CAUSE I LOVE YOU

CAUSE I LOVE YOU
Eight


__ADS_3

#8


Beberapa hari lagi mereka akan lulus, Hal itu membuat Syahwa dan Syahna bahagia serta keluarga lainnya.


"Hay vhy". Sapa syahwa dan Syahna Kepada Vivi Sahabat mereka


"Hay Wa, Hay Na". Jawabnya dengan senyum merekah


"Manisnyaaa". Ucap syahwa tersenyum juga, menggoda sang pemilik senyum yang tengah merona


"Hahaha, Pipimu merah Vhy". Timpal Syahna dengan gelak tawanya


~Tawa itu! Aku gak pernah lihat ini pertama kalinya, serius nih Syahna, gak sakitkan dia". Pikir Vivi melongo


Gila!. Hal yang jarang Syahna lakukan membuat kedua orang didepannya melongo, seperti orang dungu dan lugu. Apalagi Syahwa, terkejut sekaligus heran Adiknya hanya bisa tersenyum dan tertawa dibalik tabir keluarga dan sekarang? Tawa itu adalah Tawa pertama miliknya bagi orang lain.


Syahna heran dengan kedua orang dihadapannya, Tentu dengan Wajah yang disuguhi penasaran dan orang kebingungan.


"Ada apa? kenapa kalian seperti orang kebingungan". Tegur syahna


Akhirnya keduanya pun sadar


"Hmm, kamu yang kenapa Na?, heran gak seperti biasanya". Ucap syahwa yang disusul anggukkan oleh Vivi


"Gak ada, Aku duluan ya, bye". jawabnya kemudian berlalu meninggalkan kakaknya dan sahabatnya


***


"Kak! ". panggil Syahna


Rupanya mereka telah balik dari kampus, mereka masih tinggal dikediaman Wijaya.


"Iya? ". jawabnya menoleh ke sumber suara


"Mama Dimana ya? kok aku gak pernah lihat". Kata Syahna, sehari ini mereka tidak pernah melihat mamanya, biasanya sang mama selalu menghampiri keduanya sambil bercerita banyak dan sekarang tidak ada.


"Benar, aku juga tidak pernah lihat, mungkin lagi sibuk atau lagi ada halangan untuk menemui kita". jawabnya, hingga tiba tiba dia teringat satu hal, yah kejadian ganjal yang ada dipikirannya antara timbulnya kecanggungan dan ketidak sukaan antara Papa dan mamanya membuat dirinya merasa curiga, syahwa orang yang peka akan sesuatu dan juga orang yang tidak sabaran akhirnya dia berdiri ditempatnya hingga membuat Syahna menoleh heran kepadanya


"Ada apa? ". tanyanya penuh selidik


"Aku mau menemui papa". jawabnya yang hendak berjalan namun dicegah oleh adik kembarnya

__ADS_1


"Untuk apa? ini sudah larut besok saja". ucapnya


"ini penting! aku harus tanya sama papa". balasnya yang bersikeras ingin menemui papa


"Apapun itu, jangan sekarang semua orang lagi istirahat, alangkah baiknya cerita dulu padaku, biar nanti kita cari solusinya sama sama". Jawabnya dengan tegas


Syahwa pun berpikir, dan akhirnya duduk lalu kemudian menceritakan semua yang didengarnya dan hal yang dilihatnya ketika diruangan tersebut. Syahna hanya menyimak dengan diam sambil berpikir


"Besok saja kak, mereka sedang beristirahat, besok juga kan hari Ahad ok? ". Sarkas syahna


Syahwa pun hanya bisa menghela nafas dan mencoba menghilangkan pikiran pikiran negatif yang datang memenuhi otaknya, akhirnya iapun memutuskan untuk tidur.


Sementara Syahna bangun dan memainkan ponselnya, dia mengirimkan pesan kepada pasha.


~Pash, Aku mau kamu masuk diruangan xxx, cek cctv dan jejak jejak disana, jika kau menemukan hal aneh segera laporkan padaku. isi pesannya


Pasha yang tengah bersiap untuk tidur pun terkejut dengan nada dering yang masuk di hpnya


"Astagfirullah, kaget". Ucapnya sambil mengelus dada


kemudian perhatiannya mengarah ke arah ponselnya, dan segera membuka isi pesan yang dikirimkan Syahna untuknya, ini tiba tiba! apakah terjadi sesuatu?. pikir pasha


~Apakah terjadi sesuatu putri muda?. balasan isi pesan Pasha harap harap sang putri membalas pesannya dengan seperti yang diinginkannya


"Aihh, tetap saja respon yang sama". Keluhnya lalu mengetikkan kembali balasan pesan dengan kata "Oke".


