
Semua orang menatap aneh kearah syahwa, Mereka menilainya sebagai gadis yang gila. Tak lepas dari pandangan ayah Rey, Pria paruh baya itu juga menatapnya dengan penasaran
"Bukankah dia gadis yang pernah bersama para perundung itu?". Tanyanya dengan selidik
"Benar ketua".
"Mengapa dia disini?"
"Dia_"
"Apakah dia yang Reyhan katakan sebagai wanita special?".
"E-ehs benar ketua".
"Mereka memiliki hubungan khusus?".
"Sepertinya begitu". Jawab Bagas, laki laki parah baya itu tidak berbicara lagi dan memilih untuk diam menatap syahwa dalam
* * *
Disisi lain, Hati syahwa semakin hancur. Jet yang ia Minta belum sampai. Dirinya benar benar dilanda kepanikan, Masih terus menangis
"Syahwa tenanglah".
"Bagaimana aku bisa tenang kak, Kak Rey belum ditemukan. Aku tidak bisa tenang". Lirih gadis itu menangis sesenggukkan
~Ya Tuhan, Aku mohon pertemukan lah diriku dengan dirinya. Setidaknya bila dia benar benar meninggalkan diriku aku rela tapi bolehkah..Bila dia telah engkau ambil, Kumohon aku ingin melihat jasadnya untuk terakhir kalinya.
Gadis itu benar benar mencintainya, untuk pertama kali ia merasakan jatuh cinta namun sayangnya cinta pertamanya hilang dan tenggelam bersama puing puing pesawat.
"Mengapa aku merasa semua orang pergi meninggalkanku, Papa, mama, syahna dan rey semua pergi. Apakah aku tidak penting dari apa yang mereka inginkan? Apa mereka tidak menyayangiku? Mereka semua pergi seakan enggan bersamaku, apa mereka membenciku?".
"Kamu salah syahwa, Om, bibi, Syahna bahkan Reyhan semua menyayangimu. Dalam hati mereka tak pernah terbetik untuk menyakitimu. Semua pergi meninggalkan dirimu bukanlah keinginan mereka, semua itu telah ditakdirkan oleh sang pencipta.
Bila kamu merasa tidak ada yang peduli dengan dirimu, maka kamu salah. Ada aku syahwa, kau tidak pernah melihatku tapi aku selalu ada untukmu, kau tau itu".
__ADS_1
Benar apa yang dikatakan oleh Rainan, selama ini yang peduli kepadanya hanyalah Rainan, tapi syahwa tidak menyadari itu.
Gadis itu terdiam setelah mendengar ucapan Rainan, Namun air matanya masih mengalir seakan tak ingin berhenti memintanya untuk tetap bersedih
"Maafkan aku kak Rai". Ucapnya tertunduk, gadis itu sadar dirinya menyakiti pria itu tidak seharusnya ia melakukan hal yang membuat pria itu semakin tersakiti
"Syahwa, Dengarkan!". Ujar Rainan, memegang kedua pundak syahwa menatap dalam mata yang berkaca kaca itu, sambil tersenyum ia mengatakan
"Aku memaafkanmu... Ingatlahh pesanku yang menciptakan lebih tau mana yang terbaik buat ciptaannya. Kamu tidak perlu seperti ini, Aku yakin Allaah pasti menggantikannya dengan yang lebih baik". Tukas pria itu
"Syahwa, kau perlu tau. Dengan dirimu meminta jet pribadi itu mengundang kecurigaan para petinggi, Memang benar ada kalangan lain yang bisa sepertimu, percayalah pasukan serba hitam pasti datang melindungimu. Kau tidak ingin identitas mu terbongkar kan? Dan menjadi buronan para TNI? Sungguh, aku tidak ingin ini terjadi".
"Apa yang harus kulakukan?". Lirih gadis itu
"Sekarang, batalkan penerbangan jet yang kau minta. Kembalilah kemarkas aku akan mengabarimu tentang keadaan yang ada dikota H".
"**-tapi_"
"Kau tidak perlu khawatir aku berjanji akan mencarikannya untukmu, membawakannya untukmu meskipun itu adalah jasadnya".
"Tidak, apapun yang kau inginkan adalah sesuatu yang harus aku lakukan agar dirimu bahagia".
"Bahagia dengan tersakiti itu tidak menyenangkan kak Rai".
"Bukankah cinta tidak selalu mendatangkan kebahagiaan? Ada kalanya ia butuh pengorbanan yang membuat pasangannya bahagia".
"Aku mengerti, tapi_"
"Pulanglah, aku akan mengabarimu. Sebentar lagi aku akan berangkat sama yang lain"
Gadis itu mengangguk patuh, dan akhirnya dirinya tidak jadi kekota H. Karena tindakannya yang ceroboh gadis itu benar benar tidak menyadari bahaya yang akan datang. Untunglah Rainan datang disaat waktu yang tepat.
Iapun mengirimkan pesan kepada Antony, membatalkan pengiriman Jetnya, Setelah melakukan semuanya gadis itu kembali kemarkas menggunakan taksi
Didalam taksi ia tidak berbicara hanya melamun menatap keluar jendela mobil, Hujan mengguyur kota X membawa kesedihan dan menghanyutkan lara yang bergejolak dihati.
__ADS_1
Berita jatuhnya pesawat tersebut membuat ujian yang dilaksanakan dihutan harus tertunda sampai jasad atau hidupnya Reyhan ditemukan, Jangka ditentukan selama satu bulan, Namun apabila tidak ada tanda tanda sama sekali maka ujian tersebut dilaksanakan
* * *
Hujan mengguyur seluruh kota X dengan deras, Seorang gadis termenung didalam kamarnya. Didekat jendela kamar gadis itu menatap langit yang mendung didukung hujan yang membuat dirinya hanyut terbawa suasana
~Hai Aksara hujan, aku ingin bercerita aku menyukai salah satu diantara hambanya, Selain Wajah tampannya..Sajak sajaknya pun indah membuat ku gundah dan dilema. Tak henti hentinya aku langitkan namanya dalam do'a, seraya berharap semuanya akan menjadi nyata..
~Hai Aksara hujan..Semua yang kulangitkan ternyata berbuah lain..Semua pergi meninggalkanku namun aku tak putus asa.. Hatiku sedih, namun itulah takdir dan aku tidak banyak berharap untuk saat ini aku hanya ingin berdiam dalam satu do'a yang kupinta
~Hujan...Bawa kesedihanku bersamamu, tenggelamkan rasa itu disamudra yang paling dalam. Agar esok aku tak menemukannya lagi meskipun harus berjalan dibawah guyuran airmu yang deras
"Aku mengantuk". Gumamnya, gadis itu akhirnya memejamkan matanya dan tertidur pulas
* * *
"Bagaimana dengan rencanamu?"
"Sedikit membuatku kesal".
"Aku tau, tapi hanya sedikit? sepertinya kau punya sesuatu untuk sebagiannya"
"Oh tentu, Walaupun aku kesal rencanaku tertunda setidaknyaa aku masih punya waktu untuk memikirkannya matangnya matang".
"Kau benar, Rencanamu Juga membuatku ragu"
"Ragu?"
"Yah, Kemarin saja kau kalah adu virus_"
"Itu tidak boleh terjadi lagi, akan kupastikan rencanaku kali ini membuatnya terkejut sekaligus sakit hati. Bagaimana jika dirimu dikhianati oleh orang orang terdekatmu? Pasti sangat menyakitkan".
* * *
Next...
__ADS_1