
#5
"Sudah siap kak?". Tanya syahna
"Mmm sudah Na". Sarkasnya sambil memberikan senyuman terbaik, Syahna mengangguk keduanya pun berangkat menuju kediaman wijaya melamar pekerjaan sebagai Pelayan tanpa seleksi karena sudah lolos maksudnya diloloskan oleh salah satu anggotanya.
>>Dalam mobil<<
"Kak, aku gak suka kamu nangis terus". Ucap Syahna serius
Syahwa menoleh tanda tak mengerti, bingung rupanya
"maksudnya?, kamu kan tau kalau tabiat kakak ini_"
Belum sempat menyelesaikan kalimatnya, Syahna pun terlebih dahulu menghela nafas dan segera berbicara, dia mengerti kakaknya susah sekali mengerti kearah pembicaraan, otaknya lelet pikirnya
"Rubah tabiat kakak, ini terbaik untuk masa depan kita berdua, kalau sifat ini terus melekat bagaimana coba selalu menangis nangis terus nanti bisa curiga orang disana kalau liat kakak seperti ini". ketusnya
menyakitkan plus menyebalkan, emang seperti itu sifat syahna kata katanya menyakiti tapi dia peduli bukan begitu...
Syahwa pun menggeleng
"Aku gak bisa, ini sifatku terserah aku, kalau untuk bersandiwara aku bisa Na, jika nangis itu sudah menjadi fitrah seorang manusia, kamu aja pernah nangis kan, jangan kamu kira aku ini seperti anak kecil, padahal nyatanya aku bisa bersikap lebih dewasa darimu". balas syahwa dengan nada pengertiannya
Syahna pun hanya mengangguk, bagaimanapun dia tidak akan menang jika sudah seperti ini. Membosankan dan menyebalkan itulah yang selalu dirasakannya ketika dinasehati balik. Rupanya dia tipekal orang yang suka bicara tapi gak suka pembicaraannya dibantah, daripada memperburuk suasana mending dia diam karena menurutnya sekarang syahwa itu sensitif dengan hal hal yang berbau sindiran dengannya.
Bukannya Syahna marah, tapi dia takut nanti ketika sampai disana kakaknya gak bisa mengontrol emosinya, apalagi akhir akhir ini dia selalu mempertanyakan kapan mulai kerumah musuh papanya.
~Aku harap kak syahwa gak macam macam nanti disana, sungguh aku takut jika dia merencanakan sesuatu tanpa menunggu persetujuanku terlebih dahulu. pikirnya sesekali menatap kearah Syahwa yang membuatnya salah tingkah
~Ck, matanya menyebalkan, kau kira aku ada rencana apa? gak ada dek aku hanya bermain sedikit kok gak merepotkan mu, matamu membuat jantungku ingin copot saja. Dia berdecak kesal ternyata
"Sepertinya kakak merencanakan sesuatu". Sarkasnya menyelidik
Akhirnya pertanyaan yang sedari tadi di tahannya berhasil menyuara kan ke pemilik yang ingin ditanyakan. Sementara syahwa terbatuk kecil
~Sikecil ini selalu tau arti mataku, tapi maaf aku gak akan beritahu. Sambungnya dalam hati
__ADS_1
"Gak ada dek". Tukasnya seraya senyum penuh makna, entah apa arti senyuman itu, tapi untuk syahna sepertinya dia mengerti senyuman itu.
"Menyebalkan!". Ketusnya
Dia tau kakaknya tidak akan memberi tau tentang rencananya, menyebalkan bukan? disaat dia pengen mengetahui tapi tidak diberi tahu.
~Aku akan tetap mencari tau tentang rencanamu dan aku tetap mengawasimu, sepertinya dia tidak ingin aku terlibat, dasar kekanakkan. Pikirnya dengan melempar raut sinis kearah Syahwa yang tengah menatapnya juga.
***
Mereka sudah sampai ditujuan, Sempat memberikan tatapan tajam kearah rumah besar nan megah itu barulah dia bersikap biasa saat sesuatu menyentuh pundaknya, ya itu tangan milik Syahna ternyata dia memperingatkan syahwa agar tidak terbawa emosional.