Diapun segera beranjak dari Ruangannya menuju keruangan yang disebutkan Syahna. semua orang sudah terlelap dalam tidurnya, tapi tidak dengan Syahna dia menunggu Pasha menyelesaikan tugasnya barulah dirinya akan tenang


***


Ceklek...


suara pintu terbuka menandakan bahwa Pasha memasuki ruangan tersebut


"Astagfirullah itu apa!". Ucapnya dengan keterkejutan, pasalnya ruangan tersebut gelap dan hanya dihiasi terangnya cahaya bulan yang memasuki ruangan itu


Bau amis. itu yang dirasakan oleh Pasha membuatnya sempurna menutup hidungnya, dia mencari saklar lampu belum sempat menemukan dua seperti menginjak sesuatu, Iwh menjijikkan, apa yang diinjaknya? seperti bubur apakah itu..


"Astagfirullah, mayat! mayat siapa ini". Ucapnya terlonjak kaget dan memperhatikan suasana ruangan yang sekarang diterangi lampu


Mengerikan!. satu kata yang membuat Pasha merinding. diapun berpikir, siapa mayat ini! siapa yang berani sekali membunuh seseorang disini. Sambil mengambil gambar dan memperhatikan penampilan sang mayat diapun terlonjak kaget lagi

__ADS_1


"Astagfirullah nyonya besar! ini nyonya besar, pakaian yang dipakainya sama, apa yang terjadi diruangan ini?". Ucapnya lalu kemudian menatap sang mayat yang sudah berlumuran darah


Tiba tiba ada suara seseorang yang mengagetkan nya lagi


"Apa yang kau lakukan?". Ucap seseorang yang mengagetkannya, penampilannya berlumuran darah dan sedang memegang kampak dan sebilah pisau yang membuat Pasha paham bahwa pasti orang itu yang melakukannya. Tapi, dia merinding lagi dia mengenal orang itu, dan orang yang ditatap oleh Pasha hanya dia menatapnya dengan tenang


"Tu.. tu.. t. tua.. tuan, bb. be.. ssar". ucapnya pelan sambil gagap


"Tidak masalah, kau sudah mengetahuinya, pasti putriku memberikan tugas padamu kan? panggil saja mereka kesini biar aku yang jelaskan semuanya". ucap feras sambil mengambil baju untuk mandi dan membiarkan mayat itu terbiarkan begitu saja, lalu meninggalkan Pasha.


Pasha bingung, tuan membunuh nyonya? benarkah? ada masalah apa keduanya sehingga mampu menewaskan nyonya, pasti nyonya besar melakukan sesuatu yang besar sehingga tuan melayangkan nyawanya, apa tuan tau perselingkuhan cakra dan nyonya?. pikirnya dalam hati


Ternyata Pasha mengetahui kebusukan Vivian, sempat menyiduk keduanya tapi langsung diperingatkan oleh cakra wijaya dia akan menderita dengan seluruh keluarganya, dan akhirnya ia memilih diam. tapi akhirnya terbongkar sendirinya. sebelum beranjak diapun mengatakan sesuatu


"Sekecil apapun bangkai itu disembunyikan pasti akan tercium juga baunya". ucapnya sambil meninggal kan ruangan menuju ruangan kedua putri kembar


***


Tok tok..


ceklek..


"Kenapa datang? kau bisa membuat laporan lewat Via chat". Kata Syahna pelan


"Bukan begitu putri, anda dan nona muda dipanggil tuan besar, ini penting!". Jawab Pasha dengan serius


Syahna pun terkejut


"Papa melihatmu?". Ucap syahwa dengan nada terkejut


Pasha mengangguk, diapun menjelaskan semua perkara yang telah dilihatnya mulai dari bau amis, dan mayat milik Mama Vivian. tentu Syahna kaget, bagaimana mungkin sang papa melakukan hal yang seperti itu, dia ingin meminta penjelasan lebih kepada Pasha namun Pasha hanya diam dan menyerukan kepada nya agar menemui feras, biarlah feras yang akan sendirinya menjelaskan bagaimana dia melakukan hal keji itu.


Syahna membangunkan syahwa, syahwa bangun melihay Syahna yang kelihatan panik, diapun segera menanyakan perkara apa yang membuatnya panik, Syahna pun menceritakan semuanya dengan detail ke Syahna. Syahwa kaget, dia marah dan akhirnya mereka berdua beranjak pergi keruangan dimana sang papa memanggil mereka dan akan menjelaskan perkara tersebut.


>Bersambung...


Note :


jangan lupa like dan jangan lupa tinggalkan jejak mu si novel ini dengan cara komen


Salam Author🐣

__ADS_1


Kak Awa🐾


__ADS_2