"Kau tidak hanya membantu malaikat maut tapi juga membantuku membersihkan sampah itu karena tanganku yang sudah gatal daritadi ingin membunuhnya". Seru sosok itu muncuk kembali
"Diam..! aku tidak punya banyak waktu untuk meladeni ocehan tidak pentingmu itu bagiku". Bentak syahwa
"Hihiihi serigala liar..". balasnya kemudian hening kembali
Sraaakk
__ADS_1
* * *