"Jangan sampai rencana kita gagal". Bisik Syahna mengingatkan, dibalas anggukkan oleh sang kakak
Usai berbisik kekakaknya, ternyata pintu gerbang milik Wijaya itu berbunyi tanda ingin terbuka lebar, disana sudah Ada sang mata mata yang tersenyum hangat kearah si kembar, tidak ingin menimbulkan kecurigaan Syahna pun menatap tajam kearah sang mata mata dan segera sang mata mata yang mendapat tatapan itu meringis dan mempersilahkan sikembar masuk
~Waw, Lumayan besar tapi tak sebesar rumahku.Gumam syahna terkikik geli
"Lumayan". Ceplos syahwa
melihat adik bertingkah konyol dihadapannya, dia pun bingung
"Hmm". Balasnya langsung ke mode ketusnya
Sementara syahwa hanya bisa berdecak kesal melihat Adiknya yang langsung berubah ke sifat Aslinya, ketus, jutek, menyebalkan, irit bicara, kurang senyum dan apalagi? gak punya hati.
"Ini ruangan anda putri muda dan nyonya muda". Ucap Pasha sang mata mata
mendengar namanya dipanggil seperti di rumah diapun kesal, sementara Syahwa diam saja, dia bingung pasalnya dia tidak mengenal Pasha
"Sha, bisa gak sih jangan manggil gitu, bersikaplah seperti yang dianjurkan disini, Jangan menganggap aku tuanmu selama dirumah ini, ingat bisa bisa rencana kita gagal total tau gak". Kesal syahma
"Iya maaf put eh Syahna". Balasnya sambil menyengir
"Yasudah sana pergi, Ada kuping gajah nanti". Ucap syahna mengusir, sementara pasha berlalu meninggalkan keduanya
Syahna dan Syahwa memasuki ruangan yang telah disediakan untuknya, mereka melihat lihat ruangan tersebut tidak buruk juga, sederhana nan elegan. Usai melihat lihat mereka duduk di kamar mereka dibiarkan istirahat untuk hari ini besok barulah mereka bekerja.
__ADS_1
"Na, kamu kenal dia? kok aku gak kenal". Tanya Syahwa penasaran
"Siapa?". Jawab syahna yang sebenarnya basa basi padahal dia tau yang dimaksud
"Siapa tadi ya, kamu panggil namanya sha? namanya seperti cewek". balasnya
"Namanya pasha, dia mata mata papa dan tinggal disini". Ucap syahna
"ih, kok aku gak pernah tau". Kilahnya
"Makanya jadi cewek jangan cengeng terus apalagi manja, Najis". Ledek syahna
"itu lagi yang dibahas kamu kan udah tau jawaban aku Na, Kamu juga kalau bicara hati hati dong atau memang kau tak punya hati?". Balas Syahwa meledek balik syahna
"Ya, tapi gak sering sering juga kali nangisnya, kayak anak bayi tau gak, lapar dikit aja nangis, mau minum juga nangis". Jawabnya tanpa menghiraukan perkataan akhir Syahwa
"Aku dan anak bayi itu beda ya, aku nangis karena ada hal yang membuatku sedih atau bahagia". Ucap Syahwa sengit yang tak mau disamakan dengan seorang bayi
"Iya beda, karena bayinya gak bisa jalan, kalau kakak dikit dikit nangis coba dikit dikit punya pikiran yang jernih terbuka luas seluas samudra, ini sempit kayak Gang udah sempit buntu pula jalannya yang ada dapat masalah mati pula dengan masalah itu". Ujarnya dengan panjang lebar
"Yayaya, kamu menang puas?". Ucap syahwa mengalah, karena dia tau kalau sudah begini artinya dia akan berdebat terus menerus mungkin akan sampai pagi nantinya dan akhirnya pekerjaan yang mereka mulai esok hari harus dilaksanakan dalam keadaan kurang energi
Satu hal yang menjadi salah satu prinsip yang dipegang oleh keduanya adalah jika yang satu sudah menjadi api maka yang satu harus jadi air maka padamlah si api, kalau si api ketemu api bukannya padam tapi memperkeruh suasana
"Hahaha Tentu aku puas" Ucap syahna tertawa renyah pertanda memang dia puas, katakan saja dia menang dia menang berdebat dengan sang kakak, Yeay
"Yaudah kalau udah puas, tidur udah malam besok harus banyak tenaga biar si musuh cepat mati". Ujar syahwa sambil mengambil selimut lalu iapun masuk ke alam mimpi indahnya yang disusul oleh syahna
>>Bersambung
🗣 : Aku ingatin sekali lagi yah, Alur dari cerita ini akan sad ending😛 , soo jika tidak ingin dikecewakan atau mengecewakan Jangan dibaca☝, Cause i love you eh maksudnya Cause me sudah Warning⚠️ dari awal
Soo, thanks sudah membaca
Jangan lupa like dan komen serta krisannya
oh ya, jangan lupa tinggalkan jejakmu dikolom Komentar
__ADS_1
salam Author
kak awa🐾 Bye🐣